
Malam harinya...
Setelah makan malam, Ethan menghabiskan waktunya denga mengobrol bersama tuan Haide dan Leona di balkon apartemen Leona. Mereka bercanda sesekali di tengah obrolan. Selain itu, Tuan Haidee juga beberapa kali memerikan beberapa nasehat untuk ethan dan juga Leona. Mengenai pekerjaan hingga hubungan kedua nya seperti biasanya. Tuan Haidee ingin Ethan dan Leona saling menjaga satu sama lain dan tidak mempedulikan ucapan orang lain selagi ucapan itu justru menyakitkan hati. Dan juga pentingnya menghormati satu sama lain. Tuan Haidee memiliki keyakinan jika hubungan Leona dan Ethan akan bertahan lama jika kedua nya bisa menghadapi segala kesulitan yang ada. Kunci nya adalah mereka harus bisa menguatkan satu sama lain.
Selain membeicarakan hubungan Leona dan Ethan, tuan Haidee juga menceritakan berbagai hal menegnai pengalamannya. Dia ingin berbagi agar nanti Leona dan Ethan bisa mengambil sisi positif nya. Dan membentuk pribadi yang semakin baik lagi kedepannya. Leona dan Ethan mendengarkan nasehat itu dengan seksama.
Sampai akhirnya, Leona merasakan hawa yang semakin dingin dan mengajak Tuan Haidee masuk ke dalam apartemen. Leona mengantarnya sampai ke kamar. Kemudiam dia keluar dan menutup pintu. Leona kemudian menyusul Ethan yang sudah masuk ke kmarnya lebih dulu.
Lelaki itu sedang duduk di sofa dan sibuk dengan ponselnya. Leona menyusulnya duduk dan menyandarkan kepala nya di dada Ethan. Lelaki itu tersenyum dan meletakkan ponselnya di meja, kemudian merangkul Leona. "Apa Papa sudah tidur???" Tanya Ethan.
"Sudah, setelah dia meminum obatnya." Jawab Leona. "Aku heran, kenapa ya akhir-akhir ini Papa selalu memberikan nasehat pada hubungan kita???" Gumam Leona.
"Mungkin karena aku belum mengungkapkan perasaanku padamu, sehinnga dia merasa khawatir dengan hubungan kita."
"Ya bisa jadi sih.... Kau memang terlihat seperti menggantungkan hubungan kita."
Ethan terdiam untuk beberapa saat. "Aku bingung dengan perasaanku sendiri." Gumam Ethan. "Setiap hari aku melihat bagaimana kau selalu bisa menunjukkan cintamu kepada ku, dan aku coba untuk mencari jawaban atas bperasaanku sendiri, sampai akhirnya aku sudah mulai merasa ada di titik bahwa aku sudah bisa menerima cintamu, aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu dan aku berharap kau tidak salah paham denganku, bahwa aku memang benar-benar mencintaimu dan hubungan ini harus berjalan seperti apa yang di inginkan Papa, agar dia semakin bahagia nanti nya. Kau selalu bilang bahwa kau mencintaiku maka saat ini kembali aku katakan bahwa aku juga sangat mencintaimu Leona..!!!" Ucap Ethan yang membuat Leona terperanjat.
Leona mendongak menatap Ethan. "Kau serius???" Tanyanya tidak percaya.
Ethan menganggukkan kepala nya. " Ya aku serius, kau tidak percaya???"
Leona tersenyum dan mengecup bibir Ethan. Dia juga memeluk Ethan sebagai ungkapan kebahagiaannya. " Terima kasih Ethan...!!! Aku sangat mencintaimu..."
Ethan membalas senyuman Leona. "Aku juga sangat mencintaimu.." Mereka kemudian berciuman. Leona membuka mulutnya membiarka Etha menjelajahi mulutnya.
"Apakah kau ingin dipeluk?" bisik Ethan sensuaI.
Leona menatap Ethan, mengagumi ketampanan lelaki itu. Dia sangat mencintai Ethan.
"Ya Ethan..." Jawab Leona.
Ethan memeluknya dan mengangkatnya ke tempat tidur, lelaki itu kemudian mencium, menelusurkan bibirnya dengan ringan di telinga Leona, membuat Leona menggeIiat geli. Ethan kemudian mengecup telinganya dan memaguutnya dengan penuh gaaiirah. Ciumannya lalu berpindah ke rahang Leona, meninggalkan kecupan-kecupan panas di sana. Lelaki itu lalu menggunakan jemarinya untuk mendongakkan dagu Leona.
"Aku sangat mencintaimu.. "
Mata Ethan berkilat penuh gaaiirah, suaranya serak dan sensuaI. Lalu lelaki itu meIumat bibir Leona penuh napsu, tangannya langsung bergerak ke bawah ke milik Leona. Ethan bermain disana membuat Leona menggeIiat dan. bergetar. "Uhhh... !" Napas Leona tersenggaI. Ethan membarinhkan Leona dan kembali menguatkan miliknya. Ethan melepaskan semua pakaiiannya juga pakaiian milik Leona hingga mereka teIanjaang tanpa mengenakan sehelai kain pun.
Leona kemudian memeluk Ethan ttapi langsung menggulingkan lelaki itu. Bergantian dia yang ada di atas Ethan. Leona berusaha bangkit dan berpindah ke depan Ethan yang berbaring.
Tanpa aba-aba, Leona yang masih membungkuk, membuka mulutnya dan menguIum milik Ethan, membuat lelaki itu hanya bisa mendesaah keenakan.
Leona menggerakkan kepala nya naik turun. Ethan memegang kunciran rambutnya dan ikut menarik rambut Leona seolah ingin menguasai perempuan itu. Ethan membimbing Leona untuk mengikuti ritme yang di inginkannya dengan menarik rambut Leona naik dan juga turun.
"Sudah cukup, tadi kau sudah basah, tapi aku ingin melakukannya lagi.." Ucap Ethan. Kemudian menarik Leona ke atasnya dan berguling sehingga Leona ada di bawahnya lagi.
Leona merasakan gerakan-gerakan Ethan ketika menyentuh miliknya dan kemudian tanpa pembukaan, lelaki itu langsung menyelipkan kejanttaanannya, meneIusup masuk ke dalam kewaniitaan Leona yang sudah basah, lalu menggerakkan tubuhnya penuh gaaiirah, ke dalam riitme sensuaI yang tak tertahankan. Leona mengikuti gerakan Ethan, berusaha mencapai gaiirrah itu tanpa pertahanan apa pun.
Ethan mencabut miliknya dan memnta Leona berganti posisi. Leona menunggiin9, Ethan mendorongkan miliknya untuk ke,udian menenggelamkan dirinya dalam-dalam di pusat diri Leona yang hangaat dan baasah.
Ethan memejamkan mata, menikmati panas dan baasah yang mencengkeramnya erat, membuatnya harus berjuang agar tidak meIedak seketika itu juga. Leona terasa begitu nikmat, begitu pas dan begitu menggairraahkan. Perempuan yang sekarang berbaring di bawahnya dengan mata berkabut, bibir sedikit membuka, napas tersenggaIl, tubuh yang pasrah menerimanya, dan perempuan itu sangat mencintai nya,
Dengan hati-hari Ethan bergerak pelan, melakukan ritme berciintanya dengan perlahan. "Apakah nikmat?" Ethan berbisik pelan, menggertakkan giginya.
"Iya, ini, rasanya nikmat sekali..." Leona menggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Ethan, membuat lelaki itu mengerrang.
"Kau begitu nikmat sayang, seluruhmu begitu nikmat."
Ethan menggerakkan badannya makin intens, menggesseek seluruh titik keniikmatan di dalam tubuh Leona, dan memuaskan dirinya sendiri. Lelaki itu menahan diri, menunggu Leona mencapai kepuasannya. Dan ketika Leona meIengkungkan punggungnya dan mengerraang pelan, Ethan mengikutinya. Bagi Leona kenikmatan ini tiada duanya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang selalu memberikan getaran yang berbeda. Leona tidak akan pernah bisa senikmat ini selain bersama yang lain. Mereka meledak bersama dalam orgaasme yang luar biasa, napas terengah.
Mereka berbaring dengan napas terengah-engah. Leona memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuih Ethan yang terIentang. Sebelah lengan lelaki itu merangkulnya dan mengusap punggung teIanjangnya dengan lembut,
Leona tersenyum dan mengecup daada Ethan , "Kau selalu membuatku puaasss.... Nikmat...!!!" Leona memeluk Ethan dan lelaki itu membalas pelukannya lagi.
Leona menatap Ethan dan mencium bibir lelaki itu dengan agresiif. Ethan membalas ciuman Leona. Penerimaan yang luar biasa, bukan hanya sekedar napsu tetapi mulai berisikan benih-beniih cinta di dalamnya. "Aku ingin lagi???" Pinta Leona.
"Lagi????" Tanya Ethan dan Leona menganggukkan kepala nya.
Ethan kemudian menciumi leher Leona. Ciuman itu semula hanyalah ciuman lembut penuh kasih sayang, tetapi lama-kelamaan berubah panas. Ethan mulai mencuumbu Leona dengan kecupan-kecupan kecil, membuat Leona menggeliat karena geli.
"Kali ini aku melakukannya karena aku mencintaimu..." mata Ethan berkilat penuh gaiirah.
Leona tersenyum, "Aku sudah menunggu inj sejak lama, dan aku sangat bersemangat bercinta denganmu."
Mereka berbaring teIanjang berpeIukan, menikmati rasa kulit masing-masing yang berpadu, panas bertemu dengan panas yang menggetarkan. Setiap sentuhan dan gesekan kuIit mereka terasa begitu nikmat. Ethan yang keras dan Leona yang lembut.
"Aku ingin lembut, lalu cepat." Ethan tersenyum dan mengecup kedua alis Leona, memposisikan dirinya di antara kedua paaha Leona yang membuka untuknya, siap menerimanya.
Leona tersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh bibir Ethan yang ada di atasnya dengan jemarinya, Ethan mengecup jemari itu.
"Aku mencintaimu Ethan." Bisiknya dalam napas yang mulai terengah. Ethan sudah menyentuhkan kejaantanannya ke kewaniitaan Leona, menggeseknya dengan lembut dan menggoda di bagian luar kewaniitaannya, dengan sengaja menyentuh titik sensitif di luar kewanniitaannya sehingga menimbulkan getaran yang membuat geIenyar panas mengaliri tubuh Leona.
Wajah Ethan makin melembut mendengar pernyataan cinta Leona, dia menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Leona, "Aku juga mencintaimu Leona."
Sementara di bawah sana, senjata nya mulai memasuki Leona, membuat Leona merasakan panas, keras dan berdenyut mulai menyatu ke dalam dirinya. Leona mengerraang dan melingkarkan kedua tungkainya ke pinggang Ethan. Dorongan itu membuat Ethan menenggelamkan dirinya dalam-dalam di pusat diri Leona yang hangaat dan baasah.
Ethan memejamkan mata, menikmati panas dan baasah yang mencengkeramnya erat, membuatnya harus berjuang agar tidak meIedak seketika itu juga. Leona terasa begitu nikmat, begitu pas dan begitu menggairraahkan. Perempuan yang sekarang berbaring di bawahnya dengan mata berkabut, bibir sedikit membuka, napas tersenggaIl, tubuh yang pasrah menerimanya, dan perempuan itu sangat mencintai nya,
Dengan hati-hari Ethan bergerak pelan, melakukan ritme berciintanya dengan perlahan. "Apakah nikmat?" Ethan berbisik pelan, menggertakkan giginya.
"Iya, ini, rasanya nikmat sekali..." Leona menggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Ethan, membuat lelaki itu mengerrang.
"Kau begitu nikmat."
Ethan menggerakkan badannya makin intens, menggesseek seluruh titik keniikmatan di dalam tubuh Leona, dan memuaskan dirinya sendiri. Lelaki itu menahan diri, menunggu Leona mencapai kepuasannya. Dan ketika Leona meIengkungkan punggungnya dan mengerraang pelan, Ethan mengikutinya. Bagi Leona kenikmatan ini tiada duanya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang selalu memberikan getaran yang berbeda. Leona tidak akan pernah bisa senikmat ini selain bersama yang lain. Mereka meledak bersama dalam orgaasme yang luar biasa, napas terengah. Ethan menggulingkan bkan tuubuhnya di sebelah Leona, memeluk perempuan itu, merasa lelah tetapi sangat nikmat hingga membuat kedua nya tertidur.
*****
Pagi hari, Leona, terbangun. Dia langsung terduduk, terkesiap kaget karena dia terbangun begitu saja. Tersenyum dan mengecup lembut ujung hidung Ethan dengan sayang. Lelaki ini sudah menerima cinta nya. Leona senang sekali dan juga bahagia.
"Selamat pagi... Sayang???" Leona menyodorkan segelas jus jeruk dan memebrikannya pada Ethan.
Ethan membuka matanya pelan-pelan dan kemudian menatap Leona. Lalu dia tersenyum, "Selamat pagi..." Ethan mengambil jus itu dan meminumnya. Kemudian meletakkannya di meja. Hari sepertinya masih gelap.
Dengan nakal dipeluknya tubuh Leona dan dinaikkan ke atas tubuhnya, "Kau rasakan itu?" Ethan berbisik dengan nada sensual, membuat tubuh Leona menggelenyar. Dia merasakannya, milik Ethan yang begitu keras, lelaki ini sedang sangat bergaiiraaah.
"Leona sayang... Naiki aku..!!" Ethan bergumam sambil mengarahkan pingguI Leona sedikit turun sehingga kewaniitaaan Leona menyentuh kejaantanaannya yang sudah siap. Leona menempatkan dirinya, dan membiarkan Ethan membimbingnya. Lelaki itu menaikkan pinggulnya dan menurunkan pingguI Leona, membuat tubuhnya meneIusup dengan mudahnya ke dalam kewaaniitaan Leona, terasa begitu panas dan berdenyut di dalam sana.
"Gerakkan tubuhmu!! Puaskan aku." Ethan bergumam dengan nada menggoda, dan membiarkan Leona menggerakkan pinggulnya. Lelaki itu menggerrayam ketika merasakan gerakan Leona, matanya berkilat penuh keniikmatan.
"Oh, kau nikmat sekali Leona.." Ethan mengimbangi gerakan Leona dengan menggerakkan pingguInya ke atas, membuat mereka makin menyatu dan merasakan sensasi keniikmatan
Tanpa sadar dia menggerakkan tubuhnya semakin berani, mengekplorasi keniikmatannya dengan sebebas-bebasnya. Ethan mengikuti gerakannya, dengan sama liar dan bergairahnya. Dan kemudian Leona mendongakkan kepalanya dan melengkungkan pungguungnya ke belakang ketika mencapai puncak keniikmattan, bersama Ethan yang mengikutinya di belakangnya.
Tubuh Leona rubuh, terkulai di atas tubuuh Ethan dengan napas terengah-engah. Sementara tangan lelaki itu memeIuk punggungnya dan mengusapnya sambil lalu.
Lama kemudian Leona mengangkat kepalanya dan mereka bertatapan. Mata Ethan tampak penuh senyum dan menggooda, "Senang menaikiku?" Tanya Ethan.
Pipi Leona merah padam atas godaan itu, membuat Ethan terkekeh, dengan lembut dia melepaskan dirinya dari tubuh Leona, lalu menghela perempuan itu ke sampingnya untuk kemudian memeIuknya erat-erat. Ethan berbaring bersama Leona di atas raanjang.