My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Pergi ke Panti Asuhan



Tiba-tiba mini bag itu di rebut paksa oleh Gemma, membuat Ethan terkejut sekali. "Kau kenapa kasar sekali???" Protes Ethan.


"Kau sendiri kenapa mengulik barangku..!!" Seru Gemma dengan sedikit kesal.


"Aku tadi mengambil handuk, tidak sengaja itu jatuh jadi aku mengambilnya, aku juga tidak mengulik barangmu..?" Ethan coba menjelaskan. Tetapi wajah Gemma masih terlihat jengkel juga marah. "Kau ini kenapa??? Hanya begitu saja marah seperti ini, aku benar-benar tidak sengaja??? Lagipula tas itu sepertinya juga tidak rusak, sekali lagi aku minta maaf sayang????"


"Iya... Aku juga minta maaf.. Soalnya ini harganya mahal, aku baru membeli nya."


Ethan tersenyum. "Tidak sengaja tadi, lagipula kenapa di letakkan di antara tumpukan baju??? Kan jadi tidak terlihat... "


"Iya, aku lupa, sudah yuk kita mandi, sudah gelap...!!" Gemma menarik pergelangan tangan Ethan, membawa laki-laki itu ke kamar mandi untuk mandi bersama. Gemma berharap Ethan percaya dengan ucapannya dan tidak curiga akan apapun mengenai mini bag itu. Gemma benar-benar belum sempat menyimpan mini bag itu ke flat kekasihnya. Dia sibuk bekerja dan setiap hari Ethan juga ke apartemennya sehingga dia belum ada waktu untuk menyembunyikannya. Bodohnya dia tadi malah menyuruh Ethan mengambil handuk di lemari.


Gemma meIepaskan pakaiannya di depan Ethan. Mereka akan mandi bersama untuk kesekian kali nya, dan tentu saja tidak hanya akan sekedar mandi saja, melainkan akan di iringi dengan percintaan yang luar biasa di dalam kamar mandi ini.


Gemma melepaskan seluruh pakaiian nya dan tersenyum menggoda Ethan. Kedua lengannya melingkar di leher Ethan. Dia mengecuo bibir lelaki itu dan di balas juga oleh Ethan.


"Aku sangat merindukanmu..!" Ucap Gemma dengan nada sesuaI.


"Aku juga.. " Gumam Ethan.


Gemma menciumi bibir Ethan, turun ke I ever, sambil membuka kemeja Ethan. Melepaskan kemeja itu dan melemparnya ke lantai. Gemma membungkuk menjiIat dada Ethan turun sampai ke bawah dan duduk berjongkok di depan Ethan, perempuan itu membuka resIeting ceIana Ethan dan mengeluarkan senjata yang sudah siap dan tegang itu.


Ethan menghela napasnya panjang penuh kebahagiaan, dia akan bercinta lagi dengan perempuan yang sangat di cintai nya ini. Melihat ekspresi Ethan, Gemmaa memegang pe'nis nya dan menggerakkan tangannya naik turun disana. "Kau pasti senang kan kalau aku melakukan ini, tidak perlienjawab karena aaku yakin kau pasti akan sangat senang sekali.. "


Jemari Gemma bergerak dan terus saja terus menggerakkan tangannya dan dia mendengar suara eraangan dari mulut Ethan. Gemma membungkuk dan mencium kepala pe'nis Ethan, setelah itu dia mulai menguIum nya, bermain dengan mulut dan Iidahnya .


"Oh gosh.....!!!! Ahhhh.... " Ethan mulai meracau dan menikmati kehangatan muIut Gemma yang membungkus senjata nya.


Mendapati Ethan mulai menikmati nya, Gemma semakin agresif dan kegirangan menikmati permainannya sendiri dan suara Ethan yang penuh kenikmatan itu justru menjadikan suasana semakin luar biasa.


Tiba-tiba Ethan menekan kepala Gemma, hingga Gemma melahap habis pen'is itu. Ethan menahannya selama beberapa detik lalu melepaskannya. Detik itu juga Gemma terbatuk-batuk tetapi Leona melempar senyum setelahnya. Dan Gemma kembali melakukan itu selama beberapa kali. Sampai akhirnya Ethan meminta berhenti.


Gemma kemudian melepaskan ceIana Ethan sepenuhnya, melemparnya ke lantai. Gemma lalu mendekati Ethan yang duduk di closet, dan dia duduk di atas kedua paha lelaki itu. Kemudian mengecup bibir Ethan.


Ethan mencoba menikmatinya dan membalas ciuman Gemmaa. Dia merasakan kelembutan bibir Gemma, ciuman hangat Gemma membuat Ethan merasakan sengatan luar biasa yang menggugah gejoIaknya. Dia membuka bibirnya dan merasakan ciuman itu lebih jauh dan lebih dalam lagi.


Dikecupnya bibir Gemma lagi. Li'dahnya mendesak masuk lagi dan lagi kemudian, terasa panas dan menggoda, tanpa permisi menjelajahi seluruh bagian mulut Gemma, mencecapnya dan menggodanya, lidah itu lalu menemukan lidah Gemma yang lembut dan berjalinan di sana. Mulut Ethan meIumat seluruh bagian bibir Gemma, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Gemma, bergerak naik turun dengan menggoda.


Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Ethan sudah terbawa suasana dan lupa diri, dia lalu kembali mengecup lembut bibir Gemma, beralih ke pipinya, diberinya hadiah kecupan-kecupan kecil, kemudian ke telinganya, menghembus lembut di sana membuat Gemma memekik kegeIian.


Gemma tersenyum. "Kita mulai bercinta sekarang???" Tanya Gemma dan Ethan mengangguk. Dia memang butuh di puaskan.


Lelaki itu lagi-lagi mengecup lembut telinga Gemma dan lidahnya dengan nakal mencicipi di sana. "Ya.." Bisik Ethan.


Gemma kembali meIumat bibir Ethan lagi dan tubuhnya bergerak dengan lembut di atas Ethan. Jemari Ethan menyentuh pelan, menyentuh lembut bagian depan br'a Gemma, membuat perempuan itu terkesiap. Lalu dengan lembut tetapi cekatan, Ethan mengangkat untuk melepaskan br'a Gemma, begitu pelan gerakannya, seolah ingin menyiksa dirinya sendiri, seperti seorang lelaki yang membuka hadiahnya dengan penuh antisipasi dan kemudian mengintip dengan hati-hati.


Kulit Gemma yang lembut terlihat sedikit demi sedikit, Ethan melepaskan semua penghalang di tubuh bagian atas Gemma. Menatap Gemma dengan penuh gaiirah. Gemma ternyata begitu menggairahkan, perempuan itu kini terbaring dengan baju terbuka, menampakkan kulitnya dan begitu menggoda.


Ethan menciumi leher Gemma dan menjiIatnya lembut, karena perempuan itu sudah teIanjang dada di depannya.


Napas Gemma makin terengah ketika Ethan menyentuh payyudaranya sambil lalu, mengusap putiingnya dengan gerakan seolah tak sengaja, sehingga membuat putiing itu mengeras, seakan ingin disentuh lagi. Gemma mengerang merasakan sensasi panas yang membakarnya di pay yudaranya. Ethan masih menciumi lehernya, lalu bibir yang membara itu naik, meIumat bibir Gemma dan berbisik di sana.


Ethan menunduk dan mengecup bagian atas pay yudara Gemma, kemudian, bibir Ethan lewat sambil menghembuskan napas panasnya sambil lalu di atas pay yudaranya, membuat putingnya mengencang dengan kerasnya.


"Aku ingin ini.. " Bisik Ethan di telinga Gemma.


"Ya... Ethan sayang.." suara Gemma makin keras ketika Ethan mengulangi perbuatannya berkali-kali. Lelaki itu mengecupi seluruh bagian payyudaranya tetapi mengabaikan putiingnya yang mendamba. Yang dilakukan Ethan hanyalah menghembuskan napasnya sambil lalu, menggoda Gemma, menyiksa Gemma.


Puuting payydara Gemma begitu tegak dan panas, karena godaan-godaan Ethan,dia ingin lebih.. dia ingin bibir Ethan yang panas meIumat putiingnya, menghiisapnya dengan lembut.. dia ingin....


Dan Ethan melakukannya. Bibirnya dengan lembut mengatup di puuting payyudara Gemma, lalu Iidahnya bergerak menggoda di dalam, begitu panas dan basah, memainkan puuting Gemma dengan usapan-usapan lembut di dalam mulutnya. Sensasi rasanya membuat tubuh Gemma lemas, kedua jemarinya mencengkeram rambut Ethan, membuatnya acak-acakan. Ethan menenggelamkan kepalanya di keindahan payyudara Gemma yang rannum, lelaki itu memuja payyudara Gemma, mencuumbunya dengan Iidahnya, dan menghisap puutiingnya perlahan, membuat Gemma mengeluarkan erangan-erangan geIisah atas sensasi nya.


Setelah puas. Ethan mengangkat kepalanya dan mengecup ujung hidung Gemma yang terengah-engah, napas mereka berkabut oleh gaiirah yang pekat. Ketika Ethan menggeserkan tubuhnya, Gemma merasakan kejantaanan Ethan sudah mengeras di sana, menggesek seIangkangannya, begitu keras dan siap.


"Aku tidak bisa menunggu lagi..." Gemma mengangkat pingguInya dan menyatukan dirinya dengan Ethan.


"Aaahhhhhh.... " Teriak keduanya.


Gemma bergerak naik turun dan bibir Ethan turun ke leher Gemma, mengecup lehernya dengan penuh gaiirah, lalu memberi hadiah kecupan lembut disana dan jemari Ethan menangkup ke kedua payyudara Gemma. Lelaki itu membungkuk dan mengecupi dada dan putting Gemma, membuat Gemma merasakan sensasi panas menjalar.


"Oh enak sekali...uuuhh.... !!!" Teriak Gemma sambil memeluk erat Ethan. Napas lelaki itu juga berat dan errangan nya membuat suasana menjadi semakin panas dan inttiim.


"Milikmu sangat nikmat sekali Sayang..... Luar biasa aku sangat menyukai nya... Ahhhh uhhhh..... Maaf aku tidak bisa berhenti ini telalu nikmat... " Ucap Gemma.


"Aku lelah, kita ganti posisi.. " Ucap Gemma, lalu dia turun dari atas paha Ethan. Gemma kemudian naik di meja wastafel, membuka lebar paaha nya dan meminta Ethan bermain dengan miliknya.


Kepala Ethan sudah pening oleh gaiirah, nikmat yang di rasakan nya sekarang sehingga dia sudah tidak peduli lagi. Ethan sedikit membungkuk di depan milik Gemma, dia menggerakkan jemarinya lagi, pelan mengalun dari lutut Gemma, dan naik ke paahanya. Sampai kemudian menyentuh kewaniitaan Gemma. Hanya sepersekian detik, menyentuh di sana. Dan tubuh Gemma terkesiap, berjingkat kaget oleh sengatan aneh yang menyengatnya seketika.


Ethan tersenyum. Gemma sangat sensitif dan siap olehnya. Jemarinya menyentuh kewaniitaan Gemma, memainkannya lembut dengan usapan ahli, membuat Gemma setengah bangun, bingung atas sensasi yang mengalir deras di tubuhnya.


"Sekarang, biarkan aku memberimu kenikmatan.." Iidah Ethan menelusup, menemukan titik paling sensitif di kewaniitaan Gemma, dan memainkannya dengan ahli. Lidah Ethan sepanas bibirnya yang meIumat dengan ahli, dengan penuh pemujaan.


Gemma duduk setengah terbaring di sana dengan mata berkabut, dengan napas terengah dan terasa melayang akibat sensasi luar biasa nikmat yang menyelimuti tubuhnya, bersumber pada kewaniitaannya. Gerakan bibir dan lidah Ethan begitu ahlinya, membuat Gemma berkali-kali mengerang ketika Ethan dengan sengaja menggerakkan lidahnya memutar, menggoda titik sensiitifnya. Membuat Gemma seakan dibawa ke sebuah tepi pencapaian yang tidak diketahuinya. Gemma memejamkan matanya. Dia sudah hampir sampai ke tepi itu. Digigitnya bibirnya, merasakan sensasi panas melandanya dan menggetarkannya. Hendak membawanya ke suatu tempat yang tidak terbatas. Napasnya tersengal, jantungnya berdetak cepat, matanya terpejam menyerap kenikmatan itu. Ethan kemudian berhenti dan menatap Gemma dengan senyum nya yang menggoda.


Dengan penuh gaiirah lelaki itu mengatur posisi nya, posisi mereka sungguh pas. Sang lelaki berpadu dengan perempuannya.


Gemma membuka sedikit kedua pahanya dan membiarkan kejaantanan Ethan mendesak di antara paha nya dari belakang, mendesak kewaniitaannya. Lelaki itu menggesekkan tubuhnya lembut, mengirimkan getaran listrik yang membuat tubuh Gemma membara.


"Kau sudah basah dan siap untukku." Ethan menyentuh Gemma dengan kejantaanannya, merasakan betapa Gemma sudah begitu panas dan basah di bawahnya.


Perempuan itu bertumpu kepada kedua sikunya, sementara Ethan mendorongkan pinggulnya. Menekan tubuh nya memasuki Gemma dengan begitu ahli. 


Ethan bergerak dengan ritme teratur, tubuhnya menyatu di dalam tubuh Gemma, semula lembut dan hati-hati. Ethan bergerak dengan penuh gaiirah, membawa mereka menuju puncak gaairah masing-masing.


Ketika puncak itu hampir tiba, Ethan membawa Gemma lebih dulu mencapai orrgasme yang luar biasa itu. Dan ketika erangan Gemma dalam pencapaiannya menandai orgaasmenya, Ethan merasakan tubuh Gemma mencengkeram kejaantanannya dengan kuat di dalam, membuatnya tak tahan lagi, hingga kemudian menarik miliknya dan menyemburkan di perut Gemma.


Kenikmatan itu begitu intens dan luar biasa, sehingga membuat tubuh mereka lemas. Ethan memeluk tubuh Gemma dari belakang, menahan dengan tangannya supaya tidak membebankan beratnya di tubuh perempuan itu. Napas mereka berdua terengah-engah. Kepalanya masih dipenuhi kabut kenikmatan itu. Luar biasa, Orrgasmenya sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 


★★★★


Keesokan harinya....


Leona sudah mengatur janji dengan Ethan untuk ke panti asuhan yang sama tempat dulu Ethan di besarkan. Kaia juga ikut bersama mereka. Semua kebutuhan anak-anak juga sudah di siapkan oleh Kaia dan mereka tinggal berangkat bersama mobil box yang berisi barang-barang itu. Mereka berangkat sangat pagi sekali. Dan sekarang sudah setengah jalan.


"Kai... Bagaimana dengan mobil yang aku minta kemarin???" tanya Leona.


"Mobil untuk Nyonya Haidee???" Tanya balik Kaia.


"Iya...! Ada kan???"


"Iya ada dong, aku sudah memesannya dan akan di kirim sore nanti, tenang saja..! Oh iya, kau akan ke fine line, artinya kau pasti tidak bisa datang ke pesta ulang tahun Nyonya Haidee dong???"


"Biarkan saja....!!! Aku tidak peduli, lagipula aku sudah mengabulkan keinginannya, juga aku yakin, Mama pasti sudah merencanakan sesuatu.. Membuatku semakin malas saja.. "


"Artinya kau pasti dalam masalah besar lagi nanti."


Leona tersenyum masam. "Aku sudah dalam masalah besar sejak awal, jadi untuk apa aku harus terlalu memikirkannya! Biar saja..!"


"Kau ini memang aneh bin ajaib, apa susahnya juga datang kesana meski sebentar saja, setidaknya buat hati Nyonya Haidee sedikit berbunga."


"Kai... Kai... Hahahaha kalau aku datang sebentar dan langsung pergi, tetap saja aku dalam masalah besar, kau seperti tidak tahu tabiat Mama saja! Daripada datang hanya sebentar lebih baik tidak datang sekalian, karena hasilnya tetap sama saja...!"


Kaia terkekeh. "Ya benar juga sih.. Hehehe.."


"Jika boleh tahu, memangnya kenapa kau tidak mau menghadiri ulang tahun Nyonya Haidee, dia kan ibumu??? Ya mungkin sikapnya tidak begitu baik padamu, tapi apa salahnya??? Daripada nanti kau dalam masalah besar dan berdebat lagi, kenapa tidak datang saja??? Dan kenapa justru kembali bersembunyi di Fine line???" Ethan tiba-tiba menyahut dan mempertanyakan alasan Leona enggan menghadiri acara Mama nya nanti malam.


"Ethan...???? Jika Mama sudah datang menemuiku dan mengundang atau memberitahu ku akan satu hal, maka endingnya adalah dia akan membawa laki-laki untuk di kenalkan padaku, dan aku malas sekali dengan hal itu, bosan dan memuakkan..."


"Apa iya akan selalu berakhir seperti itu??? Mungkin saja Nyonya Haidee ingin kau datang saja.. " Ethan menimpali lagi.


"Hahahahaha.... Kenapa kau tidak percaya dengan ucapanku??? Aku sudah sangat hapal sekali dengan sikap dan sifat Mama ku, dan aku tidak pernah salah akan hal itu.."


"Oke baiklah...!!! Oh iya berapa lama kau akan di fine line???" Tanya Ethan lagi.


"Kenapa???? Kau takut kita akan disana selama berhati-hari???? Kah takut merindukan Gemma ya???"


"Tidak...!!! Bukan begitu..!!!"


"Lalu???"


"Bukan apa-apa.. "


"Mungkin hanya dua atau tiga hari saja, aku hanya ingin menghindari kemarahan Mama saja kok.. "


"Aku sudah menduga nya... Kau ini memang keterlaluan.. " Gerutu Ethan. Tetapi Ethan menyadari bahwa Leona melakukan ini juga karena keadaan. Leona yang malang sekali.


"Mini bag nya masih belum ketemu ya???" Tanya Kaia membahas mengenai mini bag itu.


"Belum Kai, aku tidak tahu kemana, dan anting ku ada juga sebelahnya yang hilang, entah jatuh dimana, aku tidak menemukannya juga.. " Gumam Leona yang terdengar sedih.


"Memangnya mini bag mu itu isi nya apa??? Kau kan punya banyak, hilang satu bukan sebuah masalah kan???" Sahut Ethan.


"Masalahnya itu faforitku, di dunia ini hanya ada sepuluh saja, isi nya hanya sebuah cermin kecil tetapi di hiasi dengan swarovski, harga nya 3 kali lipat dari harga mobil ini..." Jawab Leona. "Dan mini bag itu juga terbuat dari emas murni 24 karat, sangat kecil tapi sangat berharga.. " Lanjutnya.


"Lalu kau letakkan dimana??? kalau barang kecil seperti itu harusnya di jaga baik-baik jangan sampai teledor, kalau hilang kan susah mencari nya apalagi harga nya mahal sekali.. "


"Aku benar-benar lupaenatuhnya dimana, seingatku ya di tempat biasa.. " Gumam Leona.


"Mungkin di kantor???" Celetuk Ethan.


"Sudah Aku cari tapi tidak ada.... Um coba ya nanti bantu Aku mencari nya di dalam mobil ini, mungkin terselip.. "


"Baiklah... Aku akan membantumu mencari nya. " Ujar Ethan.


★★★