My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Makan Malam



"Entahlah, aku akan mencoba memikirkan sesuatu.." Gumam Leona. Dia benar-benar tidak menyangka jika Papa nya mengetahui segala nya. Pantas saja akhir-akhir ini Papa nya sering menghubungi nya dan juga selalu dan meminta bertemu dengan Dengan nya karena Papa nya butuh seseorang untuk mengobrol hingga bisa menghilangkan kek ecewaan dan kesedihan nya. Leona juga menge rti bahwa Papa nya sangat kesepian, itulah kenapa dia sering meminta agar Papa nya tinggal bersama nya saja.


Kaia melirik ke arah Leona yang kembali menyibukkan diri dengan bahan makanan yang akan di masak. Dia kemudian saling berpandangan dengan Ethan. Kaia tahu pasti saat ini Leona merasa sedih sekali. Leona sangat menyayangi tuan Haidee dan berusaha menjaga informasi itu dengan baik agar jangan sampai di dengar tuan Haidee karena takut akan membuat Tuan Haidee sedih dan bisa mengganggu kesehatannya. Tetapi sekuat apapun bagkai di sembunyikan, bau nya pasti akan tercium juga. Tuan Haidee melakukan penyelidikan adalah pasti karena curiga dengan gerak-gerik Nyonya Haidee selama ini. Sehingga untuk mendapatkan jawaban dari rasa penasaran itu, Tuan Haidee akhirnya menyuruh orang untuk menyelidiki nya. Dan di dapatilah kenyataan seperti itu.


***


Setelah selesai menyiapkan makan malam. Leona pergi ke kamar tamu dimana Papa nya beristirahat, sedangkan Kaia di bantu Ethan membawa makanan ke meja makan. "Ethan, menurutmu bagaimana???" Tanya Kaia tiba-tiba.


"Bagaimana apa nya nona Kaia??" Tanya Ethan bingung.


"Leona, menurutmu apa yang akan dia lakukan setelah ini???"


Ethan terdiam. "Aku sendiri tidak tahu nona Kaia, anda seperti nya merasa khawatir ya??"


"Tentu saja, selama ini Leona sudah mengalami banyak hal dengan kedua orang tua nya, dan ketakutan Leona adalah terbongkarnya skandal Nyonya Haidee dengan Adik tuan Haidee, sekarang sudah terbongkar, dan tadi kau juga mengatakan bahwa Tuan Haidee membahas mengenai kepergiannya juga menitipkan Leona padamu, hal itu pasti mengusik Leona."


"Ya, aku merasa bersalah seharusnya yang satu itu tidak aku sebutkan..!!" Gumam Ethan.


"Aku haral kau bisa menguatkan Leona jika dia menangis atau merasa ketakutan mengenai masalah ini, karena ada kala nya Leona akan menangis dan butuh sandaran untuk menghilangkan kegundahannya. Sekarang kau adalah orang yang dekat dengan nya nya, jadi jika kau mendapati di menangis, kau bisa menenangkan nya.. Aku sangat berharap padamu.." Ujar Kaia, dan Ethan mengangguk.


Tak lama, Leona ke ruang makan bersama dengan tuan Haidee. Mereka bergabung bersama Kaia dan Ethan. "Aku masak khusus untuk Papa, jadi Papa harus makan yang banyak." Ucap Leona sembari melempar senyumnya yang cantik.


"Papa selalu saja merepotkan mu, kau kenapa juga harus memasak.."


"Papa datang sekali-kali, jadi Leona tidak merasa di repot kan sama sekali, justru senang bisa masak untuk Papa.." Leona mengambilkan makanan untuk tuan Haidee. Dia memasak makanan sehat dengan banyak sayur agar kesehatan Papa nya tetap terjaga dan juga tuan Haidee perlu banyak asupan vitamin. Leona membuat sup untuk pembuka, dan untuk makanan utama dia membuat pan Seared Salmon dengan saus bayam, sedangkan untuk penutupnya Kaia tadi membuat panacotta. Leona cukup selektif dalam memilih makanan untuk tuan Haidee.


vSilakan, semoga Papa suka dengan semua masakan Leona.


Papa makan dulu sup nya.."


Semua duduk dan mulai menikmati makan malam sederhana itu. Leona tidak pernah gagal dalam membuat makanan, rasa nya selalu enak untuk di nikmati. Leona menyerap semua ilmu yang di dapatnya saat masih berkuliah di bidang kuliner, hanya saja Leona tidak menyelesaikannya dan harus beralih mempelajari ilmu bisnis.


Leona saat ini tidak ingin membahas perihal informasi apa yang di dapatkan Ethan. Dia akan mencoba mencari cara untuk bisa berbicara dengan Papa nya. Leona tahu ini berat untuknya dan juga untuk Papa nya tetapi Leona harus bisa bertahan dan juga membuat Papa nya tidak terlalu memikirkan masalah ini. Papa nya hanya harus fokus pada proses penyembuhan nya saja.


"Kai, apa kau akan m-enginap disini???" Tanya Tian Haidee.


"Tidak!!" Jawab Kaia. "Saya akan pulang ke apartemen saya, tadi kesini hanya untuk mengantar Leona berbelanja, dan seperti nya Ethan yang akan menginap." Lanjut Kaia. Dia ingin Ethan ada disini dan menemani Leona, karena mungkin Leona butuh orang untuk di ajak berbicara. Dan masalah bodyguard, besok Kaia akan mengaturnya.


"Iya Pa, aku meminta Ethan untuk mencari buku ku, tadi belum ketemu soalnya.." Sahut Leona.


"Baguslah kalau Ethan disini, Papa jadi punya teman mengobrol selain Leona, Papa juga ingin membaca koleksi bukumu." Ucap Tuan Haidee pada Leona.


"Aku senang melihat Papa seperti ini, Papa bisa langsung akrebdengan Ethan, sebelumnya tidak seperti ini.." Puji Leona.


"Bagaimana Papa akan bersikap seperti ini, sebelumnya kau tidak pernah mengenalkan Papa dengan teman laki-laki mu, padahal sejak lama Papa menunggu hal itu, dan baru Ethan saja.."


Leona terkekeh. "Oke baiklah, Papa harus menikmati waktu Papa bersama Ethan dengan baik.."


Leona memandang Ethan, memberi lelaki itu isyarat agar Ethan tidak pulang dan menginap disini. Leona ingin Ethan semakin akrab dengan Papa nya. Selain itu Leona juga ingin membahas sesuatu dengan Ethan nanti. Sehingga Leona butuh Ethan untuk bersama nya malam ini.


"Senang sekali melihat anda disini dan bisa mengobrol dengan anda, jadi saya akan disini, supaya kita bisa mengobrol, membahas berbagai hal." Sahut Ethan sembari tersenyum.


"Seperti nya aku harus mengalihkan Ethan agar tidak lagi bekerja disini.." Ucap tuan Haidee yang kemudian membuat Leona, Ethan dan Kaia menghentikan kunyahan nya, mengarahkan pandangan mereka ke arah tuan Haidee.


"Kenapa begitu Pa????" Tanya Leona.


"Kau pecat saja Ethan supaya dia bekerja dengan Papa nanti nya, jadi Papa bisa sering bertemu dengan nya dan mengajaknya mengobrol... Ethan sangat menyenangkan sekali.."


Mendengar itu, semua orang pun tertawa tak terkecuali Ethan. Dia senang bisa mendapatkan hati tuan Haidee. Dia sempat berpikir bahwa Tuan Haidee orang yang galak, tetapi ternyata sangat peduli juga menyenangkan.


Tiba-tiba ponsel tuan Haidee berdering. Dia mengambilnya dan mengangkatnya. "Ya???? Ada apa??? Bukankah aku bilang aku ingin menginap di apartemen Leona???" Itu adalah panggilan dari asisten pribadi Tuan Haidee.


"Sebenarnya saya ingin menginfokan mengenai penyelidikan kecelakaan itu, berkas nya akan di berikan besok, jadi detektifnya meminta bertemu anda langsung.."


"Oke baiklah... Nanti aku akan memberitahu mu kapan bisa bertemu, sekarang aku sedang makan malam.cf."


"Baiklah Tuan.... Silakan di lanjutkan, saya akhiri dulu, selamat malam."


...PROMO...