
"Tentu saja... Kita berpisah terlalu lama dan akhirnya kita di pertemukan lagi."
"Nanti juga kita akan punya lebih banyak waktu bersama setelah kita sampai di Indonesia" Ucap Naufal kemudian memeluk punggung Leona.
"Ya... Tapi apa selama kita terpisah kau memiliki kekasih???" Tanya Leona.
"Tidak ada... Meski aku pergi untuk menghindari mu tapi aku selalu mencintaimu"
"Mmmmm.... Benarkah????
Naufal tertawa. "Iya, serius, kau bisa tanya Mama atau Papa kalau tidak percaya."
Leona mendongak menatap Naufal. "Iya, deh.." Gumam Leona.
Mereka sudah sampai di pantai, dan jalan-jalan. Matahari juga perlahan mulai turun, sehingga langit mulai berubah warna menjadi jingga muda. "Kita kesana... " Ajak Naufal sambil menunjuk ke arah sisi kanan di tepi pantai. Leona mengangguk dan pergilah mereka kesana.
Mereka berdiri menatap luasnya laut dan indahnya langit berwarna jingga. Diam-diam Naufal merogoh saku celana nya dan mengeluarkan kotak cincin yang sudah di bawa nya sejak tadi.
Naufal menoleh ke arah Leona yang ada di sebelahnya. Rambut panjang Leona di terpaksa angin pantai yang membuat nya menjadi berantakan, menambah kecantikan siluet wajah nya begitu luar biasa. Naufal perlahan menghadapi ke kanan dan duduk berlutut
"Leona sayang.... " Panggil nya dengan suara lembut.
"Aku tidak tahu harus memulai darimana, tetapi aku sangat mencintai mu, bukan karena wajahmu yang cantik, tetapi kelembutan hatimu, aku bisa melihatnya ketika kau memilih diam dan tidak membalas apa yang di lakukan Mama mu, menandakan bahwa hatimu begitu lembut dan kau pasti memiliki kebaikan hati yang luar biasa... Setelah mengenalmu lebih jauh, semua itu semakin tampak jelas bahwa kau adalah perempuan yang sangat baik, lembut dan tidak pernah merasa tinggi hati meskipun kau seseorang yang memiliki segala nya dan kau tetap rendah hati, pemaaf dan hatimu begitu luar biasa, cintamu untukku juga begitu luar biasa, membuatku semakin kagum, dan aku semakin menyukai mu.." Ucap Naufal, dan Leona hanya bisa terperangah menatap Naufal.
"Cintaku semakin besar untukmu, aku tidak menyangka jika hubungan kita bisa sejauh ini, aku berjanji akan membuatmu bahagia selama nya, menjadi suami yang baik dan ayah yang luar biasa untuk anak-anak kita nanti, juga tidak akan mengecewakan mu, aku akan berusaha sekeras mungkin untuk membahagiakanmu... Jadi aku mohon kau juga memberiku kepercayaan bahwa aku bisa membahagiakan mu... Dan sekarang aku ingin memberikan sesuatu sebagai tanda bahwa aku mencintaimu dan juga kau adalah milikku..." Naufal mengangkat kotak cincin beludru berwarna hitam. Menunjukkannya pada Leona. "Maukah kau menikah denganku??" Ucapnya lagi.
"Ya Tuhan...!!! Sayang???? Kau serius???" Tanya Leona. Dan Naufal menganggukkan kepala mya, menatap Leona penuh harapan.
Leona tersenyum dan matanya berkaca-kaca. Kemudian dia menganggukkam kepala nya. "Ya, tentu saja aku mau menikah denganmu...!!!" Timpal Leona sambil tersenyum dan masih tidak menyangka Naufal akan. melamarnya seperti ini.
Naufal melempar senyum. "Aku ingin menunjukkan pada orang-orang jika kau adalah milikku.. Kau mau kan???" Tanya Naufal.
Leona tersenyum lebar dan mata nya berkaca-kaca. Masih tidak menyangka dan mencoba menyadarkan dirinya bahwa ini bukanlah mimpi. "Ya... Tentu saja aku mau... " Jawab Leona.
Naufal memejamkan matanya untuk sesaat tetapi kemudian dia langsung menyematkan cincin di jari manis Leona. Setelah itu Naufal berdiri dan memeluk Leona dengan perasaan penuh kebahagiaan. "Aku sangat mencintaimu...." Ucap Naufal.
"Aku tahu.. Dan aku juga sangat mencintaimu. Terima kasih untuk segala nya. Terima kasih banyak Naufal Sayang..." Ucap Leona. Mereka kemudian berciuman untuk mengungkapkan kebahagiaan yang mereka rasakan. Dan tentu saja Naufal sudah menyuruh Kaia untuk mengabadikan moment ini diam-diam. Naufal tidak ingin melewatkan kenangan ini begitu saja. Rupanya Kaia dan Arindah melihat mereka.
Naufal memeluk Leoan, merasa bahagia karena Leona mau menerima ajakannya untuk menikah. Dan Leona juga bahagia, masih tidak menyangka jika Naufal melamar dan mengajaknya menikah, inj sudah di tunggu olehnya. Mereka berpelukan di depan matahari terbenam yang menambah keromantisan mereka.