My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Mengunjungi Rumah



Ethan memasuki kawasan perumahan elit. Tampak rumah-rumah mewah dengan halaman yang luas. Ethan tidak terkejut karena tahu bahwa Leona memang berasal dari keluarga kaya raya sehingga wajar jika keluarga Leona tinggal di tempat seperti ini.


Leona kemudian meminta berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar. Ethan pun berhenti sebentar dan kemudian memasuki halaman rumah itu. Ethan menghentikan mobil tepat di depan rumah. Dia keluar dan bergegas membuka pintu mobil untuk Leona. Perempuan itu keluar dari mobil dan meminta Ethan menunggu disini sementara dia akan masuk untuk menemui Papa nya sebentar. Bodyguard yang lain juga keluar dari mobil yang tadi mengikuti Leona dan Ethan di belakang. Mereka berdiri bersama Ethan menunggu Leona.


"Dimana Papa???" Tanya Leona pada pelayanan yang menyambutnya.


"Tuan ada di halaman belakang... Apa anda ingin saya memanggil beliau???" Tanya Pelayan itu pada Leona.


"Tidak perlu, aku sendiri yang akan menemui Papa..!" Leona langsung menuju halaman belakang rumah orang tua nya. Di belakang ada taman yang memang sangat rindang dan sejuk suasana nya dan Papa nya senang sekali berada disana.


Benar saja, Leona melihat Papanya duduk di kursi roda memegang selang air dan sedang menyiram tanaman. "Papa...!!!" Panggil Leona sambil menghampiri Papa nya.


Tuan Haidee menoleh ke belakang tersenyum melihat kehadiran putrinya. Dia sudah sangat merindukan Leona. Ethan sudah berapa minggu, Leona tidak pernah datang. "Leona sayang.... Kau akhirnya datang juga.. " Tuan Haidee meletakkan selang air di tanah.


Leona memeluknya. "Papa apa kabar??? Kenapa ada disini dan menyiram tanaman sendiri??? Ada banyak pelayanan disini yang bisa melakukannya.. Harusnya Papa istirahat di dalam saja.. "


"Papa bosan di kamar, Papa ingin menghirup udara segar di taman, dan Papa ada di kursi roda jadi aman, lagipula menyiram tanaman bukanlah pekerjaan yang berat.. Kapan kau kembali??? Bukankah kau sedang pergi dan selama lebih ari seminggu tidak ke kantor???"


Leona tersenyum. "Aku pergi untuk liburan sebentar, bosan dengan suasana kantor dan juga dengan Mama.." Jawab Leona.


Papa nya juga tersenyum. Benar feeling nya bahwa Leona pasti pergi karena ulah istrinya yang menjengkelkan. "Kau pergi kemana???" Tanya Papa nya.


"Ke Portland... Aku mengunjungi sebuah panti asuhan yang ada disana dan mengisi hariku bermain dengan anak-anak.."


"Kau ke panti asuhan???" tanya Papa Leona tidak percaya.


Leona mengangguk. "Ya, sudah lama aku tidak ke tempat seperti itu, terakhir kali adalah beberapa tahun yang lalu bersama Papa, dan aku ingin melanjutkan kegiatan Papa berbagi jadi aku pergi kesana.. "


"Kenapa harus ke Portland??? Disini pun ada banyak??"


"Kau kenapa langsung kesini???? Kenapa tidak menunggu beberapa hari lagi, sebentar lagi Mama mu akan pulang, dia pasti akan mengomeli mu karena kau pergi untuk menghindari nya.. "


"Biarkan saja... Aku kesini untuk bertemu Papa, dan aku merindukan Papa jadi ya aku datang, kenapa harus menunggu beberapa hari lagi. " Mereka memilih ke ruang tamu. Leona membantu Papa nya duduk di sofa.


"Kau memang keras kepala, jangan dengarkan ucapan Mama mu yang menyakiti hati. Dia memang seperti itu.. "


"Aku sudah tahu Pa, aku juga tidak terlalu ambil pusing... Terserah Mama saja.. "


"Kau keras kepala seperti Mama mu.. Leona sayang, berhentilah dari kantor, abaikan Mama mu, kau masuk lagi lah ke sekolah memasak seperti sebelumnya, kejar apa yang jadi keinginanmu, Papa sangat tahu bahwa kau sangat tidak nyaman dengan situasi ini.."


"Papa...???? Kenapa Papa terus bicara seperti itu??? Aku tidak ada masalah dengan pekerjaan di kantor, aku harus mengurusnya, sampai Papa sembuh... Aku tidak lagi memikirkan mengenai apa yang aku sukai itu, aku bisa memasak dan hampir setiap hari aku melakukan hobi ku itu jadi itu cukup untuk menjadi obat.. Lagipula bagaimanapun perusahaan tetap jadi hal yang utama.. Mengenai Mama, aku tidak pernah terlalu memikirkannya, dia memang seperti itu, yang memusingkan hanyalah ketika Mama selalu berusaha mencari laki-laki untukku, itu saja yang aku benci dari Ama, mengenai perusahaan sama sekali tidak mengganggu ku, karena aku sudah mengambil keputusan untuk melakukannya, baik buruknya aku harus menghadapi nya.. " Ujar Leona.


"Tapi kau pasti tertekan, Papa ingin melihat ceria seperti dulu, bebas melakukan apa yang kau inginkan, tetapi pekerjaan ini membuatmu sibuk dan kau pasti merasa lelah sekali... Papa tidak mau kau sedih karena tertekan.. "


"Tidak Papa... Aku tidak tertekan dan menikmati nya...! Aku memang sibuk dan tidak bebas, akan tetapi aku tahu cara untuk membuat diriku bahagia dengan caraku, jadi jangan khawatirkan aku.. " Leona berusaha untuk menghilangkan kekhawatiran Papa nya. Dia harus terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya tidaklah seperti itu. Leona ingin Papa nya cepat sembuh dan bisa kembali seperti semula. Tertekan sudah pasti di rasakan nya selama ini, tidak bisa bebas tentu saja Leona tidak bisa sebebas sebelumnya. Tetapi dia tidak punya pilihan lain selain bertahan dan bertahan untuk saat ini. Karena inilah yang terbaik untuk kehidupannya.


Leona kemudian mengobrol dengan Papa nya membahas mengenai pekerjaan dan berkonsultasi mengenai beberapa hal untuk proyek perusahaannya. Ya, Leona tetap butuh Papa nya untuk bicara mengenai bisnis karena Papa nya lebih mengerti dan memiliki pengalaman yang luar biasa. Dan selama ini dia pun terus berguru kepada Papa nya.


Sebuah mobil berwarna putih memasuki halaman rumah. Supir bergegas membuka pintu dan turun dari mobil lalu berlari ke sisi kanan dan membuka pintu. Seorang wanita paruh baya turun. Ethan yang sedang berdiri pu. memandang ke arah wanita itu, sekilas wajah dan bibirnya mirip dengan Leona. Tidak salah lagi itu pasti Mama Leona. Pikir Ethan.


Wanita itu berjalan menuju pintu untuk memasuki rumah, tetapi langkahnya terhenti tepat di depan Ethan ketika dia melewati beberapa laki-laki berjas hitam. Nyonya Haidee menatap Ethan dari ujung kaki hingga ujung kepala, seolah sedang memeriksa sesuatu. Ya, Nyonya Haidee tidak pernah melihat Ethan sebelumnya. Dia tahu para bodyguard Leona sebelumnya dan yang kali ini tidak mengenalnya. Akan tetapi saat beberapa hari yang lalu dia datang ke apartemen Leona dan melihat beberapa dari bodyguard yang bertugas hari ini, dan saat dia bertanya mereka menjawab jika mereka adalah bodyguard baru Leona. Putrinya ternyata mengganti semua bodyguard lama nya.


Ethan dan teman-temannya membungkuk memberi hormat kepada Nyonya Haidee, Mama dari Leona.


Nyonya Haidee tahu bahwa saat ini Leona pasti ada di dalam rumah. Melihat ada banyak bodyguard dan mobil milik Leona juga yang terparkir. Putrinya itu memang tidak tahu diri, menghilang selama beberapa hari dan sekarang berani sekali menginjakkan kaki di rumahnya. Dia pun bergegas masuk dengan langkah cepat untuk menemui Leona.