My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Jaga Leona



Leona mendorong kursi roda Tuan Haidee diikuti oleh Kaia menuju lift utama yang memang dikhususkan hanya untuk Leona dan tamu tertentu saja. Lift itu langsung terhubung ke ruangan Leona.


Ketika sampai di ruang kerja Leona, Tuan Haidee melihat ada tambahan meja dan kursi kerja sepertinya Kaia menyiapkan semuanya dengan sangat baik.


"Selamat datang di ruangan kerja Anda lagi Tuan Haidee." ucap Kaia.


Leona pun tersenyum. "Iya Papa. Selamat datang di ruang kerja. Papa aku sudah menyuruh Kaia untuk menambahkan satu meja kerja dan satu kursi kerja. Aku akan duduk di kursi dan meja kerja yang baru sedangkan Papa kembali ke kursi kerajaan Papa itu adalah kursi kebanggaan Papa selama ini, jadi Papa harus kembali duduk di sana dan bekerja di sana ." Ucap Leona.


"Kenapa Papa harus di sana??? Papa bisa menempati kursi yang baru lagi pula itu sudah menjadi milikmu." Sahut Tuan Haidi


Leona menggelengkan kepalanya "Tidak Papa, Papa harus duduk dan bekerja di sana, itu milik Papa dan akan selamanya milik Papa. Leona selama ini hanya menggantikan Papa tetapi ketika Papa sudah kembali itu artinya Leona juga harus berpindah dari kursi dan meja itu."


"Leona kau ini."


"Ini semua adalah milik Papa, Leona hanya bertugas bertanggung jawab selama Bapak tidak ada di sini jadi ini juga akan jadi milik Papa lagi."


"Itu benar sekali Tuan Haidee. Anda duduk lagi di kursi kerja kebanggaan anda dan Selamat bergabung dan selamat kembali, di sini saya siap untuk membantu anda jika anda butuh sesuatu.  Kalau begitu saya keluar dulu. Permisi.!" Kaia pun keluar meninggalkan ruangan kerja itu. Leona kemudian membantu Papanya berdiri dari kursi roda dan membantu Tuan Haidee berpindah duduk di kursi kerjanya yang lama, yang sebelumnya ditempati oleh Leona sementara Leona duduk di kursi baru di sebelah kursi Papanya. Mereka akan mulai bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan dan proyek-proyek besar perusahaan ini.


Leona tidak bisa melukiskan kebahagiaannya, ini sangat luar biasa dan dia senang sekali melihat kondisi Papanya yang semakin membaik dan semakin baik. Leona berharap Papanya bisa kembali beraktivitas secara normal seperti dulu dan ia akan senang sekali bisa bertukar pikiran secara langsung dengan Papanya.


Leona merasa hari-harinya sekarang semakin lebih baik dan semakin membahagiakan, semua sumber kebahagiaan itu berasal dari Papanya dan hubungannya dengan Ethan juga semakin lebih dekat lagi meskipun hubungan itu masih dalam ketidakpastian tetapi Leona memiliki keyakinan jika suatu hari nanti Ethan pasti akan mengatakan bahwa lelaki itu Mencintainya. Leona membayangkan betapa indahnya dan berwarnanya kehidupannya nanti ketika dia memiliki dua laki-laki yang sangat ia cintai dan ia sayangi yaitu Papanya dan juga Ethan.


****


Di tempat lain, Nyonya Haidee sedang duduk menikmati tehnya di halaman belakang rumahnya dan ketika dia sedang bersantai seseorang pelayan di rumah itu menghampirinya dan memberi tahu jika ada tamu untuknya dan Nyonya Haidee pun menyuruh pelayanan itu agar mempersilahkan tamunya itu masuk.


Tak lama seorang laki-laki masuk dan diantar ke halaman belakang untuk menemui Nyonya Haidee, laki-laki itu adalah laki-laki yang sama yang dia tugaskan untuk mengawasi Leona dan kemarin melihat Leona pergi bersama Tuan Haidee ke bandara.


"Selamat pagi menjelang siang Nyonya Haidee!!."


"Ya, kau bawa kabar apa???" Tanya Nyonya Haide dengan Ketus.


"Pagi tadi saya melihat Tuan Haidee dan Nona Leona pergi ke kantor bersama-sama dan saya mendapat informasi dari salah satu staf di sana bawa mereka sedang menyambut kembalinya Tuan Haidee bekerja di kantor itu lagi."


Mendengar itu Nyonya Haidee pun langsung terlonjak. "Apa katamu, suamiku kembali lagi bekerja di kantor???"


"Iya nyonya, bahkan kedatangan Tuan Haidee pun disambut penuh kebahagiaan oleh Para stafnya yang ada di sana, sepertinya mulai hari ini Tuan Haidee dia akan kembali membantu Nona Leona di kantor."


Nyonya Haidee memukulkan tangannya di meja, merasa geram sekali dengan apa yang didengarnya saat ini. Suaminya kembali lagi ke kantor itu artinya dia akan semakin kesulitan untuk melakukan aksinya. Bagaiana jika suaminya sudah kembali ke kantor, suaminya akan mengurus semuanya dan bisa saja kantor itu nanti benar-benar akan di berikan sepenuhnya kepada Leona. Dan rencananya dengan Robby pasti akan gagal total. Dia benar-benar sangat kesal sekali, ia belum tenang dengan ancaman Tuan Haidee kemarin mengenai kecelakaan itu dan sekarang ditambah lagi suaminya itu justru kembali ke kantor. Dia tidak tahu kenapa suaminya bisa senekat Itu padahal kondisinya seperti ini. Padahal suaminya juga belum sepenuhnya pulih. "Bagaimana dia bisa kembali lagi ke sana??? Pergilah sekarang!!!!". Nyonya Haidee menyuruh pergi lelaki itu.


Wajah Nyonya Haidee semakin memerah karena marah ia benar-benar kesal sekali dan kenapa hal ini bisa terjadi, seharusnya suaminya itu tidak perlu ikut campur lagi di dalam urusan perusahaan. Jika seperti ini tentu semuanya akan berubah berubah. Ia dan Robby juga harus mengganti rencananya, ini benar-benar di luar dugaannya.


Nyonya Haidee langsung mengambil ponselnya dia menghubungi Robby, ia mengajak lelaki itu untuk bertemu dan membicarakan rencana mereka lagi. Semalam mereka sudah sepakat untuk melakukan sesuatu tapi rencana itu sepertinya harus mereka ubah dengan rencana baru karena suaminya sekarang sudah kembali lagi bekerja di kantor.


Setelah berbicara dengan Robby nyonya Haidee pun beranjak dari kursinya dengan perasaan yang kesal dia kemudian meninggalkan halaman belakang menuju ke kamarnya untuk bersiap bertemu dengan Robby.


***


"Leona sayang!!!" Panggil Tuan Haidee pada Leona yang duduk di sebelahnya putrinya itu sedang sibuk Menatap monitor komputernya.


Leona menoleh ke arah Tuan Haidee sembari melempar senyum. "Iya Pa??? Kenapa??? Papa butuh apa???" tanya Leona.


"Papa ingin makan siang di luar dengan Ethan!"


"Igin makan siang dengan Ethan???" Tanya Leona memastikan.


"Iya, Papa ingin makan siang berdua dengan Ethan dan kau juga siang ini ada meeting kan jadi kau bisa pergi meeting dan Papa bisa pergi dengan Ethan tidak apa-apa kan???"


Leona pun melempar senyum. "Baiklah kalau itu yang Papa inginkan, aku akan memberitahu Ethan kalau Papa ingin makan siang dengannya. Papa ingin makan siang di mana???" tanya Leona lagi.


"Di restoran favorit Papa saja, tapi Papa ingin di private room-nya."


"Oke kalau begitu, aku akan meminta Kaia untuk reservasi di sana dan reservasi private room nya. Papa ingin mengobrol dengan Ethan tanpa gangguan kan??"


Tuan Haidee menganggukkan kepalanya. "Iya, obrolan lelaki dan juga Papa tidak ingin ada orang lain yang melihat atau mendengarnya."


"Oke, aku akan menghubungi Kaia agar dia mereservasi tempatnya dulu setelah itu aku memberitahu Ethan kalau Papa ingin makan siang dengannya, aku bisa pergi dengan Bodyguard yang lainnya jadi Papa bisa pergi dengan Ethan." Leona mengambil ponselnya kemudian menghubungi Kaia dan menyuruh Kaia mereservasi private room di restoran favorit Papanya dan juga papanya ingin makan siang dengan Ethan.


Ethan sedang duduk di dalam mobil sembari bermain game, dia berada di parkiran mobil yang ada di kantor Leona. Terkadang inilah yang dia lakukan sambil menunggu perintah untuk mengantar Leona ataupun mengantar Kaia pergi selain biasanya memilih mengobrol bersama Bodyguard yang lain terkadang Ethan juga memilih sendiri di dalam mobil bermain game ataupun sekedar mendengarkan musik.


Tiba-tiba di tengah permainan gamenya ponsel Ethan berbunyi dan ada nama Leona di sana. Lelaki itu tersenyum tetapi kemudian langsung mengangkatnya. "Halo Nona cantik?? Apa yang bisa aku bantu???" Tanya Ethan.


"Bersikaplah sopan ketika atasanmu menghubungimu." ucap Leona menggoda Ethan.


"Uups sorry." Sahut Ethan. "Oke! Ada apa Nona Leona???? Ada yang bisa saya bantu???" Lanjutnya lagi dengan bahasa yang formal.


Leona pun tertawa ketika mendengar kita dia langsung berbahasa formal dengannya.  "Bersiaplah!! Papa ingin pergi makan siang denganmu, aku tidak bisa menemani Papa karena aku ada meeting di tempat lain. Jadi aku ingin menitipkan Papa kepadamu."


"Tuan Haidee ingin makan siang denganku???"


"Iya sayang, apa aku harus mengulangi ucapanku tadi??? Papa ingin makan siang berdua denganmu, Kaia sudah reservasi private room di salah satu restoran yang menjadi favoritnya Papa jadi kau pergilah dengannya, jangan khawatirkan apapun, kalaupun ada yang melihat ya biar saja, karena mereka akan mengira kau sedang mengantar Papa. Bersiaplah!!"


"Oke tapi kenapa Tuan Haidee ingin makan siang denganku??"


"Aku tidak tahu, Papa yang memintanya sendiri agar aku memberitahumu, dia ingin mengobrol saja denganmu dan ingin makan denganmu, sudahlah kau jangan banyak bertanya, sekarang kau bersiaplah ke depan aku akan keluar dengan Papa, beritahu juga kepada yang lainnya kalau kau akan mengantar Papa, dan mereka akan mengantarku dan Kaia ke tempat aku meeting,"


"Oke siap!!"


"Eits jangan lupa bilang pada yang lain bahwa ini perintah Kaia bukan langsung dariku."


"Iya iya, aku mengerti . Mana mungkin aku mengatakan pada yang lainnya kalau kau menghubungiku sendiri."


"Oke aku juga akan bersiap, aku akan mengantar Papa keluar, siapkan Mobilnya di depan. Aku mencintaimu!!!"


Leona meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya, terlihat sedikit kesal tapi ia tidak ingin terlalu larut dalam perasaan kesalnya, itulah yang terjadi ketika ia mengatakan bahwa dia mencintai Ethan tetapi lelaki itu selalu punya jawaban yang lainnya bukan membalas Ungkapan perasaan cintanya. Leona mencoba menunggu sampai Ethan benar-benar bisa Mencintainya.


Tuan Haidee memandang putrinya. dia mendengar pembicaraan Leona dengan Ethan sebelum panggilan itu ditutup. Mendengar saat Leona mengatakan bahwa Leona mencintai Ethan. Melihat ekspresi Leona, Tuan Haidee memastikan bahwa ungkapan cinta Leona itu tidak dibalas baik oleh Ethan. Tuan Haidee tersenyum. "Apa kau kesal karena dia tidak membalas pernyataan cintamu???" Tanyanya pada Leona


"Iya Pa." Leona tersenyum malu.


"Bersabarlah!! Papa yakin dia sebenarnya sudah ingin mengatakannya, hanya saja hatinya masih menahannya, kau sabar sedikit lagi, ketika dia sudah benar-benar mencintaimu. Papa sangat yakin dia tidak akan bisa jauh darimu.!!!"


"Aku juga berharap seperti itu Pa, tapi aku akan coba untuk menunggunya." Gumam Leona.


***


Ethan menghentikan mobil tepat di depan pintu masuk kantor Leona, di belakangnya ada mobil lainnya yang berisikan Bodyguard yang akan membawa Leona. Mereka menunggu untuk beberapa saat sampai akhirnya Leona Tuan Haidee dan Kaia keluar dari dalam kantor. Ethan pun bergegas turun dan membukakan mobil Tuan Haidee berdiri dan dibantu Leona untuk turun menuruni beberapa anak tangga sementara Ethan melipat kursi roda dan memasukkannya ke dalam bagasi.


Tuan Haidee masuk ke dalam mobil, Ethan menutup bagasi mobil kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil itu menuju restoran yang ingin didatangi oleh Tuan Haidee sedangkan Leona masuk ke mobil belakang di mana di sana sudah ada Bodyguard lainnya yang akan mengantarnya bersama Kaia ke tempatnya meeting.


"Anda ingin pergi ke restoran mana Tuan Haidee??? tanya Ethan.


"Sunflower restaurant." jawab Tuan Haidee.


"Baiklah!" Kemudian ia mengarahkan ke jalanan menuju restoran tersebut.


"Kenapa anda tidak ikut Leona meeting???" Tanya Ethan lagi.


"Leona bisa mengatasinya sendiri, dia sudah sangat cerdas untuk tahu apa yang harus dia lakukan. Dan aku kembali hanya untuk membantunya saja, sedangkan semua keputusan dan eksekusinya Leona akan melakukannya sendiri, aku tidak mau ikut campur jadi lebih baik aku biarkan dia untuk mengatasinya sendiri dan aku memilih untuk makan siang bersamamu. Kita bisa mengobrol lagi sambil menikmati makan siang."


Ethan tersenyum. "Saya sangat tersanjung atas kebaikan anda dan anda memperlakukan saya dengan sangat baik,  saya merasa apakah ini tidak terlalu berlebih???"


"Tidak sama sekali Ethan, aku sudah menganggapmu seperti Putraku sendiri, aku hanya punya Leona dan dulu aku juga menginginkan seorang anak laki-laki, tetapi istriku tidak ingin memiliki anak lagi. Jadi bagi kami kehadiran Leona itu sudah cukup, kemudian aku melihat hubunganmu dengan Leona. Aku ingin semakin dekat denganmu dan itu sudah terjadi kau teman yang baik untuk mengobrol, sehingga aku ingin menganggapmu seperti anakku sendiri, kau tidak masalah kan dengan hal itu???"


"Ah tidak sama sekali, terima kasih Tuhan Haidee, ini suatu kehormatan untuk saya."


"Syukurlah, kalau kau tidak merasa keberatan. Jadi jika kau memang adalah anakku maka kau harus selalu siap jika aku membutuhkanmu, seperti saat ini aku ingin mengobrol lagi denganmu sembari kita makan siang berdua."


"Tentu saja, Tuan Haidee. Saya akan siap sedia untuk anda seperti halnya saya siap sedia untuk Leona." Ethan tersenyum.


"Bagus Ethan." dan Tuan Haidee pun sama-sama tersenyum. hubungan mereka memang semakin dekat dan Ethan senang sekali Tuan Haidee bersikap baik kepadanya dan bahkan menganggapnya sebagai seorang anak. Dia tidak memiliki orang tua tetapi Ethan memang bisa merasakan kehadiran Tuan Haidee bisa sedikit mengobati kesepiannya dan kerinduannya memiliki seorang ayah.


*****


Tuan Haidee dan Ethan sudah sampai restoran. Ethan mendorong kursi roda Tuan Haidee dan masuk ke restoran itu kemudian menanyakan mengenai ruangan yang sudah di reservasi. Mereka pun ditunjukkan ke ruangan itu kemudian mereka memesan makanan mereka mengobrol sembari menunggu makanan datang.


Beberapa saat kemudian pelayan datang mengantar makanan. Tuan Haidee mempersilahkan Ethan untuk makan bersama-sama. Ethan benar-benar senang sekali. Ethan pun memiliki waktu lagi untuk mengobrol sembari menikmati makan siang bersama Tuan Haidee, sebelumnya mereka juga melakukan ini saat liburan bersama dengan Leona beberapa hari yang lalu hanya saja saat ini tidak ada Leona Bersama dengan mereka.


Tuan Haidee menikmati sup favoritnya di restoran ini, sedangkan Ethan memilih menikmati minumannya lebih dulu.


"Ethan!!" Panggil Tuan Haidee. Ethan pun lekas mengarahkan pandangannya kepada pria itu. Dan Tersenyum menjawab panggilannya.


"Ya, Tuann Haidee." Jawab Ethan.


"Bisakah kau berhenti memanggilku dengan panggilan itu???"


Ethan mengernyit. "Maksud Anda??? Bagaimana??" tanya Ethan bingung.


"Jangan panggil aku Tuan Haidee, panggil saja seperti Leona memanggilku yaitu Papa, bukankah tadi kau sudah setuju untuk menjadi Putraku???"


Ethan tiba-tiba tersedak minumannya dan ia batuk-batuk, terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya dari tuan Haidee. "Apa!!!?" Seru Ethan.


Tuan Haidee kembali melempar senyumnya. "Ya, kau bisa memanggilku Papa seperti halnya Leona, karena Leona adalah putriku dan kau adalah Putraku, maka tidak boleh ada panggilan yang berbeda di antara kalian, lagi pula kau juga adalah calon menantuku jadi kau harus terbiasa memanggilku dengan panggilan Papa." Ujar Tuan Haidee.


Ethan terlihat bingung,  dia mencoba tersenyum tetapi juga tampak salah tingkah. "Ehhhh tapi bagaimana saya bisa memanggil anda dengan panggilan Papa???"


"Tentu saja bisa, kau sekarang sudah menjadi Putraku juga calon menantuku. Jadi kau bisa memanggilku itu, saat kita sedang berdua saja seperti ini atau saat sedang bersama Leona dan Kaia dan kau bisa memanggilku seperti sebelumnya saat ada orang lain di dekat kita. Bagaimana kau mau????"


Ethan tersenyum, dia benar-benar salah tingkah tetapi kemudian dia mengangguk. "Iya. Jika anda ingin menyuruh saya untuk memanggil anda dengan sebutan Papa, saya akan melakukannya."


"Oke, kau tidak boleh melupakannya, kau harus memanggilku dengan panggilan apa???"


"Papa!" Ucap Ethan dengan mantap. Tuan Haidee pun tersenyum senang. Kemudian kedua nya mulai menikmati makanan masing-masing.


"Ethan!! Aku tidak akan berhenti untuk meminta kepada mu untuk bisa menjaga, melindungi serta mencintai dan menyayangi Leona. Jangan biarkan dia sendirian. Jangan biarkan dia menangis, rangkul dia dan hiburlah supaya dia merasa lebih baik. Entah kenapa aku sudah mulai merasakan lelah di tubuhku, aku merasa bahwa aku tidak akan bersama kalian lebih lama lagi, aku benar-benar merasa lelah dan juga sudah tidak kuat dengan kondisi tubuhku. Itulah kenapa aku sangat berharap kau bisa selalu ada bersama Leona. Jangan pernah meninggalkannya.!"


Ethan terperanjat dan dia meletakkan sendok yang dipegangnya dan memandang Tuan Haidee yang ada di depannya dengan tatapan terkejut setelah apa yang baru saja di katakan oleh Tuan Haidi." Kenapa Papa berbicara seperti itu??? Papa tidak boleh mengatakan hal seperti itu. Papa akan bersama dengan kami lebih lama lagi dan Papa juga akan melihat Leona bahagia dan tanpa Papa minta pun. Saya akan berusaha untuk melindungi dan menjaga Leona serta membahagiakannya. Papa pasti tahu saat ini saya sedang berusaha untuk mencintai Leona. Saya selalu berdoa untuk kesehatan Papa karena tahu bahwa Papa adalah sumber kebahagiaan Leona, sekarang pun Papa sudah terlihat jauh lebih sehat daripada sebelumnya lalu bagaimana Papa bisa mengatakan seperti itu???"


Tuan Haidee pun tersenyum. " Aku hanya merasa khawatir kau akan meninggalkan Leona saat aku pergi nanti. Dia sangat menyayangimu dan dia berharap banyak kepadamu jadi aku ingin kau selalu bersamanya, apalagi saat aku tidak ada nanti. Tolong Ethan!!! Jangan kecewakan aku. Jangan kecewakan Papamu ini."


"Saya tidak akan mengecewakan Papa, saya akan selalu bersama Leona tetapi Papa juga harus bersama kami berdua. Karena kebahagiaan anak adalah ketika bersama orang tuanya. Jangan katakan bahwa Papa akan pergi meninggalkan kami!!!"


"Jangan pernah pedulikan Emma, jika seandainya dia pada akhirnya nanti tahu kalau kau berhubungan dengan Leona, abaikan saja dan jalani apa yang seharusnya kalian berdua jalani. Carilah kebahagiaan kalian berdua. Dan jangan pedulikan apa kata orang lain karena kalian saling mencintai."


Ethan tersenyum, ia kemudian menganggukkan kepalanya, dia menyadari apa yang harus dia lakukan ketika pada akhirnya hubungannya dengan Leona tercium oleh orang lain. Ethan sudah siap untuk menghadapinya, Ethan juga meminta Tuan Ethan untuk tidak terlalu khawatir, dia benar-benar akan menjaga Leona dengan sangat baik.


"Terima kasih Ethan." Ucap Tuan Haidee.


"Sama-sama Papa." Ethan mencoba untuk mulai membiasakan diri memanggil Tuan Ethan dengan panggilan Papa.


v****


Sementara itu di tempat yang sama, Nyonya Haidee keluar dari mobil disusul oleh Robby, mereka berjanji untuk bertemu di restoran ini sembari membicarakan rencana mereka lagi, juga makan siang bersama. Mereka masuk ke restoran itu dan mencari meja kosong kemudian duduk lalu memesan makanan.