
Gemma keluar dari kamar Leona, sedangkan Kaia menutup kembali pintu kamar Leona dan bergegas menyusul Leona yang ada di dalam kamar mandi. Kaia membuka pintu dan masuk, Leona sedang duduk di kursi dan menatap layar laptop nya. Sengaja tadi malam mereka sudah memasukkan kursi dan meletakkan laptop di meja wastafel yang sudah di hubungkan dengan kamera CCTV super mini yang di pasang di beberapa tempat tersembunyi di ruang walk in closet milik Leona. Sejak tadi Leona memperhatikan Gemma yang ada di ruangan itu sendirian ketika dia ber pura-pura masuk ke kamar mandi. Leona penasaran dengan apa yang di lakukan Gemma di dalam ruangan itu. Dan benar dugaannya bahwa Gemma mencari kesempatan untuk mengambil sesuatu dari ruangan itu selain baju.
Sebenarnya dari penyelidikan Chloe waktu itu, juga menjelaskan bahwa Gemma ternyata sering mengambil sesuatu yang bukan menjadi miliknya. Apalagi jika barang itu di lihat memiliki nilai jual yang tinggi. Gemma akan mentambilnya dengan hati-hati, menjualnya jika di rasa sudah aman. Gemma cerdik dan akan memilih waktu yang tepat untuk menjualnya, bukan langsung menjualnya setelah mencuri nya.
"Dia mengambil apa???" Tanya Kaia langsung pada Leona yang duduk,. Kaia membungkuk melihat ke arah layar laptop Leona.
"Dia mengambil mini bag ku, dan dia menemukan cincin yang sengaja kau letakkan di lantai.... " Jawab Leona.
"Serius??? Mana rekamannya???" Tanya Kaia lagi pada Leona.
Leona pun menunjukkan rekaman itu pada Kaia. Sementara Kaia memperhatikan dengan sangat baik. Apa yang di lakukan oleh Gemma tadi di ruangan itu. Memang terlihat bahwa Gemma sedang memutar pandangannya ke setiap sudut seolah memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya. Gemma berani membuka kaca rak itu dan mengambil sesuatu yang ada di dalam sana. Dan ternyata yang di ambil adalah mini bag kesayangan Leona. Mini bag yang terbuat dari emas dan itu hanya berisi sebuah cermin. Akan tetapi frame cermin itu juga terbuat dari emas murni dengan hiasan permata di sekeliling nya.
"GiIa... Dia ternyata tahu mana barang yang punya nilai jual tinggi...!" Gerutu Kaia.
Leona tersenyum. "Biarkan saja, setidaknya kita sudah memiliki rekamannya. Kita semakin tahu wataknya yang sebenarnya... Dia ternyata senekat itu.."
"Parah sekali... " Gumam Kaia dengan jengkel.
"Kenapa kau terkejut, bukankah kita sudah tahu isinya dari laporan Chloe??? Dan kita juga sudah mendiga nya kan???"
"Ya, aku pikir dia tidak seberani itu disini, ternyata sama saja..!"
Leona terkekeh. "Hahahaha kenapa kau jadi yang marah..???"
"Itu mini bag kesayangan mu kan, bagaimana kau bisa sesantai itu???"
Leona tersenyum miring. "Mau bagaimana lagi, dia sudah mengambilnya dan aku juga sudah meletakkannya di paling belakang, biar saja, aku pasti akan mendapatkannya lagi nanti...! Sekarang kita turun dan sarapan bersama mereka."
"Bagaimana dengan Ethan??? Apa kau akn menunjukkan video ini???"
Leonaenganggukkan kepala nya. "Tentu saja, tetapi tidak sekarang, nanti jika aku rasa waktu nya sudah tepat."
"Oke baiklah, kita simpan rekaman ini dengan baik.. "
Leona dan Kaia mematikan laptop lalu keluar dan turun untuk sarapan. Mereka akan menunggu Ethan dan juga Gemma selesai mandi.
****
Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya kedua sejoli itu turun dan langsung menghampiri Leona dan Kaia yang sedang mengobrol di meja makan.
"Selamat pagi..!!!" Sapa Gemma. "Maaf membuat kalian menunggu.. "
"Ah tidak apa Gem, kkian kan harus bergantian kamar mandi.. " Ucap Leona. "Kai, seharusnya kau tadi menyuruh Gemma memakai kamar mandi di kamar tamu bawah saja.. "
"aah iya, aku tidak terpikirkan sama sekali.. "
"Duduklah...!!! Kita sarapan bersama....!" Titah Leona.
Gemma dan Ethan menarik kursi dan duduk. Di depan mereka sudah ada piring berisi omelette. Dan gelas berisi jus jeruk.
"Bagaimana tidurmu Ethan???? Kau tidur nyenyak???" Tanya Leona.
Ethan memandang Leona, lalu mengangguk. "Sangat nyenyak, Terima kasih untuk kamarnya dan juga makan malam serta sarapan hari ini.. "
Leona melempar senyum. "Sama-sama... Ini adalah ungkapan Terima kasihku atas kebaikan kalian tempo hari.."
"Terima kasih kau juga sudah meminjamkan baju untukku.. " Sahut Gemma.
"Sama-sama... Dan Jangan berterima kasih terus..Ayo makan...!!" Ajak Leona.
Mereka berempat menikmati sarapan bersama samb mengonrol berbagai hal yang menarik. Gemma terus berusaha membangun obrolan dengan Leona supaya mereka bisa makin akrab lagi. Dia sudah mendapatkan sesuatu yang berharga dari tempat ini, dan dia bisa mendapatkan lebih banyak lagi jika bisa dekat dan menjalin pertemanan dengan Leona. Sekarang dia harus bisa mencari perhatian lebih dari Leona. Orang seperti Leona harus bisa di taklukan.
Leona mencoba untuk bersikap ramah dan juga bersahabat, tahu bahwa saat ini Gemma sedang mendekati nya. Leona yakin Gemma punya niat terselubung. Tetapi Leona harus bersikap santai dan biasa saja, agar Gemma juga bisa melanjutkan rencana yanga da di otaknya. Gemma merasa bahwa dia cerdik dan bisa memanfaatkan Leona, akan tetapi Leona jauh lebih cerdik lagi.
★★★
Beberapa hari kemudian......
Leona keluar dari lift apartemennya dan mobil sudah di siapkan oleh Ethan. Leona masuk ke dalam mobil, Ethan juga bergegas ke kemudi. Leona akan berangkat ke kantor tetapi dia harus menjemput Kaia dulu, karena mobil Kaia sedang ada di bengkel. Leona pun meminta Ethan mengarahkan mobil ke apartemen Kaia. Ethan mengangguk dan langsung menuju apartemen Kaia yang tidak jauh dari sini.
Beberapa hari setelah kedatangan Gemma ke apartemennya, Leona tidak pernah membahas hal itu dengan Ethan, termasuk apa yang sudah di ambil oleh Gemma. Leona masih menahan diri untuk tidak memberitahu Ethan, menunggu waktu yang tepat dan ber pura-pura kehilangan barang itu, agar Ethan tidak merasa bahwa Leona mungkin menuduh Gemma. Leona sudah menyiapkan drama nya dengan Kaia nanti, mengenai kehilangannya. Dan sejak hari itu juga, Gemma menjadi sering sekali menghubungi Leona, seperti seseorang yang ingin dekat dan mengenal lebih dekat lagi. Gemma mengakrabkan diri dengan Leona, seolah dia adalah teman baik Leona.
"Ethan...!!! Kapan kau berencana ke panti asuhan lagi?!! Aku ingin ikut..!" Ucap Leona.
Ethan sedikit melirik ke kaca spion dan Leona sedang bermain ponsel. "Aku tidak tahu, aku tidak rutin setiap bulan harus kesana, aku hanya kesana jika ada waktu saja.. "
"Owh... Aku kira kau kesana setiap bulan... Aku ingin. kesana, bagaimana menurutmu??? Apa kau mau mengantarku??? "
"Besok bagaimana???? Hari ini aku akan menyuruh Kaia untukenyiapkan barang kebutuhan anak-anak.. "
Ethan mengangguk. " Baiklah, besok aku akan mengantarmu.. "
Leona tersenyum. "Terima kasih.. " Ucap Leona.
Ethan terkekeh. "Kenapa harus berterima kasih???? Itu sudah jadi tugasku uang menjadi supirmu kan???"
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya mereka sampai di apartemen Kaia. Perempuan itu juga sudah menunggu di depan, sehingga ketika mobil Leona sampai, Kaia bergegas masuk. "Pagi Na..!!" sapa Kaia.
"Pagi Kai....!!" Sapa Leona balik. "Oh iya Kai, aku sejak semalam mencari mini bag ku kok tidak ada ya???? Apa kau menyimpannya????" Tanya Leona tiba-tiba.
Kaia mengernyit. "Mini bag???? Yang mana??? Kau punya banyak sekali kan???"
"Itu, mini bag gold tempat menyimpan kaca kecilku???"
"Mini bag kesayangan mu???" Tanya Kaia lagi.
"Iya...! Aku tidak menemukannya sama sekali.. " Gumam Leona.
. "Kau simpan dimana??? Dan kapan terakhir kali kau menggunakannya???"
"Aku lupa Kai, aku rasa aku sudah menyimpannya di tempat biasa... Tapi kenapa tidak ada yang???"
"Mungkin terselip, nanti sore kita coba cari lagi, itu kecil sekali, pasti terselip.. " Gumam Kaia.
"Ya, mungkin saja....!!!" Ucap Leona. "Aku sangat menyukai nya, dan harganya mahal sekali, sayang kalau hilang.. " Imbuh Leona lagi.
"Nanti aku bantu cari.. " Sahut Kaia.
Ethan hanya diam mendengarkan obrolan kedua perempuan itu. Dia tidak terkejut karena perempuan biasa nya lebih ceroboh ketika meletakkan apapun. Mereka terkadang hanya mencari dengan mulut daripada fokus untuk mencari dengan mata.
Sementara itu, Leona hanya tersenyum tipis. Dia sengaja membahas mini bag nya yang hilang itu di depan Ethan supaya lelaki itu tahu bahwa dia sudah kehilangan itu. Dan nanti Leona akan menunjukkan pada Ethan jika Gemma lah yang mencuri mini bag dan juga anting berliannya. Leona sekarang masih terus mencoba mencari bukti kebusukan Gemma. Dan sejauh ini belum semua nya terkumpul.
"Oh iya Kai, besok kita ke panti asuhan tempat dulu aku pernah kesana dengan Ethan, kau ikut, kita bertiga.. "
"Baiklah.... Aku akan ikut kalian.. "
"Jangan lupa kau pesan barang-barang untuk anak-anak, mainan, sembako, uang dan juga peralatan sekolah serta buku-buku.. " Pinta Leona.
"Oke.. Aku akan meminta Alexa menyiapkan semua nya.. " Ujar Kaia. Leona pun mengucapkan Terima kasih. Dia senang bisa menghabiskan seharian bersama Ethan besok. Sengaja mengajak Ethan pergi dengannya supaya bisa mengonrol dengan lelaki itu, dan Leona juga ingin ke Fine line besok. Dia merindukan suasana disana.
★★
Sampai di kantor, Leona dan Kaia keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan mereka. Ketika sampai di depan meja Kaia, sekretaris kedua Leona berdiri menyapa mereka berdua dan memberitahu jika di dalam sudah ada nyonya Haidee yang menunggu Leona sekitar setengah jam yang lalu. Mendengar itu Leona mengernyit. Tetapi kemudian dia menanyakan apakah Mama nya sudah di buatkan minuman, dan ternyata sudah baru saja di antar masuk. Leona pun masuk ke ruang kerja nya, sedangkan Kaia duduk di kursi kerja nya yang memang ada tepat di depan ruang kerja Leona.
"Leona...!!! Kenpa kau baru datang di jam segini???" Tanya Nyonya Haidee langsung saat Leona baru saja memasuki ruangan itu.
"Aku berangkat jam berapapun terserah, ini adalah kantorku.. Kenapa Mama ada disini pagi-pagi???" Tanya Leona dengan nada ketus. Leona melepaskan manterlnya dan menggantungnya lalu duduk di kursi putar nya, membuka laptop nya dan memeriksa pakerjaannya.
"Apa kau lupa jika besok adalah hari ulang tahun Mama????" Tanya Nyonya Haidee.
Leona terdiam sesaat dan mengingat. Memang benar besok adalah ulang tahun Mama nya. "Ya... Aku lupa... Oke Mama ingin hadiah apa???" Tanya Leona.
"Ummmhhhh Mama ingin mobil baru.. " Jawab Nyonya Haidee.
"Kirimkan gambarnya padaku, dan besok atau lusa aku akan mengirim mobilnya ke rumah.."
Nyonya Haidee tersenyum. "Mama akan mengirimnya, dan besok malam kau harus pulang, karena Mama membuat pesta untuk merayakan ulang tahun Mama, kau jangan lupa datang dan berdandanlah secantik mungkin, jangan mengecewakan Mama.. "
Leona hanya diam dan tidak menggubris ucapan Mama nya. Dia ingin fokus ke pekerjaannya saja. Lagipula Leona juga tidak tertarik untuk datang ke pesta Mama nya yang pastinya akan di hadiri oleh teman-teman Mama nya yang kebanyakan dari mereka tidak Leona sukai sama sekali. Para wanita tua itu sangat menyebalkan dan hobinya hanyalah pamer kekeyaan mereka serta lebih senang bergosip, itu membuat Leona mual. Belum lagi Mama nya pasti akan mengundang para pria yang di rasa cocok untuknya, sehingga membuat Leona semakin enggan datang. Memberikan hadiah yang Mama nya inginkan bagj Leona itu sudah cukup tanpa harus menghadiri pesta yang membosankan itu.
"Kau datang ya, jangan lupa.. Mama sekarang harus pergi, bye aleona sayang.. " Nyonya Haidee keluar dari ruangan Leona. Sementara Leona hanya mengernyit melihat sikap Mama nya yang tidak pernah berubah sejak dulu. Mama Nha hanya datng untuk meminta hadiah. Sangat memuakkan sekali.
****
Malam harinya..... Sepulang kerja, seperti biasa Ethan memilih pulang ke apartemen Gemma. Dia akan menginap disini lagi. Ethan di sambut oleh Gemma yang juga ternyata baru pulang dari bekerja.
"Duduklah... Aku baru saja akan mandi, tapi kau sudah datang..." Ucap Gemma kemudian mengecuo bibir Ethan.
Lelaki itu tersenyum. "Kita mandi berdua bagaiamana??? Badanku juga lengket sekali.. "
"Baiklah jika itu yang kau inginkan, ambil handuknya di lemari dan aku akan ke kamar mandi dulu.. " Ucap Gemma, Ethan mengangguk lalu melepaskan jas nya, melemparnya ke sofa lalu berjalan menuju lemari. Membuka pintu lemari itu untuk mengambil handuk.
Ethan berdiri membuka lemari itu, mencari handuk. Dia tersenyum ketika menemukannya dan menariknya perlahan. Dia mendapatkan handuknya tetapi tiba-tiba ada suara benda jatuh. Ethan membungkuk dan melihatnya, ternyata ada sesuatu berkilau an yang jatuh, di ambillah barang itu dan ternyata itu adalah sebuah tas yang sangat kecil sekali, seperti tempat koin. Tas itu berkilau dan berwarna emas. Begitu cantik dan elegan sekali. "Tas apa ini??? Kecil sekali..?" Gumam Ethan.