
Ethan menghampiri anak itu. Dan duduk berjongkok tepat di depannya. Ethan tersenyum menatap nya, sementara bocah kecil itu hanya diam menatap balik Ethan. Ethan mengulurkan tangannya mengajak anak itu untuk bersalaman. "Hai.... Siapa namamu???? Boleh aku berkenalan???" Tanya Ethan.
Bocah itu hanya diam saja. Leona datang dan ikut duduk berjongkok di sebelah Ethan. "Hai anak manis???? Siapa nama mu????" Tanya Leona. Lagi-lagi bocah itu memilih bungkam.
Ethan berdiri dan merogoh kantung jaketnya. Mengeluarkan sesuatu lalu memberikannya kepada bocah itu. "Kakak punya marshmallow, apa kau mau????" Tanya Ethan.
Bocah itu menatap Ethan, tetapi masih diam. Kemudian matanya melirik ke telapak tangan Ethan yang memegang satu bungkus marshmallow. Bocah itu tampak tertarik dengan marshmallow yang di pegang Ethan. Dan dia pun hendak mengambil marshmallow nya tetapi dengan cepat Ethan menarik tangannya ke belakang. "Eiiittssss..... Kau tidak bisa mengambilnya jika tidak menyebutkan nama mu terlebih dulu.. " Ucap Ethan. "Katakan!!! Siapa namamu??!!" Tanya Ethan lagi.
"Axio... " Jawab bocah itu pelan. Sontak hal itu membuat Ethan terkejut sekali.
Ethan tersenyum. "Nama mu Axio???" Tanya Ethan dan bocah itu mengangguk. "Wow.... Namamu sama seperti namaku, namaku juga Axio.. Axio Ethan...!! Karena kau menjawab pertanyaanku maka kau bisa mengambil ini.. " Ethan memberikan marshmallow miliknya kepada bocah itu.
"Terima kasih." Ucapnya pelan.
"Sama-sama...! Kakak punya banyak mainan dan permen, tetapi kami akan memberikannya jika kau mau bicara dengan kami... Katakan.. Siapa nama panjangmu???" Tanya Ethan lagi.
"Ken Axio Goerge.."
Ethan dan Leona melempar senyum. Axio begitu lucu, menggemaskan dan tampak polos. Ethan duduk di lantai, berselonjor dan meminta Axio untuk duduk di atas paha nya. "Kenapa kau sendirian disini???? Kenapa tidak bermain dengan yang lain???" tanya Ethan.
"Aku tidak kenal.. " Jawabnya singkat.
"Bagaimana kau bisa mengenal mereka??? Kalau kau disini saja, menyendiri dan tidak bermain... Mereka semua adalah teman-teman mu.. Apa kau merindukan orang tua mu??? Mama dan Papa mu???" Tanya Ethan lagi. "Kau akan segera bertemu mereka nanti, jadi kau harus tinggal disini dulu bersama teman-teman yang lainnya.. "
Anak itu menggeleng. "Mama... Dia tidak pulang, dia disana..!" Axio menunduk ke arah atas.
Leona dan Ethan saling melempar pandangan. Sepertinya mereka menyadari bahwa Mama Axio sudah meninggal. "Dia di surga???" Tanya Leona. Axio mengangguk.
Ethan tersenyum. "Hmmm berarti Ibumu dan Ibuku sekarang ada di tempat yang sama, mereka pasti juga melakukan ini, Ibumu duduk di pangkuan Ibuku.. Kau tidak boleh sedih dan harus bermain dengan yang lainnya, kau pasti akan pulang nanti... " Ethan mencium Axio dengan gemas. Melihat itu Leona hanya bisa melempar senyumnya juga. Ethan ternyata punya cara sendiri untuk membuat bocah itu mau berbicara pada nya.
Tiba-tiba seorang anak perempuan juga mendekati Leona dan Ethan. Bocah itu menepuk pundak Leona. "Aku juga ingin itu.. " Ucapnya pada Leona sambil menunjuk marshmallow yang dipegang oleh Axio.
"Kau ingin itu???" Tanya Leona. "Tetapi siapa nama mu??? Kalau kau menjawabnya aku akan memberikanmu marshmallow yang sama.. "
"Laura..!" Jawabnya polos.
"Tunggu ya, dan ajak yang lainnya, tapi nanti harus berbaris yang rapi... Oke????" Ujar Ethan.
"Oke.. " Anak perempuan bernama Laura itu mengangguk dan meninggalkan Ethan untuk memanggil teman-teman nya yang lain.
Tak lama, Leona kembali dengan membawa tas belanja penuh dengan permen, aneka cokelat hingga marshmallow dan lolipop. Dan yang membuatnya terkejut adalah anak-anak itu tampak berbaris dengan rapi.
"Aku menyuruh mereka berbaris, itu sudah jadi kebiasaan mereka untuk antri ketika ingin mendapatkan sesuatu.. " Ujar Ethan.
"Itu sangat bagus, mengajari mereka sejak kecil dan akan bisa mereka praktekan sampai mereka dewasa... "
Leona meletakkan kantung belanja nya dan di bantu Ethan dia membagikan berbagai jajanan yang dia bawa. Ada juga pengasuh panti yang membantu mereka untuk membuat anak-anak bisa tertib dan tidak saling berebut. Leona pun membagikan satu persatu kepada anak-anak itu, menanyakan nama mereka dan menanyakan apa yang mereka mau, apakah biskuit, permen, cokelat atau marshmallow. Dan semua meminta berbeda-beda.
Setelah membagikan itu, Leona dan Ethan memilih bermain dengan anak-anak itu. Membacakan cerita dan dongeng untuk mereka. Axio tampak tidak mau berada jauh dari Ethan. Dan bocah itu terlihat nyaman duduk bersandar di dada Ethan. Leona benar-benar merasa senang sekali bisa datang ke tempat ini, bertemu dengan kumpulan bocah tidak berdosa dan memiliki cerita nya masing. Ada yang di buang oleh orang tua nya, ada yang sengaja di tinggalkan, dan ada juga yang sudah yatim piatu. Semua memiliki kisahnya masing-nasing.
Dan waktu makan siang sudah datang, anak-anak yang ada di sekolah juga sudah menuju ke tempat makan siang mereka. Ethan dan Leona di antar ke tempat anak-anak biasa makan. Makanan yang di pesan Leona untuk mereka juga sudah siap sejak tadi. Lagi-lagi anak-anak mengantri dan mengambil makanan yang mereka inginkan.
Mereka sudah sangat mengenal Ethan, hingga kebanyakan dari mereka memanggil serta menghampiri Ethan untuk sekedar memeluk atau mengobrol. Bagi mereka, Ethan sudah seperti sosok kakak. Karena Ethan salah satu dari banyak alumni panti asuhan yang masih sangat peduli dan sering datang berkunjung. Sehingga kedatangan Ethan kesini selalu mereka tunggu. Ethan dan Leona juga ikut bergabung dan makan siang bersama anak-anak yang menghuni panti asuhan itu.
Setelah makan siang bersama, Ethan dan Leona langsung membagikan goodie bag berisi berbagai kebutuhan seperti alat tulis, snack, mainan juga barang lain. Sedangkan kebutuhan pokok langsung di serahkan kepada pengurus panti.
Leona merasa senang sekali, dia mengisi hari ini dengan berbagi kepada sesama. Melihat tawa dan kebahagiaan anak-anak itu membuat Leona senang. Mereka hidup dalam kesederhanaan, etapi mereka selalu bisa tertawa dan menyayangi satu sama lain. Dan bersama nya juga ada Ethan, lelaki itu pernah merasakan hidup seperti anak-anak ini dan Ethan tidak pernah lupa asal-usulnya. Tetap menjadi pribadi yang bersahaja dan punya kepedulian yang tinggi. Melihat Ethan begitu akrab dengan anak-anak disini juga berapa Ethan sangat menghormati para pengasuh disini, Leona sangat terharu sekali. Rasanya tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan betapa luar biasanya Ethan.
"Kakak...!!!" Panggil seorang anak pada Ethan dan Ethan tersenyum menoleh ke arah anak laki-laki yang memanggilnya itu. "Apa kakak berkencan dengannya??? Dia cantik sekali dan sangat cocok dengan kakak.. " Ucap anak laki-laki itu, membuat Ethan tertawa.
"Apa kau ingin aku mengencani nya???" Tanya Ethan.
. "Ya... Kalian cocok, dia cantik dan kakak sangat tampan.. "
"Apa yang akan kau berikan jika aku benar-benar berkencan dengannya???" Tanya Ethan lagi.
"Aku akan memetik apel yang ada di kebun belakang, satu kantung apel akan ku berikan kepada kakak... Aku tahu kakak sangat menyukai apel di kebun belakang, dan kakak sering mengambil nya tanpa ijin ibu pengasuh.. Iya kan???"
Ethan tertawa. "Siapa yang memberitahu mu??? Oke aku pegang janji mu, kau harus mengambilkan aku sekantung apel di belakang. Hati-hati jangan sampai ketahuan ibu pengasuh.. Hahaha"