
★★★
Beberapa jam kemudian.....
Tuan Haidee sampai di restoran. Dia di antar oleh asisten pribadi nya akan tetapi dia hanya minta di antar sampai di depan saja lalu meminta aspri nya untuk menunggu di luar. sori nya itu juga tidak tahu siapa yang akan di temui oleh tuan nya di dalam, karena tuan Haidee hanya minta di antar dan tidak memberitahu mengenai apapun yang hari ini akan di lakukan oleh tuan nya itu.
Tuan Haidee di antar aspri nya sampai di pintu masuk restoran. Lalu Tuan Haidee menjalankan kursi roda nya dan masuk sendiri. Dia pun bertanya kepada pelayan mengenai ruang private yang sudah di pesan atas nama Ethan. Tuan Haidee pun di antar oleh seorang pelayan ke ruangan itu.
Tuan Haidee ingin menemui Leona dan juga Ethan. Dia san8gat merindukan Leona serta ingin berbicara dengan Ethan mengenai hubungan yang saat ini di jalani oleh Leona. Tuan Haidee sudah di beritahu Leona bahasa putri nya itu sudah memulai hubungannya dengan Ethan. Hubungan yang sudah jelas pasti akan menimbulkan kegaduhan jika sampai istrinya mengetahui itu. Tuan Haidee tidak akan mempermasalahkan apapun mengenai jalan yang sudah di pilih oleh Leona, karena dia hanya ingin kebahagiaan Leona saja. Dan sekarang dia ingin kembali memastikan bahwa Ethan memang memiliki ketulusan untuk mencintai dan menerima Leona, tanpa memiliki niat jahat dan memanfaatkan Leona saja. Sebelumnya Leona memang sangat selektif memilih pasangan dan tidak sembarangan, karena Leona sering di kecewakan karena kekayaaan dan fasilitas eksklusif yang dia berikan kepada putri tunggalnya itu. Sehingga justru membuat banyak orang jahat yang ingin memanfaatkan apa yang di miliki oleh Leona.
Pintu ruangan itu di buka oleh pelayan, dan membawa Tuan Haidee masuk. Ethan daneona yang tadi sedang mengobrol langsung berdiri ketika melihat Tuan Haidee datang. Leona dan Ethan beranjak dari kursi dan Leona menyalami tuan Haidee serta memeluk Papa nya. Dia sangat merindukan nya.
"Papa aku kangen sekiali...!!" Ucap Leona sambil berlutut di lantai dan memeluk Tuan Haidee.
"Papa baik sayang, Papa juga sangat merindukanmu..." Ucap Tuan Haidee.
Kali ini giliran Ethan yang hendak menyalami tuan Haidee. Ethan memakai pakaian biasa atau pakaian santai dan tidak resmi seperti biasanya yng memakai setelah jas rapi berdasi! Ethan hanya memakai T-shirt dan juga celana pendek warna Khaki, membuat pesona nya semakin luar biasa. "Apa kabar tua. Haidee???" Sapa Ethan sembari mengulurkan tangan ke arah tuan Haidee.
Bukannya membalasnya, Tuan Haidee justru di buat terkejut ketika melihat tangan Ethan yang memiliki sesuatu yang pernah di lihatnya. Yaitu seperti tanda lahir. Tuan Haidee mengulang ludahnya dan tidak kunjung membalas uluran tangan Ethan. Tanda itu sama seperti yang di miliki anak kecil yang kecelakaan bersama orang tua nya dulu. Sama persis Gumam tuan Haidee dalam hati.
"Papa kesini, apa Mama tahu???" Tanya Leona. Mereka saat ini sedang menikmati makan siang bersama.
"Mama mu sedang pergi, kalau dia ada di rumah tentu Papa tidak akan berani menemui mu di tempat ini.. " Jawab Tuan Haidee.
"Kesehatan Papa bagaimana??? Papa kalau butuh teman, lebih baik tinggal saja bersamaku, kalau Papa tidak mau di apartemen, aku bisa membeli rumah untuk kita berdua tinggali.. Mama sering pergi meninggalkan Papa, padahal aku sudah memilih untuk mengurus kantor agar Papa bisa beristirahat dengan nyaman di rumah dan di urus oleh Mama... "
Tuan Haidee melempar senyum. "Apa kau berpikIr bahwa Mama mu akan biasa jadi ibu rumah tangga??? Dia sejak dulu ya aseperti ini, meskipun tidak ada pekerjaan dia akan selalu keluar rumah untuk menyibukkan diri, dan apa kau pikir Mama mu akan bisa menjaga Papa??? Yang ada q1dia akan terus saja mengomel dan mengajak Papa bertengkar dalam segala hal., Biar saja.. "
"Ya setidaknya menemani Papa kan sudah cukup, tapi ya sudahlah..!"
"Kalaupun Papa tinggal denganmu kau jiga sibuk sekali sayang."
"Setidaknya saat Leona pulang kita bisa mengobrol sampai malam, weekend juga Leona akan menemani Papa.."
"Kau harus bisa menyenangkan dirimu sendiri, cari hiburan untuk menghilangkan penat mu setelah bekerja, kau butuh bahagiakan dirimu sendiri, sekrang ada Ethan, nikmatilah waktu bersama meski kalian tentu tidak bisa bebas, setidaknya kalian bisa memiliki kebersamaan yang menyenangkan.."
"Ya... " Gumam Leona.
"Papa...!!???" Panggil Leona. Lamunan tuan Haidee buyar dan dia langsung membalas uluran tangan Ethan.
"Baik Ethan, senang bisa melihat dan bertemu denganmu lagi!" Ucap Tuan Haidee. "Kalian duduklah lagi..!!" Perintah Tuan Heidee. Leona dan Ethan pun kembali duduk. Tetapi sebelumnya Leona membantu Papa nya berdiri agar Papa nya bisa duduk di kursi biasa.
"Aku memesan makanan khusus untuk Papa jadi aman." Ucap Leona.
Leona tersenyum malu. "Papa sudah tahu kenapa harus bertanya??? Mama pasti marah sekali ya???"
Tuan Haidee juga tersenyum. "Kemarahan nya adalah hal yang biasa dan kau sudah memberi nya hadiah yang dia inginkan, jadi itu bisa sedikit menutupi nya..." Jawab Tuan Haidee. Matanya terus melirik ke arah tangan Ethan, dia coba memperhatikan lebih detail lagi tanda lahir itu, sembari mengingat kejadian di masalalu dan mencari kesamaannya. Dan itu ada kemiripan. Tuan Haidee tidak tahu apakah Ethan adalah anak kecil yang dulu mengalami kecelakaan akibat kelalaian istrinya. Dan kedua orang tua Ethan meninggal pada kecelakaan itu.
Tuan Haidee mengingat semua cerita Ethan mengenai masalalu nya dulu yang pernah di cerita kan saat di Fine line. "Jika benar Ethan adalah anak itu bagaimana???" Gumam Tuan Haidee dalam hati.
"Papa...???!!!" Seru Leona lagi dan Tuan Haidee kembali terbuyarkan.
"Ya????" Jawabnya pada Leona.
"Papa bagaimana sih??? Kok malah melamun???? Ayo makanan di makan dong??? Papa sedang memikirkan apa???" Tanya Leona.
"Tidak sayang, tidak apa-apa...!" Jawabnya berbohong.
"Ya sudah di makan dong!"
Tuan Haidee mengangguk dan mulai menikmati makan siangnya bersama Ethan dan Leona. Dia coba mengabaikan mengenai tanda lahir di tangan Ethan. Meskipun itu mengganggu nya. Tetapi dia akan mencari tahu nannti dan mengirim orang untuk menyelidiki nya. Jika benar Ethan adalah anak laki-laki itu, tentu ada banyak hal yang akan Tuan Haidee lakukan. Dan dia selama ini menanggung beban yang berat sekali atas kejadian di masa lalu akibat masalah yang di timbulkan oleh istrinya. Dan istrinya sejauh ini hidup dengan tenang tanpa memikirkan masalalu yang begitu memilukan itu.
"Jadi kalian berdua sudah memulai sebuah hubungan????" Tanya Tuan Haidee pada Leona dan Ethan.
"Kami sudah memulai nya, dan Ethan juga sudah tidak berhubungan lagi dengan perempuan itu." Jawab Leona.
"Ethan!!! Lalu bagaimana denganmu??? Apa kau benar-benar yakin menjadikan Leona kekasihmu??? Atau kau hanya memanfaatkannya untuk menutupi sakit hatimu saat ini???" Tanya Tuan Haidee lagi tetapi kali ini pertanyaannya itu dia tujukan pada Ethan.
Ethan menoleh memandang ke arah Leona yang ada di sebelahnya. Dia baru saja memulai hubungan dengan Leona dan sekarang di hadapkan langsung dengan orang tua Leona. Tetapi Ethan memang sama sekali tidak memiliki niat untuk memanfaatkan Leona sebagai pelampiasan kepada Gemma, karena hubungan ini dia mulai untuk menghormati perasaan tulus Leona kepada nya, dan dia juga ingin coba mencintai Leona, seperti hak nya Leona yang mencintai nya selama ini.
"Tidak sama sekali Tuan Haidee.. Saya sama sekali tidak memiliki niat memanfaatkan Leona untuk kepentingan sakit hati saya kepada mantan kekasih saya, saya murni ini menghargai perasaan Leona terhadap saya, membuka dan memberi kesempatan untuk diri saya sendiri, menerima cinta Leona kepada saya. Leona memiliki perasaan yang sangat tulus sekali kepada saya, dan itu adalah sebuah kehormatan karena orang seperti saya bisa di cintai oleh Leona. Saya juga tidak ada niat memanfaatkan apapun dari Leona. Justru yang saya ragukan saat ini adalah bagaimana saya akan di Terima oleh keluarga Leona, mengingat saya tidak memiliki apapun di dunia ini, saya hanya laki-laki biasa dan sederhana, bahkan orang tua saja saya tidak memiliki nya." Ujar Ethan dengan suara pelan.
"Sebagai seorang ayah yang sangat mencintai putrinya, aku akan mendukung apapun yang jadi kebahagiaan Leona, dia putriku satu-satu nya dan juga kebanggaanku. Aku selalu ingin melihatnya bahagia. Aku melihat akhir-akhir ada sesuatu yang sedang di rasakan oleh Leona. Dan ketika aku bertanya padanya, dia mengatakan sedang jatuh cinta pada seseorang. Aku senang karena akhirnya Leona bisa jatuh cinta lagi setelah sekian lama, dan kemudian dia menyebut namamu, laki-laki yang bekerja padanya, aku tidak pernah peduli dengan siapa Leona jatuh cinta, jika aku lihat laki-laki itu baik dan bertanggung jawab maka aku akan menyetujui nya, sejauh ini tidak ada yang salah denganmu, kau baik, sederhana dan cara berpikirmu membuatku sangat menyukai mu. " Ujar Tuan Haidee.
Tuan Haidee memandang Ethan. "Aku sudah curiga sejak awal ketika pertama kali melihatmu datang bersama Leona di rumahku, kau sangat tenang dan terlihat baik tetapi ada keistimewaan yang kau miliki yang sebelumnya tidak di miliki oleh bodyguard bodyguard Leona sebelumnya.. Benar feeling mu bahwa Leona memilihmu bukan hanya sekedar memilih tetapi ada hal lain, dan itu adalah cintaa Leona kepadamu. Dan sekarang kalian sudah memulai nya, aku harap kau tidak mengecewakan Leona, putriku memiliki hati yang tulus ketika dia menemukan seseorang yang di rasa tepat untuknya. Hubungan ini pasti tidak akan berjalan dengan lancar, kau pasti tahu bagaimana tabiat istrimu jika dia sampai mengetahui nya, tetapi jangan khawatir, kita semua akan menjaga nya dari dia. Dan jangan khawatir juga mengenai kelanjutan hubungan kalian nanti. kita akan sama-sama mencari solusi untuk mengatasi istriku, jadi jalani saja apa yang ingin kalian jalani." Lanjut tua Haidee lagi.
Leona meraih jemari Ethan dan menggenggamnya seolah ingin menguatkan dan memberi semangat kepada lelaki itu agar Ethan tidak khawatir dan percaya kepada ucapan Papa nya. Masih banyak waktu untuk bisa mencari solusi membuat Nyonya Haidee bisa menerima semua nya. Karena Leona berharap Ethan nanti nya tidak hanya sebagai kekasihnya saja, tetapi Leona ingin lebih dari itu yaitu menjadikan Ethan sebagai suami nya kelak, meski itu masih jauh sekali. Tetapi tentu tidak ada salahnya mengharapkan sesuatu yang baik kelak bisa terwujud.
Ethan mengangguk. "Saya bernaanji tidak akan mulai hati Leona, dan tidak akan memanfaatkannya dalam hal apapun, saya akan mencoba mengenalnya lebih jauh lagi agar saya juga bisa memiliki perasaan yang sama dengan Leona, yaitu bisa mencintai nya layaknya dia mencintai saya.. " Ucap Ethan dengan penuh keyakinan.
"Aku akan memegang janji itu, dan aku harap kau bisa membahagiakan dan menjaga Leona. Dan ingatlah kau jangan khawatirkan apapun mengenai
istriku, karena aku bersama kalian
Sampai akhirnya selesai juga mereka makan siang bersama, Tuan Haidee mengajak Leona dan Ethan berbincang sebentar sebelum kemudian dia berpamitan untuk pulang. Tuan Haidee meminta Ethan agar bisa memberikan kebahagiaan untuk Leona serta tidak mulai hati putrinya itu hkarena Leona sangat mencintai nya. Tuan Haidee berharap mereka bisa menjalani hubungan ingan ini dengan lancar tanpa adanya masalah apapun. Mengingat hubungan ini baru jadi Tuan Haidee tidak dan belum bisa menentukan kearah mana hubungan itu akan di bawa, semua juga tergantung dari Leona dan Ethan sendiri.