
Ethan pulang ke apartemen Gemma setelah bekerja untuk menjemput Gemma. Dia meminta Gemma agar menginao di apartemennya. Dan sudah membeli kue dan juga hadiah untuk Gemma yang malam nanti berulang tahun. Tetapi Ethan sebenarnya sudah pulang lebih dulu tadi sebelum ke apartemen Gemma untuk menyimpan hadiah dan kue nya, tanpa mengganti pakaian, Ethan pun menjemput Gemma, agar tidak di curigai.
Ethan sudah tidak sabar untuk memberikan hadiah kejutannya untuk kekasih yang sangat di cintai nya itu. Ethan sebelumnya tidak pernah merasa sebahagia ini ketika memiliki kekasih. Tetapi Gemma sangat berbeda dan membuatnya tergila-gila. Dia ingin sekali nanti bisa tinggal bersama Gemma dan melamar Gemma, akan tetapi Ethan masih harus mengumpulkan uang untuk membeli cincin dan mengikat Gemma. Dia ingin cincin yang cantik dengan berlian di atas nya. Tetapi saat ini dia tidak ingin buru-buru dan lebih mengenal Gemma lagi sebelum sampai ke tahap itu nanti nya.
Gemma membuka pintu dan tersenyum kepada Ethan. xAku sudah menunggumu sejak tadi.. " Ucap Gemma lalu mengecup bibir Ethan.
"Ada sedikit halangan tadi di jalan.. Kau sedang apa???" Tanya Ethan.
"Aku bermain ponsel saja, Aku tadi memesan ayam goreng, bagaimana kalau kita makan itu sambil minum bir??"
Ethan tersenyum. "Itu ide bagus, kenapa tidak, tapi aku harap kita minum tidak sampai mabuk, karena kita harus pulang ke apartemenku." Ucap Ethan.
Gemma terkekeh. "Tentu saja tidak sampai mabuk, aku tadi hanya membeli dia kaleng bir saja, apa iya kita akan mabuk hanya karena itu, hahaha duduklah..! Aku akan ambil bir dan ayam nya.. " Gemma menuju dapurnya dan Ethan duduk di sofa menunggu Gemma.
"Oh iya, aku tadi bertemu dengan Leona, perempuan yang kau tolong itu, dia berbelanja di store tempat ku bekerja..." Ucap Gemma yang membawa ayam goreng dan bir yang dia beli tadi, meletakkannya di meja dan dia duduk di sebelah Ethan.
"Benarkah????" Ethan bertanya seolah tidak percaya, walaupun sebenarnya dia tahu tentang hal itu karena tadi dia yang mengantar Leona dan Kaia makan di restoran dekat dengan tempat kerja Gemma.
"Ya, dia bersama temannya, membeli banyak pakaian.. Dan dia memgajakku bertemu, aku juga meminta kartu nama nya.."
Ethan terlonjak. "Untuk apa meminta kartu nama nya???" Tanya Ethan.
"Memangnya kenapa, kita bisa berteman dengannya kan.. Dan kau tahu, aku mencari tahu perusahaan tempatnya bekerja, ternyata dia bekerja di perusahaan terbesar yang ada disini, hebat sekali.. " Ucap Gemma mengagumi. "Wajar jika kau dulu mengantarnya ke apartemen yang paling bagus disini, dia saja bekerja di Haidee Enterprises... "
Ethan melempar senyumnya. Bukan hanya bekerja di perusahaan itu, tetapi Leona adalah CEO nya dan pewaris dari perusahaan itu mengingat Ayah Leona adalah pemiliknya. Ethan masih mencoba menahan untuk tidak memberitahu Gemma mengenai pekerjaannya yang ternyata adalah bodyguard dari Leona. "Itu sudah terlihat dari mobil yang dia pakai saat itu kan, dan aku juga sudah memberitahumu mengenai tempat tinggalnya... Aku terkejut jika dia memang bekerja di perusahaan itu.. " Ucap Ethan berbohong. Dia tidak terkejut sama sekali sebenarnya karena sudah tahu.
"Mungkin di perusahaan itu posisi nya cukup bagus, sehingga dia memiliki banyak barang mahal dan mewah.. " Gumam Gemma sambil memakan ayam goreng. "Dan tadi aku memgirimi nya pesan tapi belum di bahas.. Dan apa kau tahu, dia mengajak kita untuk makan bersama.. "
Ethan mengernyit. "Makan bersama???"
Gemma mengangguk. "Iya, tapi waktu nya belum tahu kapan, itu kenapa aku harus berkomunikasi dan berteman dengannya... Dia terlihat sangat baik lalu kenapa dulu kau bilang dia menyebalkan hahaha kau pasti belum mengenalnya ya... Dia baik sekali loh.. Kita harus berteman dengannya.. "
Ethan kembali tersenyum lalu menganggukkan kepala nya. Ber pura-pura setuju, meskipun sebenarnya dia sudah berteman dengan Leona. Dan Leona memang baik, itu kenyataannya. Ethan berharap hubungannya dengan Leona beberapa waktu yang lalu tidak di ketahui oleh Gemma. Itu harus tetap jadi rahasia antara dia dan Leona saja. Ethan tidak ingin terjadi masalah dengan hubungannya bersama Gemma hanya karena Leona. Perempuan itu sudah berjanji untuk menjaga itu semua dari orang luar.
Setelah menghabiskan Ayam goreng dan bir nya, Gemma dan Ethan pun bersiap untuk pergi ke apartemen Ethan. Kejutannya untuk Gemma juga sudah dia siapkan.
***
Di tengah malam, Ethan terbangun. Dia melirik ke arah Gemma yang sedang tidur pulas di sebelah nya. Mereka tadi bercinta sebelum tidur, sehingga saat ini mereka dalam keadaan tidak memakai apapun di balik selimut. Ethan tersenyum memandangi wahh cantik Gemma yang ada di hadapannya. Sekarang sudah waktunya memberikan kejutann kepada Gemma yang berulang tahun.
Ethan perlahan bangun, dan dengan sangat hati-hati dia menjauhi Gemma yang sedang tidur. Ethan mengambil pakaiannya dan memakai nya. Dia berjalan berjinjit-jinjit menuju meja dapurnya. Tempat dimana dia meletakkan kue yang sudah di beli nya untuk Gemma. Sementara hadiahnya dia simpan di dalam lemari.
Ethan mengambil kue tart dan mengeluarkannya dari box. Dia menancaokan lilin dan menyalakannya. Ketika di rasa sudah siap, dia kembali mendekati Gemma. Duduk perlahan di sebelah perempuan yang sedang terlelap itu memegang kue dengan nyala lilin di atasnya. Ethan kemudian meletakkan kue itu di lantai, karena memang dia tidak tidur di atas tempat tidur melainkan hanya meletakkan kasur di lantai.
Ethan kembali berbaring di sebelah Gemma. Lalu tiba-tiba dia berteriak dan merintib kesakitan, membuat Gemma langsung bangun dan terlonjak. "Kenapa-kenapa???" Tanya Gemma panik sambil memegang Ethan.
Tetapi Ethan justru tertawa menatap kepanikan kekasihnya itu. "Surprise.....!!!!" Seru nya yang kemudian berbalik badan dan mengambil kue yang ada di lantai. "Happy birthday sayang.. " Ucap Ethan sambil menyodorkan kue di depan Gemma.
"Ethan....!!!??" Seru Gemma yang wajahnya tampak terkejut sekali melihat apa yang di pegang Ethan. "Kau tahu kalau ak< ulang tahun??" Tanya Gemma.
Ethan tersenyum. "Tentu saja, bagaimana bisa seorang kekasih tidak tahu hari ulang tahun pasangannya... Ayo ucapkan keinginanmu dan tiup lilinnya sebelum habis..!" Pinta Ethan pada Gemma.
Perempuan itu tersenyum penuh harus, kemudian memejamkan matanya dan menangkuokan kedua tangannya. Gemma berdoa di dalam hati meminta sesuatu. Lalu membuka matanya dan menipu lilin itu di depan Ethan.
"Yeaayyy. .!!!" Seru Ethan. "Kalau boleh tahu, apa yang kau minta???" Tanya nya.
"Ada deh, rahasia.. Kalau di beritahu nanti bisa tidak terkabulkan.. "
"Ohh oke.... Kalau kau merahasiakan kan nyaa... Pegang ini dan aku akan mengambil pisau nya, kita harus merayakan ini dengan makan kue nya.. " Ethan pun menyerahkan kue itu pada Gemma, berdiri dan menuju dapur mengambil pisau untuk memeotong kue.
Ethan menyerahkan pisau itu dan kembali memegang kue, lalu Gemma memotongnya. Dan potongan itu tentu saja Gemma persembahkan untuk Ethan, mengingat hanya ada mereka berdua disini. Setelahnya Ethan yang bergantian menyiapkan kue itu pada Gemma. "Aku berharap kita semakin bisa lebih lengket lagi, kau selalu sehat dan bahagia selalu.. Aku akan sangat bahagia jika bisa selalu bersamamu.. " Ucap Ethan. Dia kembali berdiri dan meletakkan kue di meja, lalu mengambil sesuatu di lemari.
Ethan berbalik badan menghampiri Gemma lagi, membawa sebuah kotak besar. Dan memberikannya pada perempuan itu. "Hadiah kecil untuk perempuan yang sangat aku cintai, setelah ibuku, yaitu kau, aku berharap kau menyukai nya.. " Ucap Ethan dan menyodorkan kotak itu pada Gemma.
"Apa ini???" Tanya Gemma.
Ethan tersenyum. "Buka saja, aku berharap kau menyukai nya.. " Ucap nya.
Gemma pun membuka bungkus kado itu dan dia terkejut ketika melihat sebuah box bertuliskan brand terkenal. Dia lekas membuka nya dan menemukan sebuah tas mewah di dalam nya. Salah satu ymtas yang menjadi incarannya. "Kau memberikan ini untukku???" Tanya nya tidak percaya.
Gemma langsung mengecuo dan memeluk Ethan. "Thanks sayang... Seharusnya kau tidak perlu memberikan hadiah, karena kehadiranmu saja sudah hadiah rendah untukku.. "
"Tidak apa, aku senang bisa memberikannya untukmu.. Aku berharap kau menyukai nya.. "
"Tentu saja aku menyukai nya, Terima kasih aku sangat mencintai mu.. " Ucap Gemma yang masih memeluk Ethan. Gemma tersenyum penuh kemenangan karena diaberhasilendapatkan sesuatu yang sangat di inginkannya itu, dan bodohnya Ethan yanga langsung memberi nya itu. Gemma senang karena jebakannya sudah berhasil.
Gemma melepaskan pelukannya dan mencium bibir Ethan. Ethan terkejut tetapi kemudian sadar, dan dia membalas ciuman Gemma.
Bibir itu mulanya terasa dingin, menyentuh bibir Gemma yang lembut. Mengecupnya dengan lembut. Lalu sisi bibir Ethan mulai membuka bibir Gemma, dan memagut bibir bawah perempuan itu. Eghan menyesapnya dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Ethan membimbing lengan SmGemma supaya merangkul lehernya, lalu memeluk Gemma erat-erat dan meIumat bibirnya.
Ciuman Ethan sangat luar biasa, semula dingin lalu panas membakar. Lelaki itu meIumat bibir Gemma dengan kehausan, mencecap seluruh sudutnya dengan bibirnya. Ketika bibir Gemma membuka, lidahnya meneIusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Gemma dan berjaIinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat.
Ketika Ethan melepaskan kepalanya, matanya yang dalam bertatapan dengan mata Gemma, penuh gaiirah,
"Apa kau menginginkannya lagi??" Bisiknya dengan suara parau membuktikan kalau lelaki itu sedang terbawa gaiirahnya.
Tentu saja Gemma tidak menolak, dia memang sedang menginginka Ethan DNA ini sebagai ucapan Terima kasihnya karena Ethan memberikan hadiah yang luar biasa mahal untuknya. Mata Ethan begitu dalam, menghipnotisnya, dan Gemma seolah tenggelam di sana, kehilangan daya dalam jebakan sensual yang luar biasa panas.
Tubuh Gemma dibaringkan oleh Ethan dengan lembut di atas seprai sutra berwarna putih. Dan lelaki itu lalu berbaring di sebelahnya, memeluknya.
"Aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau. Kau ingin lanjut atau sampai di sini??" Tanya Ethan lagi.
Ethan mengangkat dagu Gemma supaya menatap matanya yang ddalam. Gemma menatap Ethan dan menganggukkan kepala nya. Suasana malam ini begitu mistis, dan Gemma sudah mulai ternggelam ke dalam godaan sensuaI. Dia siap untuk berhubungan lagi dengan Ethan setelah tadi sebelum tidur mereka juga melakukannya.
Ethan sepertinya membaca penerimaan dari mata Gemma, lelaki itu mengerrang, lalu meIumat bibir Gemma lagi dengan bergaiirah, Iumatannya tidak ditahan-tahan lagi. Lelaki itu melahap seluruh bibir Gemma, menjiIat dan memainkannya dengan Iidahnya, mencecap rasanya.
"Ah ya Ampun, akhirnya aku memiliki mu lagi..."
Ethan mengerrang parau. Jemarinya bergerak dan memegang buah daada Gemma yang raanum terpampang di depannya,
"Ah... indahnya.. Gemma yang indah.. aku akan terus. memujamu, aku akan membuatmu merasakan kenikmatan lahi sayang..." jemari Ethan bergerak lembut dan menyentuh putiing payyudara Gemma, lalu bibirnya menyusul dan menyesapnya lembut. Gemma mengerang, merasakan keintiiman baru yang luar biasa ini.
"Ethan please...Oh my gosh..." Gemma mengerang merasakan rasa panas menyerangnya, di putiingnya yang sekarang menegak kaku dan payyudaranya yang mengeras, rasa panas itu membakarnya, membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
Ethan mengangkat kepalanya dan tersenyum menggoda, "Kau suka ya??" senyumnya polos dan sensuaI. Lelaki itu menjiIat putiing Gemma sambil lalu kemudian meniupnya lembut.
"Oh.. ya Ethan... yaa... aku sangat menyukai nya, jangan berhenti.." Gemma mengerang putus asa, putiingnya mengencang dan mendamba. Mendambakan bibir Ethan yang panas dan lidahnya yang menggoda.
Dan Ethan mengabulkan permintaannya, tidak mau membuat Gemma tersiksa lama-lama. Lelaki itu menundukkan kepalanya lagi, lalu mengisap putiing Gemma dengan penuh gaiirah, memuja payyudara Gemma bergantian, membuat tubuh Gemma menggeliat dan melengkungkan punggungnya mendamba.
Jemari Ethan bergerak dan menuju pusat gaiirah Gemma, tempat di mana rasa panas itu terus muncul ketika puttingnya dihisap dengan penuh gaiirah oleh Ethan. Jemari itu menelusup menyingkap ceIana daIam berendanya, dan menyentuh kewaniitaannya. Dengan ahlinya Ethan menggerakkan jarinya, menelusuri hati-hati dan menemukan titik paling sensitif di tubuh Gemma.
Jemari Ethan mengusapnya pelan dan tubuh Gemma seakan disetrum oleh listrik, dia mengigit bibirnya dan mengerang. Mata Ethan mengamati setiap reaksi Gemma dengan penuh gaairah. Jemarinya menggoda lagi, kali ini menggesek titik sensitif Gemma dan kemudian melakukan usapan memutar. Erangan perempuan itu makin kencang, membuat mata Ethan berkabut penuh gairah.
"Aku tidak percaya kau mau menginginkannya lagi..."
Lelaki itu menunduk ke telinga Gemma dan berbisik parau,
"Biarkan aku memuaskanmu." Dicuumbunya telinga Gemma membuat gadis itu menggeliat penuh gaairah. Dan kemudian dengan cekatan Ethan meneIanjangi Gemma, membuat Gemma terbaring tanpa busaana di atas kasur berseprai putih. Tampak siap dan menggairahkan bagaikan Dewi Amor yang dikirim dari khayangan untuk memuaskannya.
Ethan tak tahan lagi, kepalanya pening oleh gaaira. Ethan akan terus menggoda Gemma.
Sampai tiba saatnya tubuh perempuan itu tidak akan mampu menolaknya dan otaknya tidak mau bekerjasama lagi.
Dengan penuh gairrah dan keahlian, Ethan mencuumbu Gemma, bibirnya ada di mana-mana, meninggalkan jejak panas dan basah di seluruh tubuh Gemma, di lehernya, pundaknya, pay*daranya, perutnya, pinggulnya, dan... Gemma menjerit ketika bibir yang panas itu menyentuh kewaniitaannya.
Lelaki itu mencumbu kewaniitaannya tanpa ampun, memujanya. Menggunakan bibir dan Iidahnya untuk menggoda Gemma. Lidah Ethan mengusap titik paling sensitif di kewaniitaan Gemma dan kemudian lelaki itu menghisapnya, membuat Gemma memekik atas sensasi yang dirasakannya.
Ketika Ethan memutuskan bahwa Gemma sudah sangat basah dan siap untuknya, lelaki itu melepaskan pakaiannya hingga teIaanjang di depan Gemma. Gemma menatap Ethan dengan malu, pipinya merona, menyebar dengan cepat ke tubuhnya, Ethan ampak sangat.... jantan.... oh Astaga...
Ethan perlahan menyatukan miliknya ke dalam milik Gemma. membenamkan dirinya dalam-dalam di diri Gemma, menyatu sepenuhnya. "Aaahhh... "
Milik Ethan begitu besar di dalam sana hingga memenuhi milik Gemma, membungkusnya dalam kehangatan yang rapat dan panas. "Ethan... Astaga..."
Ethan tersenyum, dia kemudian menggerakkan tubuhnya. Semula pelan, lalu dengan ritme yang makin cepat, sesuai dengan gaiirah mereka yang makin cepat dan napas mereka yang makin tersengal. Mereka saling menikmati satu sama lain.
"Oh ya ampun, kau rapat sekali Gemma... kau membungkusku dengan begitu rapat..." Ethan berbisik parau penuh gaiirah, ketika mereka sudah hampir mencapai puncak. Pinggul Gemma bergerak mengikuti Ethan membiarkan lelaki itu membawanya ke puncak. Sensasi gerakan tubuh Ethan pada penyatuan tubuh mereka luar biasa nikmatnya. Gemma akhirnya memejamkan mata ketika dia mencapai puncak itu, meledakkan dirinya dalam kenikmatan yang tak bisa dia ungkapkan, membuatnya melayang dan meleleh sekaligus.