My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Pulang



Makan malam sudah selesai di siapkan. Vineet keluar lift bersama Naufal. Tadi Arindah memintanya untuk membangunkan kakaknya. Dan Vineet pun ke kamar Naufal untuk membangunkan kakaknya yang sedang tidur. Naufal sudah jauh lebih baik setelah di rawat di rumah sakit. Perlahan tapi pasti juga mulai belajar banyak hal, baik Vino, Arindah, Vineet dan yang lainnya juga memberitahu serta mengenalkan berbagai hal mengenai keluarga nya hingga teman-temannya dulu yang ada di Indonesia. Naufal memang tidak mengingat apapun sehingga mereka juga tidak memaksanya untuk mengingat tetapi lebih kepada menjelaskan semua nya dengan baik. Kondisi Naufal sendiri masih belum sepenuhnya pulih, sehingga masih butuh banyak waktu untuk nya bisa menerima semua ini.


"Bagaimana tidurnya??? Nyaman tidak???" Tanya Kyros.


Naufal duduk dan tersenyum. "Terima kasih untuk kamarnya, aku tidur nyenyak meski hanya beberapa jam saja."


"Syukurlah, aku berharap kau betah disini, sampai kau pulih dan sehat nanti." Gumam Kyros.


"Tentu saja Ky."


Vino tersenyum. "Kita semua punya hutang budi yang besar pada Kyros dan Gienka."


"Uncle Vino, tolong jangan seperti ini, kita semua adalah keluarga, jadi yang nama nya saling bantu membantu itu hal yang wajib." Sahut Gienka. "Oh iya Naufal, ini masakan di buat oleh Aunty Rana, dan katanya dulu kau sangat senang memakannya. Jadi dia membuatnya khusus untukmu."


"Iya, Gienka benar, aku membuatnya untukmu, di bantu Gienka tadi. Ayo kau bisa memakannya." Ucap Rana.


Naufal tersenyum. "Terima kasih Aunty, kue yang kemarin Aunty berikan juga sangat enak dan aku selalu ingat rasanya."


"Sekarang Aunty akan selalu membuatkan makanan yang kau minta, makanan apapun itu. Kau tinggal bilang saja mau apa."


Rana kemudian mempersilahkan semuanya untuk megambil makanan yang di hidangkan. Dan mereka semua menikmati masakan Rana dan Gienka. Makan malam ini sangat luar biasa karena untuk pertama kali nya setelah sekian lama akhirnya mereka bisa makan bersama dengan Naufal.


*****


Sekitar 2 minggu kemudian.........


Naufal akhirnya sudah membaik dan sudah sembuh sehingga dia akan ikut kembali ke Indonesia bersama dengan Vino dan Arindah. Dan sekitar seminggu yang lalu Vitto, Rana, Sanne dan Vineet sudah pulang lebih dulu. Karena Vineet harus mengurus banyak hal untuk persiapan kelulusannya, begitu juga dengan Vitto, Rana dan Sanne yang harus kembali mengurus pekerjaan mereka. Sehingga mereka harus kembali lebih dulu. Walaupun Vineet masih ingin bersama kakaknya tetapi dia tetap harus kembali ke Indonesia. Karena saat itu kondisi Naufal belum membaik, sehingga Vino dan Arindah memutuskan untuk tetap tinggal di rumah Kyros dan Gienka sampai memastikan Naufal benar-benar membaik. Dan sebagian barang milik Naufal seperti pakaian, dan buku juga sudah di bawa oleh rombongan Vitto. Sebagian lagi di bawa hari ini. Dan untuk kenyamanan Naufal selama perjalanan, Vino juga kembali meminta bantuan Aditya dengan mengirimkan pesawat untuk membawanya pulang bersama Arindah dan Naufal. Mengingat Aditya punya pesawat pribadi dengan kamar di dalamnya sehingga nanti Naufal bisa istirahat dengan nyaman tanpa perlu lama-lama duduk.


Karena ini hari Minggu, Kyros libur dan dia akan mengantar Vino, Arindah dan Naufal ke airport bersama dengan Gienka. Mereka berlima keluar dari rumah. Dan Kyros mengernyit ketika melihat ada mobil Porsche berwarna biru di depan rumahnya. Karena dia tidak tahu itu milik siapa. "Mobil siapa??? Apa ada tamu???" Tanya Kyros pada Gienka yang ada di sebelahnya.


Vino tersenyum dan memberikan sesuatu pada Kyros, yang ternyata saat Kyros melihatnya itu adalah sebuah kunci mobil. "Ini kunci mobil siapa Uncle???" Tanya Kyros pada Vino.


"Itu adalah mobil untukmu dan Gienka, hadiah dari Uncle dan kami semua... Ini pilihan Vitto, dia memilihnya untukmu sebelum. pulang.. "


"Hadiah untuk kalian berdua karena kami sudah merepotkan kalian selama lebih dari satu bukan ini, kalian memberi tempat tinggal yang nyaman dan menerima kami dengan sangat baik disini... " Ucap Arindah.


"Ya Tuhan... Kenapa harus memberi hadiah segala??? Kalian adalah keluarga kami juga, jadi memang seharusnya kami memperlakukan kalian dengan baik... Tidak perlu membalas dengan hadiah mewah seperti ini.. "


Vino memegang pundak Kyros dan tersenyum. "Ky... Uncle harap kau jangan menolak ini, karena uncle tidak tahu harus memberimu hadiah apa yang pantas, karena kau dan Gienka lah kami bisa menemukan harta karun kami yang sangat berharga di dunia ini yaitu Naufal.. Jika kau dan Gienka tidak tinggal disini dan jika saja kalian berdua tidak menerima kedatangan Vitto, Rana, Sanne dan Vineet disini, mungkin kami tidak akan pernah bertemu dengan Naufal lagi..."


"Uncle... Kalaupun Uncle dan Aunty di takdirkan untuk bertemu Naufal pasti akan tetap di pertemukan dengan cara yang lain...? Dan ini mungkin hanya kebetulan saja, Naufal datang mengantar pizza kesini.. " Ucap Kyros.


"Aku tahu Tuhan sengaja menjadikan kalian berdua sebagai jembatan untuk kami bisa menemukan Naufal, jasa kalian luar biasa untuk kami semua, ini hadiah untuk kalian, dan uncle akan memikirkan juga hadiah untuk Aditya nanti karena menyarankan Vitto menginap disini, please jangan di tolak, kalian harus menerima nya.. Besok Gienka juga sudah mulai bekerja kan?? Dia pasti butuh kendaraan untuk pulang pergi... "


Kyros tersenyum dan memeluk Vino. Mengucapkan Terima kasih atas hadiah yang sudah di berikan oleh teman baik Apap nya itu. Padahal seharusnya tidak perlu seperti ini. Kyros tahu mobil ini harganya sangat mahal sekali.


"Kalian bisa memakai nya nanti kalau sudah dari bandara, karena hanya ada dua kursi penumpang di mobil itu, jadi tidak muat untuk kita berlima.. Hehehe" Vino tertawa dan yang lainnya juga tertawa. Mereka pun memasukkan barang-barang ke bagasi mobil Kyros sendiri. dimana memang bisa muat untuk 5 orang. Lalu mereka pergi ke bandara dengan Kyros yang mengemudikannya.


***


Dan sampailah mereka di bandara. Semua koper di turunkan. Kyros membantu Vino. Setelahnya Vino berpamitan  dan mengucapkan Terima kasih kepada Kyros dan Gienka atas apa yang sudah mereka lakukan dan penyambutan yang luar biasa selama mereka disini. Kyros memeluk Vino dan juga mencium tangan Arindah. Hal yang sama juga di lakukan Gienka. Lalu Kyros memeluk Naufal.


"Kau harus menikmati waktumu di Indonesia, mereka semua akan membantumu mengingat masa kecilmu... Banyak teman kita di sana yang tidak sabar untuk bertemu denganmu... "  Ucap Kyros. Dia meminta Naufal untuk menikmati waktunya dengan baik di Indonesia karena di sana teman-teman yang lain juga sudah menunggu untuk bertemu dengannya dan akan membantunya mengingat kenangan masa kecil mereka.


"Terima kasih Ky, kau sangat berperan dalam hidupku, sedih rasanya berpisah denganmu, aku pasti akan sangat merindukan mengobrol denganmu... " Naufal mengucapkan Terima kasih kepada Kyros dan mengatakan bahwa Kyros orang yang sangat berharga dalam kehidupannya. Dia akan sangat merindukan berbincang dengan Kyros.


"Jangan khawatir, bulan depan aku akan kembali ke Indonesia karena adik ku akan menikah, kita akan bertemu lagi di sana. Jaga dirimu baik-baik ya.. " Kyros memberitahu Naufal agar tidak perlu khawatir bulan depan dia akan pulang karena adiknya akan menikah. Sehingga nanti pasti akan bertemu lagi dengannya.


"Ya, aku akan menunggumu pulang, kau juga jaga dirimu baik-baik, dan jaga istrimu, semoga kalian selalu bahagia.. " Naufal akan menunggu. Dia meminta Kyros untuk menjaga diri dengan baik, menjaga Gienka dan mendoakan mereka bahagia selalu.


"Ya Terima kasih, selamat menikmati waktu mu bersama keluarga dan orang-orang yang kau cintai.. " Ucap Kyros. Kemudian melepaskan pelukamnya pada Naufal. Dia berharap Naufal menikmati waktunya dengan baik bersama keluarga nya disana dan orang-orang yang menyayangi nya. Gienka kemudian menyalami Naufal dan mengatakan hal yang sama seperti Kyros, agar Naufal bisa menikmati kebersamaan dengan keluarganya dan mendo'akan Naufal agar betah tinggal disana.


Vino, Arindah dan Naufal pun mengucapkan sampai jumpa pada Kyros dan Gienka. Kemudian mereka masuk ke bandara.