My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Ethan ada Disini



"Identitas palsu????" Gumam nyonya Haidee.


"Ceritanya sangat panjang." Gumam Vino.


Naufal mengulurkan tangannya dan menyalami Nyonya Haidee. "Naufal Prakarsa. Chief Executive Office Prakarsa Corporate." Ucapnya dengan suara tegas. Naufal juga menyalami Steven. "Senang bisa bertemu dengan kalian lagi." Naufal tersenyum tipis.


"Kau sudah mengenal mereka???" Tanya Vino pura-pura terkejut. "Ah iya, kau sudah lama tinggal disini sebelumnya. Baguslah kalau sudah saling mengenal."


Naufal tersenyum kepada Papa nya. "Sudah Pa, kami sudah mengenal baik. Sangat baik."


"Bagus kalau begitu."


Nyonya Haidee tersenyum. "Mari silakan." Ucapnya mengajak Naufal dan Vino serta Vitto dan Seindah masuk ke dalam kantor itu.


Naufal berjalan beriringan dengan Vino. Ada rasa enggan sebenarnya tetapi dia ingat kata Mama nya bahwa sekarang dia harus bisa menunjukkan harga diri kepada orang-orang yang dulu pernah merendahkannya. Ini saatnya membungkam mereka dengan cara yang tepat. Menunjukkan kebanggaan bahwa ucapan mereka terhadapnya dulu bisa terpatahkan oleh apa yang di miliki nya sekarang.


Mereka masuk ke dalam lift untuk menuju ruang meeting yang ada di lantai paling atas. Suasana hening. Baik Steven ataupun Nyonya Haidee tidak mengatakan apapun, mereka berdua benar-benar terkejut sekali dengan apa yang saat ini ada di hadapannya. Ethan yang dulu mereka hina sekarang penampilannya berubah drastis. Mereka masih bingung apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa tadi Vino mengatakan identitas palsu. Apa maksudnya.


"Ethan.. Eh maksud saya Naufal, saya tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan anda disini. Sudah lama kita tidak bertemu." Ucap Nyonya Haidee kemudian.


"Karena anda yang membuat saya harus meninggalkan Seattle." Sahut Naufal.


Jawaban itu membuat Nyonya Haidee langsung terdiam. Dan hal itu juga memicu Vino, Vitto dan Arindah langsung mengarahkan pandangannya ke arah Nyonya Haidee. Tetapi mereka memilih diam dan tidak menanggapi apapun.


"Ah tidak begitu juga... Ada kesalahpahaman saja di antara kita." Gumam Nyonya Haidee kemudian sembari mencoba tetap tersenyum. Pintu lift terbuka dan Nyonya Haidee mencoba mengalihkan dengan mengajak mereka untuk.berjalan menuju ruang meeting. Kemudian mereka masuk ke dalam ruang meeting itu. Dengan sopan Nyonya Haidee mempersilahkan mereka duduk. Dan di atas meja sudah ada beberapa map berisikan berkas perusahaan mereka.


"Oh iya, disini istri saya akan menjadi sekretaris kami bertiga, dia yang akan mencatat semuanya." Ucal Vino. "Ini sudah sering di lakukan olehnya ketika aku mengajaknya pergi untuk meeting di luar, aku jarang mengajak sekretaris ku." Lanjut Vino.


"Oh tidak masalah sama sekali Tuan Vino." Sahut Nyonya Haidee.


Mereka kemudian duduk dan mengambil berkas yang sudah di siapkan di meja. Naufal membuka nya dan mulai membaca laporan yang ada di dalam sana. Naufal harus membaca dengan seksama supaya dia nantinya tidak salah mengambil langkah dan dia harus berhati-hati, tugas yang di berikan Papa nya cukup berat dan dia tidak boleh terlihat memalukan.


Di tengah keheningan itu, ada dua orang perempuan masuk dan mengantarkan minuman untuk tamu mereka. Salah seorang di antara mereka cukup terkejut ketika melihat ada Ethan di antar tamu nya itu. Dia dulu adalah sekretaris Leona yang biasa membantu Kaia untuk menghandle pekerjaan Leona dan beberapa kali dia pernah melihat dan bertemu dengan Ethan tentu saja, mengingat Ethan dulu bodyguard sekaligus supir Leona. Dan dia masih bekerja di kantor ini sebagai asisten sekretaris nya Nyonya Haidee. Kaia di pecat oleh Nyonya Haidee tetapi tidak dengannya, sehingga sampai sekarang tentu dia masih berada dan bekerja disini. sayangnya Ethan terlalu fokus dengan berkas nya sehingga tidak menyadari nya.


Setelah menyajikan minuman, dia dan temannya keluar dari ruangan meeting. Dan menutup kembali pintu itu. "Apa itu tamu kita yang akan meninjau untuk take over perusahaan ini???" Tanya nya pada temannya.


"Tentu saja, kan kita sudah di beritahu sebelumnya, kau ini bagaimana???"


"Mereka berempat??? Tiga laki-laki itu dan wanita itu???"


"Iya, kau sih tadi sibuk disini dan tidak ikut menyambut mereka."


"Bagaimana aku mau menyambut mereka, aku kan harus menyiapkan ruang meeting dan lainnya disini."


"Dua laki-laki dewasa itu adalah Arvino dan Vittorio Prakarsa, mereka bersaudara dan tentu saja menempati posisi tertinggi di perusahaan mereka, sedangkan yang muda dan juga tampan itu adalah anaknya, dan apa kau tahu, dia adalah CEO perusahaan itu. Keren sekali kan??? Tampan dan gagah sekali dan dia seorang CEO. Namanya Naufal Prakarsa."


"Naufal Prakarsa???"


"Ya, tapi tadi Nyonya Haidee sempat menyebut nama Ethan, tapi Tuan Arvino menyela dan mengatakan jika Ethan adalah identitas palsu nya, yang sebenarnya adalah Naufal Prakarsa, aku bingung sebenarnya tapi itu yang aku dengar. Nyonya Haidee mengenalnya dengan Ethan mungkin."


Teman Kaia itupun terdiam. Dia juga bingung tetapi memaklumi karena temannya ini memang baru beberapa bulan bekerja disini sehingga tidak tahu dan tidak mengenal Ethan.


Naufal mengangkat kepala nya dan memandang ke arah Nyonya Haidee yang duduk berhadapan dengannya. "Jadi perusahaan ini adalah atas nama kalian berdua????" Tanya Naufal.


"Iya, kami memiliki nya bersama. 51% atas nama Pak Steven, dan 49% atas nama saya." Jawab Nyonya Haidee.


"Pantas saja semua nya sekarang dalam keadaan yang sangat buruk sekali. Kalian mengelolanya dengan tidak baik. Laporan keuangan yang kacau, dan pemasukan serta pengeluarannya tidak seimbang." Ucap Naufal dengan berani dan tidak merasa canggung. "Kenapa tidak meminta CEO sebelumnya untuk kembali mengurus perusahaan ini???" Tanya Naufal. Dia sepertinya belum tahu jika Steven dan Leona batal bertunangan dan batal menikah.


"Dia menolak." Sela Nyonya Haidee.


"Itu pasti karena anda yang mempengaruhi nya atau mungkin karena anda menjebak dan menipu nya seperti yang dulu anda lakukan kepada saya."


Vino dan Vitto saling melempar pandangan dan tersenyum mendengarkan ucapan Naufal pada Nyonya Haidee. Vino senang karena sepertinya istrinya bisa meyakinkan putranya itu untuk bisa bersikap tegas seperti ini.


"Seandainya tidak mampu untuk menjalankannya dengan baik, maka jangan memaksa untuk bisa melakukannya, setidaknya pahami dulu dan pelajari tugas seperti apa yang akan kalian hadapi untuk mengelola perusahaan sebesar ini. Sayang sekali, perusahaan yang sebelumnya mentereng di posisi pertama sekarang harus mengalami hal seburuk ini." Ucapan Naufal itu membuat senyum. Nyonya Haidee langsung menghilang. Ucapan itu cukup untuk mencela keangkuhan dari Nyonya Haidee selama ini. Meski Naufal tidak tahu bagaimana bisa akhirnya perusahaan jni bisa atas nama Nyonya Haidee, dan bagaimana Leona bisa melepaskannya. Naufal masih berpikir bahwa Leona saat ini mungkin sudah menikah dengan Steven atau dalam ikatan Steven. Naufal saat ini hanya ingin fokus pada pekerjaannya saja dan dia tidak mau terlalu mempertanyakan hal pribadi mengenai Leona.


Pertemuan itu kemudian di lanjutkan dengan obrolan dan menanyakan semua mengenai perusahaan ini. Baik Vino dan Vitto juga turut bertanya mengenai beberapa hal sebagai pelengkap peninjauan mereka.


Sementara itu, di tempat lain. Kaia sibuk memilih beberapa buah-buahan di supermarket. Saat ini dia berada di Seattle karena Leona kemarin mengajaknya untuk ke Fine Line. Leona ingin menikmati waktu nya dan beristirahat sebentar dari kesibukan di restoran nya. Leona butuh merefresh otaknya dan juga rindu dengan ketenangan Fine Line. Kaia akhirnya mengabulkan keinginan Leona karena memang sejak mereka pindah ke Portland, mereka belum pernah ke Fine Line lagi.


Leona lupa membawa vitamin nya sehingga Kaia memutuskan untuk pergi dan membeli vitamin untuk sahabatnya itu sekaligus berbelanja untuk kebutuhan beberapa hari selama di Fine Line.


Troli belanjaannya sudah hampir penuh, Kaia mengambil sekotak stroberi dan juga satu buah semangka besar. Memasukkannya ke kerangjang dan dia mendorongnya troli itu ke kasir dan akan membayarnya.


Kaia berdiri menunggu belanjaan nya selesai di hitung dan tiba-tiba ponselnya berbunyi. "Caroline???" Gumam Kaia mengerutkan dahi nya. Kemudian mengangkat telepon dari temannya itu. Sudah lama Kala tidak berhubungan dengan Caroline. "Hai....???" Sapa Kaia.


"Hallo Kai. Bagaimana kabarmu???? Lama sekali kita tidak berkomunikasi. Kau dimana sekarang???"


"Mana mungkin, kau partnert luar biasa untukku."


"Kau bisa saja. Tumben menghubungi ku.."


"Iya, aku jadi tiba-tiba mengingat mu. Oh iya bagaimana kelanjutan hubungan Nona Leona dengan Ethan???" Tanya Caroline.


Kaia mengernyit. "Kenapa kau tanya itu??? Apa atasanmu yang menyuruhmu menanyakannya???" Tanya balik Kaia.


"Ah tidak sama sekali Kai. Hanya saja aku baru saja melihat Ethan."


Kaia langsung terlonjak. "Melihat Ethan???? Dimana??? Katakan dimana kau melihatnya.???" Tanya Kaia dengan cepat.


"Dia ada disini."


"Ada disini dimana??? Yang jelas!!!"


"Di kantor."


"Kantor mana???" Tanya Kaia kemudian dia meminta kasir agar cepat menyelesaikan menghitung belanjaannya.


"Ya di Haidee Enterprises lah, memangnya kantor mana??? Aku kan masih bekerja disini."


"Haidee enterprises????"


"Ya, dia datang untuk meninjau perusahaan ini, dia datang bersama dengan orang tua nya, dan apa kau tahu dia ternyata CEO dari perusahaan yang akan melakukan take over disini, sekarang sedang ada di ruang meeting. Memangnya kau tidak tahu???"


"Carol, tolong tahan dia sebentar saja, aku akan segera kesana."


"Menahannya???? Maksudnya???"


"Jangan biarkan dia pergi dulu, aku harus bertemu dengannya. Tolong tahan dia. Tolong ya???"


"Bagaimana caranya??? Aku tidak berani, aku juga tidak terlalu mengenalnya, dia disini tamu."


Kaia memberikan kartu kreditnya oada kasir untuk membayar belanjaannya. "Oke begini saja, tolong infokan kalau dia keluar dari sana, aku akan sampai setengah jam disana, aku benar-benar butuh bicara dengannya. Tolong sebisa mungkin tahan dia jika dia ingin pergi, tolong aku Carol tolong???"


"Dia ada disini baru sekitar satu jam yang lalu Kai, aku rasa kalau kau ingin bicara kau masih ada waktu. Tapi bergegaslah..."


"Oke oke...... Aku akan segera kesana, tapi kalau dia keluar beritahu aku dan tahanlah jika bisa."


"Aku tidak janji untuk bisa menahannya, tetapi aku akan memberitahu mu jika dia sudah keluar."


"Terima kasih Carol untuk informasi mu, aku segera kesana." Kaia mematikan panggilannya dan kemudian mengambil kartu serta belanjaannya. Kaia mendorong troli berisi belanjaannya dengan cepat sambil berlari hingga orang-orang melihatnya. Kaia harus segera menemui Ethan, kapan lagi dia menemukan kesempatan ini. Dia harus bicara dengan Ethan dan memberitahu Ethan kondisi Leona. Meski bingung dengan apa yang di beritahu oleh Caroline mengenai kedatangan Ethan sebagai CEO, tetapi Kala tidak mau memikirkannya, yang terpenting dia harus bertemu Ethan lebih dulu. Sampai di tempat parkir, Kaia memasukkan belanjaannya dan langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan supermarket. Dia tidak boleh terlambat.


******


Naufal menutup berkas yang di pegangnya dan meletakkan nya di meja. "Baiklah pertemuan ini selesai disini, saya rasa sudah cukup untuk mengetahui beberapa hal tentang masalah perusahaan ini, perusahaan kami akan menghubungi kalian untuk keputusannya nanti, apa kalian layak untuk di bantu atau tidak, mengingat ada berbagai hal yang bisa kami jadikan pertimbangan." Ucap Naufal kemudian dia berdiri begitu juga Papa nya, Vitto dan Arindah. Nyonya Haidee juga Steven serta sekretaris mereka juga ikut berdiri. Naufal kemudian mengajak kedua orang tua dan Om nya untuk ke hotel. Dia merasa lelah dan ingin beristirahat. Keluarlah mereka dari ruangan meeting itu.


Kemudian mereka sampai di lobi, dan keluar dari lift berjalan menuju depan karena mobil sudah menunggu mereka di depan.


"Kami berharap perusahaan anda bisa membantu kami untuk menyelesaikan masalah ini." Ucap Steven ketika Naufal dan yang lainnya hendak masuk ke dalam mobil.


Naufal tersenyum. "Akan saya pertimbangkan, karena ada beberapa hal yang harus saya pertimbangkan untuk menyelamatkan perusahaan kalian, salah satunya adalah pertimbangan mengenai nyawa saya yang sudah dua kali hampir melayang karena anda." Naufal menunjuk ke arah Steven. Naufal tersenyum. "Penganiayaan, dan penusukkan yang anak buah anda lakukan pada saya. Lalu cara anda berdua mengusir saya dari kota ini, menipu dan mempermainkan saya, tidak menepati janji yang sudah anda buat sendiri. Setidaknya jadilah orang yang jujur supaya hidup kalian bermanfaat, minimal untuk diri kalian sendiri. Lalu berhentilah menghinakan orang lain supaya kalian suatu saat juga tidak di hinakan oleh orang lain." Ucap Ethan Vino, Arindah dan Vitto hanya memandnag tajam ke arah Steven dan Nyonya Haidee. Tatapan mengisyaratkan kemarahan mereka bertiga atas apa yang terjadi pada Naufal sebelumnya. Vino dan Arindah pun masuk ke dalam mobil di susul oleh Vitto dan Naufal. Mobil kemudian membawa mereka meninggalkan perkantoran itu.


***


Mobil berhenti di depan sebuah hotel yang letakknya memang tidak terlalu jauh dengan perusahaan itu. Petugas hotel membuka pintu mobil yang di tumpangi oleh Naufal dan keluarga nya itu. Vitto turun di ikuti oleh Naufal dan di susul Vino dan Arindah yang memang duduk di kursi belakang.


"Ethan..........!!!!!!!" Teriak seseorang.


Vitto dan Naufal langsung menoleh, dan Naufal melihat Kaia berlari ke arahnya. Ternyata sejak tadi Kaia mengikuti mobil Naufal sejak dari kantor. Kaia menunggu sejak tadi hingga akhirnya Ethan keluar dari kantor itu. Kaia ingin menghampirinya saat itu tetapi saat melihat Nyonya Haidee, Kaia mengurungkan niatnya. Selama ini nyonya Haidee tidak tahu jika Leona sdang hamil karena memang tidak pernah bertemu setelah kejadian itu. Kaia tidak mau nyonya Haidee kembali merecoki Leeona dan membuat Leona semakin stres sehingga Kaia memilih untuk mengikuti mobil yang di tumpangi oleh Ethan.


Naufal pun bergegas masuk ke dalam hotel untuk menghindari Kaia. Ini yang di takutkannya yaitu bertemu dengan orang-orang yang di kenalnya.


"Ethan......!!!! Aku butuh bicara denganmu...!" Teriak Kaia lagi tetapi Ethan sudah masuk ke dalam hotel. Vitto hanya diam melihat Kaia yang berlari ke arahnya. Hingga Kaia akhirnya menabrak Vino yang baru saja keluar dari dalam mobil. "Maaf Pak..." Ucap Kaia kemudian dia hendak masuk ke lobi hotel mengejar Naufal tetapi petugas keamanan langsung menahannya.


"Mohon anda jangan mengganggu kenyamanan pengunjung hotel, seperti nya beliau tidak ingin bertemu dengan Anda."


"Aku harus bicara dengannya." Kaia berusaha memaksa masuk. "Ethan.....!!! Tolong bisakah kita bicara sebentar." Teriak Kaia.


Vitto dan Vino tampak bingung. Arindah yang baru keluar dari mobil juga bingung.


Merasa frustasi Kaia pun kembali berteriak dengan kencang. "Ethan........!!!!! Leona hamil....!!! Setidaknya kau harus bertanggung jawab sebagai ayah dari bayi yang di kandungnya.....!!!" Teriak Kaia dengan sangat keras, membuat semua yang mendengarnya pun terkejut, termasuk Vino, Vitto dan Arindah yang ada di belakang Kaia.