
*****
Siang harinya.....
Leona memutuskan untuk tetap tinggal di Villa dan berniat jalan-jalan ke pantai besok atau nanti sore, dia sekarang sedang berenang di kolam renang sedangkan Tuan Haidee mengobrol bersama Ethan di Gazebo. Mereka bertiga benar-benar ingin menikmati ketenangan lebih dulu di area Villa.
,Ethan sedang menikmati segelas jus jeruk di depannya sedangkan Tuan Haidee menikmati secangkir teh chamomile. Tuan Haidee melirik ke arah Ethan, setiap melihat Ethan dia merasa sagat bersalah. Selain itu dia juga sebenarnya penasaran dengan keluarga atau orang tua kandung Ethan. Masa kecil Ethan pasti sangatlah sulit, ia terpisah dari keluarga kandungnya lalu di diadopsi oleh orang tua baru tetapi orang tua barunya itu juga meninggal dunia dalam kecelakaan yang diakibatkan oleh istrinya yaitu nNyonya Haidee dan Ethan pasti harus melewati masa kecilnya hingga remaja di Panti Asuhan kemudian menjalani hari-harinya dengan bekerja sembari berkuliah. Semua itu pasti berat sekali.
Ethan pasti mengalami banyak kesulitan bahkan mungkin sampai saat ini. Tuan Haidee merasa bersalah dan ingin membantu Ethan untuk menemukan keluarganya yang sebenarnya, tetapi masalahnya Tuhan Haidee masih sangat minim informasi, ia tidak tahu asal muasal Ethan berasal dari mana begitu juga dengan keluarganya berasal dari negara ini atau dari negara lain. Kalaupun dari negara lain, dari negara mana. Tuan Haidee juga bingung bagaimana ia harus menjelaskan segalanya kepada Ethan atau tetap menyimpan rahasia besar itu selamanya sendirian. Dia takut jika memberitahu Ethan, itu akan melukai hati Ethan dan Ethan bisa saja meninggalkan Leona. Jika hal itu terjadi tentu Leona akan merasa sakit sekali jika kehilangan Ethan.
“Ethan!!! Apa kau pernah mengunjungi makam kedua orang tuamu???” tanya Tuan Haidee.
Ethan menoleh dan tersenyum memandang Tuan Haidee. “tentu saja, sesekali saya datang untuk meletakkan bunga di atas makam mereka berdua.” Jawab Ethan.
“Ya sangat rindu sekali. Merindukan kasih sayang nyatanya saya tidak mengingat apapun tentang mereka. Ingatan saya begitu sulit, satupun tidak ada yang saya ingat, sehingga saya tidak tahu bagaimana rasanya memiliki orang tua sejak kecil. Ya mungkin karena benturan yang begitu keras saat itu, sehingga saya tidak ingat apapun tentang mereka, sangat disayangkan tetapi saya memiliki keyakinan bahwa mereka dulu sangatlah mencintai dan menyayangi saya.” Ethan meminum lagi njus jeruknya.
“Apakah seluruh ingatanmu memang benar-benar hilang Ingatan masa kecilmu???” Tanya tuan Haidee lagi.
Ethan mengganggukan kepalanya. “Saya tidak ingat apapun tetapi ada kalanya saya melihat bayangan atau sekedar mimpi yang saya tidak mengerti maksudnya apa. Tentang suara orang tetapi wajah mereka tidak terlalu jelas dan mereka mengatakan hal yang tidak pernah saya mengerti bahkan sampai saat ini saya mencoba untuk mencari tahu dan mengerti maksud dari mimpi dan gambaran-gambaran itu tetapi saya tidak pernah menemukannya.”
“Gambaran seperti apa jika aku boleh tahu atau mungkin suara seperti apa yang kau dengar di mimpimu atau bayanganmu itu??”
“Saya juga tidak mengerti, semua nya sangat tidak jelas, saya hanya melihat diri saya waktu kecil dikelilingi oleh orang-orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya, bahkan wajah mereka juga bukanlah wajah orang tua saya. Itulah kenapa sampai sekarang saya juga bingung apa itu hanya sebuah mimpi biasa atau gambaran-gambaran yang sampai saat tidak saya mengerti dan gambaran-gambaran itu hanya muncul di saat tertentu, semisal ketika saya sedang makan sesuatu dan saya merasa sebelumnya saya pernah memakan itu padahal itu pertama kalinya menurut saya. Saya memakan makanan itu atau sat mencium bau-bau tertentu, tapi saya tidak asing dengan rasa dan bau nya. Ya itu hanya salah satu dari sekian banyak hal yang terkadang muncul atau terkadang terasa tiba-tiba, tetapi saya tidak mengerti. Tetapi ngomong-ngomong kenapa anda menanyakan hal itu kepada saya??” Tanya Ethan pada Tuhan Haidee.