
Setelah selesai makan malam, Gemma dan Ethan membersihkan peralatan makan yang tadi mereka gunakan.
"Kau ingin kopi???" Tanya Ethan.
Gemma menggeleng. "Tidak...." Jawabnya.
"Teh???" Tanya Ethan lagi.
.
"Tidak...!" Jawab Gemma lagi. Perempuan itu mencuci tangannya yang terkena sabun. Lalu mendekat ke Ethan yang mengelap piring yang baru saja di cuci agar kering. "Aku ingin ini???" Ucap Gemma yang langsung memeluk Ethan dan mencium bibir lelaki itu. Ethan terkejut tetapi kemudian sadar, dan dia membalas ciuman Gemma.
Bibir itu mulanya terasa dingin, menyentuh bibir Gemma yang lembut. Mengecupnya dengan lembut. Lalu sisi bibir Ethan mulai membuka bibir Gemma, dan memagut bibir bawah perempuan itu. Eghan menyesapnya dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Ethan membimbing lengan SmGemma supaya merangkul lehernya, lalu memeluk Gemma erat-erat dan meIumat bibirnya.
Ciuman Ethan sangat luar biasa, semula dingin lalu panas membakar. Lelaki itu meIumat bibir Gemma dengan kehausan, mencecap seluruh sudutnya dengan bibirnya. Ketika bibir Gemma membuka, lidahnya meneIusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Gemma dan berjaIinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat.
Ketika Ethan melepaskan kepalanya, matanya yang dalam bertatapan dengan mata Gemma, penuh gaiirah,
"Apa kau menginginkannya lagi??" Bisiknya dengan suara parau membuktikan kalau lelaki itu sedang terbawa gaiirahnya.
Tentu saja Gemma tidak menolak, dia memang sedang menginginka Ethan. Mata Ethan begitu dalam, menghipnotisnya, dan Gemma seolah tenggelam di sana, kehilangan daya dalam jebakan sensual yang luar biasa panas.
Ethan mengangkat tubuh Gemma seolah Gemma sangat ringan, lalu membawanya ke tempat tidur.
Kesan pertama Gemma tadi atas apartemen Ethan adalah kamar itu rapi. Nuansanya putih tetapi Sangat lelaki.
Tubuh Gemma dibaringkan oleh Ethan dengan lembut di atas seprai sutra berwarna putih. Dan lelaki itu lalu berbaring di sebelahnya, memeluknya.
"Aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau. Kau ingin lanjut atau sampai di sini??" Tanya Ethan lagi.
Ethan mengangkat dagu Gemma supaya menatap matanya yang dalam, "Kau bisa pergi kalau kau berubah pikiran. Tetapi kalau kau memutuskan iya. Maka kau tidak bisa mundur lagi."
Gemma menatap Ethan dan berpikir sejenak. Lalu menganggukkan kepala nya. Suasana malam ini begitu mistis, dan Gemma sudah mulai ternggelam ke dalam godaan sensuaI. Dia siap untuk berhubungan lagi dengan Ethan setelah tadi pagi mereka juga melakukannya.
Ethan sepertinya membaca penerimaan dari mata Gemma, lelaki itu mengerrang, lalu meIumat bibir Gemma lagi dengan bergaiirah, Iumatannya tidak ditahan-tahan lagi. Lelaki itu melahap seluruh bibir Gemma, menjiIat dan memainkannya dengan Iidahnya, mencecap rasanya.
"Ah ya Ampun, akhirnya aku mendapatkanmu lagi..."
Ethan mengerrang parau. Jemarinya bergerak dan menurunkan gaun Gemma, terus menurunkannya sampai ke pinggang, melepaskan brra Gemma dengan cekatan sehingga buah daada Gemma yang raanum terpampang di depannya,
"Ethan please...Oh my gosh..." Gemma mengerang merasakan rasa panas menyerangnya, di putiingnya yang sekarang menegak kaku dan pay*daranya yang mengeras, rasa panas itu membakarnya, membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
Ethan mengangkat kepalanya dan tersenyum menggoda, "Kau suka ya??" senyumnya polos dan sensuaI. Lelaki itu menjiIat putiing Gemma sambil lalu kemudian meniupnya lembut.
"Oh.. ya Ethan... yaa... aku sangat menyukai nya, jangan berhenti.." Gemma mengerang putus asa, putiingnya mengencang dan mendamba. Mendambakan bibir Ethan yang panas dan lidahnya yang menggoda.
Dan Ethan mengabulkan permintaannya, tidak mau membuat Gemma tersiksa lama-lama. Lelaki itu menundukkan kepalanya lagi, lalu mengisap putiing Gemma dengan penuh gaiirah, memuja pay*dara Gemma bergantian, membuat tubuh Gemma menggeliat dan melengkungkan punggungnya mendamba.
Jemari Ethan bergerak dan menuju pusat gaiirah Gemma, tempat di mana rasa panas itu terus muncul ketika puttingnya dihisap dengan penuh gaiirah oleh Ethan. Jemari itu menelusup menyingkap ceIana daIam berendanya, dan menyentuh kewaniitaannya. Dengan ahlinya Ethan menggerakkan jarinya, menelusuri hati-hati dan menemukan titik paling sensitif di tubuh Gemma.
Jemari Ethan mengusapnya pelan dan tubuh Gemma seakan disetrum oleh listrik, dia mengigit bibirnya dan mengerang. Mata Ethan mengamati setiap reaksi Gemma dengan penuh gaairah. Jemarinya menggoda lagi, kali ini menggesek titik sensitif Gemma dan kemudian melakukan usapan memutar. Erangan perempuan itu makin kencang, membuat mata Ethan berkabut penuh gairah.
"Aku tidak percaya kau mau menginginkannya lagi..."
Lelaki itu menunduk ke telinga Gemma dan berbisik parau,
"Biarkan aku memuaskanmu." Dicuumbunya telinga Gemma membuat gadis itu menggeliat penuh gaairah. Dan kemudian dengan cekatan Ethan meneIanjangi Gemma, membuat Gemma terbaring tanpa busaana di atas kasur berseprai putih. Tampak siap dan menggairahkan bagaikan Dewi Amor yang dikirim dari khayangan untuk memuaskannya.
Ethan tak tahan lagi, kepalanya pening oleh gaaira. Ethan akan terus menggoda Gemma.
Sampai tiba saatnya tubuh perempuan itu tidak akan mampu menolaknya dan otaknya tidak mau bekerjasama lagi.
Dengan penuh gairrah dan keahlian, Ethan mencuumbu Gemma, bibirnya ada di mana-mana, meninggalkan jejak panas dan basah di seluruh tubuh Gemma, di lehernya, pundaknya, pay*daranya, perutnya, pinggulnya, dan... Gemma menjerit ketika bibir yang panas itu menyentuh kewaniitaannya.
Lelaki itu mencumbu kewaniitaannya tanpa ampun, memujanya. Menggunakan bibir dan Iidahnya untuk menggoda Gemma. Lidah Ethan mengusap titik paling sensitif di kewaniitaan Gemma dan kemudian lelaki itu menghisapnya, membuat Gemma memekik atas sensasi yang dirasakannya.
Ketika Ethan memutuskan bahwa Gemma sudah sangat basah dan siap untuknya, lelaki itu melepaskan pakaiannya hingga teIaanjang di depan Gemma. Gemma menatap Ethan dengan malu, pipinya merona, menyebar dengan cepat ke tubuhnya, Ethan ampak sangat.... jantan.... oh Astaga...
Ethan perlahan menyatukan miliknya ke dalam milik Gemma. membenamkan dirinya dalam-dalam di diri Gemma, menyatu sepenuhnya. "Aaahhh... "
Milik Ethan begitu besar di dalam sana hingga memenuhi milik Gemma, membungkusnya dalam kehangatan yang rapat dan panas. "Ethan... Astaga..."
Ethan tersenyum, dia kemudian menggerakkan tubuhnya. Semula pelan, lalu dengan ritme yang makin cepat, sesuai dengan gaiirah mereka yang makin cepat dan napas mereka yang makin tersengal. Mereka saling menikmati satu sama lain.
"Oh ya ampun, kau rapat sekali Gemma... kau membungkusku dengan begitu rapat..." Ethan berbisik parau penuh gaiirah, ketika mereka sudah hampir mencapai puncak. Pinggul Gemma bergerak mengikuti Ethan membiarkan lelaki itu membawanya ke puncak. Sensasi gerakan tubuh Ethan pada penyatuan tubuh mereka luar biasa nikmatnya. Gemma akhirnya memejamkan mata ketika dia mencapai puncak itu, meledakkan dirinya dalam kenikmatan yang tak bisa dia ungkapkan, membuatnya melayang dan meleleh sekaligus.