My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
98%



Malam harinya.....


Setelah melakukan test DNA, Ethan kembali beristirahat di ruang perawatannya. Vineet dan kedua orang tua nya sedang pergi keluar untuk makan malam, Ethan meminta mereka untuk pergi bertiga. Awalnya mereka ingin meninggalkan Vineet agar bisa menjaga nya, tetapi Ethan menolak dan menyuruh Arindah dan Vino mengajak Vineet sekalian. Dia akan langsung tidur dan memastikan tidak akan butuh sesuatu. Akhirnya Vino, Arindah dan Vineet pergi bertiga untuk mekan malam di restoran sekitar rumah sakit agar tidak terlalu lama meninggalkan Ethan sendirian.


Ethan berbaring dan memandang nyalang ke langit-langit kamarnya. Dia sudah melakukan test DNA dengan Mama nya Vineet. Ethan sejauh ini masih belum yakin bahwa dia tenyata memiliki keluarga kandung, dan orang tua yang selama ini dia anggap sebagai orang tua nya ternyata adalah orang tua angkat. Dan Ethan juga tidak menyangka bahwa dia di jual dan di beli oleh mereka. Ethan sama sekali tidak menyangka, dia enggan mempercayai tetapi laporan dari berkas yang dia baca teleh menjelaskan semuanya. Kalaupun seandainya Vino dan Arindah bukan orang tua nya maka Ethan yang pasti akan menemukan orang tua kandungnya nanti. Tetapi jika kedua nya adalah orang tua kandungnya, Ethan masih bingung harus bagaimana, senang karena akhirnya dia bertemu dengan keluarga nya dan selama ini dia menganggap dirinya sebagai yatim piatu tetapi ternyata dia masih memiliki orang tua kandung yang juga mencarinya selama bertahun-tahun. Selain itu Ethan juga bingung dengan keadaan saat ini yang seolah mendadak berubah dan tanpa dia duga sebelumnya.


Di tengah lamunannya, tiba-tiba pintu terbuka, Ethan berpikir mungkin itu perawat tetapi dia mengernyit ketika mendapati seorang laki-laki yang tidak dia kenal langsung masuk ke ruang peawatannya. "Cari siapa???" Tanya Ethan.


Lelaki itu menatapnya tajam dan mendekat ke arahnya. "Jangan banyak bertanya, diamlah dan dengarkan aku." Ucapnya dengan suara pelan tetapi mengancam.


Ethan mengernyit dan berpikir mungkin orang ini salah masuk kamar.


"Kalau kau ingin Leona selamat, maka kau harus meninggalkannya, dan jangan temui dia lagi.!!!"


Ethan terlonjak. "Apa....????"


"Dia akan menikah dengan tuan Steven jadi kau jangan mengganggu nya lagi. Sekarang dia sudah tidak memiliki apapun lagi dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Nyonya Haidee sudah memecat semua bodyguardnya termasuk perempuan bernama Kaia. Bahkan Nyonya Haidee sudah mengusir Kaia dari kota. Sekarang Leona tidak akan memiiliki siapapun untuk menolongnya, dan kau harus melupakannya, jangan ganggu hidupnya atau Nyonya Haidee akan menghancurkannya."


Mendengar itu, Ethan langsung waspada. Dia mengerti bahwa laki-laki ini pasti di kirim oleh Mama nya Leona. "Kau piki aku takut dengan ancamanmu???? Yang menentukan hidup Leona adalah dia sendiri, bukan kau, Steven atau Mama nya." Ucap Ethan. "Pergilah dari sini, atau aku akan memanggil perawat supaya mengusirmu." Ancam Ethan.


Lelaki itu menatap tajam Ethan. Dan dia mengambil sesuatu dari saku celana nya. Ethan langsung waspada. Tetapi sedetik kemudian, lelaki itu mengeluarkan sebuah ponsel. Dan menunjukkannya pada Ethan. Dimana ponsel itu memutar video. Leona yang sedang di ikat dan Leona duduk di sebuah kursi, terlihat Leona sedang menangis dan ingin berteriak tetapi mulut Leona di tutup dengan Lakban. Terlihat juga seorang laki-laki mencambuk Leona dengan ikat pinggang. "Leona..???" Gumam Ethan. "Apa yang kalian lakukan padanya???" Tanya Ethan.


Lelaki itu tersenyum miring. "Dia sekarang kami sekap, Nyonya Haidee sudah menyerahkannya pada Tuan Steven, dan seperti inilah kondisi nya sekarang. Dia sudah jadi tawanan tuan Steven. Kalau kau ingin dia selamat dan baik-baik saja, lepaskan dan tinggalkan dia, jangan ganggu lagi kehidupannya, pergilah jauh dari tempat ini sehingga dia tidak bisa menemukanmu lagi."


"Biadaab kalian..... Berani sekali kalian menyiksa seorang perempuan...!!!"


"Ini akan berakhir kalau kau berjanji untuk pergi dari kota ini."


"Siapa kau sampai kau mencoba mengatur hidupku??? Jangan kau pikir kau bisa menakut-nakutiku. Aku sudha pernah tertipu satu kali, saat aku mau meninggalkan Leona, Nyonya Haidee berjanji kepadaku bahwa dia akan memberikan hak Leona, tetapi nyata nya setelah aku pergi, Leona tetap saja kehilangan semuanya, aku di tipu, dan kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Aku pasti akan membawa Leona pergi bersamaku nanti."


"Dasar bodoh!!! Kalau itu keputusanmu, maka itu artinya kau ingin melihat Leona tersiksa seperti ini terus, baiklah kalau begitu.." Lelaki itu berbalik badan dan pergi keluar meninggalkan ruangan perawatan Ethan.


Bersamaan dengan itu, ternyata Vino, Vineet dan Arindah juga berjalan di koridor untuk kembali masuk ke ruangan Ethan tetapi ketiga nya terkejut karena tiba-tiba melihat seorang laki-laki keluar dari kamar perawatan Ethan, dan laki-laki itu berjalan cepat meninggalkan ruangan itu. "Siapa dia??? Kok masuk di ruangan kakak???" Gumam Vineet.


Vino pun waspada dan langsung bergegas masuk ke ruangan Ethan untuk memastikan kondisi Ethan. Saat masuk, Ethan terlihat baik-baik saja dan berbaring. Ethan melirik ke arahnya ketika menyadari bahwa dia sudah datang. Ethan tersenyum.


"Siapa pria itu???" Tanya Vino.


Ethan tidak bisa mengatakan pada bahwa pria itu adalah pria jahat suruhan dari Leona. "Oh itu... Ehhh Dia salah kamar." Jawab Ethan asal-asalan.


Vino langsung menyadari bahwa Ethan sepertinya menyembunyikan sesuatu. "Kau yakin???"


Ethan tersenyum. "Iya, dia salah kamar, katanya ingin menjenguk saudara nya."


Vino tentu saja tidak bisa menerima penjelasan Ethan. Dia ingat bahwa Ethan baru mengalami tindakan kejaam dari orang-orang yang Vino sendiri tidak tahu siapa mereka, karena Ethan juga tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan detail. Sejauh ini Vino memilih untuk tidak mencaritahu lebih dalam. Arindah mengatakan padanya agar dia bisa menahan diri dan menghormati keputusan Ethan yang tidak ingin bercerita lebih jauh. Ethan butuh waktu dan mungkin merasa tidak enak atau tidak nyaman, mengingat mereka baru bertemu. Dan belum di pastikan juga jika Mereka adalah oang tua Ethan. Sehingga Ethan menganggap mereka orang luarr.


"Ya sudah kalau begitu, ini sudah malam, kau harus beristirahat supaya kondisi mu segera pulih." Gumam Vino kemudian.


Ethan mengangguk. Lalu Vino merapikan selimut Ethan dan membiarkannya untuk tidur meskipun hatinya merasa tidak tenang dan pasti ada yang tidak beres telah terjadi tadi.


****


Keesokan harinya.....


Arindah dan Vino menunggu untuk mengambil hasil tes DNA yang sudah di lakukan kemarin. Arindah berharap DNA nya cocok dengan Ethan. Kalaupun tidak dia berharap mungkin cocok dengan milik Reino. Arindah sudah siap untuk menemui Reino dan meminta kepada Reino untuk melakukan tes DNA dengan Naufal nanti nya. Tetapi Arindah yakin jika golongan darahnya sudah sama dengan Ethan sebelumnya, maka di pastikan bahwa mungkin DNA nya juga akan tepat jika di bandingkan dengan Reino.


Dan hari ini Ethan juga sudah di ijinkan untuk pulang. Sehingga Arindah dan Vino memutuskan akan mengajak Ethan untuk pulang ke rumah Kyros saja sambil membujuk Ethan untuk di ajak pulang ke Indonesia. Karena bagaimana pun nantinya jika Ethan memanglah Naufal, tentu Vino dan Arindah akan menyiapkan berbagai hal untuknya. Ethan adalah anak pertama yang tentu akan Vino berikan tanggung jawab dalam beberapa hal. Dan Vino juga ingin mengetahui apa saja yang selama ini di lakukan Ethan, pendidikannya hingga hal lainnya. Karena Vino tahu, Ethan selama ini sepertinya hidup dalam kesederhanaan. Dan Vino tentu ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk anaknya itu saat ini.


Setelah membaca itu, lutut Arindah terasa langsung lemas, dan dia terduduk di lantai. Vino segera menopang istrinya. Dan Arindah memeluk Vino sambil menangis. "Dia Naufal kita....!!!" Ucap Arindah dan airmata nya mulai membanjiri pipi nya. Dia benar-benar terisak di pelukan Vino. "Kita menemukannya... Dia Naufal kita....!!! Tuhan mendengar do'a kita.....!"


Vino mengusap punggung istrinya dan dia juga menangis hingga terisak. Masih tidak menyangka bahwa dia kali ini benar-benar menemukan Naufal nya, kesayangannya. Rasa cinta yang begitu besar kepada Naufal sejak dulu tidak pernah berubah meskipun Naufal bukan anak kandungnya. Tetapi Vino sangat mencintainya. Naufal adalah anaknya. Tuhan sudah mengabulkan semua keinginannya. Kali ini dia akan menjaga Naufal dengan baik dan tidak ingin kehilangan lagi untuk kedua kali nya. Keluarga nya benar-benar lengkap, Vineet akan sangat bahagia dengan ini karena putrinya itu sudah menemukan kakaknya.


"Mama Papa....!!!" Vineet tiba-tiba datang.


Vino dan Arindah berdiri. Lalu tersenyum, kepada putrinya. "Dokter ingin bertemu kalian.. " Ucap Vineet.


Arindah langsung memeluk putrinya dan kembali menangis. "Sayang... Hasilnya cocok... Ethan adalah adalah kakakmu.. " Ucap Arindah di selingkuh is akan penuh kebahagiaan.


"Apa...!!! " Seru Vineet. "Mama serius?????" Tanya Vineet.


"Ya.... Hasilnya 98% persen identik dengan Mama... " Jawab Arindah.


Vineet melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tua nya bergantian. Vino tersenyum. menganggukkan kepala nya. Tetapi kemudian dia langsung berlari meninggalkan kedua orang tua nya itu. Vino dan Arindah menyusul Vineet. Mereka tahu bahwa Vineet pasti akan kembali ke ruang perawatan Ethan dan akan memberitahu kakaknya itu tentang hasil test DNA kemarin.


Vineet masuk ke ruangan perawatan Ethan, dan dia langsung memeluk Ethan yang masih terbaring. "Vineet, ada apa denganmu???" Tanya Ethan bingung.


"Saya hanya ingin memeluk kakak saya...!" Jawab Vineet.


"Apa maksudmu???" Tanya Ethan lagi. Dia bingung tetapi kemudian dia melihat Vino dan Arindah masuk ke ruangan itu.


"Kau adalah Kakak ku, dan hasil tes DNA-mu dengan Mama sangat cocok, jadi kau memang saudaraku... Aku sangat senang akhirnya aku bisa memeluk dan menemukan kakak ku .. " Ucap Vineet. Dia merasa bahagia sekali karena sudah menemukan kakaknya.


"Ya Ethan, kamu memang anak kami yang hilang... Hasil tesnya 98% cocok.. " Sahut Vino.


Vineet melepaskan pelukannya dan menatap kakaknya yang diam tanpa ekspresi. "Bagaimana perasaanmu??? Apakah kau tidak senang bahwa kami adalah keluargamu???"  Tanya Vineet.


Ethan tidak tahu harus bagaimana. Dia bingung juga tidak menyangka bahwa dia masih memiliki keluarga. Selama ini dia selalu menganggap hidupnya sebatang kara. Tidak pernah sekalipun merasakan kasih sayang orang tua. Tidak tahu bagaimana rasanya hidup bersama orang yang terkasih. Dan tidak pernah membayangkan semua ini akan terjadi. Dan sejak dia di rawat di rumah sakit, dia benar-benar mendapatkan cinta dan perhatian yang begitu tulus dari Vineet dan keluarga nya. Dia merasakan bagaimana seorang anak di rawat oleh orang tua.


Dan sejak awal bertemu dengan Vineet, Sanne, Kyros, dan Gienka serta orang tua Sanne, Ethan merasa bahwa mereka begitu luar biasa baik, penuh cinta, ramah dan sangat peduli dengan sesama. Di tambah lagi kedatangan orang tua Vineet juga semakin menambah kekeluaegaan yang ada. Mereka saling menghormati dan menyayangi satu sama lain. Dan itu sering sekali Ethan bayangkan selama ini seandainya dia memiliki keluarga. Hal semacam itu yang ingin sekali dia rasakan.


Kemudian sekarang??? Ethan merasa bagai mimpi di siang bolong. Semua keinginannya dulu sekarang langsung di kabulkan oleh Tuhan. Dia masih memiliki keluarga, orang tua, adik dan saudara yang begitu luar biasa seperti mereka saat ini. Tidak sadar mata Ethan berkaca-kaca.


"Entahlah, aku masih sangat bingung... Tidak menyangka bahwa aku masih memiliki keluarga..." Gumamnya dan tiba-tiba dia menangis.


Melihat itu, Arindah lekas mendekat dan memeluk putranya. Dia juga seperti sedang bermimpi, tidak menyangka jika Tuhan mengabulkan do'a nya selama ini. Naufal sudah kembali kepada nya dan ada di pelukannya sekarang.


"Kami adalah keluargamu, aku adalah Ibumu, ini adalah Adikmu dan itu adalah Ayahmu..." Arindah menunjuk kepada Vineet dan Vino, memberitahu Ethan bahwa itu adalah adik dan Papanya. "Kami sangat merindukanmu, kau selalu ada dalam doa kami setiap saat, dan akhirnya kau kembali kepada kami... Terima kasih ya Tuhan karena telah mengembalikan anak ku ke pelukan ku lagi..." Arindah memeluk Ethan dengan erat dan penuh dengan keharuan. Doanya telah di dengar oleh Tuhan, dan dia sudah menemukan kembali putranya yang hilang.


"Aku ternyata masih memiliki keluarga, sejak dulu aku selalu yakin bahwa aku mungkin di takdirkan selalu hidup sendiri tanpa keluarga sejak kecil, tetapi ternyata.." Gumam Ethan tidak melanjutkan ucapannya. Dia menangis juga.


Arindah menyeka airmata di pipi Ethan lalu tersenyum bahagia. "Kau tidak akan hidup sendirian lagi... Kami akan selalu bersamamu..." Ucap Arindah. Ethan saat ini tidak akan sendirian lagi karena sekarang dia sudah bertemu dengan keluarga nya. "Apakah kau mau memanggilku Mama mulai sekarang, dan memanggilnya Papa?" Arindah meminta Ethan untuk memanggilnya Mama dan memanggilnya Vino Papa.


Ethan menganggukkan kepala nya seraya tersenyum. "Mama dan Papa, dan adik perempuanku, Vineet.."  Ucapnya.


Semua tersenyum dan mereka berempat kemudian berpelukan bersama-sama untuk pertama kali nya. Dulu sebelum Vineet lahir, mereka hanya berpelukan bertiga. Begitu juga saat Vineet lahir, Naufal sudah hilang hingga Vino dan Arindah berpelukan bertiga bersama Vineet. Tetapi kali ini, akhirnya mereka bisa bertemu dan berkumpul serta saling memeluk.


"Kami sangat merindukan putra kami." Ucap Vino.


Setelah moment haru itu, Vino dan Arindah pergi untuk menemui dokter. Meminta Vineet aga rame menjaga kakaknya.


***