My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Hamil



"Duduklah dan aku akan mengambilkan minum untukmu."


Kaia mengambilkan Leona air putih dan meminta sahabatnya itu untuk meminumnya. Leona pun kembali ke kursi makan dan Kaia memberi nya segelas air untuk di minum. Leona mengambil dan meminumnya.


Setelah minum, Leona sedikit merasa lebih baik tetapi perutnya masih terasa mual. Wajah Leona juga tampak pucat. Kaia menjadi khawatir. "Bagaimana??? Kau sudah merasa lebih baik???" Tanya Kaia.


"Aku masih merasa mual." Gumam Leona.


"Kita ke dokter ya??? Aku sangat mengkhawatirkan mu, beberapa hari ini kau tidak makan dengan teratur, jangan sampai kau kena tipes ataupun masalah lambung. Itu cukup berbahaya." Ujar Kaia.


"Iya, Kai benar, lebih baik ke dokter saja." Sahut Mama Kaia.


"Aku hanya mual biasa, nanti minum obat juga sembuh."


"Na, kita ke dokter saja."


"Baiklah....!!!" Gumam Leona.


"Sekarang coba makan apel ini, perutmu tidak boleh kosong."


Kaia memotong buah apel dan memberikannya pada Leona. Leona memakan apel itu sedikit, takut dia muntah lagi tetapi ternyata dia tidak muntah. Kaia pun memberikan apel itu pada Leona. Dan tersenyum.karena lerut Leona tidak menolaknya.


"Nona Leona, kau seperti perempuan hamil saja, dulu tante saat hamil Kaia juga seperti mu, menolak makanan lain tetapi saat mengkonsumsi buah, tante tidak memuntahkannya."


"Hamil??????" Seru Leona.


Mama Kaia tersenyum. "Iya, dulu ketika tante hamil Kaia seperti itu, tetapi tentu yang terjadi saat ini berbeda. Kau kan sedang tidak hamil."


Leona terdiam. Mendengar perkataan Mama Kaia, Leona jadi teringat bahwa dia dan Ethan pernah membicarakan mengenai memiliki bayi. Dan Leona langsung teringat bahwa dia sudah tidak mendapati tamu bulanan nya di bulan ini. Dia terlambat.


"Kai..." Panggil Leona.


"Kenapa Na???"


"Sepertinya apa yang dikatakan oleh tante ada benarnya


Kaia mengurutkan keningnya tanya Kaia bingung


"Mungkin aku sedang hamil saat ini." Gumam Leona.


"Hamil??????" Seru Kaia. "Kau hamil??? Bagaimana bisa???"


"Ya, baiklah.... Aku akan membeli nya nanti."


****


"Bagaimana hari kakak tadi ikut ke kantor Papa???" Tanya Vineet, mereka saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga Vineet Naufal Arindah dan juga Vino serta Papanya Vino


"Sangat menyenangkan, aku membaca profil perusahaan papa dan mengobrol dengan Uncle Vitto membahas tentang perusahaan Papa."


"Ini adalah awal yang bagus untukmu Naufal. Opa yakin kau akan cepat belajar dan bisa menguasai semuanya dengan baik."


"Tentu saja Pa, aku akan mengajari Naufal sampai dia ahli bahkan lebih ahli daripada aku."


"Papa Papa harus menyisihkan waktu Papa untuk kita pergi liburan bersama. Kakak kan sudah kembali jadi bukankah kita harus punya waktu bersama supaya bisa lebih dekat lagi tapi aku mengerti pekerjaan. Papa sekarang sedang banyak pekerjaan, setelah meninggalkannya kemarin, lama berminggu-minggu jadi. Setelah Papa merasa longgar bukan Kalau lebih baik kita mengatur jadwal untuk pergi liburan bersama kalian setuju tidak tanya Vinaet pada keluarganya???"


"Ya, Mama setuju dengan usulanmu sayang." Sahut Arindah, kemudian Arindah memandang ke arah suaminya "Usulan Putri kita ada benarnya sayang, kau selesaikan pekerjaanmu dan carilah waktu luang selama beberapa hari dan kita pergi ya tidak perlu pergi ke luar negeri kita liburan di Indonesia saja. Ada banyak tempat menarik kan di sini sekaligus kita bisa mengajak Naufal berkeliling. Putra kita kan sejak lama sudah ingin jalan-jalan di Indonesia jadi tidak ada salahnya kita mengajaknya liburan."


Vino tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Baiklah Terserah kalian saja ingin liburan di mana Atur saja dan aku juga akan mengatur jadwalku. Setelah itu kita bisa pergi liburan bersama untuk kalian apa sih yang tidak akan aku lakukan."


"Papa adalah yang terbaik." Vineet memeluk Vino membuat Arindah dan Naufal tersenyum. Begitu juga dengan papa Vino.


"ini sudah malam kalian harus istirahat." ucap Arindah kemudian semua orang pun menganggukkan kepalanya Vineet beranjak begitu juga Naufal Mereka pergi ke kamar mereka masing-masing Vino mengantar Papa nya ke kamar agar Papa nya juga beristirahat. Sementara Arindahh akan pergi ke dapur untuk mengambil air.


Naufal masuk ke kamarnya dan dia duduk di tempat tidurnya. Suasana baru yang membuatnya merasa sangat bahagia dan nyaman. Kehangatan sebuah keluarga yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dan sekarang dia merasakan betapa liar biasanya memiliki keluarga hang utuh dan lengkap. Dia memiliki orang tua yang penuh kasih dan sangat mencintai serta menyayangi nya. Adiknya yang sangat manis dan penuh ceria, dan Naufal sangat menyukai sikap manja Vineet. Serta Opa nya yang begitu baik dan bijaksana. Tidak ada yang bisa Naufal ungkapkan saat ink kecuali rasa syukur yang tidak terhingga kepada Tuhan yang begitu baik kepada nya, yang sudah mengembalikan keluarganya setelah sekian lama.


Semua yang terjadi ini seperti sebuah keajaiban yang luar biasa sekali untuk Naufal. Keajaiban yang tidak pernah dia bayangkan sebelum nya. Hadiah dari Tuhan yang datang bertubi-tubi hingga membuat Naufal seperti sedang bermimpi. Ternyata keluarga nya adalah keluarga Kaia raya. Papa nya milyader. Sangat bertolak belakang dengan dirinya kemarin. Apa yang terjadi saat ini sungguh membuatnya sulit mempercayai nya tetapi begitulah fakta nya. Tuhan seolah langsung mengangkat derajatnya dengan cepat.


Naufal mengambil ponselnya dan tiba-tiba dia teringat dengan Leona. Naufal sangat merindukanmya tetapi dia ingin Leona bahagia tanpa dirinya. Ethan membuka galeri foto di ponselnya dan memandangi fotonya bersama dengan Leona. Perempuan ya g selalu Naufal cintai sampai saat jni. Naufal tidak tahu bagaimana keadaan Leona saat ini dan berharap Leona dalam keadaan baik-baik saja. Naufal mencoba untuk melupakan perasaannya pada Leona, tetapi semakin dia mencoba dia semakin tidak bisa dan justru semakin meri dukan Leona.


Naufal teringat dengan ucapan Vitto dan juga Vino Papa nya kepadanya sebelumnya bahwa mereka meminta nya untuk fokus dan belajar bersungguh-sungguh sehingga dia nantinya bisa menjadi orang yang hebat dan memiliki harga diri yang tinggi serta kehormatan. Karena hal itu yang bisa membungkam mulut mereka yang dulu pernah menghina dan merendahkannya.


Ya, meski sebenarnya Naufal juga tidak ingin untuk membalas kejahatan yang om pernah di lakukan orang kepadanya. Naufal tidak ingin jadi pendendam, tetapi Vino mengatakan padanya bahwa ada cara untuk balas dendam yang mulia terhadap orang-orang yang pernah menyakiti kita adalah dengan melakukan pembuktian, pembuktian kepada mereka bahwa apa ya v dulu pernah di katakan oleh mereka adalah tidak benar. Dan bisa di buktikan bahwa saat ini dia bisa sukses, memiliki harga diri dan tidak di rendahkan lagi.


"Leona...!!!" Gumam Naufal. "Aku berharap kau baik-baik saja disana, dan bisa melupakan ku." Ucap Naufal sembari memandangi foto Leona. "Aku minta maaf, tetapi ini yang terbaik, kita berdua harus belajar saling melupakan."


***


"Selamat nona Leona, hasilnya positif dan ini adalah rahim anda, lalu titik kecil ini adalah janin anda, saya rasa usia nya sudah memasuki 5 sampai 6 minggu, di hitung dari terakhir anda menstruaasi." Dokter menunjukkan sebuah titik kecil yang ada di rekaman usg perut Leona. Saat ini Leona sedang ke rumah sakit dan di temani oleh Kaia memastikan apakah dia memang benar hamil atau tidak. Tadi Kaia memang sudah membeli test pack dan hasilnya memang positif bahwa Leona memang hamil. Dan kehamilan ini menjadi bukti cinta nya dan Ethan.