My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Kemarahan Nyonya Haidee



Keesokan harinya.....


Nyonya Emma Haidee, berjalan mondar-mandir sambil memegang ponselnya. Dari raut wajahnya dia terlihat jengkel sekali karena dia tidak bisa menghubungi seseorang. Siapa lagi jika bukan Leona. Sudah dua hari ponsel Leona mati dan tidak bisa di hubungi sama sekali. Hal itu semakin memantik emosi nyonya Haidee. Putrinya selalu saja mengabaikan perintahnya dan bersikap sesuka hati nya. Leona tidak ke kantor kemarin, dan ponselnya juga tidak aktif. Selain itu Leona juga tidak ada di apartemennya. Entah Leona memang tidak mengijinkannya masuk atau memang Leona memang tidak berada disana.


"Putrimu itu memang tidak berguna... " Ucap Nyonya Haidee kesal di depan suaminya Tuan Johnson Haidee yang sedang duduk dan menikmati sarapannya.


"Emma??? Kau ini kenapa???? Leona bukan anak kecil, jadi biarkan saja... Dia pasti pergi liburan, pekerjaannya begitu banyak di kantor, dia pasti butuh merefresh otaknya.. " Sahut Tuan Haidee.


"Kau selalu saja membela nya.... Perusahaan kita sedang dalam masalah dan bisa-bisa nya dia pergi liburan??? Dia sudah menolak untuk berkencan dengan Jaden pemilik JF Company, bagaimana jika Jaden menarik semua saham nya di perusahaan kita??? Sikap Leona itu sangat tidak sopan.... Aku sudah bersusah payah mendekati Jaden agar bisa dekat dengan Leona, tetapi puttimu yang konyol itu selalu saja bersikap buruk..!!!"


"Urusan perusahaan itu urusan Leona, dia pasti bisa mencapai jalan keluar nya jika ada masalah, kenapa kau khawatir??? Aku sangat yakin dia bisa menyelesaikan nya dengan baik.. Lagipula itu juga kesalahanmu, kenapa kau ikut campur dan melakukan hal konyol seperti itu, padahal kau sudah tahu bagaimana watak Leona.. "


"Kau menyalahkanku????? Aku hanya ingin yang terbaik untuk Leona... Setidaknya dia harus berbakti kepada kita sebagai orang tua nya, jaga sikap... "


"Emma...???? Kenapa kau tidak juga mau merubah sikapmu??? Seharusnya kau yang jaga sikap, bukan Leona, dia seperti itu karena kau selalu ikut campur dengan urusannya.. Biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau, ini jaman sudah sangat modern, Anak-anak bisa menentukan pilihan hidup mereka masing-masing, lalu kenapa kau masih saja berniat mencarikan Leona pria yang sesuai keinginanmu bukan keinginannya... Biarkan saja, dia melakukan yang dia suka... "


Nyonya Haidee membuang wajah. Dan kembali memandang suami nya dengan tatapan kemarahan. "Aku tidak asal memilih dan itu untuk kebaikan Leona, kenapa kau tidak mengerti juga..!!!" Teriak nyonya Haidee pada suami nya. "Bagaimana jika Leona nanti mendapatkan pria yang memiliki attitude yang buruk, dan hanya memanfaatkan nya, tidak tulus mencintai nya, bagaimana???Apa kau senang bahwa putrimu akan menjadi mesin perah uang dari laki-laki yang seperti itu??"


Tuan Haidee hanya tersenyum memandang kemarahan istrinya. "Leona bukan anak kecil, dia sudah dewasa dan mampu menentukan mana yang baik menurutnya... Dia pasti tahu ke arah mana dia akan mengambil keputusan, menimbang baik dan buruknya, dia putri kita yang sangat cerdas... "


"Jika dia memang cerdas, lalu kenapa dia tidak menuruti keingina ibu nya yang sudah merawat dan membesarkannya??? Kau selalu memanjakannya maka seperti inilah jadi nya dia, kurang ajar kepada Ibu nya, setiap aku datang, dia selalu saja mengajakku bertengkar, meninggalkanku dan juga pernah mengunciku di apartemen nya, dia sudah tidak waras...!!!"


"Kau pasti yang selalu memancing keributan dengannya.. "


"Aku...!!!!???? Aku ingin yang terbaik untuknya...!!!" teriak nyonya Haidee lagi.


"Itu menurutmu tetapi tidak menurutnya... Aku sudah sering sekali mengingatkanmu agar tidak mengurusi kehidupan Leona, dia sudah melakukan apa yang kau inginkan meskipun nurani nya menolak, dia mengurus perusahaan dengaan baik, seharusnya sudah cukup sampai disitu saja, jangan kau tambah-tambahi bebannya, karena jika tidak, dia akan semakin marah dan itu akan berakibat fatal, kau pasti akan menyesali nya nanti... Sebelum terlambat, biarkan saja dia mau melakukan apapun, jangan ikut campur.. " Ujar Tuan Haidee. Dia meletakkan garpu dan pisau yang di pegang nya, menyingkirkan meja kecil yang di atasnya ada sarapannya. Tuan Haidee turun dari tempat tidur, pergi ke kamar mandi meninggalkan istri nya. Setiap hari inilah yang terjadi, dia dan istrinya beradu argumen mengenai Leona.


Sebagai seorang ayah, Tuan Haidee mencoba bijak dan memberikan kebebasan kepada Leona mengenai apa yang di inginkan Leona. Dan dia tahu, Leona sangatlah tidak nyaman dengan posisinya saat ini mengurus perusahaan tetapi Leona tidak bisa menolak keinginan Mama nya. Tuan Haidee tahu bahwa putrinya itu ingin mengejar cita-cita nya menjadi seorang chef, bukan pengusaha. Akan tetapi karena dia sakit dan perusahaan tidak ada yang memimpin, maka istrinya memerintahkan Leona untuk menggantikan kepemimpinan Tuan Haidee. Leona terpaksa meninggalkan sekolah memasaksa dan berganti belajar bisnis.


Ketidakikhlasan Leona membuat Leona setiap hari bertengkar dengan Mama nya karena Mama nya mulai masuk dan ikut campur dalam urusan pribadi nya, hingga pada akhirnya Leona memilih pergi dari rumah dan membeli apartemen untuk dia tinggalin sendiri. Pertengkaran itu berakhir, tetapi tidak sepenuhnya karena Nyonya Haidee terus saja berusaha mengusik kehidupan Leona, membuat Leona semakin lama semakin marah kepada Mama nya. Berlebihan, itu adalah kata yang sering Leona ungkapkan kepada Mama nya.


Tuan Haidee tidak bisa berbuat banyak bahkan merasa lelah dengan sikap istrinya yang sama sekali tidak membiarkan Leona menghiruo udara bebas. Selalu mengatur tanpa mau memahami bagaimana perasaan Leona. Dia merasa kasihan sekali dengan kehidupan putrinya yang seperti terjebak dalam penjara yang di buat oleh istrinya. Dan tuan Haidee pernah meminta kepada Leona agar berhenti dari perusahaan kemudian melanjutkan lagi sekolah memasaknya, akan tetapi Leona menolak karena dia tidak bisa membiarkan perusahaan di pimpin oleh orang lain. Dia mampu untuk menjalankannya, yang jadi masalah adalah sikap Mama nya saja.


****


Leona baru saja selesai berolah raga pagi dengan Ethan. Mereka jogging di pantai dan kembali ke rumah untuk bersih-bersih dan sarapan. Ethan kegiatan apa lagi yang akan mereka lakukan hari ini, karena besok mereka akan ke Portland untuk mengunjungi panti asuhan tempat dimana dulu Ethan di rawat.


"Kau mandi dulu, aku akan membuat jus.. Ah iya kau ingin sarapan apa???" Tanya Leona.


"Tidak perlu repot-repot, kita makan roti dan selain saja... Aku yang harusnya melayani mu bukan malah dirimu.. "


Leona tersenyum. "Tidak ada bos dan atasan untuk saat ini, kita adalah teman.. Biar aku yang menyiapkannya, kau pergi mandi saja.. "


"Nanti saja, aku ingin duduk sebentar menghilangkan keringat.. " Ucap Ethan.


"Baiklah kalau begitu...!" Leona pun ke dapur dan membuat jus. Ethan duduk di luar.


Leona mengambil buah dari kulkas dan membuat jus untuknya dan juga Ethan. Dia memilih buah kiwi. Diambilnya beberapa dan di buatlah jus. Dari dapur, Leona membalikkan badannya memandangi Ethan yang duduk di lantai dekat pintu. Lelaki itu duduk berselonjoran memandang ke arah laut. Leona melempar senyum. Dia senang semalam bisa menghabiskan malamnya bersama Ethan dengan bercinta. Dan Ethan juga sudah mulai menikmati nya. Lalu tadi pagi mereka berdua bangun dengan perasaan yang bahagia.


"Aku sangat menikmati nya... Kau luar biasa sekali Ethan...!!" Gumam Leona kemudian kembali berbalik badan dan mengambil gelas untuk jus yang di buatnya.


Dua gelas jus sudah di buatnya. Leona duduk berjongkok dan membuka laci paling bawah meja dapurnya. Dia mengambil sesuatu dari dalam sana. Memegangnya dan diam menatap tangannya yang memegang sesuatu itu. "Aku ingin hari ini kita isi dengan bercinta.. " Ucap Leona dengan suara lirih. Dia memotek dan mengambil sebutir pil berwarna biru. Pil yang sama yang sudah pernah dia berikan kepada Ethan sebelumnya.


Leona kembali berdiri dan menghancurkan pil kecil itu dengan gelas, hingga menjadi lembut dan memasukkannya ke dalam jus yang di buatnya untuk Ethan.


Saat hendak membawa jus itu keluar, Ethan ternyata masuk ke dalam rumah dan menghampiri Leona. Dan Leona membawa jus itu ke sofa, sehingga Ethan bergegas menyusulnya. Mereka duduk di sofa, Leona memberikan jus yang sudah dia campur dengan obat itu kepada Ethan. Leona menyalakan televisi dan mengajak Ethan mengobrol sambil menonton televisi.


"Terima kasih untuk jus nya.. " Ucap Ethan.


"Sama-sama... " Jawab Leona. "Kau suka jus kiwi kan???"


Ethan mengangguk. "Semua jus buah aku suka..."


"Hari ini kau ingin melakukan apa???" Tanya Leona.


Ethan menggeleng. "Tidak tahu... Kau sendiri ingin kita melakukan apa???"


Leona menatap Ethan, dan tersenyum tipis. Dan kemudian Leona memegang kedua rahang Ethan dan mulai mendekatkan wajahnya. "Menurutmu hal apa yang harus dilakukan jika hanya ada seorang laki-laki dan seorang perempuan ketika ada di satu ruangan....??? Bagaimana kalau kita melakukan nya lagi seperti tadi malam??? Aku ketagihan" Ucap Leona lalu mencium bibir Ethan.


Leona merasakan kekerasan yang hangat di telapak tangannya, dengan lembut Leona menariknya keluar. Leona turun dari sofa dan berjongkok di depan Ethan.


Leona menggenggam milik lelaki itu dan Ethan memejamkan matanya dan berteriak pelan, perasaan bahwa Ethan benar-benar mulai menikmati atas sentuhannya membuat Leona merasa senang.


"Kau tidak akan menolaknya kan???" Tanya Leona tetapi Ethan tidak menjawab dan memilih menikmati nya. Ethan pun menyadari bahwa percintaannya dengan Leona juga sangat menyenangkan. Perempuan itu tahu cara menyenangkan laki-laki.


Sambil terus berciuman jemari Leona bereksplorasi di milik Ethan, dan lelaki itu membiarkannya sebebas-bebasnya. Akhirnya, Leona melepaskan ciumannya lalu dia menatap tajam Ethan, mata Leona berkabut yang penuh keinginan. Leona tersenyum lalu membungkukkan badannya tepat didepan milik Ethan, bibir Leona terbuka dengan penuh kepemilikan ingin mencecap milik lelaki itu.


Leona menggerakkan kepalanya naik turun menikmati apa yang ada di dalam muIutnya. Ethan menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam merasakan sensasi luar biasa yang dilakukan Leona sambil terus meracau keenakan. Ethan kemudian mengumpulkan rambut Leona dan menggenggam dengan jemarinya lalu menarik dan mendorong kepala Leona agar mulut perempuan itu bisa menguIum miliknya lebih dalam lagi.


Leona mengangkat kepalanya lalu mendongak melihat Ethan sambil terbatuk-batuk dan kemudian tersenyum.


"Kau sepertinya selalu menikmatinya, oke sekarang giliranku" geram Ethan serak lalu mendorong Leona hingga perempuan itu terbaring di bawahnya, dan Ethan mengangkat dress Leona juga menurunkan kain suteera yang membungkus milik perempuan itu. Ethan tengkurap dibawah Leona, kemudian perempuan itu menekuk kedua Iututnya menandakan dia sudah sangat siap.


Ethanulai berani dan dia menciumi milik Leona dan mulai menjelajah dengan Iidahnya, membuat Leona melengkungkan puunggungnya di atas sensasi yang menyiksanya tanpa ampun. Ethan menciuminya, dan menyiksanya dengan goodaannya yang sangat ahli, ada perasaan aneh yang menjaIar di tubuhnya. Seperti geIenyar aneh yang bergulung-gulung, terasa seperti arus listrik yang mengalir dari Iidah Ethan, dan menjadi semakin hangat ketika menyatu di pusat dirinya.


Leona tersikap merasakan hembusan napas panas di pusat dirinya.


Sekali lagi Leona meIengkungkan punggungnya lagi dan setengah berteriak merasakan sensasi itu. Sensasi sentuhan bibir dan Iidah Ethan di pusat dirinya, dengan hembusan nafas yang hangat. Hangat bertemu hangat dan Leona benar-benar mulai terbakar.


Pandangan Leona menggelap karena sensasi kenikmatan yang tak tertanggungkan, Leona juga tidak berhenti meracau.


Dan ketika Ethan masih bermain-main, Leona sudah terbaring Iemas, dan tak berdaya dengan nafas terengah-engah. Ethan menaikkan tubuhnya menahannya dengan kedua lengannya lalu meraangkak naik diatas tubuh Leona lalu mengecup bibirnya. Dada bidangnya menggeesek daada Leona dan Leona bisa merasakan milik Ethan yang keras menyentuh pahanya, mengerti apa yang paling diinginkannya. Ethan menempatkan dirinya dengan begitu tepat.


"Ahhhhh...." Leona merasakan tubuh Ethan yang keras dan hanga menyatu dengan tubuhnya, memberikan sensasi yang begitu luar biasa, Leona sendiri tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata-kata, Ethan selalu membuatnya merasa puas dan lelaki itu sangat nikmat.


“Kau inginenyelesaikannya seharian ini??? Aku siap.." Ucap Ethan merasakan tubuh Leona yang panas, Iembut, halus, dan membungkusnya dengan rapat, menggodanya untuk mencapai kepuasan yang tidak terhingga.


Ketika Ethan mulai bergerak, Leona sangat menikmatinya. Semua ini terlalu nikmat untuk ditanggungnya, dia tak bisa menjangkau kesadarannya lagi, hampir membuat gila karena akhirnya menyerah dalam pusaran kenikmatan yang diberikan Ethan.  Ethan menundukkan kepalanya, lalu mencium lagi bibir Leona dengan poosesif, saling bertaautan menikmati satu sama lain, dan Ethan menghujamkan dirinya dalam-dalam. Leona melingkarkan kedua kakinya dipunggung Ethan dan laki-laki itu bergerak dengan lembut, lama-lama menjadi sedikit lebih cepat dan sangat cepat.


Sampai kemudian, Ethan membawa Leona melewati pusaran gelombang semakin meningkat hingga guncangan ledakan menerjang mereka berdua. Menyatukan mereka dalam satu titik kenikmatan.


Ethan mengangkat tubuhnya dari Leona yang terengah-engah, dengan pikiran masih berkabut karena Iedakan itu. Mereka beristirahat sejenak sampai beberapa menit kemudian milik Ethan mulai menegang lagi karena efek pil itu, mereka pun melakukan penyatuan lagi dengan berbagai gaya, terkadang Leona yang diatas untuk mengimbangi Ethan agar lelaki itu tidak merasa kelelahan.


***


Di tempat lain, Nyonya Haidee kembali mendatangi kantor Leona untuk mencari putri nya. Dia harus memberi peringatan kepada Leona agar tidak bersikap seenaknya.


Braakkk....


Nyonya Haidee memukul keras meja kerja Kaia, membuat Kaia terlonjak karena kaget, begitu juga dengan perempuan yang ada di sebelah Kaia. Mereka berdua langsung berdiri ketika mendapati ada Mama Leona yaitu Nyonya Haidee.


"Pagi bu.. " Sapa Kaia.


"Dimana Leona???" Tanya Nyonya Haidee dengan suara meninggi.


"Leona tidak ada... Dia tidak ke kantor lagi.. " Jawab Kaia.


"Kenapa dia tidak ke kantor lagi????"


"Maaf Bu, untuk hal itu saya tidak tahu... Leona tidak memberitahu saya.." Jawab Kaia lagi.


"Bagaimana bisa kau tidak tahu kemana dan apa alasan dia tidak ke kantor? Mmm Kau asisten dan sekretaris nya...!!!! Sangat mustahil kau tidak mengetahui nya... Jangan-jangan kau membohongiku dan bekerja sama dengan Leona... Iya kan???"


"Saya hanya mengurus mengenai pekerjaan saja, jika menyangkut hal pribadi Leona, saya tidak tahu dan tidak berhak tahu apa yang dia lakukan.. " Kaia tentu saja berbohong tetapi itu harus di lakukannya untuk melindungi Leona dari kemurkaan nyonya Haidee.


"ToIoI...... Kau toIoI sekali Kai......!!!! Aku sam sekali tidak percaya kepadamu, kau tidak mungkin tidak tahu dimana Leona.... Hanya kau sahabatnya, dan dia selalu berkeluh kesah padamu, dia pasti sengaja pergi untuk menghindari ku kan???? Kau memang tidak berguna dan bodoh seperti Leona....!!!!" Teriak Nyonya Haidee.


"Saya benar-benar tidak tahu Bu.. Jika saya tahu pasti berkas-berkas ini tidak menumpuk disini karena ini juga menunggu tanda tangan dari Leona... "


"Perseeetaaaaannnnn.....!!?! Kalian semua tidak berguna..... Jika kalian berani membohongiku mengenai keberadaan Leona, kalian pasti akan tahu akibatnya.....!!!! Jangan coba mempermainkanku... ToIoI.....!!!" Umpat nya lagi lalu mengambil gelas berisi air yang ada di depan Kaia. Dan sedetik kemudian Nyonya Haidee membanting nya ke liatin membuat gelas itu hancur seketika dan airnya membasahi lantai. Nyonya Haidee pun pergi dengan penuh kemarahan karena gagal lagi menemukan Leona.


...Emma Haidee...