My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Jangan terlalu Dalam



Ethan membuka matanya perlahan. Dia mengernyit menyadari ada di tempat asing, tetapi kemudian dia sadar bahwa dia ada di tempat milik Leona. Ethan bangun dan duduk bersandar di sofa, mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sambil mengumpulkan nyawa nya.


"Hei kau sudah bangun ternyata...!"


Ethan mengarahkan pandangannya dan mendapati Leona sedang berada di dapur sedang memasak. Ethan langsung berdiri. "Maaf nona Leona, saya terlambat bangun.. " Ucapnya.


Leona tersenyum. "Tidak perlu minta maaf, aku juga baru bangun, oh iya Kaia nanti akan kesini membawa pakaian lagi untuk kita, jadi kau lebih baik jangan mandi dulu, cuci wajahmu saja, sambil menunggu Kai datang... Duduk saja jika kau belum sepenuhnya sadar, nanti kepala mu pusing.. Aku sedang membuat omelette, kita sarapan bersama nanti..."


"Biar saya bantu???" Ucap Ethan.


"Tidak perlu, kau duduk dulu lalu baru ke kamar mandi, sebentar lagi akan siap... "


"Maaf.. " Ethan pun kembali duduk di sofa, dan mengumpulkan nyawanya. Bangun tidur memang lebih baik duduk dan berdiam sebentar sebelum pergi ke kamar mandi. Setelah duduk beberapa saat, Ethan beranjak dan pergi ke kamar mandi.


Leona membuat dua omelette untuknya dan juga Ethan. Dia juga membuat jus jeruk. Semalam setelah terbangun, Leona tidak bisa kembali tidur, dan hanya diam menatap Ethan yang tidur sangat pulas sekali. Leona seolah tidak merasa bosan, wajah tampan Ethan, dan lelaki itu semakin tampan saat tidur. Bibir Ethan juga begitu menggoda membuat Leona ingin mengecup dan merasakan kemanisan nya, tetapi Leona menahan dirinya. Ada sekitar satu jam lebih dia duduk memandangi Ethan baru setelah itu kembali ke ranjang nya dan kembali tidur.


Ethan keluar dari kamar mandi dan tampak segar. Leona menyuruh Ethan duduk dan menikmati sarapan buatannya. "Duduklah dan kita makan bersama, aku menunggumu.. "


"Maaf jadi merepotkan anda... " Ucap Ethan.


"Ayolah Ethan.... Jangan minta maaf terus, jangan sungkan juga, kau sudah menemaniku kemarin, jadi aku berhutang budi padamu... Oh iya, aku sudah menyuruh Kai membeli umpan, kita akan memancing hari ini dan juga ikan nya akan kita bakar, aku sangat suka ikan bakar apalagi yang masih fresh dan baru dari laut, rasanya gurih dan sedikit manis... Ah tapi aku lupa, aku tidak menyuruh Kai membeli briket, dia sebentar lagi akan sampai.. "


Ethan tersenyum. "Kenapa harus menggunakan briket?? Disini ada hutan, saya akan mencari kayu nanti... Membakar ikan di tepi pantai sambil membuat api unggun, sangat cocok.. "


Leona terkekeh. "Ah iya kau benar juga.. Hehe.. Ayo makan..!"


****


Setelah selesai sarapan, Ethan dan Leona duduk di depan rumah. Leona mengeluarkan beberapa alat pancing yang di miliki nya. Ethan akan mengeceknya apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Meskipun mereka akan memancing sore hari nanti saat air sedang surut.


"Nanti kau antar Kai ke kantor ya???? Dan mampir ke supermarket, belanja keperluan kita disini, aku ingin tinggal disini sekitar satu mingguan, aku benar-benar malas ke Seattle, ingin menikmati liburanku disini... Tidak apa-apa kan???" Tanya Leona.


"Selama semingguan???" Tanya Ethan balik.


Leona menganggukkan kepala nya. "Aku dapat info dari Kai, Mama semalam mencariku di apartemen Kai, dan marah-marah seperti biasanya... Hal itu membuatku semakin enggan untuk pulang..." Leona tersenyum menatap Ethan. "Tapi kalau kau ada kesibukan setelah weekend, tidak apa, aku akan disini sendiri selama beberapa hari.. "


"Ah tidak tidak nona Leona, saya tidak ada kesibukan apapun, kalaupun ada saya bisa menunda nya, prinsip saya sejak dulu bekerja lebih penting daripada urusan pribadi... Anda mempercayai saya untuk menemani anda disini, tentu itu adalah kehormatan untuk saya, dan saya akan melakukan tugas dan kewajiban saya menjaga dan menemani anda dengan baik... Kapanpun anda pulang, saya akan siap.. "


"Thanks Ethan... "


"Tapi bolehkah nanti saya mampir ke apartemen saya untuk mengambil pakaian dan beberapa barang milik saya??? Tidak mungkin saya harus terus menerima pakaian dari anda dan nona Kai..."


"Tentu saja, kau bisa pulang dan mengambil barangmu, nanti jangan bawa mobil nya kesini, Kai akan mengganti nya di kantor, takut ada yang mengikuti mu dan menemukanku ada disini.."


"Siap nona Leona.. Saya mengerti maksud anda... Kalau begitu saya akan mencari kayu bakar setelah ini agar nanti saat kembali, kita bisa langsung pergi memancing.. "


"Ya, terserah kau saja... Kau begitu bersemangat, padahal kita am hanya akan pergi memancing... Hahaha... " Leona tertawa begitu juga dengan Ethan.


"Wah.. wah.. Wah... Seru sekali sepertinya kalian berdua sedang membahas apa???" Kaia tiba-tiba muncul dari samping dengan membawa koper. Dan itu berisi pakaian untuk Leona serta Ethan.


"Kai.... Datang juga akhirnya... "


"Ya, dan apa yang kalian berdua lakukan??" Tanya Kaia. Ethan berdiri dan mengambil koper yang di bawa oleh Kaia.


"Ethan sedang memeriksa alat pancing, kami ingin memancing hari ini... Tapi nanti sore saja, Ethan harus mengantarmu ke kantor kan??? Ayo masuk.. Apa kau sudah sarapan???"tanya Leona.


" Sudah... Aku sarapan di rumah...!" Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


"Jangan ke kantor dulu, nanti saja, kita mengobrol... Ethan juga harus mencari kayu bakar dulu, jadi kau tidak boleh buru-buru pergi.. " Pintar Leona pada Kaia.


"Iya, tenang saja, aku bisa ke kantor nanti siang.. Aku juga butuh membicarakan beberapa hal denganmu.. "


***


Sudah sekitar 30 menit, Leona dan Kaia mengobrol di dalam, Ethan melihat dan tidak ingin mengganggu kedua nya. Ethan merapikan alat pancing yang sudah dia periksa. Lalu berdiri dan pergi menuju hutan untuk mencari kayu bakar.


"Mau kemana dia???" Tanya Kaia pada Leona.


"Tadi aku sudah bilang kan, Ethan akan mencari kayu bakar... Aku ingin membakar ikan dengannya nanti malam.. "


Kaia tersenyum. "Bagaimana tadi malam???" Tanya Kaia.


"Bagaimana apanya??" Leona mengernyit dengan pertanyaan Kaia.


"Kau disini dengan Ethan... Kalian terlihat akrab sekali.. Apa terjadi sesuatu tadi malam.??" Kaia menaruh curiga pada Leona.


"Terjadi apa maksudmu???"


"Jangan berpura-pura, aku sangat hafal kebiasaanmu... Kau pasti melakukan lagi dengan Ethan kan???" Kaia menilisik.


Leona tertawa, mengerti maksud dari Kaia. "Aku tidak melakukan apapun dengan Ethan, dia tidur di sofa, dan aku di ranjang... Kami mengobrol sampai larut, lalu tidur... Kami juga tidak mabuk, sadar dan mengobrol banyak.. " Jawab Leona.


"Sulit di percaya.... Hahaha"


"Kau ini Kai... Kurang ajar... Jangan selalu konotasi kan hal seperti itu jika aku bersama seorang laki-laki, walaupun seringnya memang seperti itu.. Hehehe.. Oh iya Kai, kau jangan kesini lagi, aku tidak mau Mama mengirim orang untuk mengikuti mu, aku ingin kau fokus di kantor saja selama aku disini dan aku akan tetap membantu mu disini.. "


"Memangnya kau akan tinggal berapa lama???"


"Aku ingin disini saja untuk satu mingguan, aku benar-benar malas harus menghadapi Mama, nanti Ethan akan mengantarmu sekaligus berbelanja untuk kebutuhan kami selama disini... Kau mengerti maksudku kan???" Tanya Leona.


"Aku mengerti, tetapi kenapa kau ingin tinggal disini begitu lama sampai satu minggu??? Biasanya paling lama tiga hari saja...?"


"Disini aku merasa lebih baik... " Gumam Leona.


"Karena kau bisa bersama Ethan kan???" Tanya Kaia tiba-tiba dan membuat Elena menatapnya dengan tajam.


"Maksudmu???" Tanya Leona.


Kaia tersenyum, memegang bahu kanan Leona. "Kita sudah bersama bertahun-tahun, aku sangat hafal bagaimana sikap, dan watak mu, dan aku bisa membaca jalan pikiranmu.. Kau sejak awal berbohong kan mengenai Ethan??? Kau bilang ingin membalas perlakuan Ethan padamu saat di jalan waktu itu, tetapi kau sebenarnya sudah tertarik dengannya dan ingin dia ada di dekatmu.. Karena sejak Ethan bekerja denganmu, kau sama sekali tidak ada tanda-tanda untuk balas dendam, dan justru menunjukkan sikap yang sebelumnya tidak pernah kau lakukan... Dan aku yakin itu hanya alasanmu agar kau bisa dekat dengan Ethan.. Iya Kan???"


Leona diam, memalingkan wajahnya, malu pada Kaia. Apa yang di ucapkan sahabatnya itu memang benar adanya.


Kaia memegang jemari Leona. Melempar senyum kepada sahabatnya. "Na...??? Aku tidak pernah melihatmu seperti ini, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan pada Ethan??? Kau tertarik pada nya atau kenapa??? Aku tidak mau kau semakin jatuh dalam masalah besar nanti nya.. Kenapa... Ada apa dengan Ethan???" Tanya Kaia.


"Tidak ada apapun Kai... " Jawab Leona berbohong.


"Jangan berbohong.. Jangan coba sembunyikan apapun dariku.. "


"Aku hanya penasaran saja dengan kehidupan Ethan, aku ingin mengetahui nya lebih jauh lagi, hanya itu saja.. " Jawab Leona asal.


Kaia terkekeh. Tahun bahwa jawaban Leona belum sepenuhnya jujur. Masih ada yang coba di sembunyikan oleh sahabatnya itu. "Kau tertarik dengan Ethan kan??? Jangan bohongi aku atau aku akan meninggalkanmu, itu adalah janji kita berdua selama ini, jadi katakan saja semua nya.. "


"Tidak tahu... Aku hanya ingin dekat dengannya saja, dia orang yang baik dan tulus, aku menyukai pribadi nya.. Terserah kau mau bilang bagaimana... Aku sudah jujur kepadamu.. "


"Aku selalu ingin melihatmu bahagia, lakukan apa yang kau suka... Tetapi satu pesanku, jangan terlalu berlebihan, karena bisa saja apa nanti Ethan merasa tidak nyaman dekat denganmu... Dia hanya menganggap pekerjaan ini sebagai jalan untuk menutup pengeluaran nya, dia membutuhkan uang untuk bertahan sambil terus mencari pekerjaan lain yang menjadi kesukaannya, dia terpaksa melakukan ini, jadi aku harap kau bisa menahan diri agar dia juga bertahan denganmu.. "


"Aku sedang melakukannya agar dia nyaman denganku.. " Gumam Leona.


"Aku berharap kau tidak boleh masuk terlalu dalam Na, karena itu bisa membuatmu dan dia dalam masalah besar.. " Ujar Kaia mengingatkan sahabatnya.