
****
Vino dan Naufal Akhirnya sampai di kantor milik Vino. sopir membukakan pintu untuk Vino dan Naufal, mereka berdua turun dan lagi-lagi Naufal dibuat takjub dengan gedung yang menjulang tinggi di depannya. Dalam hati dia bertanya-tanya apakah gedung ini sepenuhnya adalah kantor Papanya atau kantor Papanya hanya di beberapa lantai saja itulah pertanyaan yang ada di dalam hati Naufal karena bangunan ini sangat bagus sekali dan cukup tinggi.
Vino menepuk pundak Naufal membuat Naufal yang tadinya melamun dibuat terlonjak. Naufal pun melempar senyum ke Papanya.
"Ini adalah kantor Papa dan ruangan Papa ada di lantai paling atas. Ayo kita masuk." Ajak Vino.
Mereka masuk ke dalam lobi kantor Vino itu dan Vino langsung disambut oleh Para stafnya. Beberapa hari terakhir kantor dibuat heboh karena mereka sudah mendengar jika Naufal sudah ditemukan dan selama ini Naufal tinggal di Amerika, ketika melihat Vino datang bersama dengan seorang laki-laki yang usianya sekitar 27 tahun, mereka semua langsung menyimpulkan bahwa itu pasti adalah Naufal anak dari atasan mereka yaitu Vino sehingga mereka pun langsung memberi hormat kepada Vino dan Naufal dengan membungkukkan badan, dan menyapa mereka.
Lalu seorang perempuan cantik menghampiri Vino yang ternyata itu adalah sekretaris Vino. Dia menyalami Vino dengan hormat. "Selamat pagi Pak Vino. Senang bisa melihat anda kembali setelah tidak ke kantor selama beberapa minggu dan Kami semua sangat senang sekali mendengar kabar baik bahwa ternyata anak bapak dan ibu Arindah sudah ditemukan di Amerika, saya menduga bahwa yang ada di samping Anda ini adalah Mas Naufal putra anda itu."
Vino tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Benar sekali, ini adalah Putraku Naufal. Aku sengaja mengajaknya ke sini untuk memperlihatkan kepadanya kantor Papanya dan aku ingin memberitahumu juga bahwa minggu depan kau harus mengajari nya tentang semua hal di perusahaan kita. Kau pasti tahu bahwa selama ini aku ingin sekali menemukan Putraku dan ingin memberinya tanggung jawab untuk meneruskan kepemimpinan perusahaan ini dan sekarang dia sudah kembali maka aku Vitto dan juga kau harus membantu kami untuk mengajari Naufal." Vino memmeluk Naufal.
"Apa Vitto sudah datang???"
"Sepertinya belum, mungkin sebentar lagi. Mari Pak kita naik ke atas, pekerjaan Anda sudah menunggu."
Perempuan cantik itu pun mengiring Vino dan Naufal berjalan menuju lift untuk naik ke ruangan Vino yang ada di lantai paling atas gedung ini. Di belakang resepsionis terdapat tulisan nama dari kantor ini dan Naufal membacanya lalu menyimpulkan bahwa sepertinya gedung sebesar ini memang adalah kantor milik Papanya sepenuhnya, itu menandakan bahwa Papanya ternyata orang yang sangat kaya raya. Naufal tidak menyangka jika Papanya memiliki perusahaan yang besar seperti ini, dia berpikir bahwa mungkin Papanya hanya memiliki usaha yang sedang saja tidak sebesar dan se luar biasa seperti ini, tetapi sepertinya Papanya bukanlah sembarang orang Papanya seorang pemimpin perusahaan besar.
Naufal benar-benar tidak menyangka jika Papanya dan keluarganya adalah orang yang punya nama besar bahkan perusahaan ini sepertinya setara dengan perusahaan yang Leona miliki. Naufal merasa dia seperti mimpi di siang bolong, dia ternyata berasal dari keluarga yang tidak biasa, keluarganya ternyata adalah orang yang kaya dan terpandang. Apa yang ada di hadapannya sudah membuktikan semua nya.
Naufal memang seperti mimpi, sebelumnya dia hidup dengan kesederhanaan sejak kecil tetapi Tuhan seolah membalikkan kehidupannya dalam sekejap. Dia memiliki keluarga yang sangat menyayangi nya dan selama ini selalu mencari keberadaannya tanpa lelah. Kemudian Tuhan mempertemukan mereka setelah sekian tahun lama nya Dan Keluarga nya juga bukanlah sembarang orang. Tidak ada yang bisa Naufal lakukan saat ini selai bersyukur kepada Tuhan atas apa yang terjadi aat ini.