
Ethan di buat takjub oleh apa yang ada di depannya. Rumah kecil yang tampak sederhana itu ternyata suasananya sangat nyaman. Tidak memiliki sekat, kecuali kamar mandi. Terlihat rapi, dan menenangkan.
Ada sofa panjang menghadap ke kiri dengan sebuah televisi yang menempel tembok. Di sebelahnya terdapat meja dan kursi kayu untuk makan. Lalu ada dapur dengan mini bar yang menghadap ke belakang. Sedangkan di sisi kanan ada ranjang besar yang menghadap ke depan ke arah laut. Dan ada tembok penghalang yang Ethan yakini itu adalah kamar mandi.
Sangat luar biasa nyaman dan sederhana. Seperti inilah yang Ethan harapkan jika kelak dia bisa membeli sebuah rumah untuk dia tinggalin dengan istrinya nanti. Sederhana tetapi di isi dengan cinta dan kenyamanan pasti terasa menyenangkan.
"Bagaimana menurutmu???" Tanya Leona tiba-tiba, membuyarkan lamunan Ethan.
"Sangat bagus, nyaman dan tenang, wajar kalau anda menyukai tempat ini.. " Jawab Ethan.
"Bukan lagi menyukai, tetapi aku sangat mencintai tempat ini, aku suka menyendiri saat disini, kadang hanya duduk di kursi ini, atau sekedar berjalan dan bermain pasir di pantai... Meninggalkan segala hiruk pikuk kesibukan di Seattle yang setiap hari menguras tenaga dan emosi ku.. " Leona duduk di kursi yang ada di depan tempat tidurnya. Dan dia mempersilahkan Ethan untuk duduk juga.
"Anda tidak takut di hutan sendirian???" Tanya Ethan.
Leona terkekh. "Kenapa harus takut???? Justru setan yang takut padaku... Hahaha...!!!"
Ethan ikut tersenyum melihat perempuan yang terkenal dingin ini ternyata sangat cantik saat tertawa. "Bukan setan ataupun hantu maksudkm saya, tetapi apa anda tidak takut dengan penjahat dan semacamnya... "
"Tidak ada yang seperti itu disini.. " Gumam Leona. "Kau pasti sangat beruntung memiliki kehidupan yang bebas, aku selalu mengharapkan kehidupan yang seperti itu sejak dulu, tetapi aku tidak pernah mendapatkannya..."
Ethan mengernyit dan menatap Leona. "Kehidupan yang bebas seperti saya??? Maksudnya?.?" Tanya Ethan. "Saya justru yang ingin punya kehidupan seperti anda, memiliki segala nya dan bebas melakukan apapun, bisa mendapatkan apapun dengan sangat mudah.. Sedangkan saya harus berpikir ratusan kali jika menginginkan sesuatu.. "
Leona tersenyum masam memandang Ethan yang ada di sebelahnya. "Aku sangat berharap bahwa jangan ada orang yang memiliki kehidupan seperti ku, karena tidak semudah yang kau lihat, aku yang sudah merasakannya bagaimana kehidupan ini seolah selalu mempermainkan diriku.. Kau masih baru bekerja denganku sehingga belum mengetahui berapa buruknya kehidupanku.. Aku bahkan bercita-cita untuk menjadi orang biasa seperti mu, bisa bebas melakukan apa yang di sukai.." Ujar Leona.
"Bagaimana perasaanmu jika kau harus melakukan sesuatu yang bukan menjadi passion mu, lalu kau harus meninggalkan semua mimpimu karena hal itu??. Kebebasan dan impianmu di renggut paksa dan kau akan mulai di hadapkan dengan hal baru yang menyesakkan dada, setiap hari kau akan selalu melewati hatimu dengan sangat buruk meskipun orang lain menganggap bahwa hidupmu begitu sempurna.. Dan itulah yang selama ini aku rasakan, aku bagaikan hidup di neraka yang setiap harinya selalu di atur agar seperti ini dan seperti itu... Sangat memuakkan... " Ujar Leona dengan sedih.
"Saya tidak mengerti, kenapa anda berbicara seperti itu..! Anda sangat sukses memimpin perusahaan sebesar itu, dan anda memiliki segala nya, jabatan, materi hingga semua yang anda inginkan bisa anda dapatkan dengan sangat mudah, tentu anda sangat menikmatinya kan???" Tanya Ethan.
Leona kembali melempar senyumnya. "Itulah yang tidak kau tahu...!! Aku sangat menyukai dunia kuliner, sejak aku kecil aku sudah tertarik untuk menjadi seseorang yang bisa memasak berbagai makanan, menyajikannya hingga memakannya, dan dunia bisnis sama sekali tidak pernah aku sukai, aku terpaksa menjalankan semua ini hanya untuk menyenangkan orang tua ku, tetapi sama sekali tidak menyenangkan untuk diriku sendiri..!"
Ethan terperanjat. "Jadi anda tidak suka dengan pekerjaan anda saat ini???"
"Aku sadar dengan sikapku yang terkadang seenaknya, tetapi itu semua untuk membuat diriku merasa lebih baik dan menutupi kegundahan ku.. " Ucap Leona lagi.
Ethan memandang Leona yang terlihat sedih. Baru kali ini dia melihat Leona dalam keadaan yang seperti ini. Karena yang dia lihat Leona sangat dingin, cuek dan melakukan sesuatu sesuka hati nya. Tetapi di balik itu ternyata Leona memiliki sesuatu yang memilukan.
"Aku selalu merasa kesepian, tetapi beruntungnya ada Kaia yang selalu menemaniku dan ada untukku, dia sahabatku dan sudah aku anggap seperti saudara ku.... Aku memilih menghilangkan kesepianku dengan berpesta, minum dan bersenang-senang sesuka hatiku, tetapi tentu kesepianku hanya berkurang setengahnya saja, tidak sepenuhnya.. "
"Kenapa anda menceritakan hal ini kepada saya??? Maksud saya adalah karena saya hanyalah bawahan anda, bukankah jarang sekali ada atasan yang mengeluh kepada bawahannya tentang masalah pribadi nya???" tanya Ethan pada Leona.
Leona berdiri dan melempar senyumnya pada Ethan. "Aku percaya padamu, dan aku juga butuh teman selain Kaia, aku merasa bahwa kau juga sangat cocok menjadi temanku, dulu Kaia juga hanya bekerja untukku tetapi setiap hari aku bertemu dengannya dan aku membutuhkannya untuk teman bicara.. Aku harap kau juga seperti itu.. " Ucap Leona. "Aku ingin ke pantai, apa kau ingin ikut??? Karena kau bodyguard ku dan kau harus selalu bersama ku untuk menjaga ku.. "
Ethan tersenyum. Dia berdiri dan mengatakan bahwa dia akan menemani Leona ke pantai. Selain tugasnya, Ethan juga merasa prihatin dan kasian mendengar kisah Leona. Perempuan itu ingin menjadi juru masak dan memendam impiannya untuk membahagiakan orang tua nya. Ethan mengerti kenapa setiap dia memakan masakan buatan Leona pasti rasanya selalu nikmat dan ternyata Leona memang hobi memasak, wajar jika masakan buatan nya sangatlah enak. Mereka berdua keluar dari dalam rumah dan berjalan menuju pantai yang tidak jauh dari rumah Leona.
***
Sebelum menginjakkan kaki nya di pantai, Leona melepaskan sepatu hak tinggi nya, juga cardingan nya. Leona meminta agar Ethan juga melepas sepatu serba jas nya agar lebih nyaman. Berjalan di pantai memang sangat cocok jika berteIanjang kaki. Apalagi Matahari sudah mulai turun untuk menghilang di cakrawala.
Leona berlari ke arah laut dengan tawa bahagia seperti anak kecil. Perempuan itu juga berteriak sangat kencang seolah ingin melepaskan semua beban yang ada di pundaknya. Ethan hanya tersenyum melihatnya. Sadar bahwa Leona juga orang biasa yang butuh menyegarkan otaknya serta membebaskan pikirannya dari pekerjaan yang begitu melelahkan. Leona menari dengan ruang, dia benar-benar ingin berbahagia hari ini.
Leona melambaikan tangannya memanggil Ethan agar ke arahnya. Tidak tahu kenapa, Leona merasa tenang berasal di dekat Ethan. Dan dia bahagia karena rencana nya untuk membuat Ethan dekat dengannya berhasil. Lelaki itu saat ini selalu bersama nya. Leona berbohong mengenai ingin mebalaskan kekesalannya pada Ethan setelah kejadian itu, padahal dari awal dia melihat Ethan, dia sudah memutuskan untuk membuat laki-laki itu menjadi bagian dari kehidupannya. Tidak ada dendam ataupun hal lain mengenai sikap Ethan. Karena satu hal yang pasti, Leona hanya ingin mengenal Ethan lebih jauh lagi.
Mendengar dari Kaia serta membaca laporan mengenai Ethan semakin mengusik hati Leona. Ethan ternyata hidup dalam kesederhanaan, pekerja keras dan memiliki tekad kuat untuk mewujudkan keinginannya. Hal itu semakin membuat Leona penasaran dan semakin penasaran setiap waktu. Dan Ethan juga sejak kecil sudah hidup dalam keterbatasan karena tinggal di panti asuhan, akan tetapi tekad kuatnya membuat dia harus berjuang dan bekerja keras ketika menginginkan sesuatu.
Ethan berdiri di sebelah Leona. Dan mereka ber jalan-jalan menyusuri pantai. Suasana begitu tenang, dengan suara deburan ombak yang tidak terlalu kuat karena air sedang surut. Leona menoleh mamandangi Ethan. "Bagaimana hubunganmu dengan Gemma???" Tanya Leona tiba-tiba. Dia memang selama ini sangat penasaran dengan Ethan dan juga Gemma. Apalagi melihat pesan yang setiap hari di kirim oleh kedua nya. Leona semakin penasaran. Ponsel Ethan dalam kekuasaannya karena memang sebelumnya sudah dia hack, sehingga Leona selalu memantau Ethan
"Kau masih ingat dengan Gemma???" Tanya balik Ethan.
Leona tersenyum. "Tentu saja aku mengingatnya, karena Gemma, akhirnya aku bertemu denganmu dan aku bisa menawari pekerjaan padamu.. Bagaimana hubungan kalian??? Kalian sudah menjadi sepasang kekasih kan???" Tanya Leona.
Ethan menggelengkan kepala nya. "Tidak... Belum.. " Jawab Ethan malu.
"Belum??? Kenapa belum??? Kalian sudah saling menyukai kan???" Tanya Leona lagi.
"Aku tidak berani mengungkapkan karena aku masih sibuk memikirkan mencari pekerjaan... "
"Tapi sekarang kau sudah mendapatkan pekerjaan kan??? Lalu tunggu apalagi???"
Ethan terkekeh. "Aku masih malu... Hubungan kami ya hanya sebatas persahabatan saja.. Aku ingin memantapkan diriku dulu.. Aku juga ingin menjalin hubungan yang serius, aku takut Gemma tidak mau berkomitmen jadi aku meragu.. "
"Apa komitmen dalam sebuah hubungan itu harus dilakukan secepat ini??? Usia mu masih muda untuk menjalin komitmen dalam hubungan.. Terlalu cepat.. " Ujar Leona.
Ethan menggelengkan kepala nya. "Aku ingin menikah sebelum usia 30 puluh... Itulah kenapa aku ingin hubungan yang di landasi komitmen.. Aku juga ingin punya bayi karena aku sangat menyukai anak kecil, jadi aku benar-benar butuh perempuan yang benar-benar siap untuk di nikahi dan mau segera memiliki bayi.. "
Ujar Ethan