
Aldrin dan Tuan Adam memasuki lift menuju ke ruangan presiden direktur. Begitu tiba di ruangan Tuan Adam yang begitu besar dan mewah, pria tua itu langsung duduk di kursi kebesarannya, sementara Aldrin hanya berdiri dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Ayah dan anak itu memulai percakapan empat mata.
"Apa yang membawamu ke sini?" tanya Adam.
"Aku Ingin menikah!" jawab Aldrin langsung tanpa keraguan.
Adam tersentak seketika. Ia membuka kacamatanya sambil bertanya dengan nada tenang. "Kamu menghamili perempuan?"
Aldrin menggelengkan kepalanya. "Aku ingin menikahi pacarku setelah aku tamat SMA dan aku ingin Ayah menyetujuinya."
"Kenapa kamu ingin menikah secepat itu?"
"Aku mencintainya ...."
"Menikah bukan mainan, itu tak seindah masa pacaran. "
"Aku akan menjalaninya dengan baik."
"Apa yang membuatmu begitu yakin?"
"Karena dia selalu mencintaiku dan menerimaku apa adanya."
"Apa balasan yang akan kamu beri, jika aku menyetujuinya?"
Aldrin meneguk ludahnya sesaat, "Aku berjanji akan berubah selama satu tahun ini."
Adam tertegun. Matanya masih menatap kedua mata Aldrin yang juga mengarah padanya. Perlahan pembicaraan ayah dan anak ini berubah menjadi pembicaraan antara sesama pria. Ya, ia dapat melihat perubahan Aldrin. Jawaban-jawabannya menandakan jika ia benar-benar serius dan bertekad.
"Aku telah memasukkan namamu ke daftar penerima hak waris. Tapi, di dalam surat itu ada syarat yang harus kau penuhi jika ingin mendapatkan hak waris. Kamu harus menikah minimal di usia dua puluh lima tahun. Kamu paham dengan maksudku?"
"Aku tidak butuh warisanmu, karena aku tidak punya hak atas hartamu. Sekarang, aku hanya minta Ayah mengizinkan aku menikahinya saat aku tamat SMA nanti dan Ayah membantuku untuk meyakinkan kedua orangtuanya." Bibir Aldrin bergetar saat mengucapkan kalimat panjang itu.
Adam terdiam untuk beberapa saat. "Baiklah, itu artinya kau sepakat aku mencoret namamu dari daftar hak waris?" Tuan Adam meyakinkannya sekali lagi.
Aldrin mengangguk, matanya memandang mata Ayahnya tanpa keraguan.
Tuan Adam mengambil ponselnya, menekan sebuah panggilan. Panggilan itu langsung terhubung pada seseorang.
"Mengenai surat wasiat yang hari itu kita bicarakan, tolong batalkan. Coret nama Aldrin dari daftar dan kembalikan seperti dulu," ucap Adam pada kuasa hukumnya di telepon.
Pria ini tak pernah main-main dengan keputusannya dan juga tak pernah berkompromi pada sesuatu. Itulah kenapa Ardhilla tak bisa mengendalikannya.
"Kenalkan aku pada pacarmu, ajak dia makan malam bersama nanti," ucap Adam selepas mengakhiri panggilan teleponnya.
"Iya." Aldrin mengangguk tanpa banyak bicara.
"Kamu boleh pergi," perintah Adam padanya.
"Masih ada satu hal lagi ...." ucap Aldrin kembali ketika Tuan Adam hendak melanjutkan pekerjaannya.
"Apa itu?" Adam menyatukan jari-jari tangannya di atas meja.
"Aku ingin pelajari ilmu bisnis perusahaan, dan pekerjakan aku jika tamat SMA nanti," ucap Aldrin.
"Terima kasih, Ayah. Aku pergi dulu." ucap Aldrin sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari, Aldrin menceritakan pada Naufal jika ia akan menggunakan libur semesternya untuk magang di perusahaan Ayah mereka.
"Oh ya, kamu serius?" tanya Naufal tak percaya.
"Tentu saja," jawabnya spontan.
"Ada angin apa tiba-tiba mau belajar ilmu perusahaan dan mau masuk di perusahaan setelah tamat nanti?" tanya Naufal terheran-heran.
Aldrin terdiam sejenak. Lalu bertanya, "Naufal, kamu masih suka Amaira?"
"Kok kamu tanya gitu?" Naufal balik bertanya dengan mata yang membulat sempurna.
"Karena apa yang akan kuceritakan sama kamu berhubungan dengan Amaira, aku takut akan melukai hatimu."
"Aku sudah lama melupakannya. Tentu saja aku masih menganggapnya teman. Lagian, aku ... sekarang lagi dekat seseorang," ucap Naufal dengan cepat. Rasa penasarannya yang kuat membuatnya harus berbohong. Padahal kenyataan yang sebenarnya ialah dia masih mencintai gadis yang telah menjadi kekasih Aldrin itu.
"Baguslah! Jadi aku enggak akan merasa bersalah lagi sama kamu." Aldrin bernapas lega sesaat, kemudian melanjutkan kembali ucapannya, "Aku dan Amaira berencana akan menikah setelah tamat sekolah."
Mendengar pernyataan yang baru saja Aldrin utarakan, seketika senyum yang tergantung di wajah Naufal menghilang. "Ka–kamu mau menikah sama dia?" Naufal memastikan kembali ucapan Aldrin.
"Ya. Bahkan aku sudah bilang sama orangtuanya dan ayahmu."
Seolah mendapat pukulan di dada, itulah yang dirasakan Naufal saat ini. Namun, ia masih bisa bersikap biasa di depan Aldrin dan memaksakan bibirnya membentuk lengkungan senyum.
"Selamat, ya!"
Saat mengucapkan hal itu, tenggorokannya tercekik. Lidahnya kelu seketika hingga ia tak mampu melanjutkan kata-kata. Pada akhirnya hanya mampu mengucapkan selamat.
"Makasih. Kamu juga, semoga kamu cepat punya pacar baru," balas Aldrin menepuk pundak Naufal.
Untuk kedua kalinya Naufal menarik kedua sisi bibirnya hingga menunjukkan senyum selebar mungkin. Ia mencoba menahan diri untuk tidak terlihat sedih di depan Aldrin. Perlahan, perasaan patah hati itu kembali ia rasakan. Ia telah mencoba sebisa mungkin untuk melupakan Amaira. Namun, perasaan itu tetap tak bisa runtuh. Mungkin karena sudah dibangun dalam waktu yang cukup lama sehingga sulit untuk dihancurkan.
Naufal menatap wajah bahagia Aldrin. Sungguh, ia benar-benar ingin memiliki kebahagian yang Aldrin miliki saat ini. Sungguh, ia ingin ikut tersenyum serta mendoakan keinginan saudaranya dengan setulus jiwa. Nyatanya, bahagia yang Aldrin miliki saat ini adalah kesedihannya.
ini adalah visual erlin yaa.
pemeran Erlin ini bukan di ada-adain mendadak ya. tapi emang dia bagian pemeran yang Yu ciptakan dari awal cerita dan memang masuknya dipertengahan cerita. tapi bagaimana dan dengan siapa dia di dalam cerita ini, silahkan menebak-nebak tapi alur cerita tetap berjalan sesuai apa yang Yu buat. seperti kata komentator, jodoh di tangan author dan kalian juga harus tahu kalo jodoh bisa tertukar alias ditukar author 😝.
just info, Foto ini salah satu adegan film gintama 2 yang kocak. itulah kenapa visual Erlin aku pake hasimoto kanna. karena keduanya jadi pasangan gokil di film ini... akting oryo di sini keren. ada bang haruma miura (visual zaki) juga.
jangan lupa, like, klik bintang 5, vote, share ke akun sosmed dan komeng