Don'T Say Goodbye

Don'T Say Goodbye
chapter 108 : Acara Malam



"Jika kau ingin aman magang di Perusahaan ini selama libur, jangan pernah campuri keputusanku!" ancam Zaki lalu sesaat kemudian meninggalkan Aldrin sendiri di ruangan itu.


Aldrin memutar kursi duduknya menatap jendela ruangan sambil tersenyum, "Kerja di kantor begitu membosankan. Jika bukan karena Amaira, aku tidak akan menginjakkan kantor ini."


Beberapa hari telah berlalu, saat ini berita tentang retaknya hubungan antara Maria dan Zaki telah merebak di media. Hal itu tercium, karena Zaki telah meng-unfollow akun instagram Maria, sebaliknya Maria telah menghapus foto-foto kebersamaan ia dan Zaki di instagram miliknya. Semua akun gosip serta berita infotaimen gencar membahas tentang sepasang kekasih yang menjadi favorit netizen. Namun, hingga saat ini Maria belum membuka suara soal kabar kandasnya hubungan ia dengan putera sulung orang terkaya nomor 3 di Indonesia.


"Jadi kau benar-benar sudah putus dengan tuan muda Zaki? " tanya manager Maria.


Maria mengangguk sambil menyeruput minuman botolnya. Sang manajer bertanya kembali, "Kalian sudah tak punya hubungan sama sekali? "


"Ya, hanya sebatas pekerjaan, dan nanti malam aku akan ke acara launching produk terbaru perusahaan mereka," ucap Maria.


*****


Malam hari telah tiba, Naufal masuk ke kamar Aldrin dengan berpakaian setelan jas lengkap. Sementara di dalam kamar, Aldrin juga sedang memasang dasi kupu-kupunya sebelum ia memasang jas di badannya.


"Sayang sekali, saat acara perusahaan Ibu tidak bisa hadir karena harus menghadiri acara peresmian di tempat lain," sesal Naufal sambil menunggu Aldrin memakai sepatunya.


"Baguslah jika dia tidak ada, acara juga tetap berlangsung meskipun tidak ada dia!" cetus Aldrin.


"Bukan itu masalahnya. Tadinya, acara perusahaan akan dilaksanakan dua hari mendatang bertepatan dengan ulang tahun ayah. Apalagi, saat ini ayah tidak ada di sini. Tapi, entah kenapa kak Zaki mempercepat acara menjadi hari ini," kata Naufal.


Aldrin terdiam sejenak. Zaki mempercepat acara launching produk perusahaan tanpa ada ayahnya, bukankah itu aneh.


"Oh iya, aku ingin memberi kado dihari ulang tahun Ayah. Menurutmu, kado apa yang cocok untuk Ayah?"


Aldrin kembali tertegun. Memberi hadiah untuk Ayah? Ia sama sekali tak pernah melakukan itu. Namun, ada keinginan di dalam hatinya untuk melakukan hal yang sama.


"Aku tidak tahu," jawabnya singkat.


Naufal memasang wajah cemberut mendengar jawaban ketus darinya.


"Ayo kita pergi, tapi sebelumnya kita jemput Amaira dulu ya?" pinta Aldrin.


"Tentu saja. Kau sendiri kenapa tidak membawa pasanganmu?" Aldrin balik bertanya.


Naufal hanya terdiam. Sejenak ia mengingat sosok Er. Ya, terakhir ia bertemu gadis itu saat Er mengungkapkan perasaannya. Hingga kini, mereka tak pernah bertemu bahkan berkomunikasi. Sebab, Naufal tidak ingin memberi harapan pada gadis tomboy itu.


Mereka lalu menaiki mobil yang sama menuju rumah Amaira. Aldrin turun dari mobil untuk menjemput Amaira, sementara Naufal menunggunya di dalam mobil.


Aldrin mengetuk pintu rumah. Ibu Amaira membukanya. Aldrin langsung menyapa Ibu kekasihnya.


"Selamat malam, Bibi. Aku akan mengajak Amaira menghadiri acara perusahaan Ayahku," sapanya sambil tersenyum.


Ibu Amaira tidak menjawab, tetapi ia menoleh ke arah puterinya yang telah bersiap dengan memakai gaun pink pastel dan sepatu hak tinggi berukuran lima senti berwarna senada dengan gaunnya. Tak lupa riasan tipis di wajahnya yang begitu natural dan rambut hitam panjang yang dibiarkan terurai indah, memanjakan mata siapapun yang memandangnya.


Seperti biasa, Aldrin selalu terpesona dengan penampilan kekasihnya. Amaira pamit pada ibunya dan langsung pergi bersama Aldrin meninggalkan rumahnya menuju mobil yang telah terparkir di depan pagar.


Mereka bak sepasang Tuan puteri dan Pangeran. Aldrin membukakan pintu mobil untuk Amaira. Gadis itu langsung masuk ke mobil dan melihat Naufal duduk di posisi mengemudi. Naufal menatapnya melalui kaca depan mobil. Wajah cantiknya terekspos jelas di kaca kecil. Naufal pun mengendarai mobil meluncur ke lokasi acara dengan kecepatan rata-rata.


****


Sementara di sebuah hotel berbintang lima, Jakarta. Acara peresmian untuk produk terbaru dari perusahaan Dubai cabang Indonesia juga sedang berlangsung saat ini. Ardhilla memakai gaun silver panjang yang membentuk lekukan tubuhnya. Ia duduk di meja depan bersama Jefry. Pria berusia empat puluh empat tahun itu terlihat gagah dengan jas berwarna hitam kombinasi putih. Mata Ardhilla tak lepas memandang wajah pria yang duduk di sampingnya. Namun, Jefry tampak acuh dan hanya memandang di atas panggung mendengarkan MC membuka acara.


.


.


.


bersambung...


jangan lupa like dan komen yaa...