
Malam hari, Aldrin dan Naufal bersiap untuk ke pesta ulang tahun Maria. Keduanya kompak menggunakan setelan jas berwarna hitam. Aldrin memilih untuk pergi bersama Naufal dengan menggunakan mobil milik saudaranya itu. Kemudian mereka menuju kediaman Amaira untuk menjemputnya.
"Pergilah dan jemput Amaira!" pinta Aldrin ketika mereka telah sampai di depan rumah Amaira.
"Hah?" Naufal memasang wajah terkejut.
Aldrin menghela napas. Ia menoleh rumah Amaira sambil berkata, "Kayaknya ... orangtua Amaira enggak suka sama aku. Jadi, kamu saja yang temui dia dan minta izin sama orangtuanya."
Naufal mengangguk paham. Ia langsung keluar dari mobilnya dan masuk ke halaman rumah Amaira, sedangkan Aldrin memilih menunggu di mobil.
Naufal mengetuk pintu rumah Amaira. Selang beberapa saat kemudian, pintu di buka oleh seseorang yang wajahnya mirip Amaira. Rupanya, dia adalah kakak Amaira.
"Kamu pacarnya Amaira, 'kan? Tunggu sebentar, ya! Aku panggil dulu," ucap Kakak Amaira dengan begitu ramah.
Belum sempat Naufal menjawab, kakak Amaira langsung berlari memanggil gadis itu. Tak menunggu lama Amaira keluar turun dari lantai atas menuju ruang tamu. Kehadirannya membuat Naufal terpukau hingga matanya terbuka lebar.
Malam ini, Amaira menggunakan gaun putih polos sederhana. Modelnya melekuk di tubuh sampai ke pinggang lalu menjuntai ke bawah. Tak lupa ia memakai riasan wajah sederhana dengan polesan warna peach di pipi dan matanya, serta lipstik berwarna pink nude. Penampilannya sangat membuatnya terlihat berbeda dari biasanya.
Pangling!
Namun, yang membuat Naufal tertegun, karena gaun yang dipakai gadis itu sama persis dengan gaun yang dibelinya tadi siang. Dia senang, setidaknya Amaira memakai gaun yang sama dengan ia beli.
"Gimana penampilan Amaira? Ini aku yang dandan, loh!" seru kakak Amaira yang berdiri di belakang gadis itu sambil memegang kedua pundaknya.
Masih menatap terpana, Naufal menjawab, "Dia sangat cantik!"
"Lihat tuh! Pacarmu sampai enggak berkedip gitu," bisik kakak Amaira di kuping gadis itu.
Amaira hanya terdiam. Sebenarnya ia heran, kenapa yang datang menjemputnya malah Naufal. Ke mana Aldrin?
Tak mau berlama-lama, Naufal dan Amaira pun keluar bersama menuju kendaraan yang telah terparkir.
"Naufal, mana Aldrin?" tanya Amaira saat keluar dari halaman rumahnya.
"Tuh dia!" jawab Naufal sambil mengedikkan dagunya ke arah Aldrin.
Amaira menoleh. Rupanya, Aldrin telah menunggunya di depan. Cowok berjas hitam itu tampak terpesona menatap penampilan Amira malam ini. Ya, hari ini Amaira tidak hanya terlihat cantik, tapi juga anggun dan elegan.
Amaira dan Aldrin saling mengunci pandangan selama beberapa detik.
Pujian Aldrin membuat Amaira tersipu. Mereka bertiga lalu masuk ke mobil. Naufal menyetir mobil dan Aldrin duduk di sampingnya, sementara Amaira duduk di kursi belakang seorang diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah hotel bintang 5, Jakarta, tampak seorang pria berjas rapi menuju kamar hotel berjenis Presidental suit, yaitu jenis kamar hotel yang paling mewah dan termahal. Pria itu mengetuk pintu kamar yang ditujunya. Tak lama kemudian, seseorang menyuruhnya masuk.
.
Pria itu pun masuk. Ia mendekat ke pemilik kamar yang sedang duduk santai menikmati pemandangan malam ibukota dari balik dinding kacanya.
"Dia telah menyepakati kontrak yang Anda tawarkan, Tuan Yussef Alfath," ucap pria yang baru saja masuk.
"Bagus. Apa kau telah mengatur pertemuanku dengan Ardhilla?" tanya Tuan Yussef Alfath.
"Sudah, Tuan. Saya mengatur pertemuan Tuan dengannya minggu depan dan dia setuju."
Pria yang disebutkan namanya sebagai Yussef itu tersenyum lalu kembali berkata, "Berikan ia hadiah yang aku bawa dari Mesir."
"Baik, Tuan. Mengenai proyek pembangunan Yayasan, pemerintah telah menyepakatinya. Rencananya lahan itu akan segera digusur. Kami telah membayar ganti rugi pada orang-orang yang menempati lahan itu."
Tuan Yussef terdiam lalu memerintahkan bawahannya untuk pergi. Ia kembali menatap jendela kamarnya yang menampilkan pemandangan malam kota Jakarta.
"Ardhilla, akhirnya kita akan bertemu lagi. Apa kau masih mengenalku?" ucap pria itu dengan segaris senyum di bibirnya.
.
.
.
.
.
Inilah karakter yang banyak readers tunggu comebacknya di novel ini. Yup, Jefri. Maaf ya kalo visualnya tidak sesuai dengan deskripsi. Visualnya menurutku lebih keren dari yang aku deskripsikan. Kalo di deskripsi awal kan jefri itu pria yang wajahnya berada dikategori sedang. Ga jelek2 amat gtu. Nah setelah beberapa tahun berlalu, kan dah jadi holang kaya, jadi wajahnya disesuaikan dengan status sekarang 😆.Tadinya mau pake visual artis indonesia yang dah berumur gitu, kaya primus, atau teuku ryan tapi kurang greget deh menurutku. Jadi milih artis philipina aja kan tetanggaan tuh ma kita.