
"Kita panggilkan, Tuan Yussef Alfath selaku Presiden Direktur Alfath Group cabang Indonesia," seru MC.
Jefry langsung maju ke depan diikuti suara tepuk tangan yang begitu gemuruh. Ia tampil di atas panggung membawa beberapa kalimat sambutan. Ia juga menyinggung tentang sebuah yayasan sosial yang pembangunannya akan terlaksana mulai besok. Senyum samar selalu terlihat di wajah pria itu.
Ardhilla menatap kagum dari arah tempat duduk. Ia masih tak menyangka jika Jefri yang dulu ia kenal hanya seorang pria biasa sekarang menjadi pria mapan yang berpengaruh, bahkan pebisnis-pebisnis Indonesia mengincarnya untuk bisa kerja sama dengan perusahaannya.
Setelah Jefri selesai membawakan sambutannya. Kini, giliran Ardhilla yang dipanggil MC untuk membawa sambutan sebagai brand ambassador. Keduanya saat ini berada di panggung yang sama. Setelah Ardhilla selesai memberi sambutan, Jefri membuka resmi launching produk terbaru.
Keduanya saling berdampingan untuk foto bersama sambil memegang produk yang telah di launching. Jefri merapatkan badannya ke Ardhilla sambil tersenyum lebar di depan kamera. Kini, Ardhilla bisa melihat sangat jelas wajah Jefry yang semakin tua semakin memesona. Sejumlah wartawan mengambil cepat momen itu untuk di abadikan dalam sebuah kamera.
Sementara di hotel bintang lima lainnya, Aldrin, Naufal dan juga Amaira memasuki ruangan tempat acara launching produk perawatan kulit perusahaan mereka. Acara ini disiarkan secara langsung di empat stasiun televisi swasta.
Jika Jefri mengambil konsep gala dinner untuk launching produknya, maka Adam Grup mengambil konsep hiburan di acara mereka. Acara akan diisi sejumlah penyanyi dan grup band terkenal. Terlihat begitu banyak tamu yang hadir dari kalangan bisnis, ada juga beberapa wartawan dari berbagai media datang untuk mengambil bahan berita.
Maria tiba di acara itu dengan menggunakan gaun panjang coklat cream yang terbelah hingga di atas paha, memamerkan kaki jenjangnya yang terpasang sepatu hak berukuran 12 cm. Makeup yang menghiasi wajahnya juga begitu bold sangat cocok dengan gaun yang digunakannya. Ia benar-benar terlihat begitu elegan malam ini.
Kehadirannya di acara tersebut, langsung diserbu banyak wartawan. Mereka melempar pertanyaan tentang kabar keretakan hubungan antara ia dan Zaki. Tentu saja Maria hanya bungkam dan meminta maaf kepada para wartawan jika ia belum bisa menjawab. Ia memilih diam karena ingin menjaga perasaan Zaki dan tak ingin menghancurkan acara ini dengan terungkapnya fakta jika mereka telah berpisah.
"Kenapa wartawan begitu antusias mewawancarai kak Maria?" tanya Naufal sesaat melihat gerombolan wartawan yang mendesak ingin mewawancarai Maria.
"Kurasa mereka ingin bertanya tentang hubungan Maria dan Zaki yang telah berakhir," ucap Aldrin sambil meneguk minuman moktail.
Mata Naufal membesar. "Kak Zaki dan kak Maria putus?"
Aldrin mengangguk sambil menahan tawanya.
"I–itu ... tidak mungkin! Kak Zaki sangat mencintainya," ucap Naufal masih dengan wajah yang tak memercayai ucapan Aldrin.
"Ya, kudengar Maria yang minta putus," balas Aldrin menyunggingkan ujung bibirnya.
Naufal dengan mulut yang ternganga tak bisa berkata apa-apa lagi. Di pikirannya saat ini, jika benar mereka putus maka sangat disayangkan karena keduanya telah lama menjalin hubungan dan tak pernah ada masalah. Ia sangat tahu jika Maria adalah satu-satunya wanita yang hadir di kehidupan kakaknya dan merupakan satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan hati Zaki.
Sejenak, ia memikirkan kakaknya. Apakah Zaki bisa menerima semua ini? Ia hanya berharap berakhirnya hubungan mereka adalah keputusan bersama bukan sepihak seperti yang Aldrin katakan. Dengan begitu, salah satu dari mereka tak ada yang terluka.
Tiba-tiba, Zaki muncul dari arah pintu masuk sambil menggandeng mesra seorang wanita yang tak kalah cantik dari Maria. Ia adalah Jennifer Christy, seorang Artis sekaligus penyanyi Indonesia berketurunan Jerman yang namanya sedang melambung saat ini. Wanita itu memakai gaun hitam ketat dengan belahan dada yang begitu terbuka. Paha mulusnya juga tak bisa tertutupi karena gaun itu hanya sepanjang 10 cm dari area pribadinya. Benar-benar seksi!
Kehadiran Zaki yang datang bersama Jennifer membuat orang-orang terkejut. Tak terkecuali dengan Naufal, Aldrin dan tentu saja Maria. Sontak wartawan yang masih mengikuti Maria langsung berpindah tempat menghampiri Zaki untuk mengambil gambar.
Malam ini Zaki begitu terlihat tampan sekali dalam balutan tuxedo berbahan velvet warna biru tua. Dengan kombinasi lapel hitam disandingkan dengan dasi kupu-kupu hitam dan sepatu hitamnya yang ia kenakan. Sementara ia mengubah gaya rambutnya dengan memilih model rambut ala comma hair yaitu mempunyai ciri khas bentuk seperti tanda koma di bagian depan alias poni. Style rambut ini membuatnya terlihat seperti aktor korea yang sering memerankan tokoh CEO tampan.
Maria menoleh ke arah Zaki yang sedang di wawancara tak jauh darinya. Ia juga memerhatikan wanita yang menggandeng mesra tangan mantan kekasihnya itu. Ia mengetahui wanita itu adalah pemain Film layar lebar yang saat ini merambat ke dunia tarik suara.
Beberapa wartawan melayangkan pertanyaan pada Zaki. "Bagaimana dengan kabar keretakan hubungan Anda dengan Maria? Apakah itu benar?" tanya salah seorang wartawan.
"Ya. Itu benar," ungkap Zaki.
"Apa yang membuat hubungan kalian berakhir? Apakah Anda yang duluan mengakhiri? Atau Maria?" Wartawan melanjutkan pertanyaan mereka.
"Itu keputusan kami bersama," jawabnya tegas.
"Apa penyebabnya? Apakah karena orang ketiga?" tanya wartawan sambil melirik Jennifer.
"Bukan karena siapa-siapa. Hanya saja kami sudah tidak cocok!" jelasnya singkat.
"Bagaimana dengan kalian berdua, apakah kalian telah resmi pacaran?" tanya wartawan sambil menatap ke arah Jennifer yang tersenyum di samping Zaki.
"Masalah itu aku no comment. Kami baru dekat dan belum terlalu mengenal satu sama lainnya. Doakan saja yang terbaik," jawab Zaki malu-malu sambil menatap Jennifer dan memegang erat tangannya.
"Apa pendapat Anda tentang Tuan Zaki? " Pertanyaan wartawan beralih pada Jennifer.
Zaki dan Jennifer lalu permisi meninggalkan para wartawan. Zaki berjalan melewati Maria sambil menggandeng Jennifer. Naufal dan Aldrin hanya bisa melongo tak percaya.
Acara inti telah dimulai. Zaki naik ke atas panggung menggantikan ayahnya membawakan sambutan untuk para tamu. Di layar besar menampakkan produk terbaru yang akan mereka rilis.
"Sebelumnya saya akan memanggil brand ambassador produk kami," ucap Zaki.
Maria berdiri bersiap-siap naik ke atas panggung.
"Permisi," ucapnya sopan pada tamu yang duduk di sampingnya. Namun, ia terkejut saat nama yang dipanggil bukan namanya, melainkan Jennifer!
Jennifer dengan percaya diri maju ke atas panggung menghampiri Zaki sambil memegang produk. Semua tamu terkejut dan langsung menatap Maria yang masih berdiri dengan ekspresi bodoh.
"Kakak mengganti kak Maria sebagai brand Ambassador?" Naufal bergumam sendiri seakan tak percaya.
Pandangan Aldrin langsung terarah pada Maria yang terpaku dengan raut wajah menahan malu.
"Kenapa dia memasang tampang jelek seperti itu?" gumam Aldrin melihat ekspresi Maria.
Amaira menatap wajah kekasihnya yang sedang melirik wanita lain. Tangan Amaira secara spontan memegang erat tangan Aldrin membuat cowok itu tersadar seketika.
"Kamu mau minum?" tanya Aldrin.
Amaira menggelengkan kepalanya. "Aku ingin menikmati kebersamaan kita."
"Tentu saja!" Aldrin mencubit lembut hidung Amaira.
Maria masih terdiam menunduk. Bahkan ia tak berani untuk kembali ke tempat duduknya. Ia benar-benar tak habis pikir mengapa Zaki menggantinya tanpa konfirmasi. Bukankah pria itu sengaja ingin membuatnya malu?
Zaki, jadi kamu sengaja merencakan ini!
Spontan, Maria tersadar ketika sebuah lampu blits kamera mengarah padanya. Ya, seorang wartawan memotretnya dengan keadaan seperti ini.
Maria langsung berjalan keluar meninggalkan acara. Wartawan yang berkumpul langsung mengejarnya. Hal itu membuat Zaki tersenyum melihatnya dari atas panggung.
Melihat Maria dikejar wartawan, Aldrin langsung melepas tangan Amaira berniat pergi. Namun, gadis itu kembali menggenggam tangannya. Aldrin menatap Amaira yang juga menatapnya.
"Aku pergi sebentar. Tunggu saja di sini!" ucap Aldrin.
Amaira menggelengkan kepalanya. "Jangan pergi, tetap di sini!"
"Cuma sebentar kok. Aku akan kembali! Temui saja Naufal di sana agar kamu enggak sendirian di sini!" ucap Aldrin sambil menunjuk Naufal yang berdiri tak jauh dari mereka.
Aldrin langsung melepaskan tangannya dari genggaman Amaira dan berlari pergi meninggalkannya. Amaira hanya bisa terdiam memandang kepergian pacarnya. Pandangannya beralih pada Naufal yang berdiri tenang menyaksikkan acara berlangsung.
Sementara di luar acara, Maria mendapat serbuan para wartawan yang haus akan berita. Merek menyerangnya dengan beribu pertanyaan. Begitu banyak pertanyaan yang keluar membuatnya bingung. Ia pun memilih berlari meninggalkan mereka. Wartawan tak tinggal diam, mereka ikut berlari mengejarnya.
Maria terus berlari menghindari mereka. Tiba-tiba, sebuah tangan menariknya ke sudut ruangan. Gadis itu tersandar dipelukan seseorang dalam posisi membelakanginya. Ia ingin berbicara tetapi orang itu langsung menutup mulutnya. Rasa penasaran menerpanya saat menghirup aroma tubuh lelaki yang mendekapnya. Saat berusaha mendongakkan kepalanya ke atas, matanya langsung menangkap wajah tampan Aldrin.
"Sssssssttttttt ...." Aldrin meletakkan satu telunjuk di tengah bibir seksinya, memberi sebuah tanda agar Maria tidak mengeluarkan suara.
.
.
.