Don'T Say Goodbye

Don'T Say Goodbye
chapter 75 : Who is Hussain Al-Fath?



Setelah sampai di sekolah, Aldrin langsung menghampiri keduanya.


"Hari ini nyebelin banget, seharian pelajaran full! Kalian enak enggak perlu perlu belajar," keluh Aldrin begitu melihat Naufal dan Amaira turun dari bus sekolah.


Naufal menahan tawa mendengar keluhan Aldrin, tapi sesaat pandangannya teralih melihat sosok gadis yang berjalan menghampiri mereka.


"Kak Maria!"


Aldrin berbalik saat Naufal menyebut nama itu.


"Kebetulan sekali kalian ada di sini! Aku mau undang kalian berdua di acara ulang tahunku besok malam!" ucap Maria seraya tersenyum lebar hingga menampilkan deretan giginya yang putih dan rapi.


"Males, ah! Pasti si Manja itu bakalan ada!" tolak Aldrin sambil memalingkan wajah.


"Siapa yang kamu maksud?" tanya Maria bingung.


"Kak Maria enggak tahu, ya? kak Zaki dan Aldrin enggak pernah akur. Mereka kayak Tom and Jerry," sahut Naufal.


Mendengar jawaban Naufal, membuat Maria tertawa renyah. "Aku baru tahu, sumpah!"


Sepintas, mata Maria tertuju pada Amaira yang berdiri diam di samping Naufal.


"Kamu juga bisa ngajak dia ke pestaku. Tenang saja, ini pesta privat kok! Akan ada pesta dansa juga di sana!" ucap Maria pada Naufal.


Naufal terdiam sesaat. Dia lupa kalau pernah menceritakan sosok Amaira pada Maria. Namun, saat itu ia belum mengetahui tentang hubungan antara Aldrin dan Amaira.


Saat Maria mengatakan itu, wajah Aldrin menggelap seketika.


"Kak Maria, Amaira itu pacarnya Aldrin," kata Naufal.


Mata Maria membulat seketika, tetapi sebisa mungkin mencoba menyembunyikan rasa terkejutnya. Sebenarnya, dia penasaran apa yang terjadi di antara mereka bertiga.


Maria berusaha mencairkan suasana yang canggung dengan mengajak gadis itu berkenalan.


"Aku Maria," ucapnya mengulurkan tangan seraya tersenyum.


"Amaira." balas Amaira pelan sambil berjabat tangan dengan Maria.


Setelah beberapa menit berlalu, Naufal dan Maria duduk bersama di taman sekolah. Naufal akhirnya menceritakan apa yang terjadi antara dirinya, Amaira dan juga Aldrin. Tentu saja kisah cinta segitiga yang menjerat mereka.


"Jadi kamu relakan dia sama Aldrin?" tanya Maria setelah mendengarkan curhatan Naufal.


"Mereka saling mencintai, dan aku hanya jadi penghalang dalam hubungan mereka kalau memilih bertahan," jawabnya menunduk.


Maria menatap iba pada Naufal. Sebelumnya, ia tidak pernah sedekat ini pada adik pacarnya itu. "Kamu masih muda. Masih panjang perjalanan. Aku yakin, di masa yang akan datang ada seseorang yang telah disiapkan untukmu, semangat!"


Naufal tersenyum masam. Apakah ia terlalu berlebihan atas perasaannya? Aldrin mendapatkan Amaira dengan cara sportif dan ia telah menerimanya. Kenapa hatinya malah memilih bertahan untuk Amaira? Kenapa dia seakan menikmati rasa patah hatinya?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat lain, Ardhilla kembali membicarakan kontrak yang akan dia lakukan bersama Hussain Al-Fath—pengusaha asal Dubai. Sepertinya Manajer Ardhilla telah melakukan tawar-menawar kontrak ekslusif dengan perwakilan pengusaha itu.


"Dia bahkan berani mengontrak kamu dengan harga fantastis, 10,7 Milyar!" manajer Ardhilla bicara dengan menggebu-gebu.


Ardhilla tersenyum dingin lalu memerintahkan asistennya untuk mencari tahu tentang Hussain Al-Fath di situs internet. Siska langsung mengambil I-phone-nya kemudian mulai mencari nama Hussain Al-Fath di situs internet.


"Aku menemukannya, nih dia fotonya!"


Siska menyerahkan I-phone-nya lalu memperlihatkan wajah Hussain yang berseleweran di internet.


"Kayaknya dia sudah tua."


Ardhilla melihat foto-foto yang menampilkan wajah pengusaha asal Dubai tersebut. Tampak seorang pria lanjut usia yang bahkan terlihat lebih tua dari Tuan Adam. Di foto itu, pengusaha tersebut berwajah khas timur tengah dengan cambang dan janggut melekat di wajahnya. Tak lupa pula, surban penutup kepala yang menampilkan ciri khas pria-pria timur tengah.


"Iya, usianya sudah delapan puluh tiga tahun tahun," lanjut manajer menambahkan informasi.


"Ternyata sudah tua bangka!" cibir Ardhilla yang telah hilang rasa penasarannya setelah melihat tampang asli pengusaha Dubai itu.


Siska mulai membaca artikel yang membahas tentang pria tersebut.


...'Hussain Al-Fath adalah pengusaha asal Dubai. Ia merupakan pemilik dari Al-Fath group yang didirikannya di tahun 1965. Grup bisnisnya tersebut memiliki bisnis di sektor makanan, pusat perbelanjaan, ritel, dan konstruksi. Saat ini, ia merupakan orang terkaya kedua di Dubai. Kekayaan mencapai US$4,6 miliar atau Rp66,52 triliun. Ia terkenal sangat dermawan bahkan ia menyumbangkan sepertiga kekayaannya untuk memajukan pendidikan di UEA (Uni Emirat Arab).'...


Ardhilla tampak tak acuh lagi dengan artikel yang dibaca Siska. Sekarang yang terpikir olehnya adalah kontraknya bersama pengusaha Dubai itu cepat terealisasi.


"Kapan aku bisa meneken kontrak?" tanya Ardhilla seraya menopang dagu.


"Minggu depan orang kepercayaannya akan datang ke sini untuk bicara langsung denganmu," jawab manajer.


"Tunggu, ada artikel menarik tentangnya, Biar kubaca!" Siska menyambung tiba-tiba sambil menatap layar I-phone dengan serius.


.


.


.


Author Yu : woi jep, lo disangka hussein alfath sama readers tuh....


jepry : auto ngakak gue Yu, wkwkkwk


jangan lupa like ya, like itu gratissssss