Don'T Say Goodbye

Don'T Say Goodbye
chapter 100 : Ketika Zaki Membuka Suara



Malam hari, di kediaman Tuan Adam. Para pelayan menata meja makan dengan beberapa menu lezat. Ardhilla menuju meja makan dan memperhatikan setiap menu yang telah tertata rapi. Ia menunjukkan wajah tidak senang karena hari ini akan bertemu dengan dua gadis yang mungkin akan menjadi bagian dari keluarga ini.


Ardhilla menuju ke ruang kerja suaminya dan melihatnya duduk santai sambil membaca sebuah bundel. Sebenarnya, pagi tadi Tuan Adam dan Zaki baru saja tiba dari Bali. Jadi, sepasang suami istri itu belum sempat mengobrol apa pun.


Ardhilla duduk di samping suaminya. "Kamu benar-benar serius menyetujui Aldrin menikah tamat SMA nanti?"


Tuan Adam menutup bukunya, lalu melepas kacamatanya. "Anak itu akan magang di perusahaan senin ini."


Ardhilla membelalakkan mata. "Aldrin akan masuk ke perusahaan? Apa dia mau?"


"Dia sendiri yang memintaku untuk belajar bisnis perusahaan," jawab Adam.


Ardhilla kembali terkejut seperti tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Benarkah?"


"Iya, dia juga berjanji akan mengubah kebiasaan buruknya asal aku mengizinkan dia menikah setelah tamat sekolah."


"Bagaimana dengan syarat hak waris yang Aldrin harus penuhi?" tanya Ardhilla pura-pura tidak mengetahui apa pun.


Tuan Adam menatap mata Ardhilla. "Aku telah mencoret namanya. Tunggu sampai dia benar-benar menunjukkan kesungguhannya, setelah itu aku akan memikirkan kembali tentang hak warisnya."


Ardhilla terdiam. Otaknya berpikir, bukankah masih ada harapan untuk Aldrin mendapatkan hak warisnya? Memikirkan hal itu membuatnya tersenyum seketika.


Aldrin dan Amaira telah datang. Gadis itu hanya memakai setelan biasa dengan atasan blouse berwarna putih dan rok yang mengembang selutut berwarna pink pastel. Rambut lurusnya yang sedikit bergelombang terurai rapi tanpa aksesoris tambahan.


Mata Amaira tak henti-henti berkeliling menatap seisi bangunan rumah yang didominasi warna gold. Ini adalah pengalaman pertamanya masuk ke rumah yang begitu besar dan mewah bak istana.


"Kamu tunggu di sini, ya! Aku akan ke atas memanggil Naufal," ucap Aldrin.


Amaira mengangguk pelan sambil terus menatap seisi ruangan hingga langit-langit rumah. Arah pandangnya terhenti saat melihat sosok wanita cantik nan anggun yang berjalan menuju padanya. Tentu saja dia adalah Ardhilla, ibu Aldrin. Ardhilla tersenyum ramah padanya seraya menghampirinya.


"Oh, jadi kamu pacar anakku?" tanyanya begitu ramah.


Amaira langsung mengambil tangannya bermaksud menyalami ibu dari kekasihnya itu. Namun, Ardhilla langsung mencegatnya dan memilih untuk bersalaman lewat pipi kiri dan kanan. Sontak ketegangan yang dirasakan gadis ini menjadi berkurang saat melihat ibu dari kekasihnya itu begitu ramah padanya.


"Kamu begitu cantik kalau dari dekat, Aldrin sungguh pintar pilih pasangan. Aku harap hubungan kalian benar-benar serius sampai ke jenjang pernikahan nanti," puji ardhilla seraya tersenyum.


Amaira menunduk tersipu malu. Tiba-tiba Ardhilla mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu seraya berkata, "Buatlah Aldrin berubah. Suruh dia tinggalkan dunia musiknya dan fokus untuk menekuni perusahaan ayahnya. Jika kau bisa melakukannya aku akan dengan senang hati menerimamu!"


Senyuman itu masih mengembang di wajah artis ini tapi sorot matanya berubah seperti menyiratkan sesuatu yang setengah menekan. Amaira tak mengucapkan sepatah kata pun. Ia memilih diam dan menunduk. Ardhilla menepuk pundaknya sebelum berlalu dari hadapan gadis itu.


Tak lama kemudian Aldrin menghampirinya kembali. "Aku enggak melihat Naufal di kamarnya. Mungkin dia lagi keluar. Sayang sekali!" keluh Aldrin.


"Aku malah berharap dia enggak ada saat makan malam nanti," ucap Amaira yang langsung mendapat tanggapan heran dari Aldrin. "Mungkin sebaiknya dia tidak terlalu banyak melihat kemesraan kita. Kita harus jaga perasaannya juga, 'kan?" lanjut Amaira.


"Tenang aja! Naufal lagi dekat sama cewek sekarang. Dia bahkan rela babak belur demi cewek itu," ungkap Aldrin.


"Yang benar?"


Pandangan mata Aldrin beralih pada Zaki dan Maria yang baru saja datang. Maria terlihat cantik seperti biasa. Ia menggunakan dress biru yang membentuk lekukan tubuh langsingnya.


"Ternyata kalian ada juga!" Aldrin terkejut melihat kedatangan mereka. "Mengganggu saja!" ucapnya kembali dengan suara yang nyaris tak terdengar sambil membuang muka dan mengerucutkan bibirnya.


Maria tak kalah terkejut melihat Aldrin membawa Amaira ikut dinner malam ini. "Hai, Aldrin! Hai, Amaira!" sapa Maria dengan senyum yang menawan. Ia melirik kedua tangan mereka yang saling berpegangan.


Tak lama kemudian, Tuan Adam dan Ardhilla menemui mereka. Zaki langsung memperkenalkan Maria ke Ayahnya.


"Ayah, ini Maria. Dia pacarku. Dia artis muda berbakat," ucap Zaki memperkenalkan kekasihnya.


"Hai, Om!" sapa Maria sambil berjabat tangan dengan ayah kekasihnya.


Tuan Adam mengalihkan pandangannya ke Aldrin dan gadis yang dibawanya.


"Apa dia pacarmu yang akan kamu nikahi?" tanya Adam yang sontak membuat Maria dan juga Zaki terkejut.


"Iya," jawab Aldrin singkat.


Tuan Adam lalu mengajak mereka ke ruang makan.


Aldrin dan Amaira langsung mengikuti Tuan Adam dari belakang. Namun, suara Zaki menghentikan mereka.


"Kamu akan menikah?" tanya Zaki tercengang.


"Iya, setelah tamat sekolah," jawab Aldrin malas-malasan.


"Oohh ... itu sih masih lama! Kamu bisa saja putus ma dia beberapa minggu kemudian. Terus ganti pacar lagi, deh. Seperti yang sudah-sudah," ejek Zaki diiringi senyum mencibir.


Aldrin memilih tak membalas ucapan Zaki. Namun, siapa sangka kalau Zaki kembali berceloteh, "Kuharap kamu enggak bawa dia buat bermalam di kamarmu kayak yang pernah kamu lakukan dengan cewek lain."


Ucapan Zaki spontan membuat Amaira sangat terkejut. Ia tidak ingin memercayai apa yang dikatakan Zaki barusan. Namun, melihat Aldrin yang tidak membantah sedikit pun, mau tak mau harus memercayainya.


Aldrin mengarahkan tatapan tajam pada Zaki sambil mengepalkan tangannya. Amarahnya tersulut saat kakak tirinya itu membongkar apa yang pernah dia lakukan.


.


.


.


.


hari ini novel don't say goodbye tembus episode 100 yeaahh...


mau sampai berapa episode thor? gak bisa mastiin. pokoknya sampai semua masalah terpecahkan dan konflik terselaikan. nikmati aja alurnya. silakan menebak-nebak jalan cerita. tapi jangan meminta author mengubah jalan cerita yang telah author buat karena sang maha kuasa di cerita ini adalah author 😁😁.


terima kasih untuk para pembaca baik yg dari episode awal udah menemaniku atau yang baru bergabung. saya mencintai kalian semua 😍