
Azhar dan Abi nya yg pulang kerumah merasa heran karena pintu rumah terbuka.
"Nasha...." panggil Azhar sembari berjalan ke dapur, ia melihat dapur yg sedikit berantakan bahkan ada ponsel Nasha di meja makan. Azhar mengira mungkin Nasha di kamar nya. Ia pun bergegas naik ke kamar nya sembari kembali memanggil istri nya itu "Sayang, Nasha..." seru nya namun Nasha tidak ada di sana.
Azhar bahkan mengecek ke kamar mandi, namun Nasha juga tak ada di sana. Seketika perasaan Azhar menjadi gelisah dan rasa takut melingkupi hati nya, karena Nasha tidak pernah menghilang seperti ini sebelumnya.
"Nasha..." teriak Azhar lagi sembari berlari menuruni tangga.
"Ada apa, Azhar?" tanya Abi Fadlan karena Azhar terus berteriak memanggil Nasha.
"Nasha engga ada di rumah, Bi" seru Azhar panik.
"Mungkin dia pergi ke toko" jawab Abi Fadlan berusaha memenangkan Azhar.
"Tapi ponsel nya di tinggal, pintu juga terbuka tadi" ucap Azhar dengan suara gemetar, Abi Fadlan pun juga tak bisa menyembunyikan kecemasan nya sekarang.
Keduanya pun keluar dan mencari Nasha di sekitar rumah, namun tidak ada tanda tanda Nasha ada di sana.
"Ya Tuhan, dimana kamu, Sayang..." Azhar bertanya tanya dalam ketakutan nya.
Bersamaan dengan itu, Ummi Rifa pun datang dan menanyakan kenapa putra dan suaminya tampak sangat cemas. Saat mendengar bahwa Nasha menghilang, ia pun juga menjadi begitu cemas.
"Mungkin dia pergi dan lupa membawa ponsel nya" ujar Ummi Rifa.
"Jika dia pergi biasanya cuma menemui Harry gumam Azhar dan ia segera menghubungi Harry. Saat panggilan nya di jawab, Azhar tanpa basa basi langsung menanyakan keberadaan Nasha.
"Har, apa Nasha ada di sana?" tanya Azhar panik.
"Engga ada, Azhar. Sekarang aku lagi latihan basket, kenapa?" tanya Harry dari seberang telpon.
"Nasha engga ada di rumah, ponsel nya di tinggal dan ini seperti ada yg engga beres. Pintu terbuka tadi, dan di dapur seperti nya Nasha mau masak, engga mungkinkan dia tiba tiba pergi" tukas Azhar dengan begitu cemas nya.
"Coba tunggu sebentar, Azhar. Mungkin dia membeli sesuatu di toko terdekat"
"Ya mungkin saja" seru Azhar penuh harap "Aku akan mencari ke toko di sekitar rumah, Har. Terimakasih" ujar Azhar dan ia segera memutuskan sambungan telpon nya.
..........
Nasha terbangun dengan kepala yg terasa pusing, ia membuka mata nya dan berusaha menyesuaikan dengan cahaya di sekitar nya.
Ia berada di sebuah ruangan serba putih dengan cahaya yg terang benderang dan tidak ada apapun di sana selain sebuah ranjang berukuran kecil.
Seketika Nasha teringat dengan apa yg terjadi sebelum nya. Ia langsung bangkit berdiri dan berlari menuju pintu, namun pintu itu ternyata terkunci. Nasha menggedor nya dengan kuat sembari berteriak memanggil Ramos.
"Ram..."
"Ramos, buka pintu nya, sialan" teriak nya sembari terus menggedor pintu.
Tak lama kemudian pintu benar benar terbuka dan Ramos muncul masih dengan senyum yg sama, yg begitu dingin.
"Sudah bangun, Sha?" tanya nya sembari hendak menyentuh pipi Nasha namun Nasha menepis tangan nya dengan kasar.
"Jangan kurang ajar ya, Ram" tegas Nasha marah namun Ramos malah tersenyum miring.
"Suami mu yg kurang ajar, Sha" tegas Ramos kemudian "Kamu tahu? Aku sama sekali tidak tertarik pada mu kecuali karena sifat penurut mu itu, aku fikir kamu pasti akan jadi istri yg sangat baik untuk ku. Tapi setelah bersama Azhar kamu banyak berubah ya" tutur nya sembari menatap sinis Nasha.
"Keluarkan aku dari sini, aku mau pulang pada suami ku" teriak Nasha marah.
"Aku akan memulangkan mu, tapi nanti" jawab Ramos kemudian ia keluar dan langsung mengunci pintu nya dari luar.
"Ramos...." teriak Nasha sembari menggedor gedor pintu lagi namun semua itu tak ada guna nya. Nasha terduduk lemas di lantai dan ia mulai menangis ketakutan. Ia juga memikirkan Azhar dan mertua nya yg saat ini pasti kalang kabut mencari dirinya.
.........
Sementara di luar, Ramos terdiam kaku. Ia sama sekali tidak bermaksud menyakiti Nasha, namun tak bisa ia pungkiri bahwa diri nya memang sangat menyukai Nasha, namun semenjak bersama Azhar Nasha banyak berubah dan ia tampak lebih berani melawan diri nya mau pun orang tua angkat nya. Tentu Ramos tau hal itu karena Raya bercerita pada nya.
Raya bahkan mengatakan ia masih mengharapkan Ramos yg menjadi menantu nya, karena itu lah ia kembali mendekati Nasha setelah sekian lama ia membiarkan Nasha bersama Azhar.
Ramos juga hanya ingin membalas sakit hatinya pada Azhar atas ancaman nya, Ramos memiliki ego yg tinggi dan Azhar sudah melukai ego nya dengan mengancam nya. Ramos ingin Azhar merasakan bagaimana rasanya kehilangan Nasha sama seperti dia yg kehilangan Nasha.