True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 35



"Jadi sudah berani jalan berdua ya..." seru Asma yg menyambut kedatangan Azhar dan Nasha di rumahnya.


Karena hari kamis, kajian hari ini di pesantren dan Azhar merasa tidak nyaman jika ia sendiri yg membawa Nasha ke pesantren. Jadi Azhar memutuskan untuk mampir ke rumah Bilal dan kebetulan sekali ada Sarfaraz dan Afsana disana.


"Hati hati lho, godaan setan itu halus. Engga akan kerasa apa lagi sadar kalau sedang di goda" goda Bilal yg membuat Azhar menjadi salah tingkah, sementara Nasha hanya bisa tersenyum kaku.


"Sebenarnya bukan jalan berdua sih, tadi itu..."


"Kebetulan ketemu?" tanya Faraz sambil menemani Baby Al bermain.


"Engga juga sih, tadi aku jemput Nasha..."


"Nah kan, sengaja berduaan... " sambung Afsana yg membuat Azhar hanya bisa garuk garuk kepala, mereka pun tertawa geli dengan kedua anak muda ini.


"Kami bercanda, kami yakin kamu tahu dimana batasan mu. Tapi tetap saja kamu harus hati hati, engga ada yg bisa memastikan hati dan iman, hm..." ujar Bilal.


Sementara Afsana naik ke kamar nya untuk menyiapkan barang barang Baby Al, karena sebentar lagi mereka harus berangkat ke pesantren.


"Iya, Om..." jawab Azhar sambil tersenyum kikuk.


Nasha yg melihat ke akraban keluarga Faraz itu menjadi sangat iri, apa lagi saat melihat Asma yg memakan sebatang coklat dan kemudian Bilal datang dan juga memakan cokelat yg sama dari tangan Asma. Asma terlihat cemberut.


"Kebiasaan banget deh Abi ini, ambil sendiri di kulkas. Kenapa harus selalu ngambil yg di tangan ku" gerutu nya sambil memberengut kesal, Nasha terkekeh melihat hal itu.


"Ya kan biar romantis, Zahra Sayang. Emang kamu engga kangen romantis romantisan seperti waktu kita muda dulu?" goda Bilal dan ia kembali mengiggit cokelat itu dengan gigitan yg lebih besar.


"Engga, engga ada waktu..." jawab Asma ketus dan hal itu membuat Nasha melotot kaget.


"Apa Nyai boleh ketus ke suami nya yg Kiai?" batin nya bertanya heran.


"Engga ada waktu apa nya? Kayak wanita karir aja engga ada waktu..." seru Bilal.


"Mengajar di pesantren juga wanita karir lho, Bi" jawab Asma dan ia kembali menikmati cokelat nya hingga gigitan terkahir. Bilal mengambil air kemudian memberikan nya pada Asma, setelah Asma meneguk air itu kini gantian Bilal yg meminum dari gelas yg sama. Sekali lagi hal itu tak luput dari perhatian Nasha.


"Iya deh iya, Zahra ku ini memang wanita karir" ujar Bilal sambil mencolek ujung hidung Asma yg mancung. Setelah itu Bilal naik ke kamar nya yg kata nya di mau mengambil kitab.


Nasha memperhatikan beberapa foto mereka yg terpajang di ruang keluarga, hingga terdengar suara nyaring Asma yg sedikit membuat nya tersentak kaget, apa lagi Asma memanggil suaminya itu dengan nama tanpa embel embel apapun...


"BILAL..." teriak Asma.


"Apa, Sayang? Udah kangen? Baru juga di tinggal ke kamar sebentar..." jawab Bilal sambil menuruni tangga. Asma langsung melotot dan terlihat ia memegang ponsel Bilal.


"Ada pesan, Assalamualaikum Mas Bilal, kata nya..." ucap Asma ketus membacakan pesan yg masuk ke ponsel Bilal itu, kemudian ia menatap tajam Bilal. Afsana yg juga baru turun dari kamar nya pun hanya bisa tertawa melihat ekspresi ibu mertua nya itu. Sementara Faraz hanya bisa geleng geleng kepala begitu juga dengan Azhar. Beda hal nya dengan Nasha yg tampak melongo.


"Emang nya siapa yg ngirim pesan romantis gitu, Ummi?" tanya Afsana menggoda.


"Mana Ummi tahu, sengaja nomor nya engga di save sama Bilal" jawab Asma.


Tak lama kemudian ponsel Bilal berdering, panggilan masuk dari nomor yg sama. Dan Asma menjawab nya.


"Assalamualaikum, Mbak..." sapa Asma yg langsung membuat Nasha melotot, begitu juga dengan Bilal.


"Siapa?" tanya Bilal karena ia memang tidak tahu siapa itu.


"Oh, oke oke..." jawab Asma pada orang di seberang telpon, membuat Bilal semakin tampak bingung.


"Besok pagi aja, sore ini kami mau ke pesantren" seru Asma lagi.


"Oke, Waalaikum salam" Asma menutup telpon nya dan ia cengengesan melihat Bilal yg menatap heran pada nya.


"Siapa? Akur banget"


"Mbak Yeni yg jualan bunga itu, besok bunga nya mau di anterin..."


"Astagfirullah, jadi kamu...." geram Bilal baru menyadari bahwa Zahra nya itu telah mengerjai nya. Asma tertawa geli melihat ekspresi Bilal "Kamu ngerjai aku, hm?"


"Romantis kan, Habibti, Ruhi..." ujar Asma menirukan gaya Bilal saat mengucapkan kata itu. Afsana dan Faraz yg sudah hafal kelakuan sepasang kekasih yg sudah berumur itu hanya terkekeh.


"Iya, tapi kamu hampir bikin aku jantungan. Kirain perempuan mana yg ngirim pesan begitu" ujar Bilal yg sekali lagi membuat Asma tertawa.


Mereka pun berangkat ke pesantren dengan berjalan kaki karena memang jarak nya yg sangat dekat.


Nasha berjalan berdampingan dengan Afsana, sementara Bilal berjalan didepan bersama Asma dengan Bilal yg menggenggam tangan Asma.


Nasha tak bisa menghentikan senyum nya melihat keromantisan mereka, dan ia sangat tak menyangka ternyata ada sebuah keluarga yg begitu harmonis dan penuh canda tawa tanpa melihat usia atau status sosial.


Saat memasuki area pesantren, Nasha begitu takjub. Ada beberapa bangunan yg cukup besar dan tempat itu juga ramai.


"Kampus ku kalah besar dari pesantren ini..." ujar Nasha dan Afsana yg mendengar itu pun tertawa kecil.


"Ini hanya sebagian, maksud ku ini pesantren untuk putri. Masih ada di sana khusus putra, terdiri dari Asrama, sekolah, aula khusus, dan juga Musholla. Ada beberapa kamar khusus para guru guru juga" jelas Afsana dan Nasha tampak semakin kagum.


Kampus Nasha adalah salah satu kampus yg cukup besar, ada berbagai jurusan di sana. Dan pesantren ini rupanya tak kalah besar nya.


"Jadi laki laki dan perempuan engga boleh gabung?"


"Engga boleh..." jawab Afsana "Oh ya, kamu ikut aku ke kediaman Ummi ya, jangan ikut Azhar" goda Afsana dan Nasha langsung menunduk malu malu.


Asma pun membawa Nasha dan Afsana ke kediaman Ummi Mufar. Sementara Bilal, Faraz dan Azhar langsung menuju ke pesantren putra karena sebelum kajian mereka ada musyawarah sebentar bersama para guru terkait jadwal mengajar. Karena ada beberapa guru tambahan yg salah satu nya adalah Azhar.


▫️▫️▫️


Tbc....