True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 62



Setelah mendapatkan telpon dari Azhar, Harry langsung meluncur menghampiri mereka di pusat perbelanjaan.


Dan sesampainya di sana, ia melihat kakak dan teman sekolah nya itu yg masih bersitegang.


"Har..." teriak Mera heboh saat melihat Harry datang naik taksi "Pacar kamu tuh bukan perempuan baik baik, Har. Dia mengkhianati kamu, dia menikah sama Dosen nya Kak Hanin. Kamu harus kasih dia pelajaran tahu engga..." Mera merundung Harry dengan berbagai kata dalam satu tarikan nafas, terlihat sekali gadis itu sangat geram terhadap Nasha. Sementara Nasha malah berseringai, ia menghampiri Harry, menggandeng tangan Harry dan bahkan mengecup pipi Harry.


Membuat Mera dan Hanin melotot terkejut begitu juga dengan Azhar, karena meskipun mereka saudara tapi mereka tetap tidak ada hubungan darah apapun, mereka bukan mahram yg seharusnya tidak boleh bersentuhan seperti itu. Sementara Harry malah tertawa geli dengan tingkah kakak nya itu, Harry sendiri bingung kenapa Nasha sangat tidak menyukai Mera yg sebenarnya Harry taksir sejak dulu.


"Liat tuh, Pak Dosen!" teriak Mera "Cewek apaan kayak itu? Mending buang aja ke laut"


"Mer..." tegur Hanin.


"Kamu tuh yg buang aja ke kutub Utara sana, sewot banget jadi cewek. Kalem dikit dong" ujar Nasha yg membuat Azhar dan Harry tertawa.


"Memang apa bedanya kamu sama Mera? Wong sama sama sewot" ucap Azhar yg langsung membuat Nasha memberengut, Azhar pun langsung menarik Nasha dan merangkul pinggang nya.


"Sebenarnya Kak Nasha ini kakak ku, Mer. Bukan pacar ku" ucap Harry yg membuat Mera langsung menganga lebar.


"Maksud nya?" tanya Mera masih tak mengerti.


"Maksud nya, aku memang kakak nya Harry. Bukan pacar nya" seru Nasha sambil mencebikan bibir nya.


"Terus kenapa selama ini kalian seperti orang pacaran?" tanya Mera lagi.


"Karena..."


"Karena aku engga suka kamu deketin adik ku" sela Nasha yg tak membiarkan Harry bicara. Sementara Mera kembali mendengus, walaupun tahu Nasha bukan pacar Harry melainkan kakak nya, entah kenapa tak ada perasaan yang membuat Mera harus menghormati Nasha. Ia masih memperlihatkan kejengkelan nya.


"Memang salah ku apa? Kapan juga aku deketin Harry?" tanya Mera lagi dengan sangat ketus.


"Oh, setiap ada kesempatan kamu selalu deketin dia. Aku engga mau adik ku punya pacar gadis centil kayak kamu, pakek baju aja yg selalu kurang bahan atau belum selesai di jahit"


"Nasha..." tegur Azhar "Bicara baik baik, Sayang"


"Tapi dia memang begitu, Azhar. Coba aja liat akun media sosial nya, posting foto cuma pakai tank top. Masih kecil udah begitu, gimana gede nya"


"Aku sudah gede ya..." sela Mera dengan cepat "Lagian bukan urusan kamu aku harus pakai baju apa"


"Ya maka nya itu aku engga suka sama kamu, jangan pernah deketin adikku"


"Kak... "seru Harry" Mera ini sebenarnya baik kok" cicit Harry yg langsung di pelototi oleh Nasha. Sementara Mera yg di bela malah tersenyum lebar.


"Iya, adik ku sebenarnya gadis yg baik kok, Sha" sambung Hanin "Memang fashion nya aja yg begitu. Jadi boleh ya, Mera temanan sama Harry" pinta Hanin.


"Engga boleh!" tegas Nasha yg membuat Harry dan Mera langsung cemberut "Udah, kita belanja di tempat lain aja"


"Ya, belanja ke tempat lain sana. Pusat perbelanjaan ini milik keluarga ku tahu, jangan pernah ke sini lagi" usir Mera yg langsung mendapatkan hadiah cubitan dari Hanin.


"Engga boleh gitu, Dek" ucap Hanin.


"Maaf ya, Sha, Pak Azhar. Mera ini masih kecil, jadi memang begitu" ucap Hanin menyesal. Sementara Mera bersandekap sambil menatap Nasha tajam.


"Engga akan aku ke Niranjan Mart ini lagi..." desis Nasha dan ia pun menarik Harry dan Azhar pergi dari sana.


Nasha terus menggerutu begitu juga dengan Mera.


"Perempuan kalau lagi cemburu bahaya banget ya" ujar Azhar sambil terkekeh.


"Iya, engga ingat kondisi dan situasi. Perang ya perang mereka tuh" sambung Harry.


"Sayang, sebenarnya kamu kenapa engga suka sama Mera?" tanya Azhar lagi.


"Tahu Kak Nasha neh, dia baik sebenarnya, Kak. Pintar juga" sambung Harry.


"Aku juga bingung..." jawab Nasha yg seketika membuat Nasha dan Azhar melongo "Sebenarnya engga benci sih, cuma kayak engga suka aja sama gadis bau kencur kayak gitu" tutur Nasha.


"Dia punya nama, Sayang. Engga boleh panggil orang begitu" tegas Azhar.


"Namanya Niranjana Almera. Biasa di panggil Mera" sambung Harry sambil cengar cengir.


Azhar memperhatikan Harry sejak tadi, ia mengulum senyum dan berkata "Kamu ada rasa ya sama dia?" Harry langsung menoleh ke Azhar yg saat ini sedang menyetir.


"Emmm... engga" jawab Harry dengan sangat tidak meyakinkan. Azhar hanya tertawa kecil menanggapi nya, Azhar bisa melihat dari mata Harry bahwa adik ipar nya itu seperti nya menaruh rasa pada Mera.


"Hati hati menjaga hati, Har. Suka itu naluri, kamu engga akan bisa mengendalikan hati. Tapi kamu bisa mengendalikan apa yg bisa di lahirkan dari hati. Contoh nya, suka... Jangan hanya suka, kamu kemudian menembak nya dan mengajak nya pacaran. Kalau bisa, jaga hati mu dan jaga hati nya. Kendalikan rasa mu sampai waktu yg tepat untuk menghalalkan nya" tutur Azhar dan Harry mengulum senyum mendengar wejangan kakak ipar nya itu.


"Ih, kok malah bicara menghalalkan sih" gerutu Nasha.


"Kamu juga, Sayang. Engga boleh menghakimi orang seperti itu, dan engga boleh dengan sengaja memancing emosi orang" tegas Azhar "Juga, kalian memang saudara tapi tidak ada ikatan darah sama sekali. Kalian juga sudah sama sama dewasa, jadi alangkah baik nya kalian tidak mencium satu sama lain. Karena kalian bukan mahram" ujar Azhar dengan hati hati. Nasha dan Harry terdiam, mereka tidak pernah berfikir kesana.


"Kalian masih sangat boleh dekat seperti layaknya saudara, hanya saja kalian harus tahu batasan kalian. Aku harap kalian faham dan engga tersinggung, karena jujur saja aku suka kedekatan kalian. Membuat ku iri karena aku tidak punya saudara" lanjut Azhar kemudian.


"Kami engga tersinggung" jawab Harry sambil tersenyum lebar "Justru terimakasih banyak karena sudah mengingatkan adik mu ini, aku sangat beruntung punya kakak ipar seperti mu, Azhar" ujar Harry dengan sangat tulus.


Sementara Nasha hanya terdiam sambil tersenyum.


"Oh ya, malam ini kami ada acara dirumah. Syukuran untuk ulang tahun Nasha sekalian dengan syukuran atas pernikahan kami. Kami mengundang para tetangga, Har. Supaya mereka tahu bahwa aku dan Nasha sudah menikah, apa kamu bisa datang?"


"Aku akan datang" jawab Harry sambil tersenyum tipis.


Tadi nya ia ingin memberi tahu Nasha bahwa Mama nya sakit, tapi Harry tidak ingin mengganggu kebahagiaan Nasha untuk saat ini.


"Papa sama Mama gimana, Har?" tanya Nasha kemudian "Kakak kangen sama mereka, seandainya mereka mau datang nanti malam"


"Mereka engga akan mau datang, Kak. Kak Nasha tahu sendiri mereka seperti apa" jawab Harry.


"Memang nya mereka engga ada nanyain keadaan kakak ya?" tanya Nasha dengan suara lirih.


Harry tak bisa menjawab nya, karena memang meraka tidak mencari Nasha untuk tahu keadaan Nasha. Mereka mencari Nasha demi kepentingan mereka sendiri.


"Besok kita kerumah Harry" seru Azhar yg melihat Nasha tampak sangat sedih.


"Jangan dulu, mereka masih sangat marah pada kalian" ujar Harry "Aku engga mau mereka menyakiti kalian lagi"


"Kami akan berusaha bicara baik baik, Har. Semoga dengan begitu kemarahan mereka mereda dan mau menerima kami"


▫️▫️▫️


Tbc...