True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 26



"Kak, ayo dong, Kak... Mumpung engga ada Mama sama Papa" bujuk Harry memelas pada Nasha yg saat ini masih bergelut dengan selimut nya.


Sejak kejadian tamparan itu, Nasha enggan kemana mana. Ia hanya pergi kuliah dan itu pun di antar jemput oleh Mama nya, hal itu benar benar membuat Nasha jengkel namun ia tak punya keberanian untuk melawan sang ibu angkat. Maryam juga menelpon Nasha untuk mengajak nya mengikuti kajian lagi, namun Nasha menolak dengan alasan ia sedang banyak tugas kuliah karena Nasha masih enggan jika harus berdebat apa lagi sampai di marahi lagi sama Mama nya.


Dan saat ini, kedua orang tua nya sedang pergi ke luar kota dan besok pagi sudah akan kembali. Tentu Harry tak mau menyia nyiakan kesempatan ini untuk pergi keluar bersama Nasha.


"Memang nya kita mau kemana sih, Har?" tanya Nasha malas.


"Ya pokoknya keluar rumah, biar engga sumpek" jawab Harry "Ayolah, Kak..." rengek nya sambil menarik narik selimut Nasha.


"Ya udah iya...." jawab Nasha akhir nya "Kakak mandi dulu"


"Okey, Harry tunggu di bawah" ujar Harry girang.


Harry pun segera memanasi mobil nya sembari menunggu kakak nya turun, tak lama kemudian Nasha muncul dan segera masuk kedalam mobil.


"Kita mau kemana?"


"Ke mall yuk, udah lama kita engga ke mall" ujar Harry sembari menjalankan mobil nya.


"Iya, terserah kamu aja"


.........


Sesampainya di mall, Harry langsung membawa Nasha ke sebuah butik yg ada di sana, dan disana Harry bertemu dengan teman sekolah nya yg katanya naksir Harry.


"Hai, Har..." sapa gadis itu dengan tersenyum manis.


"Hai, Mer..." sapa Harry juga "Kamu sendirian ke sini?"


"Engga, sama teman teman. Kalau kamu?"


"Itu, sama dia..." ujar Harry sambil melirik Nasha yg saat ini sedang memilih beberapa pakaian.


"Oh pacar kamu itu ya" ucap gadis bernama Mera itu dan Harry hendak menggeleng tapi tiba tiba kakaknya datang dan Harry langsung mengangguk.


"Ada apa?" tanya Nasha judes sama Mera.


"Engga apa apa, cuma kebetulan ketemu Harry" jawab Mera merasa terintimidasi dengan tatapan Nasha. Nasha memperhatikan penampilan Mera, kaos pendek yg memperlihatkan pusar nya dan juga celana yg hanya menutupi sebagian paha nya.


"Mau belanja juga?" tanya Nasha kemudian "Ini cocok deh kayaknya buat kamu" Nasha mengambil celana jeans panjang "Biar engga di datangi lalat paha mu itu" ucap nya yg membuat Mera langsung salah tingkah sementara Harry menahan tawa geli nya.


"Makasih, tapi size nya kebesaran kayaknya" ucap Mera.


"Lebih baik kebesaran dari pada kekecilan seperti yg kamu pakai itu" ujar Nasha lagi yg membuat Mera mendengus.


"Udah ah, ayo..." Harry langsung menarik Nasha menjauh dari Mera sebelum tingkah kakaknya itu semakin menjadi dan membuat Harry malu.


"Kakak kan sudah bilang, jangan dekat dekat sama cewek, Har. Apa lagi ceweknya macam Mera begitu" ujar Nasha sewot.


"Namanya juga remaja, Kak. Lagian Kak Nasha tega amat bikin Harry jomblo dengan terus terusan nyuruh Harry ngaku udah punya pacar"


"Ya kan Kakak cuma mau lindungi kamu, Har. Engga baik pacaran masih kecil begini" ujar Nasha lagi.


"Ya tapi engga harus ngaku jadi pacar Harry juga kali, Kak. Harry kan juga pengen pdkt sama Mera, dia itu cantik lho. Primadona nya sekolah Harry"


"Nanti, kalau sudah kuliah" jawab Nasha telak "Eh coba liat hp kamu..." Nasha meminta ponsel Harry dan Harry pun memberikan nya. Nasha memeriksa kontak Harry dan seketika ia melotot pada Harry, sementara Harry hanya cengengesan.


"Kenapa di ganti nama kontak kakak?" tanya Nasha galak.


"Habis nya tiap kali Kak Nasha telpon atau ngirim pesan, selalu di kira pacar Harry karena namanya romantis begitu" jawab Harry.


Nasha pun kembali mengganti nama kontak nya dengan nama yg romantis, My Lovely Nasha.


"Itu yg kakak mau, biar engga ada cewek ganjen yg deketin kamu. Kamu itu masih kecil, okey?"


Harry hanya menghela nafas panjang namun kemudian ia mengangguk sambil tersenyum lebar.


"Oh ya, Kak. Gimana kabar Azhar?" tanya Harry kemudian.


"Entahlah, kakak udah engga komonikasi lagi sama dia" jawab Nasha dan ia tampak sedih.


"Kenapa? Kak Nasha suka kan sama Azhar?" tanya Harry lagi.


"Iya, tapi kakak engga bernai, Har"


"Engga berani kenapa? Karena Azhar itu Ustadz?"


"Bukan, tapi Mama sama Papa..."


"Itu urusan belakangan, yg penting pastikan dulu perasaan Kakak sama Azhar itu. Gimana kalau sekarang kita ke toko ibu nya?"


"Ide bagus"


...... ...


Ummi Mufar melayani pembeli nya dengan ramah, semakin hari toko kue nya semakin ramai dan ia sangat mensyukuri hal itu.


Saat ia sedang sibuk, Nasha dan Harry datang yg membuat Ummi Rifa senang.


"Assalamualaikum, Ummi" sapa Nasha.


"Waalaikum salam, Nasha. Lama engga beli roti ya" ujar Ummi Nasha. Sementara Harry sudah sibuk mencari cari roti kesukaan nya.


"Iya, Ummi" ujar Nasha tersenyum kikuk "Oh ya, Ummi apa kabar? Azhar juga gimana?"


"Loh, Azhar ke Cairo. Emang dia engga ngasih tahu kamu?"


"Hah? Kapan? Berapa lama di sana? Emang nya ngapain ke Cairo?" tanya Nasha dan terlihat raut kecewa yg sangat jelas di wajah nya.


"Kemarin, mau ngambil barang barang nya. Paling cuma sebulan atau dua bulanan" ujar Ummi Rifa lagi yg membuat Nasha melongo.


"Sebulan atau dua bulan?" pekik Nasha, dan hati nya merasa sangat kecewa "Itu bukan cuma, Ummi. Lama banget" ujar Nasha cemberut.


"Udah kangen yaaaa" goda Harry yg seketika membuat Nasha tersipu. Sementara Ummi Rifa terkekeh.


"Tapi bawa hp kan?" tanya Nasha.


"Bawa kok" jawab Ummi Rifa.


Dan tanpa buang waktu Nasha langsung merogoh ponsel nya dan langsung menghubungi Azhar. Namun Nasha cemberut karena ponsel nya tak aktif "Engga aktif, Ummi..." ujar Nasha memberengut.


"Mungkin lagi sibuk, Nash. Kirim pesan aja" Saran Ummi Rifa dan Nasha pun langsung melakukan nya.


Me


"Kamu berangkat kenapa engga bilang bilang?"


Tanpa fikir panjang Nasha langsung mengirim pesan itu.


"Kak, Kak Nasha mau yg mana?" tanya Harry yg masih sibuk memilih roti.


"Yg mana aja" jawab Nasha ketus karena ia kesal pada Azhar yg pergi tanpa pamit.


"Tapi kenapa juga dia harus pamit? Emang aku tunangan nya?" gumam Nasha kemudian merasa bodoh dengan perasaan nya sendiri.


Ummi Rifa yg memperhatikan itu menyadari bahwa Nasha memang memiliki perasaan pada Azhar.


▫️▫️▫️


Tbc...