True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 22



Nasha dan Harry bersiap siap untuk pergi ke acara resepsi pernikahan teman Nasha. Lebih tepat nya teman masa kecil Nasha sewaktu di panti dulu.


Acara nya di adakan di sebuah hotel, dan sesampainya di sana. Nasha di sambut langsung oleh sang pengantin.


"Lama banget engga ketemu ya, Sha. Kangen banget deh..." ucap Nasha memeluk teman nya yg bernama Sasha itu.


"Iya, aku juga kangen. Kamu sekarang pakek hijab?" tanya Sasha dan Nasha mengangguk sambil tersenyum malu malu "Makin cantik deh, pasti banyak cowok yg naksir"


"Engga ada..." jawab Harry langsung merangkul Nasha dengan posesif.


"Harry..." pekik Sasha dan ia mencubit pipi Harry dengan gemas, membuat Nasha terkikik sementara Harry memberengut kesal "Kamu udah gede ya, ya ampun. Udah punya berapa cewek?" tanya Sasha.


"Sha..."


"Ya?" Nasha dan Sasha menoleh bersamaan pada asal suara itu, yg ternyata itu adalah Yunus, suami Sasha.


"Aku manggil istri ku..." ujar Yunus terkekeh karena kedua wanita itu malah merasa diri nya lah yg di panggil.


"Salah ibu panti neh ngasih nama kita mirip banget" ucap Sasha juga terkekeh geli.


"Ya sih, kalau di fikir fikir nama kita tuh mirip mirip ya" sambung Nasha.


"Mungkin biar mudah di ingat kali"


Yunus memperhatikan Nasha dari atas sampai bawah "Masya Allah, kamu makin anggun lho, Sha. Udah punya calon belum? Kapan nyusul?" tanya Yunus.


"Belum ada..." jawab Harry dengan cepat "Calon nya Kak Nasha itu harus melewati seleksi yg ketat dari aku, dia harus pria yang dewasa, bertanggung jawab, pekerja keras, dan yg pasti yg sangat mencintai Kak Nasha dan juga harus tampan, ya kan kak?" tutur Harry panjang lebar.


"Terserah kamu lah" jawab Nasha sambil tertawa kecil.


"Kamu tuh engga cocok jadi adik Nasha, cocok nya jadi kakak Nasha" ujar Sasha.


"Benar banget, Harry itu posesif, over protective, Udah kayak bapak ku aja" ujar Nasha sambil terkikik.


"Tunggu sebentar..." ujar Yunus sambil melambaikan tangan nya pada seseorang di pintu masuk.


"Suami kamu ganteng" bisik Nasha yg langsung dapat hadiah cubitan dari Sasha.


"Jaga mata tuh, meskipun kamu sahabat yg sudah seperti saudara kandung ku, engga akan aku ikhlas kamu tatap dia..." geram Sasha serius namun ia juga tersenyum geli. Nasha dan Harry pun hanya terkekeh.


"Sha... Kenalin ini sahabat ku, Azhar..." sekali lagi dua wanita itu menoleh dan mata Nasha langsung membulat sempurna melihat siapa yg baru saja dikenalkan oleh Yunus.


"Hai, aku Sasha" ujar Nasha tentu tanpa mengulurkan tangan karena ia tahu Azhar takkan berjabat tangan dengan nya "Dan ini sahabat ku, Nasha"


Sementara Nasha, ia hanya bisa melotot dan mulut nya menganga melihat Azhar dalam balutan kemeja putih yg di padukan dengan jas hitam.


Azhar memiliki segala ketampanan dari yg hanya memakai kaos seperti saat pertama kali Nasha melihat nya, dalam balutan baju kokoh seperti saat pertama kali Nasha menyentuh nya di atas pohon waktu itu. Dan sekarang... Dalam balutan suit nya ini membuat Nasha tak bisa berkedip.


Oh Azhar, apakah masih ada ketampanan yg tersimpan?


Sementara Azhar, ia justru melirik Harry yg merangkul Nasha dengan posesif. Ada rasa tak suka di hati Azhar melihat hal itu, apakah karena dia tahu tak seharusnya pria merangkul wanita yg bukan mahram nya atau...karena wanita nya itu adalah Nasha?


"Kamu sama pasangan mu kesini?" Entahlah, pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Azhar pada Nasha. Ekspresi wajah nya sangat jelas memberi tahu bahwa Azhar tak suka dengan kenyataan jika jawaban dari pertanyaan nya adalah 'iya'.


Nasha menggeleng, sementara Harry malah semakin merengkuh erat kakaknya itu.


"Iya..." tegas Harry dan ia mengulurkan tangan nya pada Azhar, Azhar pun menyambut nya dengan sedikit ragu dan menyunggingkan senyum yg tampak terpaksa.


Nasha melirik Harry dengan tatapan tajam nya, namun Harry segera berbisik pada Nasha "Kakak engga liat wajah cemburu nya itu?"


Nasha pun langsung mengerti dan membiarkan Harry memancing kecemburuan Azhar. Nasha ingin melihat apakah Azhar bisa cemburu?


Yunus pun mempersilahkan ketiga orang itu untuk duduk di meja yg sudah mereka siapkan, sementara Yunus dan Sasha menyambut tamu yg lain bersama keluarga mereka.


"Jadi kamu sahabat nya Yunus?" tanya Nasha kemudian.


"Har, ambilin minum dong" pinta Nasha manja dan Harry mengangguk.


Ia pergi untuk mengambilkan minum untuk Nasha, setelah itu Harry bahkan membantu Nasha meminum nya dan itu tampak sangat romantis.


"Aku akan pergi saja, jadi aku engga ganggu kalian..." ujar Azhar yg merasa tak nyaman melihat Nasha di manja seperti itu oleh laki laki lain.


"Terima kasih" jawab Harry dengan senyum lebar nya dan itu malah membuat Azhar merasa kesal. Ia yg sudah berdiri hendak pergi pun mengurungkan niat nya dan menjatuhkan bokong nya lagi di kursi.


"Kalau bukan mahram terus berduaan, orang ketiga nya itu setan" ucap Azhar setengah berbisik.


"Tenang aja, kami engga akan melakukan hal yg tidak tidak. Ini tempat umum" jawab Harry dan ia meletakkan tangan nya di pundak Nasha, merangkul nya. Azhar tampak semakin cemburu dan Nasha sangat menikmati itu.


"Aku tahu, gaya pacaran anak zaman sekarang" gumam Azhar dan ia pun bangkit berdiri dan ingin segera pergi.


"Azhar..." panggil Harry yg membuat Azhar langsung menghentikan langkah nya dan menoleh "Tolong temani Kak Nasha sebentar, aku mau ke toilet" ujar Harry sambil terkekeh begitu juga dengan Nasha.


Sementara Azhar malah melongo mendengar Harry menyebut 'Kak Nasha'.


"Kak Nasha?" tanya Azhar memastikan. Harry tak menjawab, ia langsung pergi. Kali ini Azhar beradapan dengan Nasha dan sebisa mungkin menghindari tatapan nya.


"Dia adikku, Azhar. Namanya Harry" jelas Nasha sambil mengulum senyum dan Azhar malah tampak menghela nafas lega.


"Oke..." ujar nya setengah berbisik. Kemudian seseorang memanggil mereka untuk sesi foto bersama sang pengantin.


Harry pun segera datang dan bergabung, setelah selesai berfoto, mereka kembali ke meja dan saat nya menikmati hidangan di sana.


"Kita pernah ketemu di bandara, waktu itu kita tabrakan" ujar Harry di tengah menikmati hidangan nya.


"Oh iya, aku ingat..." ujar Azhar kemudian namun kini ia malah menatap Nasha dengan mata menyipit, Azhar teringat nama di kontak Harry waktu itu, dan rasanya nama itu terlalu romantis untuk seseorang kakak "Ponsel mu yg terjatuh waktu itu kan?"


"Iya" jawab Harry "Waktu itu aku lagi sibuk telponan sama Kak Nasha"


"Hem gitu..." ujar Azhar kemudian.


Mereka bertiga tak banyak berbicara, Azhar sibuk dengan pemikiran nya sendiri, Nasha sibuk mencuri pandang pada Azhar dan mengagumi ketampanan nya, sementara Harry sibuk menikmati segala macam hidangan di sana dan juga menyapa beberapa gadis di sana.


Dan saat acara akan segera selesai, Nasha pun berpamitan pulang karena hari sudah malam dan ia ada kelas pagi besok.


Azhar pun juga berpamitan, mereka bertiga berjalan bersama sampai ke parkiran.


"Selamat malam, Azhar..." ucap Nasha sambil menyunggingkan senyum yg membuat hati Azhar berdebar.


"Selamat malam, Nasha, Harry. Hati hati di jalan..." seru Azhar dan akhir nya mereka pun masuk mobil masing masing.


"Harry merestui kakak dengan Azhar..." ujar Harry sambil tetap fokus pada setir nya. Sebenarnya Harry di larang menyetir karena usianya belum genap 18 tahun, tapi sesekali ia tetap menyetir jika bisa di pastikan tak akan terkena tilang.


"Omongan mu, kayak Kakak sama Azhar udah resmi aja" ucap Nasha namun dalam hati ia berharap itu akan jadi kenyataan.


"Tapi kakak suka kan sama Azhar? Ya kakak harus berjuang supaya bisa dapetin Azhar. Dan Harry liat Azhar itu pria yg sangat baik, sopan, ramah, dan yg pasti dia berpendidikan, dia pasti bisa jadi pendamping yg baik buat kakak"


"Gitu ya?"


"Iya, tadi juga dia keliatan nya cemburu deh sama aku. Pertanda baik tuh"


Nasha tak menjawab Harry, ia lebih memilih diam namun hati nya berharap apa yg Harry katakan itu benar.


Malam ini, Nasha telah mengkonfirmasi perasaan nya.


"I love him"


▫️▫️▫️


Tbc...