True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 130



Bu Anjana merasa sangat bahagia saat melihat foto USG calon cucu nya, ia juga memperlihatkan itu pada suami nya dan juga mengirimkan nya pada orang tua angkat Nasha.


Orang tua kandung Nasha merasa mereka sangat berterima kasih karena Bu Raya dan suami nya sudah mengadopsi Nasha tanpa Bu Anjana tahu apa yg sudah Nasha alami. Bu Anjana bahkan kini sudah berteman dekat dengan Bu Raya dan ia sering menanyakan masa kecil Nasha, meminta foto foto masa kecil Nasha dan menanyakan Bagaiamana pertumbuhan Nasha.


Bu Raya tentu memberi tahu semua nya, dan ia juga memberi tahu apa saja yg Nasha sukai dan tidak, semua untuk menebus kesalahan nya pada Nasha di masa lalu. Apa lagi dulu Bu Raya sungguh tidak pernah perduli dengan keinginan Nasha sedikitpun.


Dan sekarang, Bu Raya rela melakukan apapun untuk kebahagiaan putri nya itu.


....


Hari ini Azhar tetap di kamar nya Karena tiba ia demam dan juga flu, sebenar nya Azhar harus pergi ke kampus hari ini namun Nasha melarang nya karena Azhar yg sedang sakit.


Nasha mengkompres suami nya itu menggunakan air hangat supaya panas nya turun, ia juga mematikan AC kamar nya karena Azhar sedang flu. Tak lupa Nasha juga memberi Azhar obat dan berharap suami nya itu lekas sembuh.


"Sedih deh Papa nya bayi sakit..." ujar Nasha sambil mengganti handuk yg masih menempel di kening Azhar, mencelupkan nya ke dalam baskom, memeras nya dan kemudian kembali meletakkan nya di kening suami nya itu.


"cuma demam, Sayang. Jangan khawatir, nanti juga sembuh" ujar Azhar.


"Bukan khawatir juga sih, Papa. Sedih saja, sedih nya jadi engga ada yg manjain Mama..." kata Nasha yg membuat Azhar terkekeh.


"Gantian dong, Mama. Sekarang giliran Mama yg manjain Papa nya bayi" ucap Azhar kemudian yg membuat Nasha langsung mengacungkan kedua jempol nya sambil tertawa.


"Untung saja cuma flu sama demam biasa, kalau sakit yg lain mungkin Mama sudah nangis nangis"


"Kenapa begitu?"


"khawatir lah..." ujar Nasha dengan wajah yg sangat serius


Azhar tersenyum kemudian ia menggapai tangan istri nya itu, mengelus punggung tangan nya.


"Aku tidak apa apa, sebaiknya sekarang kamu siap siap. Supaya nanti kalau Abi sudah pulang dari toko bisa anterin kamu ke pesantren" tukas Azhar karena sejak beberapa hari yg lalu Nasha memang sudah kembali menjalani status nya yg sebagai mahasiswi dan santri.


"Tapi yg jagain Papa nanti siapa?" tanya Nasha merengek khawatir.


"Sayang, aku cuma demam dan flu saja. Itu bukan masalah besar, aku bahkan masih sanggup berlari dari sini sampai ke pesantren" gurau Azhar yg membuat Nasha tertawa kecil namun mata nya tak bisa berbohong bahwa ia sangat khawatir pada suami nya itu.


"Yakin, nanti kalau pusing gimana? di rumah engga ada orang lho" tukas Nasha masih merengek.


"Tidak akan, kalau misal nya aku pusing atau membutuhkan kalian, aku akan menelpon kalian semua" seru Azhar yg membuat Nasha sedikit merasa lebih tenang.


'ya sudah, aku siap siap dulu... "


Siap siap yg di maksud Nasha bukan menyiapkan diri yg akan pergi ke sekolah, melainkan ia menyiapkan air minum untuk suami nya, ada air panas di termos, roti, cemilan, dan obat yg Nasha sediakan di meja di samping tempat tidur mereka.


" Kalau haus, mau minum air hangat, lapar atau butuh obat, semua nya di sini ya. Jangan turun tangga, nanti kamu pusing, jatuh dari tangga, kepala mu luka, bisa mati aku" tukas Nasha yg membuat Azhar kembali tertawa.


"Ada ada saja kamu ini, Mama nya bayi. Papa nya bayi ini sudah dewasa dan kuat, jangan khawatir berlebihan gitu ah. Nanti kamu engga fokus lagi sama pelajaran mu"


"Iya, Papa nya bayi...."


...


Nasha tidak bisa fokus pada pelajaran nya karena ia masih memikirkan Azhar, Nasha sendiri bingung kenapa ia seperti ini padahal Azhar hanya demam dan flu dan itu hal yg biasa.


Setelah sekolah nya selesai, Nasha menghubungi ayah mertua nya supaya Nasha segera di jemput.


Tak lama kemudian ayah mertua nya itu datang dan Nasha tentu langsung bergegas masuk ke dalam mobil.


"Abi dari rumah?" tanya Nasha.


"Nasha khawatir sama Papa nya bayi" jawab Nasha yg membuat Abi Fadlan terkekeh geli.


"Papa nya bayi kan cuma demam, Mama nya bayi. Itu hal biasa. Dramatis sekali kamu ini, Mama nya bayi" ujar Abi Fadlan yg membuat Nasha memberengut namun kemudian ia tertawa kecil. Karena seperti nya ia memang berlebihan.


Nasha memegang perut nya yg sudah mulai keliatan membuncit, mengelus nya lembut.


Sesampai nya di rumah, Nasha langsung berlari turun dari mobil karena tak sabar ingin mengecek keadaan Azhar dan ayah mertua nya langsung meneriaki nya.


"Nasha, jangan lari lari. Bahaya..." seru nya dan Nasha pun langsung berhenti berlari namun ia melangkah cepat.


Nasha melihat Azhar yg sedang tertidur dan suami nya itu tampak berkeringat, Nasha duduk di samping nya dan mengelap keringat Azhar di pelipis nya dengan keringat. Hal itu membuat Azhar terganggu dan akhir nya terbangun.


"Maaf, Sayang. Aku membangunkan mu" lirih Nasha.


"Memang sudah waktu nya aku bangun, ini sudah sore" ucap Azhar serak.


"Masih panas..." gumam Nasha saat mengecek suhu tubuh Azhar.


"Besok sembuh, Insya Allah. Hari ini aku sudah istirahat dan minum obat"


"Aamiin..." jawab Nasha


Kedua nya pun menghabiskan waktu bersama sambil menunggu untuk sholat maghrib, sementara di bawah sana seperti nya Ummi Rifa sudah datang.


Setelah sholat, Azhar hanya berdizkir sedikit dan berdoa lebih cepat dari biasa nya karena ia merasa sangat lemas.


Nasha pun meminta suami nya itu untuk berisitirahat di ranjang dan Nasha menyusul, ia merebahkan diri nya di samping suami nya.


"Cepat sembuh ya..." lirih Nasha.


"Insya Allah" balas Azhar.


"Sayang, mimpi terbesar kamu apa?" tanya Nasha tiba tiba.


"Memiliki keluarga yg harmonis" jawab Azhar


"hanya itu?" tanya Nasha lagi.


"Masih banyak lagi sih, aku bermimpi memiliki istri yg sholehah dan sekarang mimpi itu sudah tercapai..."


'Memang nya aku istri sholehah ya? "


" Merangkap" Nasha langsung mencebikan bibir nya setelah mendengar jawaban Azhar.


"Terus apa lagi?' tanya Nasha lagi.


" Aku bermimpi bisa membantu Abi, mengembangkan bisnis nya dan Alhamdulillah sekarang itu tercapai berkat bantuan Papa mertua. Aku juga bermimpi untuk menjadi guru dan menyebarkan pengetahuan ku supaya bermanfaat bagi orang banyak, alhamdulillah juga tercapai. Aku bermimpi memiliki anak anak yg sholeh sholehah, menajari mereka berjalan, mengaji dan lain nya" papar Azhar yg membuat Nasha tersenyum.


"Kalau mimpi terbesar mu apa, Sayang?" tanya Azhar.


"Sejak kecil aku selalu memimpikan sebuah keluarga yg harmonis, penuh cinta, yg memanjakan ku, membuat ku bahagia selalu, menganggap ku berarti. Dan kamu mewujudkan semua mimpi itu, dan sekarang mimpi terbesar ku yg lain nya adalah aku ingin selalu bersama mu dalam keadaan suka maupun duka. Tidak pernah terpisahkan karena apapun dalam situasi apapun, aku ingin menua bersama mu, merawat anak anak kita bersama dan mengantarkan mereka ke pelaminan bersama sama saat mereka menemukan cinta sejati mereka"


Azhar langsung menarik Nasha kedalam dekapan nya setelah mendengar ungkapan sang istri, ia mengecup kening nya dan dengan sangat tulus dan dengan sepenuh jiwa mengaminkan harapan sang istri.


"Aamiin... Ya allah"