True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 45



"Maaf, Dok. Ada yg ingin bertemu dengan mu, katanya dia Azhar..." Surya sedikit terkejut mendengar pemberitahuan itu dari seorang suster. Sementara saat ini Surya sedang memeriksa pasien nya.


"Dimana dia?" tanya Surya.


"Di depan ruangan anda..." jawab suster itu dan Surya hanya mengangguk.


Setelah memeriksa kondisi pasien nya, ia segera bergegas menuju ruangan nya dan di sana dia melihat Azhar yg sedang berdiri. Pria itu masih tampak sama, tampan dan ramah.


"Halo, Azhar..." sapa Surya.


"Assalamualaikum, Om" Surya tertawa kecil mendapatkan ucapan salam itu.


"Waalaikum salam, ayo masuk..." ucap Surya.


Kini kedua pria itu sudah ada di ruangan Surya "Apa yg bisa aku bantu, Azhar?" tanya Surya sambil duduk di kursi nya.


"Tidak ada, Om. Saya kesini hanya ingin mengatakan betapa saya dan Nasha sangat saling mencintai. Kemarin kami bertemu, Nasha mengatakan bahwa Om dan Tante tidak merestui hubungan kami..."


"Jadi?" tanya Surya seolah tak ingin mendengarkan Azhar lebih lama lagi.


"Jadi saya mohon, berikan saya kesempatan untuk membuktikan bahwa saya bisa menjadi pria yg terbaik untuk Nasha. Saya bisa membahagiakan Nasha"


"Bagaiamana caranya?"


"Satu satu nya cara adalah dengan merestui hubungan kami dulu. Nanti Om akan lihat Nasha akan bahagia bersama saya" ucap Azhar sambil tersenyum simpul.


Surya langsung terkekeh mendengar ucapan Azhar yg penuh percaya diri itu, pembawaan pria yg sangat sopan dan bisa di bilang cerdas ini membuat Surya semakin menyukai Azhar.


"Begini Azhar..." Surya duduk tegak dan menatap Azhar dengan serius "Aku sendiri ingin membiarkan Nasha memilih siapapun calon nya, tapi istri ku... Dia tidak suka dengan mu, istriku sudah mengatur semua keputusan dalam hidup Nasha"


"Tapi Nasha juga memiliki hak untuk memilih dalam hidup nya kan, Om? Nasha sudah mengalah dalam segala hal selama ini, setidaknya untuk pertama dan terkahir kali nya biarkan dia memilih jalan hidupnya"


"Azhar, kamu tidak mengerti keadaan istri ku dan keluarga kami. Aku pun ingin yg terbaik untuk Nasha, tapi rasanya ini sulit..."


Tanpa mereka sadari, Nasha berdiri di depan pintu ruangan Surya dan ia menguping pembicaraan mereka sejak awal. Bahkan Nasha juga tertawa saat Azhar mengatakan satu satunya cara untuk membuktikan bahwa dia pria yg terbaik untuk Nasha adalah harus di restui dulu hubungan mereke. Harus Nasha akui, Azhar pandai mengambil hati ayahnya tapi Ibu nya? Rasanya tidak mungkin.


"Saya mohon, Om. Saya akan melakukan apapun untuk memberikan yg terbaik bagi Nasha, hanya satu kesempatan saja" ucap Azhar dan ia benar benar memohon dari dalam hati nya.


"Saya tidak merendahkan diri saya, Om. Saya hanya berusaha untuk rendah hati, karena posisi nya memang saya yg sangat butuh restu untuk cinta ku dan Nasha. Dan jika pun Tante akan membandingkan ku dengan Ramos, itu tidak masalah. Karena yg Tante bandingkan hanya materi, dan materi itu bisa di cari. Kesuksesan bisa di raih. Saya memang bukan dari latar belakang orang yg sukses dan kaya karena itulah saya masih harus memulai nya sendiri dari nol"


Di luar, Nasha tersenyum mendengar jawaban Azhar "Dan saya sudah berjanji pada Nasha, saya tidak hanya akan memperjuangkan cinta kami, tapi saya juga akan memperjuangkan hak nya untuk memilih. Nasha bercerita bahwa ia tidak ingin kuliah kedokteran, tapi demi keluarga nya dia mau melakukan itu. Nasha mencintai kalian tanpa syarat sedikitpun, cinta nya begitu tulus. Pengorbanan yg dia lakukan untuk kalian bukan semata mata hanya untuk balas budi, tapi karena cinta nya. Karena kalian adalah keluarga nya, jadi saya mohon, demi cinta kalian pada Nasha, biarkan dia memilih cinta nya dalam hidup nya"


Surya hanya bisa membuka mulut namun ia tak bisa berkata apa apa. Apa yg Azhar katakan membuat Surya merasa tersinggung karena itu sesuatu yg sangat benar, selama ini mereka terlalu egois baik pada Nasha maupun Harry. Dan hati Surya terenyuh saat Azhar mengatakan pengorbanan Nasha bukan hanya untuk balas budi tapi juga karena cinta yg tulus untuk keluarga nya.


Semulia itu kah putri angkat nya itu?


Nasha yg masih setia mendengarkan obrolan mereka hanya bisa menetes air mata, ingin rasanya Nasha berlari masuk ke dalam dan memeluk Azhar.


"Azhar, aku..." ucapan Surya terpotong saat melihat Nasha yg muncul dari balik pintu, Azhar pun menoleh dan ia tersenyum pada kekasih hati nya itu. Namun saat melihat mata Nasha yg tampak memerah dan sembab, Azhar langsung terlihat sedih. Ia pun segera berdiri dan menghampiri Nasha.


"Nasha, kenapa kamu menangis?" tanya Azhar lembut.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini, Azhar. Aku rasa tidak ada lagi yg perlu di bicarakan. Mama sudah memutuskan semua nya" ucap Nasha dengan suara yg bergetar.


"Engga, Nasha... Aku engga akan berhenti sampai di sini, kamu tahu kenapa?" Nasha mendongak dan menatap Azhar dengan begitu sendu "Karena aku pernah berjanji untuk memperjuangkan mu, dan kamu meminta ku berjanji kan?" ujar Azhar. Air mata kembali mengalir bebas di pipi Nasha, dan tiba tiba Azhar menadahkan tangan nya di bawah dagu Nasha sehingga air mata Nasha itu jatuh di telapak tangan nya "Jangan menangis, Habibti. Jika tidak sulit nama nya bukan sebuah perjuangan, jika tidak di uji nama nya bukanlah sebuah perjalanan dan jika tak ada luka dan air mata nama nya bukanlah cinta. Walaupun begitu, jangan menangisi cinta yg belum kita perjuangkan simpan dulu air mata untuk menangis bahagia nanti saat perjuangan kita berhasil"


Nasha tak bisa menahan diri untuk tidak mengembangkan senyum di bibir nya mendengar kata kata Azhar itu, ia tersipu dan jantung nya berdebar kencang. Dan hanya Azhar yg mampu membuat nya seperti itu.


Surya yg melihat dua insan itu ikut terharu, sekarang ia mengerti kenapa bisa Nasha begitu mencintai Azhar.


"Bagaiamana jika tidak berhasil?" tanya Nasha lirih sambil menghapus air matanya.


"Hapus pertanyaan itu dan ganti lah dengan pertanyaan bagaimana cara nya berhasil" jawab Azhar dengan nada yg sangat lembut.


"Tapi aku sudah menolak mu mungkin karena aku tidak terlalu mencintaimu." ujar Nasha lagi.


"Itu hanya karena kamu masih bingung" jawab Azhar tenang "Ada seorang gadis kota yg tergila gila pada pria desa, mendekati nya dengan segala cara. Bahkan tak peduli jika pria itu pria desa, hanya lulusan SMA dan kerja serabutan. Gadis itu tetap tidak menjauh. Apakah itu yg nama nya tidak terlalu mencintai?"


Nasha tersenyum malu mendengar ucapan Azhar itu, karena itu sangat benar ada nya. Kini ia hanya bisa menunduk dan perasaan nya kembali bingung, cinta nya atau kehendak orang tua nya?


▫️▫️▫️


Tbc...