
Abi Fadlan memandangi Azhar yg saat ini sedang sibuk mengurus toko nya, perkataan Raya yg mengatakan mungkin Nasha adalah anak nya Bu Anjana membuat Abi Fadlan kefikiran dan penasaran.
"Kenapa, Bi?" tanya Azhar yg menyadari tatapan berbeda Abi nya.
"Itu, em.. Memang benar ya Bu Anjana itu ibu nya Nasha?" tanya Abi Fadlan yg membuat Azhar langsung menatap Abi nya itu.
"Kenapa tanya begitu?" tanya Azhar.
"Karena Bu Raya bilang kalau Bu Anjana pernah menemui nya dan mengatakan kalau Nasha itu kemungkinan anak nya" tutur sang ayah sembari menatap Azhar penuh selidik.
Azhar menyunggingkan senyum tipis sembari mengangguk.
"Nasha memang anak nya Tante Anjana, Bi. Kami sudah melakukan tes DNA menggunakan rambut Nasha..."
"Huh, kok bisa?" tanya Abi Fadlan penasaran. Azhar pun menceritakan bagaimana mereka berfikir Nasha adalah anak nya dan kapan mereka melakukan tes DNA.
Abi Fadlan yg mendengar nya tentu sangat terkejut.
"Tapi Abi jangan bilang dulu sama Nasha ya, biar orang tua kandung nya saja yg mengungkap kebenaran itu. Mereka lebih berhak" ujar Azhar kemudian.
"Ya Allah, jadi istri mu itu anak konglomerat, Azhar..." celetuk Abi nya yg membuat Azhar terkekeh "Tapi kenapa Nasha bisa sampai hilang?"
"Entahlah, dan biar nanti mereka saja yg cerita..." jawab Azhar.
.........
Di kampus, Nasha menjalani kelas nya dengan serius dan mengikuti setiap pelajaran nya dengan serius pula. Ia tidak ingin mengecewakan Azhar yg sudah berjuang keras untuk nya.
Setelah kelas selesai, Nasha dan Elin pergi ke kantin.
Di kantin, beberapa teman kampus yg sebelumnya tidak mengenal Nasha kini menjadi mengenal Nasha bahkan menyapa nya. Mereka juga membicarakan kasus Nasha entah terang terangan maupun diam diam.
"Kamu jadi selebriti sekarang, Sha..." ujar Elin sembari terkekeh.
"Hehe, kok bisa ya... Apa aku bisa di tawari main sinetron juga nanti?" gurau Nasha yg membuat Elin tertawa.
Seorang wanita yg di berasal dari kelas lain mendatangi Nasha dan langsung duduk di depan Nasha, membuat Nasha sedikit terkejut.
"Ada apa? Mau minta tanda tangan?" gurau Nasha yg lagi lagi mengundang tawa Elin dan wanita itu.
"Bukan, aku cuma penasaran bagaimana kamu bisa melewati kasus mu itu dan sejak tadi aku lihat kamu tampak tenang bahkan tertawa. Memang nya kamu tidak merasa tertekan atau trauma gitu?" tanya nya yg membuat raut wajah Nasha langsung berubah seketika.
"Jangan tanya soal tertekan dan trauma" ujar Nasha kemudian "Aku sangat merasakan hal itu namun apa gunanya memperlihatkan itu ke publik? Bahkan saat aku menutup mata, aku seperti melihat diri ku saat kejadian itu, kejadian itu memang terjadi sekali namun rasa takut ku muncul setiap malam" ujar Nasha yg membuat ekspresi wajah Elin juga berubah, ia menatap sahabat nya itu prihatin.
"Aku harus kembali tenang, senang dan tertawa untuk suami ku, keluarga ku dan sahabat ku. Karena mereka berusaha keras mengeluarkan ku dari masalah ini dan yg mereka ingin kan sebagai balasannya hanyalah melihat ku bahagia" tukas Nasha yg membuat wanita itu juga terharu mendengar nya.
Di belakang Nasha juga ada beberapa mahasiswi dari kelas jurnalis dan mereka dengan cepat merekam bahkan menuliskan apa yg menjadi pengakuan Nasha.
"Ada niat mau melaporkan balik?" tanya wanita itu dan Nasha mengangguk.
"Memang nya kamu engga malu, Sha? Kamu sudah bersuami dan yg menjadi kasus mu adalah kasus pelecehan, orang orang membicarakan apakah pria itu sudah menyentuh mu, dimana dia menyentuh mu, lalu bagaimana perasaan suami...." ucapan wanita itu terpotong saat Nasha tiba tiba berdiri dan menatap nya tajam.
"Pertanyaan macam apa itu?" seru Elin kesal "Memang nya kamu petugas penyidik harus bertanya hal seperti itu?"
Nasha yg merasa kesal dengan pertanyaan teman satu kampus nya itu langsung menyambar tas nya dan bergegas pergi dari kantin, Elin pun dengan cepat menyusul Nasha tentu setelah memelototi wanita itu.
Nasha yg hendak keluar dari kampus tiba tiba berpapasan dengan Azhar yg memang ingin menjemput nya.
"Hey, ada apa?" tanya Azhar yg melihat Nasha tampak sedih namun juga terlihat kesal.
Elin yg menusul Nasha malah langsung memberi tahu Azhar apa yg terjadi sampai membuat Nasha sedih dan kesal seperti ini.
"Ayo..." ajak Azhar menarik tangan Nasha, membawa nya kembali masuk ke kampus.
"Mau kemana?" tanya Nasha sembari mempercepat langkah nya mengimbangi langkah lebar Azhar. Elin pun harus setengah berlari mengikuti Nasha dan Azhar yg kini menuju kantin.
"Dimana teman mu itu?" tanya Azhar dan Elin langsung menunjuk wanita yg tadi. Tanpa berfikir dua kali Azhar langsung menghampiri nya.
Sementara wanita itu langsung berdiri saat Azhar mendatangi nya.
"Assalamualaikum, Mbak. Aku Azhar, suami nya Nasha..." sapa Azhar yg tentu membuat wanita itu tercengang. Karena sebagian dari mereka tahu bahwa Nasha adalah seorang dosen di kampus itu.
"Iya, Pak. Saya tahu..." ujar wanita itu setengah gugup, yg membuat Azhar tertawa kecil, membuat mereka bingung.
"Tidak perlu memanggil ku begitu, aku ingin berbicara sebagai suami Nasha, bukan dosen..." ujar Azhar "Aku hanya ingin mengatakan, pertanyaan mu yg tadi sangat tidak pantas. Dan Nasha masih suci dan bagaimana perasaan ku? aku sangat marah karena ada yg ingin menyentuh hak ku, milik ku dan kebanggaan ku, dan apapun yg terjadi. Nasha akan selalu suci di mata ku. Dan kasus itu pelecehan, percobaan pemerkosaan tidak sampai pada titik itu. Karena Nasha berhasil melindungi diri. Jadi saya mohon, berhenti mempertanyakan hal yg tidak seharusnya" tegas Azhar yg membuat wanita itu hanya bisa menelan ludah dan mengangguk mengerti.
Nasha yg mendengar itu lagi lagi merasa melayang, karena lagi dan lagi Azhar memperlihatkan betapa ia mencintai Nasha dan betapa berarti nya Nasha bagi nya.
Setelah itu, Azhar membawa Nasha pulang. Namun sebelum pulang, Azhar dan Nasha pergi je kantor polisi untuk membuat laporan terhadap Ramos namun disana Azhar dan Nasha sama sama terkejut karena sudah ada yg melaporkan Ramos.
"Laporan kepada Dr. Ramos atas tuduhan penculikan, penyekapan dan percobaan pelecehan kepada Nasha Laura sudah di proses, atas laporan dari Pak Niranjan Randawa" ujar polisi itu.
"Kapan?" tanya Nasha bingung.
"Beberapa hari yg lalu, bahkan surat penangkapan kepada tersangka sudah di keluarkan" jawab polisi itu lagi.
Nasha menatap Azhar penuh tanda tanya, karena bagi Nasha pak Niranjan sudah berbuat terlalu banyak dan jauh. Sementara Azhar sudah mengerti kenapa Pak Niranjan melakukan hal itu.
"Sayang, kamu tau itu?" tanya Nasha.
"Engga, Sayang" jawab Azhar jujur.
"Mereka aneh deh, kenapa melakukan hal itu?" tanya Nasha.
"Sebaiknya kita temui mereka ya...." ajak Azhar dan Nasha pun mengangguk, karena ia juga sangat penasaran kenapa keluarga Pak Niranjan sangat biak pada nya.