True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 102



Pak Niranjan dan istri nya mengambil hasil tes DNA di rumah sakit, begitu juga dengan Azhar yg mereka ajak untuk mengambil nya.


Setelah dokter memberikan hasil Tes DNA itu, Bu Anjana tampak sangat gugup namun juga antusias.


"Ayo, Ma. Cepat buka..." pinta Pak Niranjan yg juga tak sabar melihat hasil tes DNA itu.


Bu Anjana pun membuka amplop itu dan ia membaca laporan yg di berikan Dokter pada nya.


"Ma, bagaimana hasil nya?" tanya Pak Niranjan tidak sabar. Sementara Azhar sebenar nya juga merasa sangat penasaran dengan hasil nya.


Tiba tiba saja Bu Anjana meneteskan air mata nya dan ia memeluk suami nya.


"Kok malah nangis? gimana hasil nya?" tanya Pak Niranjan namun Bu Anjana malah menjawab nya dengan isak tangis.


"Tante, Bagaiamana hasil nya?" tanya Azhar yg juga merasa penasaran.


"Sudah ku bilang...." lirih Bu Anjana sembari melerai pelukan nya pada suami nya "Anak ku masih hidup..." ucap nya yg membuat Pak Niranjan langsung merebut hasil tes itu dan membaca nya sendiri.


Ia pun juga menangis terharu saat hasil tes itu menunjukan bahwa DNA Nasha cocok dengan mereka berdua, yg arti nya Nasha adalah Alezhea, putri mereka yg pernah mereka titipkan di panti asuhan. Anak pertama mereka yg tak pernah di harapkan kehadiran nya namun menjadi pukulan yg sangat besar karena kehilangan nya.


"Nasha putri kita...." lirih Pak Niranjan dan ia pun memeluk istri nya itu, kini Pak Niranjan juga tak kuasa menahan air mata nya. Suami istri itu menangis terharu karena ternyata anak mereka sungguh masih hidup.


Azhar yg melihat hal itu juga begitu terharu, mereka tampak sangat bahagia. Bahkan Dokter yg melihat itu juga merasa ikut terharu.


"Anak kita masih hidup, Ma..."


"Sudah ku bilang, Pa... Anakku masih hidup" lirih Bu Anjana lagi.


"Iya, anakku masih hidup" Pak Niranjan melepaskan pelukan istri nya dan tiba tiba ia malah langsung memeluk Azhar.


"Terima kasih, Azhar. Terima kasih banyak..." lirih nya di pelukan Azhar. Azhar hanya bisa tersenyum dan membalas pelukan pria yg ternyata ayah mertua nya itu.


....


Karena sudah tahu identitas Nasha yg sebenar nya, Pak Niranjan dan istri nya langsung bergegas ke penjara untuk menemui Nasha. Walaupun mereka tahu mereka tak bisa memberi kebenaran itu pada Nasha saat ini, tapi setidak nya mereka ingin memeluk Nasha sebagai putri mereka.


Nasha yg kembali mendapatkan kunjungan dari Azhar juga Pak Niranjan dan istri nya lagi sebenar nya merasa heran namun ia juga merasa senang.


"Memang nya kamu engga sibuk?" tanya Nasha pada suami nya itu.


"Aku mengantar mereka, Sayang" Jawab Azhar.


"Bagaimana keadaan mu, Nak?" tanya Bu Anjana masih memeluk Nasha, Nasha melirik Azhar penuh tanda tanya. Padahal baru beberapa hari yg lalu mereka mengunjungi Nasha dan menanyakan keadaan Nasha, apalagi Pak Niranjan yg ikut mengurus kasus Nasha. Tentu dia selalu tahu keadaan Nasha.


"Aku baik, Tante..." jawab Nasha akhir nya, Bu Anjana menahan air mata haru nya agar tak tumpah di hadapan putri yg sangat di rindukannya itu.


"Kalau kamu butuh apa apa, bilang sama kami ya, Nak..." pinta Pak Niranjan sembari mengusap kepala Nasha dengan lembut, Nasha pun hanya menyunggingkan senyum tipis nya dan mengangguk.


"Bagaiamana, Azhar? Apa ada perkembangan dalam penyidikan?" tanya Nasha kemudian pada suami nya itu. Azhar hanya bisa menyunggingkan senyum lembut nya, ia mengusap pipi Nasha dengan lembut pula dan berkata.


"Jangan khawatir, Sayang. Semua nya akan segera terungkap, kamu hanya perlu berdoa dan bersabar...." pinta nya.


"Tapi aku kangen rumah..." lirih Nasha dengan suara tercekat "Kangen Abi sama Ummi, kangen sekolah di kampus dan di pesantren..." lanjut nya dan air mata Nasha tak bisa di bendung lagi.


"Iya, mereka juga sangat merindukan mu..." Azhar kembali menjawab nya dengan lembut.


Sementara Bu Anjana yg mendengar penuturan Nasha merasa iri pada mertua Nasha, andai ia tak membuang Nasha. Mungkin ia juga akan menjadi salah satu orang atau satu satu nya orang yg akan sangat Nasha rindukan.


"Azhar..." rengek Nasha kemudian "Suster yg bernama Suster Marina itu tahu fakta yg sebenar nya, dia memberikan kesaksian palsu, Azhar. Om Ruben pasti mengancam nya supaya dia tutup mulut"


"Aku tahu, Sayang. Aku sedang berusaha mencari bukti dan saksi yg lain yg akan membebaskan mu"


"Kejadian nya tengah malam, Azhar. Semua cctv sudah di manipulasi sama Ramos, cuma suster Marina itu satu satu nya kunci untuk membebaskan ku, Azhar. Baju ku juga pasti ada pada nya"


"Dia benar...." seru Bu Anjana "Kita harus bisa membuat Suster Marina berkata jujur"


"Itu pasti sulit, Tante..." sela Nasha "Entah Om Ruben menyuap nya atau mengancam nya, tapi Om Ruben pasti menggunakan kekuatan nya untuk menekan Suster Marina. Orang orang seperti Om Ruben itu bisa membeli hukum dengan mudah"


"Kamu jangan khawatir, Nash..." sambung Pak Niranjan "Kami akan lakukan segala cara supaya suster itu mengatakan kejadian yg sebenar nya dan Dr Ruben mungkin bisa membeli hukum, tapi tidak akan kami biarkan dia bisa menyakiti mu apa lagi menghukum mu"


...... ...


Gladis sedang bermain bersama teman teman nya di depan rumah kontrakan nya, kemudian salah seorang suster yg juga teman ibu nya mendatangi nya.


"Hai, Gladis..." sapa nya sembari mengacak ngacak rambut Gladys.


"Ada apa, tante? cari ibu ya? Ibu lagi pergi ke pasar" ujar Gladys.


"Iya, tas ibu mu engga sengaja tante bawa pulang. Nanti kasih ke dia ya..." ujar suster itu sembari menyerahkan sebuah tentengan pada Gladys. Gladys pun menerima nya dan langsung melempar nya asal kedalam rumah nya. Setelah itu ia kembali asyik bermain dengan teman teman nya.