True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 44



Nasha hanya bisa uring uringan sepanjang malam, ia tak bisa tidur sedikit pun. Nasha merasa bersalah pada Azhar dan dia juga merasa sangat berat untuk melepaskan pria idaman nya itu. Tapi Nasha tidak akan pernah mampu menolak kehendak kedua orang tua angkat nya.


Sejak di adopsi, Nasha sudah di doktrin untuk selalu menurut dan menurut.


"Kak... Kak, engga sarapan?" teriak Harry dari luar kamar nya. Nasha belum menceritakan apapun pada Harry, atau adik nya itu akan memaki Nasha seperti biasa jika Nasha mengalah pada orang tua mereka. Nasha sendiri merasa heran kenapa Harry sangat membenci kedua orang tua nya, yg Nasha tahu hanyalah Harry menganggap penyebab kematian Laura adalah orang tua nya.


Sementara cerita yg sesungguhnya Nasha tak pernah tahu. Apa yg terjadi di balik kecelakaan itu?


"Kakak engga lapar, Har..." Nasha balas berteriak dengan suara yg serak, hidung nya mampet dan mata nya juga bengkak akibat ia menangis semalaman.


"Kak Nasha nangis?" teriak Harry lagi yg menyadari perubahan suara Nasha.


"Flu..." Nasha juga berteriak "Kakak mandi dulu, nanti nyusul..." teriak nya lagi.


..........


Setelah mandi dan merasa segar, Nasha segera turun untuk sarapan. Di meja makan sudah ada Raya dan Harry dan tampak mereka yg sudah memulai sarapan.


Nasha langsung duduk di samping Harry, ia mengambil sepotong roti dan mengoleskan selai cokelat kesukaan nya namun walaupun begitu, sebenarnya Nasha benar benar tidak berselera.


"Sha, apa kamu sudah mengubah keputusan mu?" tanya Raya saat Nasha hendak mengigit roti itu.


"Belum" jawab Nasha singkat dan ia menggigit sedikit roti nya.


"Keputusan apa?" tanya Harry yg kini sudah meminum segelas jus segar nya, Nasha maupun Raya tak menanggapi pertanyaan Harry.


"Sha, Mama lakukan ini demi kebaikan mu sendiri, Sayang. Pernikahan itu ikatan seumur hidup, karena itulah kamu harus terikat dengan orang yg tepat. Jangan sampai nanti kamu menyesal, Nak..." tutur Raya lembut, berharap Nasha mau mengerti keputusannya. Namun selembut apapun Raya berbicara, tetap terasa sangat menusuk di hati Nasha.


"Tolong kasih Nasha waktu untuk berfikir, Ma. Ini engga mudah..." ujar Nasha lirih dan ia sudah tak bisa lagi menelan roti nya itu, Nasha meletakkan sisa roti nya di piring dan Harry hanya bisa memperhatikan hal itu. Harry sudah menduga apa yang mereka bicarakan...


"Ma, bisa engga sekali saja jangan campuri urusan Kak Nasha?" tanya Harry dingin.


"Kamu yg jangan campuri urusannya Mama, Harry. Kembali ke kamar mu...!" titah Raya sambil menatap tajam Harry.


"Tapi, Ma..."


"Har, please... Kembali ke kamar mu, ya!!!" pinta Nasha menatap memohon pada Harry. Karena jika Harry ikut campur, maka masalah nya akan semakin runyam dan Nasha tidak mau Harry terus terusan bertengkar dengan Mama nya hanya karena membela Nasha.


Harry langsung pergi dari meja makan dengan wajah yg tampak sangat kesal. Melihat itu Nasha hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ma, Nasha belum bisa menerima Ramos. Jadi Nasha mohon, untuk saat ini Nasha engga mau memikirkan hal itu" jawab Nasha dengan suara tercekat.


Jika ia tak bisa memilih Azhar, maka akan lebih baik jika ia tak bisa memilih siapapun.


"Tapi kamu masih berhubungan kan sama Azhar?" tanya Nasha penuh selidik. Nasha tak menjawab nya, ia hanya bisa mengalihkan pandangan nya pada arah yg lain "Nasha, karena itulah Mama mau kamu menikah sama Ramos secepatnya. Karena Mama engga mau memberikan kesempatan pada Azhar untuk mendekati kamu"


"Azhar engga pernah mendekati Nasha, Ma. Justru Nasha yg selalu mendekati dia, Nasha yg mengutarakan perasaan lebih dulu pada dia, karena Nasha tahu Azhar pria yg sangat baik dan sangat tepat untuk Nasha"


"Mengerti apa kamu tentang pasangan yg tepat, Sha? Kamu masih kecil, yg kamu lakukan itu cuma mengikuti hawa ***** kamu tanpa berfikir ke masa yg akan datang. Sementara Mama, Mama sudah punya banyak pengalaman dalam hidup, Sha. Mama tahu harus memilih yg mana yg lebih baik. Dulu Mama juga di jodohkan sama Papa, sementara Mama juga sudah punya kekasih saat itu. Mama juga engga setuju dan marah, tapi sebagai anak Mama engga bisa apa apa. Dan lihat sekarang, pilihan orang tua selalu menjadi yg terbaik, Sha... "


Nasha menatap sendu Mama nya, kini ia semakin bingung dengan diri nya sendiri. Perasaan nya pada Azhar semakin melemah dan rasa percaya diri nya pun semakin menipis untuk bisa memperjuangkan hak nya. Sekali lagi ia harus mengalah dan menganggap keputusan orang tua angkat nya memang benar...


▫️▫️▫️


Tbc...