True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 54



Nasha hanya bisa terdiam membisu dalam mobil, begitu juga dengan yg lainnya.


Azhar sendiri masih tak menyangka semua nya menjadi seperti ini, apa lagi karena nya sekarang Nasha sudah di buang dari keluarga angkat nya. Sekarang yg Nasha miliki hanya Azhar, dan itu artinya Azhar harus segera mengambil tindakan untuk hal ini. Karena tak mungkin ia membiarkan Nasha teromabang ambing tanpa status.


"Bi, kita ke pesantren ya" ucap Azhar pada Abi nya yg saat ini sedang menyetir, Abi Fadlan hanya mengangguk. Ia sendiri masih merasa shock dengan apa yg baru saja mereka alami, mereka telah mengambil anak gadis orang dengan cara seperti ini.


Azhar melirik Nasha dari kaca, dan gadis itu sangat terlihat sedih, air mata terus mengalir di pipi nya membuat dada Azhar terasa sesak.


Sesampainya di pesantren, Nasha kebingungan karena ia di bawa ke sana. Berfikir mungkinkah Azhar akan membuang nya kesana seperti ibu kandung nya yg membuang nya ke panti?


"Ada apa?" tanya Azhar lembut karena melihat Nasha tampak semakin sedih.


"Kenapa aku di bawa kesini?" tanya Nasha sambil mengelap air mata nya "Kamu mau menitipkan aku di sini? Sama seperti orang tua kandung ku yg membuang ku ke panti?"


"Nasha...." geram Azhar, melihat raut sedih Nasha sudah membuat Azhar sesak, di tambah Nasha mengatakan hal yg tidak tidak.


"Dengar, Sayang..." ucap Azhar lembut "Malam ini kamu menginap dulu di sini, sama Ummi juga. Karena engga mungkin kamu menginap di rumah ku sementara status kita belum sah secara agama, dan besok malam...." Azhar menatap Nasha yg masih berkaca kaca "Mau kah kamu menikah dengan ku?" lirih Azhar dengan tatapan yg begitu dalam. Nasha kembali menangis dan ia mengangguk.


Abi Fadlan dan Ummi Rifa yg melihat itu hanya bisa tersenyum, ini terlalu mendadak dan di luar ekspektasi mereka.


"Sekarang kita masuk dulu, aku dan Abi akan bertemu dengan Abi Khalil" ujar Azhar dan Nasha kembali mengangguk.


Ini adalah pilihan yang terbaik yg Azhar ambil, karena tak mungkin ia membawa Nasha pulang sementara mereka belum ada ikatan apapun, Azhar takut itu hanya akan menimbulkan fitnah.


Azhar dan Abi Fadlan menemui Abi Khalil di kediaman nya dan ternyata disana juga sudah ada Bilal dan Faraz.


"Tumben datang berdua..." sapa Bilal.


"Sebenarnya kami datang berempat" jawab Abi Fadlan setelah salaman dan mencium tangan Abi Khalil.


"Bersama istri dan calon menantu mu?" tanya Abi Khalil, Azhar dan Abi Fadlan terdiam sejenak dan saling pandang.


"Iya, Bi.." jawab Azhar dengan suara rendah.


Mereka berdua pun duduk dan mulai menceritakan apa yg terjadi, Abi Khalil tampak sangat serius mendengarkan cerita Azhar dan Abi Fadlan. Ia mendengarkan dengan begitu seksama.


"Jadi kamu akan menikahi Nasha?" tanya Faraz setelah mereka selesai bercerita.


"Nasha di usir dari rumah nya, Faraz. Dan itu demi aku, jadi aku tidak mungkin membiarkan dia hidup sendirian di luar sana tanpa memiliki siapapun" jawab Azhar.


"Aku pun berfikir yg sama, gadis yg malang. Dua kali di buang keluarga nya" sambung Bilal dan ia juga terlihat sedih "Memang pernikahan seperti nya jalan yg terbaik untuk saat ini, supaya dia punya keluarga dan rumah sebagai tempat nya pulang. Jika tidak, maka dia hanya akan terombang ambing di luar sana. Dengan menikah, maka Azhar mengambil tanggung jawab penuh terhadap Nasha"


"Itu juga yg aku fikirkan..." sambung Abi Fadlan.


"Lalu, kapan kamu berencana menikahi nya, Azhar? Abi sarankan jangan terlalu lama menunggu" tanya Abi Khalil.


"Besok malam ya..." gumam Khalil


"Iya, Abi. Azhar tahu, mungkin ini terlalu cepat. Tapi... Entahlah, Azhar..."


"Abi mengerti, Azhar" jawab Abi Khalil "Baiklah, biarkan Nasha tinggal di sini sampai besok malam. Dan setelah sholat Isya, kalian bisa melakukan akad di sini. Abi sendiri yg akan menikahkan kalian" tutur Abi Khalil.


"Terima kasih, Bi..." jawab Azhar. Ia tidak tahu harus bahagia atau tidak, ini pernikahan nya dengan Nasha. Moment yg sangat di nanti nantikan oleh Azhar dan Nasha. Tapi kenapa harus dalam situasi dan kondisi seperti ini? Apa lagi Nasha sampai kehilangan keluarga nya hanya untuk mempertahankan cinta nya pada Azhar. Di satu sisi Azhar senang, tapi di sisi lain ia juga sedih merasa bersalah.


"Nak..." Abi Khalil menepuk pundak Azhar "Abi faham, bukan pernikahan seperti ini yg kamu inginkan. Abi juga faham, kamu mungkin sedih dan merasa bersalah atas apa yg keluarga Nasha lakukan pada Nasha. Tapi takdir terkadang memang sedikit keras, menyakitkan, menyedihkan. Tapi itu hanya sebatas ujian, dan ujian ada untuk meningkatkan derajat mu. Jadi, jagalah Nasha, jadilah suami yg baik dan bisa menjadi penenang dan sumber kebahagiaan bagi istri mu nanti "


"Inysa Allah, Bi. Doakan Azhar bisa menjalankan tanggung jawab ini dengan baik"


"Kamu pasti bisa, Azhar..." Faraz juga menepuk pundak Azhar.


"Kami semua mendukung mu dan akan selalu mendoakan mu, Insya Allah" ujar Bilal "Dan katakan pada Nasha, pesantren ini juga rumah nya dan semua penghuni ini di pesantren ini keluarga nya"


Azhar merasa begitu terharu mendengar ucapan Bilal itu "Iya, Om. Pasti Azhar sampaikan" jawab Azhar penuh haru.


Setelah perbincangan itu selesai, Azhar dan Abi Fadlan pamit. Sebelum mereka berdua pulang, Azhar dan Abi Fadlan menemui Nasha dan Ummi Rifa di kediaman Ummi Mufar.


"Malam ini kamu menginap di sini ya, besok malam kita akan menikah. Aku sudah bicara dengan Abi Khalil, beliau yg akan menikahkan kita" ucap Azhar dan Nasha tersenyum menanggapi nya. Senyum itu senyum kebahagiaan, namun juga ada raut sedih di wajahnya.


Nasha membayar mahal untuk cinta nya ini, untuk yg kedua kali nya ia di buang oleh ibunya. Air mata Nasha kembali menetes saat ia teringat kembali apa yg di katakan ibu angkat nya. Rasanya begitu sakit dan sesak di dada nya. Selain itu, kini ia juga malah akan jadi beban keluarga Azhar.


"Jangan menangis, Nasha. Ku mohon..." lirih Azhar yg sudah tak sanggup lagi melihat Nasha terus menangis.


"Maafin aku, aku..."


"Engga perlu minta maaf, Habibti..." ujar Azhar lembut "Kalau kamu tetap menangis, aku akan menikahi mu malam ini juga. Supaya aku bisa memenangkan mu dalam pelukan ku" goda Azhar yg membuat Nasha menarik sedikit sudut bibir nya hingga membentuk sebuah senyuman samar.


Ummi Rifa dan Ummi Mufar yg melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala.


"Sebaiknya kamu pulang, Azhar. Biarkan Nasha istirahat dulu" ujar Ummi Mufar.


"Terima kasih, Ummi. Maaf merepotkan" ucap Azhar.


"Tidak ada apa, kami akan menjaga calon istri mu" jawab Ummi Mufar.


"Terima kasih banyak" ucap Azhar lagi.


"Nasha, aku pulang dulu. Besok pagi aku kesini lagi, kamu istirahat ya dan jangan lupa sholat"


Nasha hanya menjawab nya dengan anggukan.