True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 55



Jam sudah menunjukkan pukul 12 lewat, Ummi Rifa sudah tertidur sementara Nasha tetap terjaga. Ia terus memikirkan Mama Papa nya dan juga Harry. Bagaimana Harry tanpa Nasha disana? Dan apakah Mama nya benar benar tidak menginginkan Nasha lagi? Padahal Nasha sangat mencintai mereka.


Karena tak bisa tidur, Nasha keluar dari kamar nya. Ia berjalan tanpa arah, hingga ia keluar dari area kediaman Ummi Mufar. Nasha duduk di halaman sana sambil menatap gelap nya langit malam, hati nya terus bertanya tanya benar kah keputusan yg ia ambil?


" Sudah ku duga..."


"Eh..." Nasha langsung berdiri kaget mendengar suara parau itu. Nasha melihat Abi Khalil dengan jubah putih nya berdiri di belakang "Maaf, Kiai... Saya..."


"Panggil saja Abi, Nasha..." ucap Abi Khalil. Kemudian ia mengajak Nasha duduk kembali di kursi yg ada di sana "Azhar sudah bercerita semua nya, aku sudah menganggap Azhar seperti cucu ku sendiri. Jadi itu artinya kamu akan menjadi menantu ku..." ucap sang Kiai. Nasha tersenyum mendengar hal itu, sungguh Azhar di kelilingi oleh orang orang yg mulia. Tidak heran Azhar pun memiliki sifat yg sangat mulia seperti mereka.


"Maaf, Abi... Jika saya merepotkan" ucap Nasha sambil menunduk.


"Sama sekali tidak, Nak. Tadi Abi mau kembali ke kamar, dan melihat ada seorang gadis termenung di sini. Abi sudah menduga itu pasti kamu..." ucap Abi Khalil.


"Nasha tidak bisa tidur, Bi..." ucap Nasha pelan.


"Aku mengerti, masalah yg kamu hadapi saat ini memang sangatlah tidak mudah. Tapi percayalah, semua ada masanya. Begitu juga akan datang masa masa bahagia mu nanti, dan kamu sangat tidak salah memilih pasangan. Azhar adalah pria yang sangat baik, dewasa dan bertanggung jawab. Dia akan menjaga mu dan membimbing mu, dan ingat! Jangan pernah tinggalkan dia dalam keadaan apapun, karena pria seperti Azhar tidak akan mudah kamu temukan"


"Ya, dia pria yg sangat baik" jawab Nasha masih menunduk.


"Nasha..." panggil Abi Khalil dan seketika Nasha mendongak, menatap sebentar Abi Khalil namun kemudian ia kembali menunduk "Nak, pernikahan bukan lah akhir dari perjalanan cinta mu. Justru itulah awal dari perjalanan yg sebenarnya, dan tidak mungkin kalian tidak di uji, ujian yg bisa datang dari segala arah. Tapi kalian harus tetap mempertahankan pernikahan sekalipun mungkin akan ada masalah yg kamu fikir kamu tidak sanggup menjalani nya, tapi sesungguhnya kamu akan sanggup selama kamu terus melangkah bersama suami mu dan teruslah berserah diri pada Allah. Ujian itu dari Nya, dan terkadang Allah menguji hamba pilihan nya dengan ujian yg sangat tidak ringan"


Nasha mendengarkan dengan seksama apa yg di tuturkan Abi Khalil, kondisi nya yg sepuh membuat Abi Khalil berbicara dengan pelan dan suara rendah.


"Para Nabi dan Rasul di uji dengan ujian yg sangat luar biasa, tentu saja. Mereka Nabi dan Rasul, dan ada beberapa orang yg di uji dengan begitu berat sementara mereka bukan Nabi dan Rasul. Tapi mereka adalah hamba hamba pilihan yang luar biasa, salah satunya Maryam putri Hanah dan Imran, Ibunda Nabi Isa. Sebagai seorang wanita, kesucian nya adalah segala nya. Tapi ketika ia di uji lewat kesucian nya, di ragukan kesucian nya, itu adalah pukulan yg luar biasa menyakitkan. Tapi terkadang, ujian itu bisa berubah menjadi anugerah. Cucu ku juga pernah mengalami hal yg sama, harga nya sebagai wanita pernah hancur sedemikian rupa. Dia pun sangat hancur, tapi semua itu ada hikmah nya. Kau hanya perlu ikhlas dan bersabar, Allah menguji hamba Nya sesuai dengan kemampuan nya. Dan dari setiap ujian, Allah akan naikan derajat nya"


Nasha faham apa yg coba di jelaskan oleh Abi Khalil, namun ia mulai tak faham dengan kalimat kalimat terkahir yg di ucapkan Abi Khalil itu. Walaupun begitu Nasha tetap mendengarkan dengan baik "Nak, kamu juga hamba Allah yg istimewa. Ujian yg kamu alami sejak kamu kecil, atau mungkin bahkan sejak kamu di lahirkan kamu sudah di sambut dengan ujian yg sangat berat, itu bukan karena takdir mu tidak adil. Tapi karena kamu istimewa dan kamu sangat mampu melewati nya"


"Insya Allah, Bi..." jawab Nasha. Abi Khalil pun berdiri dan Nasha juga ikut berdiri "Abi istirahat dulu, kamu juga harus istirahat. Jika kamu tidak bisa tidur karena tidak tenang, sholatlah, Nak. Curahkan isi hati mu pada pemilik nya, mintalah petunjuk Nya dan minta lah Rahmat dari Nya. Jangan lupa, berdoa lah juga untuk orang tua mu"


"Iya, Bi. Terima kasih" ucap Nasha dan Abi Khalil hanya mengangguk kemudian ia pergi dari sana.


...... ...


Sementara itu, Azhar yg juga tidak bisa tidur memilih untuk bermunajat pada Rabb nya. Meminta petunjuk dan bimbingan atas segala yg ia hadapi saat ini.


Azhar tidak tahu apakah ini benar atau salah, tapi Azhar yakin inilah yg terbaik.


"Ya Allah, bimbinglah langkah ku. Jika aku salah, tolonglah, dan berikan aku petunjuk pada jalan yg benar. Ya Rabb, jika langkah ku sudah benar, maka kuatkan aku supaya aku tetap melangkah di jalan ini meskipun ini sangat berat. Berikanlah belas kasih Mu pada kami, dan berikanlah hidayah Mu pada orang tua Nasha. Semoga mereka membuka hati untuk kami, sesungguhnya Engkau maha pemberi petunjuk lagi maha Penyayang "


....... ...


Setelah melaksanakan sholat sunnah dua rakaat, Nasha berdizkir kemudian ia mengangkat kedua tangan nya.


"Ya Allah, hamba hanyalah sahaya kecil mu yg begitu lemah dan tak berdaya menghadapi besar dan keras nya dunia ini. Sesungguhnya Engkau dzat yg maha kuat, maka berikanlah hamba kekuatan untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Dan Hamba mohon, ketuk lah hati Mama Raya untuk bisa menyayangi ku dengan tulus sebagai Nasha. Aku sangat mencintainya, sebagai ibu tanpa syarat. Ya Rabb, ibu kandung ku membuang ku dan aku tidak tahu mengapa. Dan sekarang ibu angkat ku juga membuang ku, hanya karena aku mencintai hamba mu yg begitu sholeh dan pantas. Ya Rabb, izinkan hamba memiliki keluarga yg penuh cinta, harmonis dan jangan biarkan hamba di buang lagi. Rasanya sangat menyakitkan ya Allah, aku... Aku tidak mau lagi kehilangan..."


Ummi Rifa terbangun saat mendengar suara lirih dan isak tangis Nasha, ia pun tanpa sadar menangis mendengar munajat calon menantu nya itu. Merasa kasihan dengan nasib gadis polos itu, ia tak pernah minta di lahirkan. Tapi ia di lahirkan hanya untuk di buang, ia juga tak pernah minta di adopsi. Tapi ia di adopsi hanya untuk di jadikan boneka.


▫️▫️▫️


Tbc...