
Saat semua nya sedang sarapan, Nasha hanya melirik makanan di depan nya dengan tidak berselera. Ia bahkan menggigit jari nya dan memasang wajah masam.
"Kamu kenapa, Nasha? Kok engga di makan makanan nya?" tanya Azhar sambil memperhatikan istri nya yg tampak uring uringan itu.
"Mau makan yg lain, Sha?" tanya Ummi Rifa dan Nasha menggeleng namun kemudian mengangguk. Membuat mereka melihat Nasha dengan bingung.
"Jadi mau makan yg lain atau engga? Yg bener yg mana, Cil?" tanya Abi Fadlan gemas yg membuat Nasha langsung memanyunkan bibirnya.
"Cil apaaan, Bi?" tanya Azhar.
"Bocil, mirip bocil dia..." jawab Abi Fadlan.
"Pengen makan masakan Bi Tanti" ujar Nasha akhirnya yg membuat ketiga manusia di hadapan nya itu melongo.
"Bi Tanti?" tanya Azhar heran dan Nasha mengangguk antusias, bahkan bibir nya tersenyum lebar dan mata nya berbinar.
"Kamu sebenarnya kenapa sih, Sayang?" tanya Azhar bingung karena Nasha tampak aneh akhir akhir ini, ia sering uring uringan, bersikap manja yg sangat menja, lebih manja dari biasanya.
"Ya engga apa apa, tapi pengen masakan Bi Tante. Kita kerumah Mama ya hari ini" pinta Nasha lagi.
"Ke rumah Mama Raya?" tanya Azhar ingin memastikan dan Nasha mengangguk berkali kali.
"Yakin?" tanya Azhar lagi dan seketika Nasha cemberut.
"Kenapa? Kamu engga mau ya? Kamu marah ya sama Mama Raya?" tanya Nasha sedih dan Azhar tentu saja langsung menggeleng.
"Engga sama sekali, Sayang. Ya udah, habis ini kita kerumah Mama Raya ya..." ujar Azhar yg membuat Nasha memekik senang.
.........
Nasha dan Azhar pergi ke rumah Harry, namun sayangnya di sana tidak ada siapa pun. Raya pergi ke butik seperti biasa, Surya bekerja dan Harry keluyuran entah kemana. Namun Bu Tanti tetap mempersilahkan Nasha masuk karena bagaimana pun, Nasha nona muda nya.
Nasha juga mengutarakan keinginan nya yg ingin sekali memakan masakan Bi Tanti.
"Kangen ya Non sama masakan Bibi?" tanya Bi Tanti.
"Iya, Bi. Kangen banget..." ucap Nasha.
"Sayang, aku harus pergi ke toko. Engga apa apa kan kalau kamu di sini sendirian?" tanya Azhar.
"Iya, nanti aku telpon Harry" jawab Nasha.
"Ya udah, nanti aku jemput kamu" ujar Azhar kemudian ia mencium kening istri nya sebelum pergi.
"Den Azhar sibuk ya, Non?" tanya Bi Tanti setelah Azhar pergi.
"Iya, Bi. Akhir akhir ini Azhar sibuk banget" jawab Nasha sambil berjalan menuju dapur.
Ia membuka kulkas dan mengambil satu buah jeruk, Nasha mencuci nya dan mengupas nya namun tiba tiba ia merasa mual dan langsung melempar jeruk itu menjauh dari nya.
"Kenapa, Non?" tanya Bi Tanti heran.
"Engga apa apa, Bi. Cuma seperti nya kecut" jawab Nasha.
"Ah, masak..." ucap Bi Tanti dan ia mengambil kembali jeruk itu, mencicipi nya "Manis kok" ucap Bi Tanti.
"Engga ah, pasti kecut. Oh ya, nanti kalau Bi Tanti sudah selesai masak, panggil aku ya, Bi. Aku mau ke kamar. Ngantuk" ujar Nasha lagi.
Nasha pun bergegas ke kamar nya, dan Bi Tanti yg melihat Nasha tampak bahagia ikut merasa bahagia.
"Alhamdulillah, seperti nya Non Nasha bahagia" gumam Bi Tanti, kemudian ia mulai menyiapkan makanan untuk Nasha.
.........
Bu Anjana dan Hanin pergi ke rumah Azhar namun sayangnya disana tidak ada siapa pun.
"Coba ke toko nya, Ma.." saran Hanin.
"Iya, Mama juga dengar kata nya Nasha kadang bekerja di toko roti Bu Rifa" ucap Bu Anjana.
Mereka pun segera bergegas ke toko Ummi Rifa, namun di sana mereka hanya menemui Ummi Rifa seorang yg sedang melayani pembeli.
"Eh, Bu Anjana, Hanin..." sapa Ummi Rifa "Masuk masuk..."
"Ramai toko nya ya, Tante..." ujar Hanin dan ia membantu Ummi Rifa melayani pembeli.
"Iya, Alhamdulillah. Semenjak Nasha ikut jualan online, jadi semakin banyak yg tahu toko Ummi" ujar Ummi Rifa sambil tersenyum.
"Oh ya, Nasha sama Azhar dimana? Tadi aku dari rumah mu, Bu Rifa. Tapi tidak ada orang" ujar Bu Anjana.
"Nasha sedang ada di rumah orang tua angkat nya, Kata nya tadi mau kesana, kangen masakan Bi Tanti kata nya. Terus kalau Azhar di toko Abi sama Abi..." jawab Ummi Rifa.
"Oh, begitu. Aku sebenarnya ingin mengajak Nasha main ke rumah, atau kalau bisa aku ingin sekali dia menginap di rumah, Bu" tukas Bu Anjana dengan wajah sendu nya.
"Hem begitu, nanti aku akan bilang sama mereka" jawab Ummi Rifa yg membuat Bu Anjana tersenyum senang.
.........
Harry yg mendapatkan kabar kalau kakak nya di rumah, ia pun segera pulang namun tidak sendirian. Karena sejak tadi sebenarnya ia keluyuran bersama Mera, alhasil kedua pemuda itu pun menemui Nasha di rumah Harry.
"Dimana Kak Nasha, Bi?" tanya Harry pada Bi Tanti saat membukakan pintu.
"Dikamar nya, Den..." jawab Bi Tanti.
Harry dan Mera pun langsung bergegas ke kamar Nasha dan mereka mendapati Nasha yg sedang tertidur pulas di kamar nya.
"Kak Nasha..." Harry mengguncang pundak Nasha yg membuat Nasha langsung membuka mata, ia menguap dan menggeliat malas.
"Dari mana saja kamu, Har?" tanya Nasha masih menguap.
"Dari salon, sama Mera..." jawab Harry dan Nasha baru menyadari Mera juga ada di kamar nya, saat ini Mera sedang celingukan di kamar Nasha, memperhatikan setiap sudut kamar itu.
Nasha memperhatikan Harry dan Mera bergantian dengan mulut menganga, bukan karena apa. Tapi karena rambut Harry yg di cat warna pirang sedangkan rambut Mera di cat tiga warna, abu abu, biru dan ungu. Membuat Nasha meringis apa lagi Mera mengenakan hot pants
Tanpa basa basi ia langsung mengambil gunting di laci.
"Mera...." panggil nya dan Mera pun menoleh.
"Apa ?"
"Sini, potong rambut mu"