
Azhar mengajak keluarga nya untuk makan siang di salah satu restaurant yg tak jauh dari mereka, tentu lagi lagi itu membuat mereka bingung karena Azhar bahkan lagi lagi meminta Ummi nya menutup toko roti nya dan Azhar melarang Abi nya pergi ke toko nya juga.
"Sayang, kamu mau pesan apa?" tanya Azhar pada Nasha yg sedang sibuk melihat menu.
"Aku mau pesan..." Nasha masih memperhatikan semua menu yg tersedia begitu juga dengan Azhar.
Namun tiba tiba Azhar merasakan sakit di kepala nya dan juga pusing, pandangan nya kembali buram. Azhar bahkan tanpa sengaja menjatuhkan menu dari tangan nya yg di susul dengan diri nya yg ikutan jatuh pingsan, membuat kedua orang tua nya dan juga Nasha memekik kaget. Apa lagi saat melihat hidung Azhar mengeluarkan darah.
"Azhar..." ibu nya memangku Azhar dan menepuk nepuk pipi Azhar.
"Pa... Pa..." Nasha juga berusaha membangun kan suami nya itu dan ketakutan mulai melingkupi hati mereka, sementara Abi Fadlan langsung berteriak meminta tolong.
Beberapa pengunjung restaurant pun mengerumuni mereka dan Abi Fidlan meminta tolong untuk membawa Azhar ke mobil mereka untuk dijaga ke rumah sakit.
Azhar di Tidurkan di belakang dan Ummi Rifa membersihkan hidung Azhar yg berdarah dengan tangan nya yg gemetar.
Abi Fadlan sendiri tak kalah shock nya, ia bahkan merasakan sakit di dada nya dan merasa seluruh tubuhnya gemetar. Yg tak memungkinkan ia ingin menyetir.
Akhir nya Nasha yg memutuskan untuk menyetir.
Ketiga nya hanya bisa panik selama dalam perjalanan, Nasha sesekali melirik Azhar dari kaca mobil dan air mata merembes begitu saja dari sudut mata nya.
Sebagai mahasiswi kedokteran, ia yakin ada yg salah dengan kondisi Azhar sekarang. Nasha semakin mempercepat laju mobil nya menuju rumah sakit.
"Nasha..." Abi Fadlan menepuk pundak Nasha yg kini sudah menangis ketakutan, bahkan begitu juga dengan Ummi Rifa di belakang.
"Azhar baik baik saja, kamu jangan panik ya" kata Abi Fadlan dengan suara yg gemetar.
Nasha tak bisa menjawab nya, hingga mereka sampai di rumah sakit.
Abi Fadlan langsung meminta branker dorong untuk membawa Azhar dan kebetulan di sana ada Dokter nya Azhar.
"Ya tuhan, Azhar..." seru Dokter itu dan ia langsung meminta Suster membawa Azhar ke ruang UGD.
Di sana, Dokter dan Suster langsung menangani Azhar sementara Nasha dan mertua nya hanya bisa mondar mandir di ruang tunggu dengan perasaan yg sangat takut dan cemas.
"Nasha, tenang lah..." pinta Abi Fadlan mengingat Nasha yg hamil muda, ia tak ingin Nasha stres dan membuat kandung nya dalam bahaya.
"Ayo, duduk lah. Kalian berdua duduk ya, Azhar akan baik baik saja..." ujar Abi Fadlan meskipun ia sendiri tidak bisa menyembunyikan kecemasan nya.
Tak lama kemudian ada seorang Dokter lagi datang bersama Surya yg membuat Nasha heran.
"Papa..." seru Nasha "Kenapa.... Kenapa Papa di sini? Azhar tidak apa apa kan, Pa?" tanya Nasha panik.
"Sayang, kamu tenang ya. Biar kami menangani Azhar dulu..."
"Tapi, Pa..."
"Nak, doakan saja semua nya baik baik saja ya" ucap Surya kemudian ia pergi bersama Dokter itu ke ruang UGD.
.........
Azhar membuka mata nya yg terasa berat saat ia mendengar isak tangis seseorang di sekitar nya, kemudian ia mengerjapkan mata nya saat cahaya di sekitar nya terasa langsung menusuk.
Azhar merasakan seseorang memegang tangan nya dengan begitu erat dan bahkan tangan nya itu sudah basah karena air mata.
"Sayang...." lirih Azhar sambil mengelus tangan Nasha yg saat ini sedang meletakkan kepala nya di lengan Azhar dan istri nya itu menangis sesegukan.
Nasha yg mendengar suami nya memanggil nya itu malah semakin menangis dan bahkan seluruh tubuh nya sampai bergetar. Begitu juga dengan Abi Fadlan dan Ummi Rifa yg juga menangis sedih sambil membelai kepala Azhar, putra mereka satu satu nya yg telah di uji dengan ujian yg sangat berat.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu kami, Nak?" tanya Ummi Rifa dengan suara tercekat.
Seketika Azhar justru ikutan menangis, sekarang keluarga nya sudah tahu keadaan nya dan Azhar tidak bisa berbuat apa apa untuk menghibur mereka, karena Azhar sendiri juga begitu rapuh dan putus asa sekarang.
"Ya Allah, anak ku..." gumam Ummi Rifa dan tangis nya semakin menjadi, ia mencium kening Azhar hingga air mata memabasahi kening nya.
"Ya Allah, berikan saja penyakit anak ku pada ku, ko mohon..." lirih Ummi Rifa di tengah isak tangis nya, dan hal itu malah membuat Azhar semakin menangis, Azhar menggeleng lemah pada Ummi nya.
Sementara Nasha masih tak sanggup untuk mengangkat kepala nya, ia begitu takut kehilangan Azhar, Sangat takut. Nasha masih Terus menangis hingga lengan dan tangan Azhar yg di genggam nya basah karena air mata nya yg semakin dan semakin deras. Tak bisa Nasha bayangkan bagaimana ia akan hidup tanpa Azhar, tapi Papa bayi nya.
"Ambil saja nyawa ku, Ya Allah. Jangan suami ku, aku tidak bisa hidup tanpa nya" ia hanya bisa berteriak dalam hati.
"Kamu harus sembuh, Nak. Kamu harus kuat" pinta Abi Fadlan "Calon anak mu membutuhkan ayah nya, istri mu membutuhkan suami nya dan kami membutuhkan putra kami" lirih Abi Fadlan.
"Jangan putus asa ya, Nak" pinta nya sekali lagi dan Azhar hanya bisa mengangguk lemah.