True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 49



Jam menunjukkan pukul 3 dini hari, dan Azhar terus menghapus air mata yg mengalir tanpa henti di pipi nya, matanya sudah sangat sembab dan hidung nya mampet. Bahkan air mata itu membasahi lembar demi lembar dari buku harian yg ia baca.


Coretan dari seorang gadis bernama Laura yg begitu menyesakan dada. Coretan itu di mulai saat Laura berusia 12 tahun.


Laura menceritakan, saat itu ia ikut lomba berenang di sekolah dasar dan ia memenangkan nya. Gadis itu sangat senang, memekik girang dan melompat bahagia. Dan ia sangat mengharapkan kedua orang tua nya hadir dalam lomba itu dan memberi nya selamat, sama seperti teman teman yg lain nya.


Namun yg datang hanya ajudan nya, dengan beberapa hadiah berupa barang yg sudah banyak di kamar Laura.


Laura sangat suka berenang dan ia bahkan bisa menahan nafas dalam air dalam waktu yang cukup lama, hobi yg ia gemari sejak kecil. Ia juga bercita cita menjadi Dokter bedah yg hebat seperti ayah nya. Nanti, saat dia dewasa. Sekarang, biarkan ia fokus pada renang nya.


Laura juga gadis yg pintar, ia selalu mendapat peringkat pertama di kelas nya. Dan sekali lagi, ia ingin kedua orang tua nya hadir dalam pengambilan rapport, apa lagi acara acara khusus sekolah. Namun seperti biasa, sejak Laura TK, yg datang hanya suster dan ajudan nya.


Laura melihat semua teman teman nya di antar jemput ibu atau ayah mereka. Kapan Laura bisa merasakan di jemput oleh Mama Papa nya? Laura hanya bisa membayangkan hal itu. Kedua orang tua nya adalah orang yg sibuk dan Laura di haruskan mengerti akan hal itu.


Memasuki sekolah baru, sekolah menengah pertama dan Laura mendapatkan teman teman baru. Ah, jangan lupakan siapa yang memilih sekolah ini, tentu saja orang tua nya takkan buang waktu dengan memilihkan sekolah yang terbaik untuk Laura. Mereka tak ada waktu, Laura dan ajudan nya yg memilih sekolah ini. Orang tua nya bahkan tak mengantar Laura di hari pertamanya sekolah. Laura tahu, mereka sibuk. Mereka hanya menegaskan bahwa Laura harus memilih sekolah yg elit.


Seiring berjalan nya waktu, Laura mendapatkan teman baru di lingkungan baru. Walaupun masih dengan cerita hidup yg sama, Laura pintar, selalu meraih peringkat pertama dan seperti biasa orang tuanya tak perduli dengan hal itu. Asal mendapatkan laporan yg baik dari ajudan yg di tugaskan oleh mereka untuk selalu menjaga Luara, seperti nya itu itu sudah lebih dari cukup untuk mereka.


Laura sangat rindu merasakan kasih sayang dan perhatian orang tua nya, ia merindukan hal itu setengah mati.


Hingga suatu hari, Laura melihat teman nya melakukan kesalahan di sekolah, dia bertengkar dan mendorong teman yg lain. Orang tua nya di panggil, dan mereka datang. Laura melihat orang tua teman nya itu menasihati anak nya dengan lembut, bahkan mengusap kepala nya dan mencium pipi nya. Laura tersenyum, dengan polos nya ia berfikir, jika dia melakukan kesalahan juga, apakah orang tua nya akan melakukan hal yg sama?


Dan dengan begitu lugu nya, Laura dengan sengaja mendorong teman nya.


Ya, cara itu berhasil membuat pihak sekolah memanggil kedua orang tua Laura. Namun seperti biasa, yg datang ajudan nya dan sejumlah uang untuk pihak sekolah dan anak yg Laura dorong.


Laura marah dan kecewa, ia membuat kesalahan yg lebih besar untuk menarik perhatian orang tua nya. Setiap hari berkelahi, tak hanya dengan anak perempuan tapi juga dengan anak laki-laki. Dimana hal itu perlahan mengubah Laura, mengubah karakter nya dan ia bahkan tak pernah lagi belajar. Nilai nya anjlok, prestasi nya menurun namun ia masih menjalani hobi berenang nya. Hingga Laura masuk sebuah club renang di sekolah nya.


Semakin hari Laura semakin kehilangan jati diri nya, apalagi saat ia bergabung dengan anak anak Badung di sekolah nya dan mencicipi sebuah permen yg membuat nya melayang dan menginginkan nya lagi dan lagi. Permen dengan harga yg fantastis namun rasa nya luar biasa, membuat Laura seperti berada di awan. Antar terbang dan tidak, antara sadar dan tidak.


Laura sadar ia sudah melangkah terlalu jauh, ia tenggelam terlalu dalam di sebuah lautan kegelapan. Tapi Laura sudah tak bisa berhenti. Orang tua nya hanya sibuk membayar orang untuk menjaga Luara, memeriksa keadaan Laura dan sebagai nya. Laura sudah muak dengan kehidupan ini dan ia ingin mati saja.


Namun Laura tak mau mati saat melihat adik kecil nya yg berusia 8 tahun, Harry. Satu satu nya yg Laura sayangi. Laura ingin hidup untuk adik nya, untuk menyayangi adik nya karena Laura tahu, orang tua nya takkan menyayangi Harry sama seperti mereka tidak menyayangi Laura. Laura tahu, orang tua nya takkan memperdulikan Harry dan Laura yg harus memperdulikan nya, suatu hari nanti, Laura akan membantu Harry memilih sekolah yg terbaik, mendukung hobi Harry, datang ke sekolah Harry dan menemani Harry di setiap acara sekolah nya. Laura akan memberikan apa yg seharus nya di berikan oleh orang tua nya pada anak nya.


Namun semua berubah saat Laura akan memasuki usia yg ke 15, dia menemukan diri nya hamil dan entah siapa ayah dari bayi itu.


Laura hancur, ia sudah sudah rusak dan sekarang Laura hanya bisa menyesali semua nya. Laura tak bisa menjaga diri, lalu bagaimana dia bisa menjaga Harry?


Sekali lagi Azhar menghapus air mata nya "Gadis yg malang, semoga Allah mengampuni dosa mu Nak. Semoga Allah merahmati mu di alam sana"


Azhar membuka lembaran terakhir buku dairy itu, tulisan nya berbeda. Lembar yg berisi kabar kehamilan dan torehan kehancuran Laura itu adalah tulisan terakhir Laura. Curahan terkahir hati seorang Laura.


Dan di lembar terakhir, tertulis nama Harry dan seperti nya itu juga tulisan tangan Harry.


"*Apa yg di alami kakak ku bermula hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari Papa dan Mama. Hingga dia kehilangan kendali atas diri nya sendiri saat apa yg sangat ia inginkan tak pernah ia dapatkan setelah berbagai cara dia lakukan. Kenakalan yg Kak Laura lakukan hanya untuk menarik perhatian Papa dan Mama, lambat laun Kenakalan itu berubah menjadi sebuah pelampiasan atas kurang nya dia akan kasih sayang. Saat itu usia ku masih 8 tahun, aku menyiapkan hadiah yg lucu untuk Kak Laura, sebuah boneka kelinci yg sangat mungil karena beberapa hari lagi Kak Laura berulang tahun yg ke 15. Tapi sehari sebelum ulang tahun, entah mengapa Kak Laura bersikeras ingin naik bus sekolah padahal biasa nya Kak Luara selalu di antar jemput sopir. Dan mungkin ini takdir nya, bus itu mengalami kecelakaan dan masuk kedalam sungai. Tak ada korban jiwa, kecuali Kakak ku yg aku tahu dia sengaja menenggelamkan diri. Hasil autopsi tidak menunjukan ada cidera di bagian tubuh mana pun yg membuat Kak Laura harus terjebak di dalam air. Dia bisa berenang dan sering memenangkan lomba renang, dia mampu menahan nafas dalam air cukup lama. Kak Laura memang ingin pergi.


Apa lagi saat Dokter mengatakan dia dalam keadaan hamil dan mengkonsumsi obat obatan terlarang. Aku mengerti kenapa dia ingin mati, tapi aku tidak mau Kak Laura mati, kenapa dia tidak mengerti itu*? "


Azhar sudah tak bisa lagi menghapus air matanya karena itu percuma, air mata itu terus mengalir.


Anak anak itu sangat memprihatinkan.


"Ya Allah..." hanya itu yg bisa Azhar gumamkan, hati nya terasa begitu sesak. Gadis yg sangat malang, sungguh membuat hati Azhar terasa perih "Ampuni dia, Ya Allah... Sungguh dia hanyalah gadis kecil yg hilang arah, tanpa ada satu orang pun yg memberi nya petunjuk bahwa jalan itu salah"


▫️▫️▫️


Tbc...