True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 109



Dalam perjalanan nya ke rumah Pak Niranjan, Nasha tidak sengaja melihat Suster Marina yg saat ini sedang berdiri di tengah jalan bersama anak gadis nya.


"Itu Suster Marina, kan?" tanya Nasha pada Azhar, Azhar memperhatikan wanita yg di tunjuk Nasha dan memang benar itu adalah Suster Marina.


"Iya, apa yg dia lakukan di tengah terik matahari begini?"


"Coba samperin, Sayang..." pinta Nasha dan Azhar pun menepikan mobil nya di dekat Suster Marina kemudian keduanya turun menghampiri Suster Marina.


Suster Marina yg melihat Nasha dan Azhar sedikit terkejut, perasaan bersalah dan juga tidak nyaman di rasakan Suster Marina.


"Suster Marina, mau kemana?" tanya Nasha sembari melirik anak Suster Marina yg tampak nya kepanasan, bahkan wajahnya memerah.


"Mau pulang..." jawab Suster Marina lirih.


"Di jemput?" tanya Nasha lagi dan Suster Marina menggeleng.


"Menunggu angkot" jawab nya.


"Kami bisa mengantar kalian pulang" tawar Nasha kemudian namun Suster Marina menggeleng tegas.


"Tidak, terima kasih..." ujar nya dan ia hendak pergi namun Nasha mencegah nya.


"Kenapa? Aku tidak akan menyakiti mu, Suster" seru Nasha "Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah mau bersaksi jujur di pengadilan" tukas Nasha.


"Aku melakukan ini karena permintaan ibu mu, dia mendatangi rumah kami saat itu dan dia menyadarkan ku bahwa apa yg aku lakukan salah, dia juga mengingatkan bahwa aku juga seorang perempuan dan punya anak perempuan juga" ujar Suster Marina yg membuat Nasha terkejut.


"Ibu? Ibu mertua ku?" tanya Nasha bingung karena rasa nya tidak mungkin jika ibu angkat nya yg melakukan itu, Nasha menoleh dan menatap Azhar penuh tanda tanya dan setahu Azhar Ummi nya tidak pernah pergi menemui Suster Marina.


"Bukan, tapi ibu kandung mu, ibu Anjana"


"Apa?" pekik Nasha menganga lebar, bahkan Azhar tak kalah terkejut nya mendengar penuturan Suster Marina.


"Siapa yg bilang dia ibu kandung ku?" tanya Nasha bingung.


"Dia sendiri, dia mengatakan nya pada suami ku" tukas Suster Marina.


Sementara Azhar hanya bisa terdiam membisu, Nasha menatap Azhar dan ia menangkap gelagat yg berbeda dari suaminya itu.


"Dia bicara apa, Azhar?" tanya Nasha dengan suara lirih "Kamu tahu ini, kan?" tanya nya lagi.


"Kasih tahu dulu, apa benar dia ibu ku?" tanya Nasha penuh penekanan.


Azhar akhirnya mengangguk, karena sudah tidak mungkin lagi menutupi kebenaran ini dari istrinya.. Melihat suami nya yg mengangguk, tiba tiba Nasha merasa kesal, marah, tapi juga tidak percaya begitu saja.


"Bagaiamana kamu tahu?" tanya Nasha dengan suara bergetar dan ia sudah akan menangis.


"Kami melakukan tes DNA..." jawab Azhar dan ia mendekati Nasha, hendak menggapai tangan sang istri tapi Nasha menepis tangan Azhar dengan kasar.


"Kapan?" tanya Nasha setengah meninggikan suaranya.


"Waktu kamu di penjara" jawab Azhar dengan hati yg terasa sesak karena Nasha enggan di sentuh olehnya.


"Tanpa sepengetahuan ku?" tanya Nasha dan kali ini ia tak bisa lagi menahan air mata yg sudah menumpuk di pelupuk mata nya.


"Maafkan aku, Sayang. Aku... Aku cuma merasa kasihan dengan Tante Anjana, dia sangat yakin kalau kamu itu anak nya jadi karena itulah aku memberikan rambut mu pada mereka supaya mereka bisa melakukan tes DNA" tukas Azhar putus asa apa lagi saat melihat Nasha yg tampak kecewa pada nya.


"Jadi..." Nasha menghapus air mata nya dengan punggung tangan nya "Mereka yg membuang ku?"


"Mereka bukan nya membuang mu..." ucap Azhar lembut namun Nasha menggeleng, menolak pembelaan Azhar untuk mereka.


"Jadi itu alasannya mereka membantu kita?" tanya Nasha dan Azhar hanya bisa menatap istri nya itu.


"Kita temui mereka dulu ya..." bujuk Azhar namun Nasha menggeleng.


"Aku engga sudi menemui mereka..." desis nya sembari membuang muka, sementara Suster Marina hanya bisa menjadi penonton perdebatan Azhar dan Nasha.


"Sayang, jangan berbicara seperti itu. Bagaimana pun juga mereka orang tua kandung mu, Sayang..."


"Orang tua kandung?" seru Nasha "Yg tega membuang ku bahkan saat aku masih merah, Azhar. Itu yg kamu sebut orang tua kandung?" pekik Nasha dan ia langsung bergegas pergi, meninggalkan Azhar dan Suster Marina.


Namun Azhar bergegas mengejar Nasha "Nasha, tunggu, Sayang..." seru Azhar namun Nasha terus berjalan dan ia menghentikan sebuah taksi. Namun dengan cepat Azhar mencegah Nasha saat hendak memasuki taksi itu


"Nasha, jangan begini..." Azhar kembali berkata lembut, sementara Nasha tampak benar benar kecewa.


"Kalau kamu engga mau menemui mereka, ya sudah, kita pulang, ya..." bujuk Azhar lembut namun Nasha tak merespon nya.


"Sayang, aku mohon..." pinta Azhar lagi dan akhirnya Nasha pun kembali berjalan menuju mobil mereka.