True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 121



"Mera...." panggil nya dan Mera pun menoleh.


"Apa ?"


"Sini, potong rambut mu" ucap Nasha dengan santai nya yg membuat Harry dan Mera menganga


"Hah?" pekik Mera "Engga, engga mau..." tolak Mera mentah mentah sambil memegang rambut nya yg sepundak itu.


"Ck, sini..." seru Nasha sambil berdecak kesal "Rambut sudah seperti pelangi saja, kamu juga, Har. Itu rambut mu bagus bagus sekarang malah jadi seperti bulu jagung" gerutu Nasha yg membuat Harry meringis.


"Ya kan udah engga sekolah lagi, Kak. Tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Nanti bisa du cat hitam lagi kok" jawab Harry. Sementara Mera masih memegang rambut nya sambil cemberut.


Nasha pun melompat turun dari ranjang nya sambil menatap Mera, otomatis Mera berlari keluar dari kamar Nasha dan Nasha mengejar nya sambil terus menggerutu kalau rambut Mera seperti pelangi.


"Lagian kamu itu ya, anak gadis kok kelakuan nya seperti itu..."


"Mera, berhenti..."


"Kamu fikir cantik rambut mu begitu?"


"Mera..."


"Itu juga celana cuma sejengkal, mau pamer paha mu yg segede pohon pisang itu?"


"Ish, sadis betul dirimu..." seru Mera yg masih menghindari Nasha yg terus mengejar nya sambil memegang gunting.


Mere berdua lari larian bahkan sampai ke lantai satu.


"Engga mau, engga mau potong rambut..." teriak Mera kesal.


Harry juga berlari mengejar dua wanita itu dan saat Mera berlari, ia malah menabrak Mama Harry yg baru pulang. Mera langsung menundukkan kepala nya di depan Raya sambil tersenyum tipis, harus Mera akui ia menyukai Harry dan ingin sekali mengambil hati kedua orang tua Harry. Eh, tapi sekarang ia malah tertangkap basah sedang main kejar kejaran sama Nasha. sementara Nasha akhirnya berhenti dengan nafas yg memburu setelah Mera juga berhenti di depan Mama Raya.


"Ada apa?" tanya Raya bingung dan ia meringis ngeri saat melihat Nasha yg memegang gunting.


"Ke... Kenapa, Sha?" tanya Raya gugup.


"Pegang dia, Ma..." pinta Nasha akhir nya dan reflek Raya langsung memegang pundak Mera.


"Bagus, jangan di lepas. Aku mau gundulin kepala nya..." desis Nasha yg membuat Raya semakin bergidik ngeri dan secara reflek melepaskan tangan nya dari Mera.


Otomatis Mera langsung kembali berlari dan berlindung di belakang Harry.


"Kak Nasha, jangan potong rambut Mera. Kan kasian..." bujuk Harry.


"Kepala mu juga mau kakak gundulin Harry" tegas Nasha.


"Yah, jangan dong, Kak. Memang nya Harry engga tampan dengan rambut begini? Kata Mera, Harry tampan, seperti orang barat" tukas Harry lagi.


"Yaa... Kenapa rambut mu di warnai, Har? Tumben..." ujar Bu Raya.


"Tadi... Ikut ikutan Mera aja" jawab Harry lirih.


"Tuh kan, ini cewek bawa pengaruh buruk buat adik ku" geram Nasha kesal yg membuat Mera semakin cemberut.


"Aku juga adik mu tahu..." tukas Nasha akhir nya.


"Bukan, kamu adik nya Hanin" tegas Nasha yg membuat Mera langsung memanyunkan bibirnya. Nasha langsung kembali mengejar Mera namun terhenti saat Bi Tanti memanggil nya.


"Non Nasha, makanan nya sudah masak" seru Bi Tanti yg membuat Nasha langsung tersenyum sumringah.


"Kalian sudah makan?" tanya Nasha pada kedua adik nya itu, Harry dan Mera sama sama menggeleng "Ya sudah, ayo makan" ajak Nasha dengan ajakan yg lembut. Membuat Harry dan Mera saling melirik heran.


Nasha pergi ke dapur, Harry dan Mera mengikuti nya begitu juga dengan Raya.


"Masak apa, Bi? Aroma nya wangi sekali" ucap Raya.


"Kenapa engga di bawa ke meja makan saja, Sha?" tanya Raya karena Nasha malah membawa makanan nya itu ke lantai dan ia juga duduk di lantai.


"Engga apa apa, Ma. Mau makan di sini" jawab Nasha.


Nasha mengambil nasi yg cukup banyak, karena melihat ikan itu seolah membuat air liur Nasha menetes. Setelah itu ia pun langsung menikmati makanan itu tanpa menunggu Harry dan Mera.


Harry dan Mera pun bergabung di lantai dan menikmati makanan itu, namun baru saja mereka menyuapkan satu suap nasi ke mulut nya, Nasha tiba tiba berdiri dan berlari ke wastafel.


Nasha memuntahkan apa yg sudah ia makan dan itu berhasil membuat Harry dan Mera langsung berhenti makan. Sementara Raya dan Bi Tanti langsung menghampiri Nasha.


"Non Nasha kenapa?" tanya Bi Tanti.


"Sya, kamu kenapa?" Bu Raya juga bertanya sambil memijit tengkuk Nasha. Nasha langsung menyalakan kran dan menyiram muntahan nya itu.


"Mungkin masuk angin, Ma." ujar Harry


"Jorok ah, masak muntah pas lagi makan" gerutu Mera.


Sementara Nasha yg masih mual malah kembali memuntahkan isi perut nya sampai tidak ada lagi yg keluar dan hanya cairan bening. Wajah Nasha sangat merah dan bahkan ia sudah mengeluarkan air mata.


"Harry, telpon Papa sekarang...." pinta Raya panik karena Nasha yg masih terus memuntahkan isi perut nya.


"Engga usah, Ma..." jawab Nasha akhir nya setelah ia mencuci mulut nya "Mungkin cuma masuk angin"


"Biar Bibi bikinin teh hangat ya, Non" ujar Bi Tanti.


"Iya, Bi. Tolong nanti bawa ke kamar ya, aku mau ke kamar" ucap Nasha lemas.


"Ayo, biar Mama antar"


Raya menuntun Nasha dan membawa nya ke kamar nya.


Raya menidurkan Nasha di ranjang, dan ia menatap Nasha itu dalam dalam, membuat Nasha bingung.


"Kenapa, Ma?" tanya Nasha.


"Terima kasih, Sayang. Kamu... Kamu sudah tidak marah lagi sama Mama" ucap Raya lirih yg membuat Nasha tersenyum tipis.


"Sebenarnya kami sangat sayang sama Mama, tapi kami juga ingin menjalani kehidupan seperti yg kami mau" lirih Nasha.


"Iya, Mama tahu. Maaf karena Mama tidak mengerti hal itu. Mama fikir, Mama sudah melakukan yg terbaik untuk anak anak Mama"


"Yg terbaik itu yg membuat kita nyaman, Ma. Nyaman dalam menjalani nya"


"Iya, Sayang. Mama faham sekarang" ujar Raya dan ia pun menarik selimut untuk menyelimuti tubuh anak angkat nya itu "Sekarang kamu istirahat ya, oh ya, kenapa kamu tidak menginap di rumah saja malam ini?"


"Engga, Ma. Lain kali saja, nanti sore Azhar akan menjemput ku"


"Hem begitu, ya sudah. Kamu tidur aja, nanti kalau suami mu sudah datang. Mama akan bangunin Mama"


...... ...


Di bawah, Mera dan Harry tidak jadi makan gara gara melihat Nasha yg muntah, Mera masih menggerutu kesal namun Harry justru tampak cemas memikirkan kakak nya itu.


"Kak Nasha sakit ya, Bi?" tanya Harry pada Bi Tanti yg sedang membereskan sisa makanan itu.


"Paling cuma masuk angin, Den. Atau bisa juga lagi hamil" jawab Bi Tanti dengan santai nya namun itu berhasil Harry tercengang.


"Hamil?" tanya nya.


"Iya, biasanya orang hamil begitu. Tapi kita lihat saja nanti, mual nya masih berlangsung atau engga. Kalau engga, ya berarti cuma masuk angin"


"Oh begitu..."