
Azhar duduk termenung sembari menunggu pembeli datang ke toko Abi nya, ia memikirkan Nasha.
Dua hari berlalu sejak pertemuan terkahir mereka di pesta pernikahan Yunus dan Sasha, dan itu adalah terkahir kali mereka berkomonikasi.
Kini Nasha tak lagi mengirimi Azhar pesan, dan Azhar juga ragu untuk mengirimi nya pesan lebih dulu. Sejak pertemuan terkahir mereka itu, Azhar merasakan sesuatu yg bergejolak dalam hati nya. Ia coba mengabaikan rasa itu, namun rasa itu semakin kuat. Azhar merasa berdosa karena tak bisa menjaga pandangan nya hingga ia terus menerus mengingat Nasha.
Senyum manis nya, matanya yg berbinar, tingkah nya yg konyol tapi sangat Azhar sukai.
"Astagfirullah... Astagfirullah...." gumam Azhar sambil memijat pangkal hidung nya, ia tak ingin terus menerus terbayang wajah cantik Nasha. Ini tidak benar, fikir nya.
"Bi, Azhar mau kerumah Yunus ya, mau tanya soal pekerjaan yg dia tawarkan" pamit nya pada Abi nya yg sedang menyusun beberapa barang dagangan nya.
"Iya, nanti jam 5 jemput Abi ke sini" jawab sang Ayah.
"Iya, Bi. Ya udah, Azhar pergi dulu" ia pun mencium tangan Abi nya "Assalamualaikum, Bi"
"Waalaikum salam"
.........
Nasha tak bisa berhenti cemberut selama dua hari ini. Bagaimana tidak? Sepulang nya dari luar kota, Raya langsung memeriksa nilai Nasha di setiap mata kuliah nya dan Nasha mendapatkan nilai yg sangat rendah.
Dan inilah akibat nya, Nasha di kurung di kamar nya, ponsel nya di sita dan ia hanya di suguhkan berbagai macam buku kedokteran. Sesekali Surya juga memberikan pelajaran untuk Nasha, lengkap sudah penderitaan Nasha.
Dan hari ini ia di izinkan keluar karena Nasha ada kelas, tentu Nasha sangat senang karena akhir nya bisa menghirup udara bebas setelah dua hari selalu berada dalam kamar nya.
Namun Raya memerintahkan Nasha untuk langsung pulang setelah pelajaran nya selesai dan ia harus kembali belajar di rumah.
Seperti biasa, Nasha iya iya saja.
Dan di sinilah sekarang diri nya, di kampus nya bersiap menerima asupan materi dan praktek yg sangat tak ia sukai.
"Gila banget Mama mu ya, Sha. Sampek segitunya" ujar Elin sambil berjalan menuju kelas mereka.
"Iya, mungkin akan lebih baik kalau aku tuh engga punya ibu kali ya, dari pada punya ibu tapi kayak mau bunuh jiwa ku" ujar Nasha sedih.
"Sabar aja, Sha. Semua akan indah pada waktunya kok" jawab Elin menyemangati.
"Hai, Sayang..." Dilan muncul dari belakang mereka dan cukup membuat kedua gadis itu terkejut.
"Apaan sih, ngagetin deh" ujar Elin cemberut yg membuat Dilan terkekeh.
"Cantik banget deh kamu kalau udah cemberut gini" ujar Dilan namun mata nya melirik Nasha.
"Aku duluan ya" seru Nasha dan ia berjalan lebih cepat meninggalkan Elin dan Dilan.
"Nasha kenapa sih? Akhir akhir ini dia kayak menghindar dari aku" ucap Dilan sambil terus memperhatikan Nasha yg kini sudah masuk ke kelas nya.
"Perasaan mu aja kali, ya udah aku ke kelas dulu" ujar Elin kemudian.
"Iya, kelas ku juga sudah mau di mulai" ucap Dilan kemudian ia mengecup singkat pipi Elin sebelum meninggalkan Elin menuju kelas nya sendiri.
..........
Azhar berbelok arah setelah mendapatkan telpon dari Yunus yg mengatakan ia ada di kampus saat ini dan meminta Azhar menemui nya di sana.
Azhar pun meluncur ke kampus tempat Yunus mengajar.
Sesampainya di sana, Yunus ternyata sudah menunggu nya di parkiran.
"Kita bicara di ruangan ku" ujar Yunus.
"Oke" jawab Azhar kemudian.
Namun saat Azhar hendak pergi, ia seperti menyadari sesuatu. Ia pun menoleh dan di samping mobil nya, ada sebuah mobil yg sangat tak asing bagi Azhar.
"Itu mobil nya Nasha?" tanya Azhar heran.
"Iya, Nasha kuliah di sini, jurusan kedokteran" jawab Yunus dan Azhar hanya ber oh ria, namun tanpa sengaja ia mengulum senyum samar saat mengetahui ia akan menjadi dosen di kampus yg sama dengan Nasha.
Azhar pun mengikuti Yunus ke ruangan Yunus. Yunus memberi tahu bahwa sebenarnya Yunus akan berhenti mengajar disana namun dia masih menunggu dosen baru yg akan menggantikan nya. Dan Yunus berfikir bahwa Azhar bisa menggantikan nya karena itulah dia menawarkan pekerjaan ini pada Azhar.
"Pasti lah, kamu itu salah satu lulusan terbaik dari Cairo. Rugi kalau kampus ini engga nerima kamu sebagai dosen, tapi kamu harus tetap mengikuti prosedur yg ada untuk jadi dosen di sini. Sertifikat dan sebagainya masih ada di Cairo?"
"Iya, karena itulah aku harus kembali kesana"
"Ya udah, tapi lebih cepat lebih baik"
"Iya, minggu depan aku sudah kembali. Tapi kenapa kamu mau berhenti?"
"Aku sama Sasha memutuskan pindah ke Samarinda"
"Oh gitu..."
"Ya"
"Okey deh, nanti aku akan kabari kamu secepatnya dan semoga aku di terima di sini"
"Kenapa? Karena ada Nasha?"
Azhar terkekeh mendengar pertanyaan Yunus yg menggoda nya itu "Engga lah, cuma aku kan butuh kerja. Dan aku memang ingin menjadi guru, itu juga cita cita Ummi"
"Ya, Nasha itu bonus nya" goda Yunus lagi.
"Engga lah, aku sama dia cuma teman"
"Ini permata kali nya aku liat kamu punya teman wanita"
"Aku juga bingung, takdir selalu mempertemukan kami dalam berbagai keadaan dan tempat. Membuat kami jadi seperti teman"
"Itu yg nama nya jodoh engga akan kemana"
"Bukanlah" elak Azhar "Oh ya, kalau gitu aku pergi sekarang ya, soalnya aku mau ke pesantren juga"
"Okey, hati hati"
.........
Nasha yg baru saja menyelesaikan mata kuliah nya hendak langsung pulang seperti perintah ibunya. Dan saat di parkiran, Nasha memperhatikan sebuah mobil butut yg sangat tak asing baginya
Bersamaan dengan itu, sang pemilik mobil datang yg tentu saja membuat Nasha langsung tersenyum lebar.
"Azhar..." pekik Nasha girang. Melihat kegirangan Nasha itu membuat Azhar tak bisa menyembunyikan senyum lebar nya juga.
"Apa kabar, Nasha?" Seperti biasa Azhar bertanya dengan nada yg lembut.
"Sebelum nya kabar ku buruk karena dua hari ini hp ku di sita sama Mama, tapi sekarang kabar ku sangat baik karena ketemu kamu" jawab Nasha panjang lebar yg membuat Azhar tertawa geli.
"Ada ada aja kamu ini..." ujar Azhar namun tak bisa ia pungkiri hati nya merasa senang dengan gombalan Nasha itu"Gombalan apa beneran ya?" batin nya bertanya tanya.
"Oh ya, kamu mau kemana habis ini?" tanya Nasha.
"Mau ke pesantren, habis itu pulang" jawab Azhar.
"Ngapain ke pesantren?" tanya Nasha sambil bersender di mobil nya.
"Mau mengajar di sana" jawab Azhar kemudian ia masuk ke dalam mobil nya.
"Aku ikut, boleh?" tanya Nasha cepat cepat.
"Mau ngapain?" tanya Azhar.
"Kalau kamu mau mengajar ya aku mau belajar" jawab Nasha sambil tersenyum lebar. Azhar tak langsung menjawab, namun kemudian ia mengangguk sambil menyunggingkan senyum.
"Ya udah, kamu jalan duluan aku ikuti dari belakang" ujar Nasha kemudian dengan wajah yg berseri seri. Azhar pun hanya mengangguk sambil tetep tersenyum.
"Ya Allah, kenapa hati ku seperti berbunga bunga begini setiap kali ada Nasha?"
▫️▫️▫️
Tbc...