
"Nasha...."
" Nasha, sadarlah.."
Nasha membuka mata nya yg terasa berat, tubuh nya masih terasa begitu lemah dan ia melihat Abi Ummi nya yg bernafas lega karena Nasha sudah bangun.
"Ayo, Kak. Dorong lagi..." teriak Nasha dan seketika Nasha mengejan lagi dan mendorong lagi dan lagi, ia kerah kan semua semua kekuatan nya hingga anak nya itu berhasil ia lahirkan ke dunia ini, Mera mengambil anak yg masih berlumuran darah itu, Mera bahkan tercengang begitu juga dengan Abi Fadlan dan Ummi Rifa. Semua nya merasa begitu terharu dengan kelahiran malaikat kecil itu.
"Alhamdulillah, Kak. Kak Nasha melahirkan seorang pangeran. Tampan seperti papa nya" kata Mera penuh haru.
Mera memperlihatkan bayi itu pada Nasha, bayi nya yg memejamkan mata dengan bibir yg membentuk sebuah senyum dan kedua tangan nya yg bertumpu di dada nya, membuat nya terlihat sangat mungil dan menggemaskan.
"Tapi... Kenapa dia tidak menagis?" tanya Nasha kemudian dengan cemas. Ummi Rifa, Abi Fadlan dan Mera yg menyadari itu juga ikutan cemas.
"Coba usap usap punggung nya, Mera" kata Ummi Rifa, Mera pun dengan cepat melakukan nya namun bayi Nasha itu tetap tidak bergerak apa lagi menangis.
"Ya Allah, Nak..." gumam Ummi Rifa yg semakin cemas, ia meletakkan jari nya di bawah bawah hidung sang bayi dan ia sedikit bernafas lega karena bayi nya bernafas.
"Ummi, putra ku..." lirih Nasha dengan nafas yg memburu.
"Assalamualaikum, Sayang, ini Mama. Kamu lagi tidur ya?" tanya Nasha sambil memasukan jari nya ke tangan anak nya yg mengepel, Nasha bahkan sudah meneteskan air mata nya antara haru dan cemas karena sang anak tak merespon namun tiba tiba anak menggeliat yg di susul dengan suara tangis nya yg sangat nyaring.
"Uwee.... Uwee... Uwee...."
Seketika tangis Nasha langsung berubah menjadi tawa bahagia dan haru, begitu juga dengan kecemasan mertua dan juga adik nya yg kini langsung musnah, otot otot mereka yg sempat tegang tadi kini kian melemas. Mereka juga tanpa meneteskan air mata haru nya Sambil mengucapkan puji syukur di iringi dengan senyum yg mengembang di bibir mereka. Sementara sang bayi terus menangis sambil menendang nendankan kaki nya ke udara, sementara tangan kecil nya masih menggenggam jari sang ibu yg kini sudah menagis sesegukan.
"Sayang ku, putra ku" gumam Nasha sambil mencium kening anak nya. Air mata nya bahkan jatuh di wajah putra nya itu.
"Kita harus memotong tali pusar nya dan membersihkan nya" ujar Mera kemudian "Tapi aku engga tahu cara nya"
"Ummi bisa, Nak" kata Ummi Rifa.
Kemudian dengan di bantu Abi Fadlan, Ummi Rifa memotong tali pusar cucu mereka dan membersihkan cucu mereka yg seperti malaikat kecil itu.
Setelah di mandikan, sang bayi di bungkus dengan sorban Azhar yg memang berbahan lembut dan adem sebelum akhirnya ia di adzani dan di doakan oleh kakek nya.
"Semoga Allah menjadikan mu anak yg sholeh, Nak. Yg berbakti pada ibu mu, menjaga ibu mu, dan menjadi pelipur lara nya. Semoga Allah menjadikan mu anak yg selalu membawa kebahagiaan pada siapa saja yg ada di sekitar mu, semoga Allah selalu bersama mu dalam setiap langkah mu"
"Jadilah cahaya dan kekuatan ibu mu dan kami semua, Sayang. Jadi lah kebanggaan kami, dan jadilah sumber kebahagiaan kami" doa Ummi Rifa untuk cucu nya itu.
Kini Abi Fadlan memberikan putra Nasha itu kepada ibunda nya. Nasha menerima nya dan menggendong nya dengan penuh haru.
"Iya ya, Bi. Mirip sekali dengan Azhar sewaktu bayi" kata Ummi Rifa sambil membelai pipi sang cucu dengan jari nya yg kini malah terlelap dalam gendongan ibu nya.
Sementara Mera yg kini sudah mencuci tangan nya malah menangis sesegukan, membuat mertua Nasha dan juga Nasha bingung.
"Kenapa, Mer?" tanya Ummi Rifa.
"Terharu, aku berhasil jadi bidan" kata Mera yg membuat Nasha langsung tersenyum lembut.
"Terima kasih ya, Mer" kata Nasha tulus "Aku engga nyangka aku juga bisa melahirkan anak ku di sini, bersama kalian" kata Nasha sambil menatap mertua dan adik nya itu bergantian.
"Berapa lama tadi aku pingsan?" tanya Nasha kemudian karena saat ia pingsan, ia seperti bermimpi sedang bersama Azhar, tapi itu terasa begitu nyata. Nasha bahkan seolah masih bisa mencium aroma suami nya itu dan merasakan kehangatan pelukan nya.
"Alhamdulillah Kak Nasha cuma pingsan nya sebentar, padahal kami sudah panik karena kepala bayi nya sudah kelihatan" kata Mera.
"Benar, Sha. Alhamdulillah kamu langsung bangun setelah kami memanggil mu, jika tidak, itu bisa berbahaya bagi putra mu" kata Ummi Rifa.
"Allah masih menyayangi Nasha dan cuci kita, Alhamdulillah. Ini anugerah dari Allah, kelahiran putra Nasha sungguh anugerah yg besar" sambung Abi Fadlan.
"Oh ya, Sha. Kamu sudah siapkan nama untuk cucu kami ini?" tanya Ummi Rifa yg membuat Nasha tersenyum.
Buku yg sempat Nasha baca, di sana juga ada beberapa nama yg persiapkan Azhar untuk anak nya kelak dan tentu Nasha akan menggunakan salah satu nama pilihan suami nya itu.
"Muhammad Habiburrahman" kata Nasha "Yg terpuji, yg tercinta dan penuh belas kasih" kata Nasha lembut kemudian ia mengecup kening putra nya itu dengan kecupan yg begitu lembut. Karena putra nya itu masih begitu lembut dan mungil.
"Nama pilihan Papa nya bayi, dia akan di panggil Habib. Yg tercinta, putra kami tercinta" lanjut nya yg di sambut bahagia oleh mertua nya, kakek nenek dari putra nya. Nasha juga sedang membayangkan seandainya Azhar ada di sisi nya saat ini, seandainya Azhar yg memberikan nama itu pada putra nya.
Tapi Azhar sudah menyerahkan semua nya pada Nasha, tentu dengan segala hal yg sudah di persiapkan oleh Azhar.
"Masya Allah, indah sekali, Nak" gumam Rifa yg seketika mengingatkan nya pada putra nya, kini ia sudah memiliki pengganti putra nya yg sudah pergi.
...... ...
Istri ku, *Jika Allah mengarunia kita anak lelaki, aku memiliki beberapa pilihan nama yg bagus dan mulia, Insyaallah. Pilih lah yg mana yg kau suka, jika tak ada yg kau suka, kamu bisa memberikan nama apapun yg kau suka pada anak kita. Asal makna nya yg mulia, Karena sesungguhnya nama itu adalah doa.
Muhammad Habiburrahman, yg artinya yg terpuji, yg tercinta, dan penuh belas kasih. Semoga anak kita memiliki sifat sifat mulia seperti baginda Nabi, dan semoga ia penuh cinta, di kelilingi oleh orang orang yg di cintai dan mencintai. Semoga Allah selalu melimpahkan belas kasih nya.
Abdullah Abizhar Albirru. semoga anak kita bisa menyebarkan kebaikan dan dan semoga ia menjadi hamba Allah yg taat.
Abdullah Khairul Alzam. Semoga ia menjadi anak yg tekun, memiliki akhlak yg mulai dan segala segala sifat kebaikan ada pada diri nya*.