True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 61



Nasha dan Azhar pergi ke pusat perbelanjaan karena sekalian mereka di minta Ummi Rifa untuk membeli keperluan dapur. Dengan senang hati pengantin baru itu pun mau, walaupun Azhar merasa kasihan dengan Nasha yg menurut nya sebagai pengantin baru seharusnya mereka masih di rumah saja.


"Maaf ya, kamu jadi harus berbelanja deh" ucap Azhar sembari menarik troli.


"Engga apa apa, dari mana cuma diam diri di rumah" ujar Nasha sambil menggandeng lengan Azhar.


"Kamu kalau mau sesuatu, ambil aja. Mumpung masih disini" seru Azhar yg di jawab anggukan olh Nasha "Tenang saja, ini pakek uang suami mu kok. Bukan mertua mu" lanjut nya sambil terkekeh yg membuat Nasha tersenyum malu.


"Aku mau beli sabun muka, em kayaknya tempat di sana" ujar Nasha sambil menunjuk ke lawan arah nya.


"Ya udah, ambil sana gih. Aku tunggu di sini, habis ini kita beli...." Azhar mengeluarkan catatan belanjaan yg di berikan oleh Ummi nya "Minyak, gula, tepung dan masih banyak lagi" ucap nya.


Sementara Nasha sudah bergegas pergi dari sana "Istri oh istri, belum juga selesai bicara" gumam Azhar dan ia pun mulai memilih barang barang keperluan nya.


"Pak Azhar..." Azhar langsung menoleh saat mendengar suara seorang gadis memanggil nya.


"Hanin..." seru Azhar yg melihat Hanin ternyata juga disana.


"Pak Azhar libur karena mau belanja?" tanya Hanin sambil tersenyum lebar, ia tak menyangka bisa bertemu dosen nya di pusat perbelanjaan.


"Em bukan, sebenarnya..." ucapan Azhar terhenti saat melihat Nasha datang ke arah nya.


Sementara Nasha yg melihat suami nya berbicara dengan seorang wanita segera mempercepat langkahnya dan betapa terkejut nya Nasha saat melihat itu adalah Hanin.


"Kalian ngapain?" tanya Nasha sambil menatap tajam Azhar, memperlihatkan ketidak sukaan nya jika Azhar berbicara dengan wanita lain.


"Kami engga sengaja ketemu tadi, Sayang" jawab Azhar sambil tersenyum. Hanin melotot terkejut dengan mulut menganga mendengar sang dosen memanggil Nasha dengan panggilan sayang.


"Oh" jawab Nasha singkat, ia segera berdiri di samping Azhar dan menggandeng lengan nya.


"Em kalian..." Hanin tidak tahu harus berkata apa melihat adegan mesra itu.


"Kami sudah menikah, Hanin" jawab Azhar "Karena itulah aku libur dulu mengajar nya"


"Huh? Kapan? Kenapa?" tanya Hanin masih tak percaya.


"Tadi malam dan karena kami saling mencintai" jawab Nasha dengan cepat. Hanin masih menatap tak percaya setelah mendengar hal itu.


"Tapi kenapa mendadak, apa karena kamu ha..."


"Hamil?" sela Nasha dan Hanin hanya bisa meringis, karena memang itu yg dia fikirkan. Tiba tiba Nasha tertawa renyah "Aku belum hamil, jangankan hamil. Pegangan tangan aja engga pernah sebelum nikah" jawab Nasha.


"Ya udah, kami duluan ya. Bye, Hanin..." seru Nasha dan ia menarik Azhar pergi dari sana.


Hanin masih tampak shock, namun Mera yg sejak tadi berdiri tidak jauh dari sana justru terlihat jauh lebih shock. Setelah Nasha dan Azhar pergi, Mera langsung berlari menghampiri kakak nya.


" Kak Hanin... Kak..." Seru Mera heboh.


"Itu, Kak... Itu Nasha pacar nya Harry" seru Mera yg membuat Hanin lebih terkejut lagi "Gadis sialan, dia mengkhianati Harry. Pantas saja tadi pagi Harry kayak kacau begitu, tega tega nya ya.. Biar aku kasih pelajaran gadis itu" seru Mera dan ia berlari mengikuti Nasha dan Azhar.


"Mera, jangan macam macam..." seru Hanin namun tidak di dengarkan oleh Mera, gadis yg masih berpakaian seragam lengkap itu terus berlari mengejar Nasha dan Azhar "Mer, jangan bikin malu" teriak Hanin sambil mengikuti adik nya.


Sementara Mera yg sudah mencapai Nasha, ia segera menarik ujung kerudung Nasha membuat Nasha sangat terkejut dan menjerit.


"Apa sih.... Kamu???" pekik Nasha yg melihat Mera. Sementara Azhar langsung dengan sigap melepaskan tangan Mera dari istrinya dan memeluk istri nya dengan posesif.


"Kamu tega banget sih mengkhianati, Harry. Penampilan nya aja baik, ternyata kelakuan nya engga bener" seru Mera marah.


"Tunggu tunggu, aku rasa ada kesalah fahaman di sini" ujar Azhar mencoba menengahi.


"Salah faham apa nya? Kamu itu menikahi pacar orang, dan kamu..." Mera menunjuk Nasha dengan sangat tidak sopan "Perempuan macam apa kamu ini, pacaran sama siapa nikah nya sama siapa" gerutu Mera. Mereka pun menjadi pusat perhatian para pengunjung dan juga pegawai disana.


Hanin segera datang dan menarik Mera sedikit menjauh dari Nasha dan Azhar.


"Maaf, Pak... Dia adik saya" ucap Hanin.


"Oh, jadi kalian saudara. Engga adik, engga kakak. Sama saja" seru Nasha kesal.


"Sayang..." seru Azhar lembut mencoba menenangkan istrinya yg tampak nya sangat kesal.


"Maaf, Sha..." ucap Hanin pelan.


"Kenapa Kak Hanin minta maaf? Cewek ini sudah mengkhianati Harry, cewek apaan kayak gini... " ujar Mera marah.


"STOP...!!!" seru Azhar yg membuat Mera langsung terdiam "Diam dan ayo ikut aku...!" titah Azhar dan dengan polos nya Nasha maupun Mera mengekori Azhar yg berjalan keluar dari pusat perbelanjaan itu.


Azhar menghubungi Harry, karena saat ini hanya adik ipar nya itulah yg bisa menyelesaikan masalah wanita wanita ini. Azhar bisa saja menjelaskan yg sebenarnya tapi sepertinya Mera takkan percaya, Mera seperti wanita yg sedang cemburu buta saat ini.


Sementara Nasha dan Mera saling melirik tajam, dan pada akhirnya Nasha pun bersuara "Kamu suka ya sama Harry?" tanya Nasha yg terkesan menuduh dengan sadis.


"Bukan urusan mu" jawab Mera ketus yg membuat Nasha mendengus "Lagian kamu sudah menikah, Harry bukan hak mu lagi"


"Masih dan akan selalu jadi hak ku" jawab Nasha tegas yg membuat Mera bertambah emosi dan Nasha tampak menikmati hal itu.


"Wanita macam apa kamu ini, didepan suami sendiri berbicara seperti itu" desis Mera namun Nasha mengabaikan nya dan ia malah memandang remeh Mera.


"Gadis bau kencur harus nya cuma fokus sama sekolah, gadis centil"


"Nasha..." seru Azhar lembut "Engga boleh bicara seperti itu, Sayang. Dan sebaiknya kalian diam, tidak boleh ada yg bicara sampai Harry datang"


▫️▫️▫️


Tbc...