
Nasha tak membawa apapun dari rumah nya sekalipun Mama nya meminta Nasha membawa barang barang nya. Namun Nasha tetap beralasan bahwa ia sudah memiliki banyak barang di rumah Azhar.
Mereka pulang setelah sarapan dan hal itu membuat Harry dan Bi Tanti sedikit sedih.
Saat di perjalanan pulang, Pak Niranjan menelpon Azhar.
"Siapa?" tanya Nasha.
"Pak Niranjan, Sayang" bisik Azhar.
"Assalamualaikum, Pak..." sapa Azhar.
"Waalaikum salam, Azhar. Apa aku mengganggu?"
"Tidak sama sekali, saat ini aku hanya hanya sedang menyetir dalam perjalanan pulang"
"Hem, sebenarnya begini, istri ku ingin mengundang kamu dan Nasha untuk makan malam bersama"
"Dalam rangka apa ya, Pak?" tanya Azhar sembari melirik Nasha.
"Bukan acara yg serius, hanya saja mengadakan syukuran karena istri ku baru saja berhasil menjual berlian dengan harga yg fantastis. Entah kenapa dia malah teringat dengan mu dan ingin mengajak mu makan malam, apakah bisa?"
"Insya Allah bisa" jawab Azhar dengan senyum karena ia juga merasa bahagia atas reseki yg di dapatkan Nyonya Anjana itu.
"Baiklah, aku akan mengirimkan alamat restaurant nya nanti"
"Baik, Pak. Inysa Allah"
Setelah memutuskan sambungan telpon dengan Pak Niranjan, Azhar memberi tahu Nasha bahwa Nyonya Anajana mengundang mereka untuk makan malam.
"Kamu mau engga, Sayang? aku sih setuju karena ini syukuran kata nya"
"Iya, aku juga mau dan harus mau ikut. Karena takut nya nanti kamu malah ketemu Hanin lagi" gerutu Nasha yg membuat Azhar langsung menggumamkan istighfar.
"Dia itu mahasiwi ku, Sayang. Engga lebih" ujar Azhar.
"Kalau dia menganggap mu lebih dari itu Bagaiamana?" tanya Nasha mencebikan bibir nya.
"Tidak boleh berburuk sangka" tegas Azhar dan Nasha mengangguk malas.
Mereka sudah sampai di rumah, Nasha segera melompat turun dari mobil dan bertariak memanggil Ummi nya seperti anak kecil.
"Ummi... Nasha pulang" teriak nya sambil berlari masuk.
"Assalamualaikum, rumah" seru Abi Fadlan yg saat ini sedang membaca koran, ia sengaja menyindir Nasha karena bukan nya mengucapkan salam saat masuk rumah tapi malah berteriak.
"Belum makan, Sha? Mau makan?" tanya Ummi mertua nya.
"Sudah tadi di rumah Mama, tapi Nasha mau makan lagi" jawab Nasha sembari mengambil piring, kemudian mengambil dua potong ayam kare dan satu telur rebus. Tentu ia memisahkan kuning telur nya dan meletakkan nya di piring kecil agar di makan Azhar nanti.
"Ya Allah, Sayang. Mau makan lagi?" tanya Azhar yg melihat Nasha malah makan kare ayam dengan khusuk.
"He'em" jawab Nasha dan ia mendorong piring kecil berisi kuning telur itu ke dekat Azhar.
"Suapi, belum cuci tangan" pinta Azhar dan Nasha pun menyuapkan nya.
.........
Malam hari nya, Pak Niranjan dan istri nya sedang bersiap untuk pergi makan malam, mereka juga mengajak Mera dan Hanin.
"Mama kenapa sih harus mengundang Kakak nya Harry juga" gerutu Mera tak suka.
"Kamu tuh kenapa sih, Mer. Kayak musuhi Nasha gitu?" tanya Mama nya heran.
"Ya dia ngaku ngaku pacar Harry, Ma. Susah gitu panggil Mera gadis bau kencur"
"Ya kan memang masih gadis bau kencur" sambung Pak Niranjan yg membuat Mera memberengut kesal.
"Ish, Papa....." rengek nya.
"Memang nya Nasha itu seperti apa kalau di kampus, Nin?" tanya Nyonya Anjana pada putri angkat iya itu.
"Anak nya baik kok, Ma. Cuma... Dia posesif dan mudah cemburu" jawab Hanin sembari tertawa kecil mengingat tingkah Nasha di kampus kalau sudah menyangkut Azhar.
"Ya kalau Mama punya suami seperti Azhar, Mama juga akan posesif, Nin. Suami idaman, pasti banyak yg mau sama Azhar" ujar Nyonya Anjana yg langsung mendapatkan lirikan misterius dari suami nya.
"Iya sih, Ma. Pak Azhar juga selalu memperlakukan Nasha dengan sangat lembut. Bahkan ada yg bilang, she is his queen"
"Padahal orang nya nyebelin" sambung Mera memberengut kesal. Yg justru malah membuat semua orang tertawa geli
.........
Sementara itu, Nasha dan Azhar juga bersiap pergi.
Nasha berdandan rapi dan anggun, begitu juga dengan Azhar.
Nasha merapikan baju Azhar dan menarik keluar liontin yg selalu Azhar masukan kedalam baju nya.