True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 122



Azhar menjemput Nasha dari rumah Harry dan Azhar merasa cemas saat mendapatkan kabar kalau istrinya itu muntah.


Di sana juga masih ada Mera yg terlihat main game bersama Harry.


Azhar langsung bergegas ke kemar Nasha dan ia melihat Nasha yg sedang tertidur di ranjang, Azhar mengusap kening Nasha yg berkeringat padahal AC nya sedang menyala.


Nasha yg merasakan sentuhan suaminya itu pun langsung terbangun dan tiba tiba ia menarik Azhar hingga Azhar terjatuh di pelukan nya.


"Ada apa?" tanya Azhar heran karena Nasha tampak semangat aneh saja.


"Aku sakit..." rengek Nasha manja sambil bergeser, memberikan ruang untuk Azhar berbaring di samping nya. Nasha menarik tangan Azhar untuk ia jadikan bantal dan hal itu membuat Azhar terkekeh gemas.


"Sakit apa? hm?" tanya Azhar semakin mendekap Nasha.


"Entahlah, perut ku tidak nyaman, mungkin masuk angin, aku juga tidak ingin makan" tutur Nasha.


"Baiklah, sebaiknya kita pulang. Ya?" Nasha mengangguk namun ia malah memejamkan mata sambil mencari posisi paling nyaman di pelukan sang suami.


"Mau pulang atau mau tidur?" tanya Azhar heran.


"Mau pulang, gendong sampai mobil ya" rengek Nasha yg membuat azhar melongo.


"Serius?" tanya nya.


"Iya, aku malas jalan, kepala ku pusing, badan ku lemas" Nasha kembali merengek.


"Okey, jadi tuan putri mau di gendong sampai mobil..." Azhar menggumam sambil beranjak dari ranjang, ia juga menarik tangan Nasha supaya duduk.


Azhar mengambil jilbab Nasha dan memakaikan nya dengan rapi, setelah itu ia berbalik dan Nasha langsung melompat ke punggung nya.


Harry dan Mera yg melihat Nasha di gendong hanya menganga heran begitu juga dengan raya yg baru keluar dari kamar nya.


"Kenapa Nasha di gendong?" tanya raya heran.


"kata nya lemas" jawab Azhar "kami pulang dulu ya, Tante" ujar Azhar.


"Iya, hati hati ya" ujar Bu raya


"hey, kamu...." teriak Nasha pada Mera yg masih duduk di sofa "Ayo pulang!" ajak Nasha.


"Nanti dulu, masih main game ini" jawab Mera yg langsung mendapatkan tatapan tajam dari Nasha.


"Pulang atau aku gundul kepala mu" tegas Nasha yg masih menempel di punggung Azhar.


"Mera, sebaik nya kamu pulang. Ini sudah sore" tukas Azhar dan Mera langsung menganggukan kepala nya sambil tersenyum saat Azhar yg meminta nya.


"Har, Tante, aku pulang dulu ya" ujar Mera berpamitan sambil menarik tas selempangan nya.


"Hati hati..." ucap Harry yg kemudian mengantar mereka sampai depan rumah.


Sebelum pulang kerumah nya, Azhar mengantarkan Mera terlebih dulu ke rumah nya namun saat Mera meminta nya mampir, Nasha langsung menolak nya dan langsung mengajak Azhar pergi.


Mera pun masuk dan ia melihat Mama nya yg sedang membaca majalah di ruang tengah.


"Kok ada suara mobil, Mer. Siapa yg antar kamu?" tanya Mama nya tanpa menoleh pada Mera "bukan nya tadi Harry jemput kamu pakai sepeda motor ya?"


"kakak ipar siapa?" tanya Bu Anjana masih fokus dengan majalah nya.


"Kak Azhar" jawab Mera yg langsung membuat Bu Anjana mendongak dan menatap Mera.


"Azhar? sama Nasha?" tanya nya antusias.


"Iya" jawab Mera santai.


"Kenapa kamu tidak suruh masuk, Mer?" tanya Bu Anjana lagi.


"Kak Nasha nya engga mau, Ma. Kayak nya lagi sakit deh, tadi muntah soal nya. Tadi saja sampai di gendong sama suami nya" tutur Mera yg tentu saja membuat Bu Anjana panik.


"Nasha sakit? Aduh, sakit apa ya?" ia menggumam panik.


"Entahlah" jawab Mera sambil mengedikan bahu.


....


Sesampai nya di rumah, Azhar harus kembali menggendong Nasha yg masih merengek lemas dan pusing itu.


Hal itu membuat Nasha tak luput dari ejekan ayah mertua nya.


"Ya Allah, mubadzir nya itu dua kaki..." seru Abi Fadlan.


"Nasha lemas, Bi" rengek Nasha sambil mengeratkan lingkaran tangan nya di leher Azhar, Azhar kembali menggendong Nasha di punggung nya seperti tadi.


"Lemas dari mana? Seharian kamu cuma tiduran, semua sekolah libur. Sementara Azhar? Sungguh malang nasib putra Abi, seharian bekerja, masih harus gendong istri nya yg makin lama makin bulat" tutur nya yg membuat Azhar langsung tertawa sementara Nasha cemberut.


Ia pun langsung melompat turun dari gendongan Azhar namun tiba tiba ia kembali mual dan ia langsung berlari ke kamar nya.


Azhar dan Abi Fadlan pun langsung mengejar Nasha karena khawatir dengan keadaan Nasha.


Nasha masuk ke kamar mandi dan ia kembali memuntahkan isi perut nya, namun karena perut nya kosong, ia pun hanya memuntahkan cairan bening.


"Sayang, kamu engga apa apa?" tanya Azhar panik sambil memijit tengkuk Nasha.


"Entahlah, seperti ada yg mengocok perut ku, membuat ku mual terus dari kemarin" tukas Nasha setelah ia selesai membasuh mulut nya dan menyiram wastfel.


"hamil tuh..." tiba tiba terdengr suara Abi Fadlan dari luar kamar mandi.


Azhar dan Nasha langsung saling menatap setelah mendengar satu kata yg sangat mereka tunggu tunggu itu.


Nasha berlari ke kamar untuk mnegcek kalender dan ia menganga saat ia baru menyadari kalau diri nya sangat telat datang bulan.


"Kenapa, Sayang? Benaran hamil?" tanya Azhar antusias.


"Seperti nya..." gumam Nasha sambil mengelus perut nya.


"Periksa saja kerumah sakit, biar pasti" saran Abi Fadlan.


Dan Azhar langsung kembali mengangkat Nasha dalam gendongan nya membuat Nasha memekik terkejut.


"Ayo kerumah sakit sekarang"