
Azhar membawa Nasha pulang, dan sesampainya di rumah, Nasha sekuat tenaga menyembunyikan perasaan sedih nya saat melihat mertua nya yg menyambut nya. Namun rupanya itu tak berhasil, saat ibu mertua nya menanyakan keadaan Nasha.
"Nak, kamu habis nangis ya? Kenapa? Di apain sama Azhar? Bilang sama Ummi..." seru Ummi Rifa sambil mengelap pipi Nasha yg masih sedikit basah karena air matanya.
Sementara Azhar yg baru saja masuk setelah memarkirkan mobil nya langsung mendapatkan pelototan dari ibu nya dan ia di rundung dengan berbagai pertanyaan yg membuat Azhar hanya bisa tercengang "Kamu bawa Nasha kemana? Kamu apain dia sampai nangis begitu? Kalian bertengkar? Seharusnya kamu tuh mengalah sama istri mu, Azhar. Seharusnya kamu itu menjadi pelipur lara istri mu, bukan nya begini..."
"Ummi..." seru Nasha sambil menggandeng lengan ibu mertua nya, kesedihan Nasha langsung lenyap mendengar pertanyaan dan melihat kejengkelan ibu mertua nya pada Azhar, apa lagi Azhar yg tak memotong sedikitpun pembicaraan ibu nya dan membiarkan ibu nya merundung dengan pertanyaan yg tidak tidak, bahkan Ummi Rifa yg hanya ibu mertua saja sebegitu perhatian nya pada Nasha "Azhar engga ngapa ngapain Nasha, tadi cuma kelilipan saja" jawab Nasha berbohong.
"Nasha memang menangis..." seru Azhar yg langsung mendapatkan lirikan tajam dari Nasha "Nanti Azhar ceritain, sekarang biar Nasha istirahat dulu, Ummi" ucap nya.
"Ya sudah, kamu istirahat ya, Nak" Ummi Rifa membawa Nasha masuk dan Azhar mengikuti dua wanita itu dari belakang.
"Kamu mandi ya, biar seger. Habis itu baru istirahat" ujar Azhar sambil membelai pipi Nasha dan Nasha hanya mengangguk kecil.
Sementara Azhar dan Ummi Rifa duduk di sofa dan Azhar memberi tahu apa yg membuat Nasha sampai menangis begitu.
"Berarti memang salah mu" seru Ummi Rifa setelah Azhar selesai bercerita.
"Iya, ini salah Azhar, Ummi. Seharusnya Azhar menunggu waktu yg tepat dan menunggu situasi yg sedikit lebih tenang"
"Gadis malang, kasihan sekali" gumam Ummi Rifa "Ya sudah, kamu temani Nasha sana, Ummi mau buatkan makanan setelah itu Ummi mau ke toko"
"Engga usah, Ummi. Biar Azhar yg masak"
"Perintah Ummi kamu itu temani Nasha, apa susahnya sih mengikuti perintah ibu mu ini" ucap Ummi Rifa dengan sewot, membuat Azhar hanya bisa bisa cengengesan, padahal maksud hati ia tak ingin ibu nya kelelahan "Pasti gadis itu masih menangis sekarang" gumam Ummi Rifa lagi dengan raut sedih.
"Ya sudah, Azhar naik dulu" ucap Azhar kemudian ia bergegas ke kamar nya.
Saat membuka pintu, ia tak mendapati Nasha di sana, tidak terdengar air juga dari kamar mandi. Perlahan Azhar membuka pintu kamar mandi yg tidak di kunci, dan ia melihat Nasha yg duduk di atas kloset, istri nya itu tampak melamun dengan pandangan kosong.
"Nasha..." panggil Azhar dengan suara rendah nya, seketika Nasha mendongak "Kenapa, Sayang?" tanya Azhar sambil berjalan masuk. Ia berjongkok di depan Nasha "Ada apa?" tanya Azhar lagi dan Nasha hanya menggeleng.
"Aku tahu ini berat buat kamu, kita akan melewati nya bersama. Saat ini yg bisa kita lakukan hanya berdoa, Sayang. Aku yakin mereka akan segera membuka hati buat kita" tutur Azhar yg membuat Nasha tersenyum, ia kembali mengangguk kecil.
"Sebaiknya sekarang kamu mandi, atau kamu mau kita mandi bersama?" goda Azhar sambil mengedipkan sebelah matanya yg membuat Nasha langsung tertawa.
"Kamu beneran Ustadz atau Ustadz jadi jadian?" tanya Nasha yg membuat Azhar langsung mengerutkan dahi nya dalam.
"Maksud nya?"
"Kamu modus dan mesum ternyata" ucap Nasha yg seketika membuat Azhar tertawa, tak hanya itu, Azhar kemudian melepaskan pakaian nya yg membuat Nasha langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kamu ngapain?" pekik Nasha.
"Mau mandi, Sayang. Kamu engga mau mandi, hm?" tanya Azhar sambil mencium pipi Nasha dan ciuman itu terus turun, membuat Nasha menggelinjang tak karuan.
"Benar benar mesum..." seru Nasha dan ia langsung bangkit berdiri. Nasha hendak pergi dari sana namun Azhar malah menarik tangan nya hingga Nasha terjatuh ke pelukan nya. Nasha terpekik kaget, apa lagi saat Azhar malah menggiring tubuh mereka ke bawah Shower dan langsung menyalakan shower hingga kedua nya terguyur air dan basah.
"Ustadz itu hanya tittle, Sayang. Sejati nya aku adalah pria" lirih Azhar di telinga Nasha "Mesum pada orang yg tepat di tempat dan waktu yg tepat itu tidak dosa, malah menjadi pahala" ucap nya sambil melepaskan pakaian Nasha dan Azhar mengecup pundak nya. Baru saja Azhar akan kembali menggoda istrinya yg saat ini hanya bisa terdiam dengan deru nafas yg terasa berat, suara gedoran pintu dan teriakan Ummi Rifa langsung mengagetkan keduanya.
Sontak Nasha langsung melangkah menjauh dari Azhar, padahal mereka tidak kepergok secara langsung tapi entah mengapa Nasha merasa malu seperti tertangkap basah saja. Wajah Nasha bahkan sudah semerah kepiting rebus, membuat Azhar terkekeh.
"Azhar! Nasha... Ummi mau ke toko, Ummi engga jadi masak karena toko rame. Kalian masak saja sendiri, itu ada ayam sudah Ummi bumbui, tinggal goreng" teriak nya lagi.
"Iya, Ummi...." seru Azhar kemudian.
Tak terdengar lagi suara sang ibu, Azhar pun segera menyelesaikan mandi nya begitu juga dengan Nasha.
Dan saat keluar dari kamar mandi, kedua nya sangat terkejut karena pintu kamar Azhar yg terbuka lebar.
"Pantas saja Ummi tahu kita berdua di kamar mandi" gumam Azhar yg baru sadar bahwa tadi ia memang tidak menutup pintu kamar nya, oh bukan hanya pintu kamar, bahkan pintu kamar mandi nya pun terbuka sedikit. Hingga sekali lagi terdengar suara Ummi Rifa dari depan kamar mereka.
"Bukan cuma tahu, Ummi juga dengar apa yg kamu katakan tadi!!!"
Azhar dan Nasha langsung berlari ke arah pintu, membuka sedikit pintu itu dan mengintip. Mereka melihat Ummi Rifa yg sedang menuruni tangga.
"Kok bisa?" gumam Nasha.
"Hehe, engga tahu juga" jawab Azhar "Berarti dari tadi Ummi belum turun, mungkin dari kamar sebelah"
"Oh..." seru Nasha dan ia mengunci pintu kamar nya.
Nasha berjalan ke lemari hendak mencari pakaian nya, namun tiba tiba Azhar malah memeluk nya dari belakang "Ingat kata Ummi, jangan siang siang..." seru Nasha sambil melepaskan tangan Azhar yg melingkar di perut nya.
"Oh, ya udah..." jawab Azhar datar kemudian ia membuka lemari pakaian nya sendiri.
Nasha yg melihat itu menganga "Kok ya udah?" tanya Nasha langsung mengikuti Azhar, ia bahkan menghalangi Azhar yg hendak mencari baju nya.
"Terus apa dong?" tanya Azhar masih dengan nada datar dan mendorong Nasha menyingkir dari hadapan nya, membuat Nasha menganga lebih lebar lagi.
"Ish, suami macam kamu ini? Harus nya di rayu dong, di bujuk kek, di romantis romantisin gitu" gerutu Nasha kembali berdiri di hadapan Azhar, tak hanya itu, ia bahkan langsung menutup lemari Azhar dan berdiri dengan pose menggoda dan menatap Azhar dengan tatapan sensual, membuat Azhar langsung terkekeh.
Ia langsung menggendong Nasha dan membawa nya ke ranjang, menidurkan Nasha dengan lembut.
"Sekarang siapa yg mesum, Hm?" goda Azhar yg membuat wajah Nasha langsung kembali merona.
"Jangan lupa, habis ini goreng ayam. Aku lapar" ucap Nasha kemudian, yg sebenarnya untuk menutup kegugupan nya. Merasa gugup karena untuk yg kedua kalinya, ia dan Azhar akan kembali memadu kasih.
"Siap, Sayang"
Oh Tuhan, siang siang begini?
▫️▫️▫️
Tbc...