
Setelah dari pesantren, Azhar membawa Nasha ke toko Ummi nya. Karena Azhar masih harus melakukan beberapa pekerjaan di toko Abi nya.
"Bagaiamana sekolah mu, Nak?" tanya Ummi Rifa lembut karena ia melihat Nasha yg tampak berbeda, apa lagi ia tidak melihat Nasha yg bergelanyut manja pada Azhar seperti biasanya.
"Lancar..." jawab Nasha memaksakan diri nya tersenyum.
"Kamu ada masalah dengan Azhar?" tanya Ummi Rifa lagi.
"Ummi tidak tahu?" Nasha malah balik bertanya yg membuat ibu mertua nya terlihat bingung kemudian menggeleng.
"Tante Anjana itu ibu kandung ku..." tutur Nasha memberengut yg membuat Ummi Rifa langsung terbelalak.
"I... Ibu kandung?" tanya Ummi Rifa ingin mengkonfirmasi dan Nasha mengangguk lemah.
"Tapi bagaimana bisa? Siapa yg bilang?" tanya Ummi Rifa.
"Kata Azhar, mereka juga sudah melakukan tas DNA saat Nasha di penjara..." ujar Nasha. Ummi Rifa tercengang mendengar kabar itu, seketika ingatan berputar pada saat saat dimana Bu Anjana dan keluarga nya selalu bersikap sangat baik pada Nasha, mengurus dan mengawal kasus Nasha hingga selesai dan perhatian perhatian lain nya yg memang terlihat sangat tidak biasa.
"Tapi Azhar tidak ada memberi tahu hal itu sama Ummi..." ujar Ummi Rifa kemudian "Tapi bukan kah itu bagus, Nak? Alhamdulillah kan sekarang kamu sudah menemukan orang tua kandung mu" tukas nya.
"Nasha sudah tidak mengharapkan keberadaan mereka lagi, Ummi..." ujar Nasha yg membuat Ummi Rifa terkesiap, pasal nya ia tidak menyangka Nasha tidak menyambut bahagia kehadiran orang tua kandung nya.
"Tapi kenapa begitu? Bukan nya kamu sangat merindukan mereka?"
"Tidak pernah, mereka sudah membuang ku" ucap Nasha dingin. Ummi Rifa sudah hendak menjawab Nasha namun ada pelanggan yg datang. Ummi Rifa pun melayani pelanggan nya itu. Nasha juga mulai bekerja seperti biasa, ia kembali mem foto roti roti ibu mertua nya dan mem posting nya di media sosial nya.
..........
Nasha masih tidak banyak bicara dengan Azhar karena ia yg masih sedikit kecewa dengan suaminya itu.
Marah?
Saat makan malam, mereka makan malam dalam keadaan yg begitu hening. Ummi Rifa juga terkejut karena ternyata suami nya tahu fakta tentang identitas Nasha. Dan sebenarnya mereka berdua sangat bersyukur karena akhir nya identitas Nasha jelas dan asal usul nya di ketahui. Namun mereka juga mengerti jika Nasha marah, kecewa dan tidak bisa menerima begitu saja.
Setelah makan malam selesai, Nasha dan Ummi Rifa membereskan dapur seperti biasa.
Sementara Azhar saat ini sedang sibuk di depan laptop nya, Azhar memeriksa hasil penjualan barang barang nya yg kian hari makin meningkat, pemasukan nya selalu bertambah dan bertambah.
"Sayang..." panggil Nasha lembut yg membuat Azhar langsung menaikan sebelah alis nya, menatap sang istri heran. Padahal baru beberapa menit yg lalu Nasha masih bersikap acuh tak acuh pada nya.
"Kenapa, Sayang?"tanya Azhar tak kalah lembut nya.
"Aku boleh minta sesuatu engga sama kamu?" tanya Nasha ragu ragu.
"Mau minta apa?" tanya Azhar lagi.
Nasha pun duduk di tepi ranjang, sementara Azhar memutar kursi nya supaya bisa berhadapan dengan sang istri.
"Boleh engga kalau kamu... memutuskan hubungan kerja mu dengan Pak Niranjan..." ucap Nasha ragu ragu, membuat Azhar langsung terbelalak, tak menyangka dengan permintaan sang istri.
"Kamu... Kamu bicara apa, Nasha?" tanya Azhar tak habis fikir "Hanya karena kamu belum bisa menerima mereka, bukan berarti kamu harus memusuhi mereka, Sayang"
"Tapi aku benar benar tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mereka, ku mohon..." tekan Nasha dengan sedikit emosi, membuat Azhar sedikit kesal sebenarnya dengan permintaan Nasha itu namun Azhar berusaha mengerti perasaan sang istri.
"Sayang..." Azhar berusaha berbicara dengan lembut "Jangan begini, Sayang. Aku tahu kamu masih belum bisa menerima mereka, tapi bukan berarti kamu harus memusuhi mereka begitu, selama ini mereka yg membantu kita..." tukas Azhar. Nasha hanya bisa menundukkan kepala nya, membenarkan apa yang di katakan suami.
"Dan apapun yg terjadi, status ibu dan ayah itu tidak akan hilang atau terpurus, kamu masih punya kewajiban menghormati mereka. Terlepas dari apa yg mereka lakukan dulu, mereka menyesali nya, sangat menyesali my. Kamu ingat saat ulang tahun Mera?" Nasha mengingat kembali ulang tahun adik kandung nya itu.
"Ulang tahun mu juga di raya kan, bahkan setiap tahun. Di hari ulang tahun mu, mereka mengungkap kan cinta nya pada seseorang yg tak pernah mereka lihat, dan kamu tahu kan? Mereka tidak mencari mu karena mereka mengira kamu itu sudah meninggal..." tukas Azhar lagi dan seketika air mata Nasha menetes saat mengingat ungkapan cinta keluarga kandung nya itu. Bahkan saat itu Nasha juga menangis terharu, Bu Anjana tampak sangat merindukan putri sulung nya.
"Aku faham perasaan mu, kemarahan dan kekecewaan mu, tapi aku harap kamu bisa sedikit mengontrol emosi mu, hm..." bujuk Azhar